
Setengah hari telah berlalu, para tetua yang telah menkelajahi reruntuhan itu akhirnya kembali menuju daratan. Setelah itu Xun Zhi keluar dari persembunyiannya dan menanyakan Jurus yang dipakai oleh Grand Master Yujin yaitu Jurus Segel Suci Kuno kepada Long Hei'an. Ling Hei'an menjawabnya dengan sangat rinci terhadap Xun Zhi.
Xun Zhi kaget setelah mendengarkan penjelasan Long Hei'an bahwa Jurus Segel Suci Kuno adalah Jurus yang bisa menyegel hewan beast tingkat apapun dan juga seorang Kultivator Qi Setengah Dewa tjngkat awal ke dimensi lain.
Setelah mendengar cerita itu Xun Zhi melangkah menuju ruangan pertempuran tadi. Dia melirik sekitarnya terlihat sebuah tangga yang menuju bawah tanah.
Xun Zhi langsung berjalan menyusuri tangga bawah tanah itu.
Sesampainya di dasar tempat itu yang gelap gulita yanpa adanya cahaya sedikitpun membuat Xun Zhi mengeluarkan Jurus Api ditangannya untuk menerangi penyusuran ruang bawah tanah.
Sebuah lorong yang panjang terlihat terang dari nyala api di tangan kiri Xun Zhi. Dengan perlahan Xun Zhi melangkah kedalam lorong yang membuat hatinya penasaran.
"Xun Zhi apakah kau benar ingin menjelajahi reruntuhan ini?, mungkin harta karun nya sudah habis diambil oleh Grand Master Yujin dan Para tetua lainnya."
Begitu ucap Long Hei'an yang berada di dalam tubuhnya.
"Yaaaah aku ingin menjelajahinya Long Hei'an, ada yang membuatku penasaran akan reruntuhan ini. Aku tidak peduli akan harta karunnya nika masih ada berarti keberuntunganku, jika tidak pun tidak apa-apa."
Tak lama didepannya ada sebuah jalan bercabang Xun Zhi menjadi bingung akan memilih menuju kearah mana.
"Jadi kita akan kearah mana Long Hei'an?"
Dengan wajahnya yang bingung akan memilih jalannya.
"Aku merasakan ada aura yang tak nampak asing bagiku di jalan sebelah kanan Xun Zhi."
"Baiklah kalau begitu mari kita melangkah ke arah kanan."
__ADS_1
Tanpa pikir panjang di melangkah lorong sebelah kanannya. Cukup lama Ia melangkah melewati lorong itu dan akhirnya sampai di sebuah ruangan besar nan tinggi juga ada tulisan kuno yang terukir di tembok ruangan itu.
"Long Hei'an apakah kamu bisa membaca bahasa ini?"
"Kau pikir kau berbicara dengan siapa! Aku yang lahir duapuluh ribu tahun lebih tua darimu mana mungkin tidak mengetahui bahasa kroco-kroco ini."
"Yasudah cepat terjemahkan kadal raksasa."
Dengan nada yang sedikit nyaring dan wajahnya yang mengerut.
"Iyah, iyah Xun Zhi kalau begitu besarkan nyala Api ditanganmu itu biar bisa menerangi semua ruangan ini."
Xun Zhi menuruti permintaan Long Hei'an. Dan Long Hei'an menerjemahkan semua tulisan yang ada di ruangan itu.
"Sebuah bola hitam kecil yang harus disinari oleh sebuah cahaya putih akan membuka pintu menuju ke tempat ku dikuburkan. Disana ada sebuah peti dan wasiat yang aku taruh untuk siapa saja yang berhasil mendapatkannya."
Begitulah isian bahasa kuno yang di terjemahkan oleh Long Hei'an.
Ucapnya sambil mencari-cari sebuah bola. Tak lama Xun Zhi berputar-putar di ruangan itu terlihatlah sebuah batu bulat bewarna hitam yang berada di samping tembok terhalang oleh jaring laba-laba dan debu yang pekat.
Xun Zhi memegang bola hitam itu dengan tangan kanannya lalu mengeluarkan Qi elemen Cahayanya untuk menerangi bola itu dan Qi elemen Cahaya Xun Zhi diserap.
Xun Zhi tergaket akan suara keras yang tiba-tiba muncul dari dua buah batuh yang bergeser seperti pintu terbuka di sebelah batu bulat yang Ia pegang.
Xun Zhi diam untuk beberapa saat. Setelah Ia sadar kembali, dia langsung melangkah ke dalam lubang yang terbuka barusan.
Terlihatlah dengan kedua bola mata Xun Zhi sebuah peti mati berwarna hitam di dalam ruangan itu yang panjangnya kira-kira tiga meter dan lebarnya 2 meter.
__ADS_1
Xun Zhi melangkah mendekati peti mati itu dengan langkah yang berhati-hati bersamaan mengekspresikan wajah yang waspada karena takut ada sebuah jebakan atau Hewan Beast lainnya.
Akan tetapi sesampainya di samping peti mati itu tidak ada kejadian apa yang dia tak inginkan. Ada sebuah tulisan diatas peti mati itu.
"Jiao Pao, mungkin dia Kaisar Kerajaan YinYang Tiger ini."
Perlahan Xun Zhi membuka peti itu. Dan terlihatlah di dalamnya sebuah tengkorak utuh dengan sepucuk surat dengan bahasa kuno lagi.
"Long Hei'an terjemahkan kembali tulisan ini."
"Tulisannya berartikan geserlah peti mati ini kamu pasti menemukan harta itu."
Xun Zhi dengan sigap langsung mendorong peti mati itu dan terlihatlah sebuah lubang seukuran pas dengan peti harta di dalam lubang itu yang berukuran 80 x 40 sentimeter, bewarna biru dengan ukiran bunga teratai bewarna emas di sampingnya.
Xun Zhi dengan cepat mengangkat kotak itu dan membukanya. Isi dalam peti harta itu adalah dua buah gulungan bewarna emas yang masih disegel, sepucuk surat dan setumpuk koin emas yang berkilauan.
Raut wajah Xun Zhi seketika berubah menjadi sangat senang setelah melihat isian peti.
Kemuduan dia mengambil lalu membaca sepucuk surat yang berada di dalam peti itu. Namun karena bahasanya menggunakan bahasa kuno kembali, Xun Zhi jadi merasa kesal akan hal itu hingga hampir merobek suratnya.
"Kenapa harus bahasa kuno lagi sih brengsek memang."
"Hahaha, tenanglah, tenanglah Xun Zhi kan ada aku ini, aku akan membacakannya untukmu."
Ucap Long Hei'an dengan sombongnya.
"Ahh mendingan nanti saja aku harus cepat-cepat kembali sebelum Grand Master Yujin dan Para tetua sampai di sekolah lebih dulu."
__ADS_1
Xun Zhi memasukkan peti hartanya ke cincin ruang penyimpanannya dan dengan tergesa-gesa berlari meninggalkan reruntuhan.
(BERSAMBUNG)