KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 41


__ADS_3

Sesampainya di depan lubang gua menuju keluar, waktu tak terasa dilewati sudah gelap bersamaan dengan hujan rintik-rintik. Xun Zhi yang tadinya ingin segera kembali menjadi terhambat karena hujan.


Akan tetapi karena lebih takut kena marah dari Patriak Chang Lu. Ia lebih memilih pulang berhujan-hujanan. Tahan yang becek meninggalkan langkah Xun Zhi. Dia terus berjalan walaupun kedinginan akan hujan itu.


Setengah jam berlalu, Xun Zhi akhirnya sampaidi depan gerbang sekolah. Namun saat dia ingin masuk secara sembunyi-sembunyi melewati tembok tinggi sekolah.


Ia terlihat oleh Patriak Chang Lu dan Patriak Chang Lu meneriakinya.


"Xun Zhi kau cepat kesini."


Xun Zhi kaget mendengar suara Patriak Chang Lu. Karena panik dia berlari melewati tembok tinggi itu. Sesampainya di puncak Xun Zhi berdiri dan berdiam disana.


"Sial kenapa orang tua melihat aku sih."


Begitulah ucap isi hatinya, lalu Xun Zhi berlari menyusuri atas tembok itu yang lebarnya kurang lebih setengah meter seperti seorang ninja.


Melihat Xun Zhi berlari, Patriak Chang Lu tak tinggal diam. Dia mengejar Xun Zhi dari bawah, kemudian mengeluarkan Jurus tombak anginnya untuk menjatuhkan Xun Zhi.


Akan tetapi Xun Zhi dengan mudah menghindarinya. Hujan semakin lebat, keduanya terus berlarian. Xun Zhi yang tidak ingin tertangkap oleh Patriak Chang Lu menambah kecepatannya.


Patriak Chang Lu bertambah kesal dengan kelakuan Xun Zhi yang semakin kesini semakin menjadi-jadi. Ia ingin mengejarnya dengan terbang menggunakan Jurus Kipas Terbangnya, akan tetapi karena hujan yang lebat membuat ia tak bisa menggunakannya.


Patriak Chang Lu naik keatas tembok itu dan menambahkan kecepatan berlarinya dengan Jurus Anginya. Xun Zhi menampakkan muka panik saat melihat Patriak Chang Lu sudah di belakangnya.


Xun Zhi yang panik akan hal itu tiba-tiba terpelset dan terjatuh menimpa atap bangunan asrama wanita hingga roboh dan terjatuh di sebuah bak pemandian wanita hingga airnya muncrat.

__ADS_1


Murid wanita yang sedang mandi menjerit panik berlarian keluar. Patriak Chang Lu yang masih diluar melompat ke arah Xun Zhi terjatuh sambil melayangkan terdangan Kung fu nya ke arah perut Xun Zhi.


Mulut Xun Zhi terbuka lebar setelah menerima tendangan itu bersamaan dengan teriakkannya yang tertahan.


Raut wajah Patriak Chang Lu terlihat puas setelah menghentikan Xun Zhi dari pelariannya. Kemudian Master Ming Er yang marah masuk ke pemandian itu.


Melihat Patriak Chang Lu yang sedang menginjak Xun Zhi ia berkata.


"Senior apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat keributan seperti ini."


"Aku ingin menangkap bocah sialan ini yang selalu kabur disaat ada kesempatan, tapi saat aku ingin menangkapnya ia malah kabur."


"Yasudah kalau begitu bawa dia sekarang keluar senior karena para murid perempuan menjadi ketakutan karena tingkah kalian ini."


"Ahh ada-ada saja guru dan murid itu."


Sambil menggelengkan kepalanya ia melihat Patriak Chang Lu yang menggusur keluar asrama.


Sesampainya di halaman rumah Patriak Chang Lu. Ia mengikat kaki dan tangan Xun Zhi lalu menggantungkannya di atas pohon.


"Hoyy kakek tua kenapa kamu melakukan ini padaku."


"Hahaha, jika kau tidak kabur tadi aku pasti tidak akan menghukummu seperti ini."


"Ayolah kakek tua, aku tadi cuman mencari tanaman saja."

__ADS_1


"Iya, iya, iya, mana mungkin aku tertipu bocah nakal. Yadi sesaat kami sudah di reruntuhan istana, Grand Master Yujin merasakan kehadiranmu yang bersembunyi."


Xun Zhi tak bisa mengelak saat mendengar perkataan Patriak Chang Lu.


"Uhhh, tak k4uaangka aku ketahuan. Yasudah aku tak berbuat apa-apa ini Patriak. Lepaskanlah aku, mana hujan lagi malam ini aku pasti meriang ini!"


"Tidak kau akan menjalani hukuman itu sampai pagi. Hahahaha! Ucapnya sambil mengusap-usap janggutnya kemudian melangkah ke dalam rumah.


"Ehhhhhhh tunggupak tua."


Xun Zhi yang kesal mendengar perkataan Patriak Chang Lu sambil meronta-ronta seperti sebuah ulat. Namun tetap saja Patriak Chang Lu mencuekkan ocehan Xun Zhi lalu masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


Tak terasa waktu sudah menginjak malam hari dan keadaan disana mulai sunyi dan sepi. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Xun Zhi mengeluarkan Jurus api hitamnya kearah kaki dan tangannya yang diikat.


Tali yang tebal mengikat tangandan kakinya terbakar habis oleh api hitamnya. Kemudian Xun Zhi kabur dari sana melangkah menuju ke asrama.


"Hahaha dasar pak tua sialan kau pikir kau bisa mengekangku dengan tali seperti itu. Aku ini adalah mantan dewa."


Sesampainya di halaman asramanya Xun Zhi mengendap-endap berjalan masuk ke dalam asrama karena ada Ru Long yang sedang berpatroli di sekitar sana.


Dan ia berhasil masuk ke dalam asrama, kemudian di langsung dengan cepat melangkah masuk ke arah kamar. Disalam sana Tian Zhu dan Li Zun sudah tertidur lelap.


Xun Zhi pun melepaskan bajunya yang basah lalu mengelap badanya dengan kain kering yang ada di lemari kecil di pojok kamar dekat pintu, setelah itu memakai pakaian kering. Lemudian langsung beristirahat di kasurnya.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2