
Di tempat lain, yaitu tempatnya yang bertempatan di sebelah tenggara berdekatan dengan tempat keluarnya gerbang untuk keluar dari Alam Rahasia Long Ying ini.
Terlihat sekitar beberapa orang berkumpul, dari seragamnya yang hitam berplat merah tidak lain mereka adalah murid-murid dari Sekte Kegelapan.
Di sekumpulan orang itu, ada seorang lelaki tampan tidak lain dia adalah Lang Hua yang sedang berdiri tegak dengan beraut wajah marah sambil melipatkan kedua lengannya dan menepuk-nepukkan kaki kanannya ke tanah dan berkata, "Sialan kemana si pembantu itu, kenapa belum datang juga!"
Kemudian tak lama orang yang dianggap Lang Hua pembantu itupun datang yaitu orangnya adalah pria yang tengah mengawasi Xun Zhi sewaktu sehabis bertarung dengan Lang Tao.
Orang itu duduk menundukkan kepala tepat di depan Lang Hua dan berkata, "Maafkan hamba tuan muda karena hamba terlalu lama datang."
Lang Hua melangkah menghentakan kakinya dengan keras mendekati pria yang menjadi pembantu nya.
"Sial kau terlalu lama datang kemari."
Lang Hua berbicara seperti itu sambil menginjak kepala orang yang dia jadikan pembantu nya sampai-sampai kepalanya menempel ke tanah.
"Ma-Maafkan ham-hamba tuan ka-karena lama datang kemari."
"Baiklah hamba akan maafkan jika kau mendapat kabar baik untukku."
"Ahhh ka-kalau itu ... aku tak bisa menjaminnya tuan muda."
"Haaaah!!" Ucap Lang Hua seperti iru dengan suara yang sangat nyaring dan menekan kepala pembantunya itu lebih keras dengan kakinya.
"Ma-Maafkan aku tuan muda."
"Baiklah, Jadi aku ingin tahu apakah kabar yang kau dapatkan dari melihat pertarungan antara si pria bernama Xun Zhi dengan saudaraku Lang Tao?"
Kemudian pembantunya itupun menceritakan rincian tentang pertarungan Lang Tao dan Xun Zhi dari awal mula sampai selesainya pertarungan.
Saat Lang Hua telah mendengar cerita dari pembantunya itu membuat dia sangat geram. Dia berjalan menuju sebuah batu yang sangat besar ukurannya seperti setengah bukit yang tak jauh dari jarak dia berdiri saat ini.
Setelan berhadapan dengan batu yang sagat besar itu, Lang Hua langsung memukulnya dengan tangan kosong yang sudah di lapisi oleh aura Qi berwarna hitam miliknya.
__ADS_1
Dia terus memukul dan menukuk batu itu semakin lama pukulannya pun semakin cepat dan berat.
"Sial ! Sial ! Sia ! Siaaaaaal!!! Bagaiaman ini bisa terjadi!! Arrrgggghh!!!"
Lang Hua berteriak seperti itu dan masih tetap tak henti-hentinya terus memukul batu sangat besar dihadapannya saat ini.
Tak kam terdengar suara retakan dari batu yang di pukulannya, dan tak lama retakan itu semakin besar dan besar, hingga akhirnya batu itu terbelah dua sampai menghasilkan suara gemuruh yang besar dan tak lama meninggalkan celah yang sangat besar serta serpihan-serpihan batu yang berterbangan kemana-mana.
Setelah batunya hancur, air mata pun mulai mengalir dari ujung ekor mata Lang Hua.
"Siaaaal!! Jika aku tahu jadinya seperti ini!, aku pasti akan membantu kak Lang Tao untuk membunuh ******** itu!!"
Pengikut serta pembantunya itu terdiam tanpa kata melihat sang majikannya menangis karena baru saja kehilangan sesosok saudara yang dia cintai.
Namun tak lama Lang Hua mengusap air mata yang membasahi mata serta pipinya dan berhenti menangis.
"... Baiklah untuk kalian!"
"Siap! Apa tugas kami tuan muda?"
"Baik tuan, siap laksanakan!!" Jawab para pengikutnya dengan lantang dan jelas.
Sementara itu disisi lain di waktu yang sudah memasuki malam hari. Xun Zhi masih saja berlari untuk menyusul Wei Chan yang mencari sisa rekan mereka.
"Dimana Wei Chan dan yang lainnya? Padahal aku sudah berlari dengan cepat dan berjalan di arah yang benar." Xun Zhi berbicara seperti itu yang sedang berdiri tehak sambil memegangi pohon yang disana ada sebuah goresan berukir daun yang diukir oleh Wei Chan sewaktu berjalan agar Xun Zhi dapat mengikuti dirinya.
Setelah rehat sejenak, Xun Zhi berlari kembali hingga sekitar baru saja lima ratus meter dari tempat rehat sebelumnya, dia berhasil melihat punggung Wei Chan dan yang lainnya.
"Ahh akhirnya terkejar juga." Barin Xun Zhi berkata seperti itu. Xun Zhi bernafas lega karena dapat menyusul Wei Chan dan teman-temannya.
Xun Zhi menambahkan kecepatan larinya agar dapat berlari di samping Wei Chan dan juga berencana mengejutkannya.
"Hei Wei Chan." Sapa Xun Zhi yang sudah ada di samping Wei Chan sambil menyeringai.
__ADS_1
Wei Chan dengan cepat langsung berbalik melihatku dan untuk sekian detik dia terdiam dan terus menatap Xun Zhi.
"Wah, waahhh!!! Xun Zhi kenapa kau tiba-tiba sudah ada di sampingku!? Sejak kapan kau ada di sampingku?!"
Reaksi terkejut yang sangat telat oleh Wei Chan sangat menghebohkan. Akan tegapi seakan tidak percaya Wei Chan mencoba menendang Xun Zhi tepat di wajahnya, akan tetapi Xun Zhi yang sigap menahan serangan Wei Chan dan mereka berdua pun berhenti dari berlari mereka.
Sementara itu disisi lain, Cao Pian, Zuan Zaogui, Fu TianBo, serta dua orang yang tak dikenal oleh Xun Zhi pun berhenti berlari dan melihat ke arah belakang karena suara keributan yang dihasilkan Wei Chan.
"Ada apa itu? Apa yang terjadi kepada Wei Chan!?"
"Aku tidak tau senior?" Jawab Cao Pian kepada Zuan Zaogui.
"Yasudah kalau begitu mari kita lihat. Aku takut dia diserang di keadaan malam gelap seperti ini!"
Kelima orang tersebut pun bergegas mendekati Wei Chan yang tertahan oleh Xun Zhi di belakang.
Saat mereka sampai, kelimanya langsung mengepun Xun Zhi dan Wei Chan. Dalam keadaan gelap seperti itu Cao Pian yang tak bisa melihat dengan jelas wajah Xun Zhi, tanpa banyak tanya langsung menyerang Xun Zho dengan pedang yang dia hunuskan.
Xun Zhi pun sangat terkejut dan denan repleks langsung menahan serangan pedang yang di ayunkan Cao Pian dengan kedua jarinya. Disisi lain Wei Chan pun sangat terkejutnya bukan main dan berkata, "Apa-apaan kalian ini sebenarnya sih!?"
Ketika Wei Chan berkata begitu, sontak yang lainnya akan menyerang Xun Zhi pun mengurungkan niat mereka namun masih memasang kuda-kuda bertarung mereka dan berbalik ke arah Wei Chan.
"Tentu saja kami disini untuk menyelamatkanmu dari orang jahat itu Wei Chan." Fu TianBo berkata seperti itu yang berada dekat dengan Wei Chan.
"Maaf, permisi ..., bukannya aku mau menyela waktu kalian, akan tetapi kalian telah salah orang jika kalian menuduhku sebagai penjahat yang akan melukai Wei Chan."
Mendengar suara ucap Xun Zhi, Cao Pian seketika terkejut dan bergegas berkata, "Ahh Xun Zhi, maafkan aku telah tiba-tiba menyerangmu. Lagian aku tidak tahu kalau itu kau. Karena keadaan gelap malam seperti ini, aku tak bisa melihat tampangmu itu."
Xun Zhi pun tersenyum canggung dan menjawab perkataan Cao Pian, "Tidak apa-apa kok Cao Pian."
Kemudian Xun Zhi melepaskan pegangan kedua jarinya yang masih menahan pedang Cao Pian. Setelah di lepaskan, Cao Pian memasukkan kembali pedangnya ke serangka dan berjalan mendekati Xun Zhi.
Sementara itu keempat orang lainnya yang tadinya sudah panik pun ingin menyelamatkan Wei Chan, menjadi merasa maku akan tidakkan bodoh mereka sediri dan mulai meminta maaf kepada Xun Zhi.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)