
Xun Zhi dan Wei Chan akhirnya dipandu oleh Master Shen Long dan Master Bai Laohu menuju ke dalam sekolah. Mereka berjalan terus hingga sampai di sebuah terowongan besar.
Mereka terus melangkah maju, di perjalanan itu Xun Zhi dan Wei Chan heran sekalihgus kahum saat melihat kiri dan kanan terowongan besar yang dilewatinya banyak sekali ukiran-ukiran.
Wei Chan bertanya kepada Master Shen Long yang ada di depannya.
"Wahh keren sekali terowongan ini Master Shen Long banyak sekali ukiran, ukiran-ukiran ini sebenarnya tentang apa Master? Begitu tanya Wei Chan kepada Master Shen Long.
"Hahaha sebenarnya ukiran-ukiran ini adalah sejarah tentang berdirinya sekolah beladiri ini saat 300 tahun yang lalu Wei Chan." Begitu Jawab Master Shen Long sambil tertawa.
"Wah begitu kah Master, hebat sekali!"
Lalu tak lama setelah berjalan di dalam terowong itu terlihat cahaya terang dari depan dan akhirnya mereka keluar dari terowongan itu.
Wei Chan terkejut melihat bangunan sekolah yang begitu besar nan luas seperti sebuah gunung. Terlihat disana ada lapangan rumput yang luas sedang dipakai berlatih oleh ribuan murid.
"Aku tau Sekolah Tanah Mengapung Sangat luas. Tapi tak aku sangka melebihi perkiraanku besar dan luasnya sekolah ini." Ucap Wei Chan dengan mata yang berbinar-binar.
Namun Xun Zhi terasa sedikit terkagum dengan swnyumnya yang kecil dan dalam pikirnya berkata.
"Lumayan juga manusia bisa membangun bangunan sebesar ini ."
"Hahaha ayo kita lanjutkan perjalanan kita menuju tempat tinggal kalian." Begitu kata Master Bai Laohu.
Mereka melanjutkan perjalana menuju kamar asrama. Yang pertama mereka menuju ke tempat asrama perempuan, disana ada seorang wanita cantik yang sedang duduk di depan asrama.
__ADS_1
Lalu mereka menghampiri wanita itu. Dan sesampainya di dekat wanita cantik itu, wanita cantik itupun berkata.
"Shen Long, Bai Laohu mau apa kalian kesini." Ucapnya dengan nada suara yang nyaring dan sikap yang jutek.
"Hahaha jangan begitu lah Ming Er kami kesini ingin mengantar murid baru yang dibawa oleh Grand Master Yujin." Ucap Master Shen Long sambil memegang pundaknya Wei Chan.
"Wah yang benar kukira hanya bercanda kemarin Grand Master akan membawa murid baru." Jawab Ming Er yang merasa senang dan matanya yang berbinar.
Lalu Bai Laohu berkata.
"Kau ini Ming Er giliran murid yang dibawa Grand Master kamu senang, namun giliran aku membawa muridku kamu marah padaku."
"Diam kau orang tua, karena kau sering membawa murid yang tidak berguna nyatanya 10 murid yang kau bawa hanya ada 3 yang menjadi murid dalam sedangkan yang lainnya masih jadi murid luar perguruan." Jawab Ming Er kepada Bai Laohu dengan nada marah dan raut wajah yang mengerut.
"Biasa saja dong jawabnya gak usak pakai marah engkau Ming Er dasar wanita tua." Bai Laohu membalas perkataanya Ming Er.
Bai Laohu pun menjawab kembali dengan muka agak kesal. "Memang tubuhmu bagus tapi sadar umur kamu, umurmu itu sudah 101 tahun tau nenek peyot."
"Dasar kau orang tua sialan Bai Laohu." Ucap Ming Er yang semakin keras nada bicaranya kepada Bai Laohu.
Lalu Shen Long pun melerai pertengkaran mereka.
"Sudah kalian ini kita ini sudah tua harus saling rukun, malu dilihat oleh murid-murid kita."
Jawab Master Shen Long sambil menuduh kearah Xun Zhi dan Wei Chan juga para Murid lainnya yang menonton.
__ADS_1
Setelah dilerai oleh Master. Shen Long akhirnya mereka berhenti bertengkar, lalu Master Shen Long menitipkan Wei Chan kepada Master Ming Er dan Xun Zhi memberikan barang bawaan Wei Chan yang kubawa kepada Wei Chan.
Setelah itu Master Shen Long dan Master Bai Laohu menyuruh Xun Zhi untuk mengikuti mereka kembali.
Xun Zhi mengikutinya dari belakang hingga akhirnya sampailah di depan asrama laki-laki. Disana ada yang menjaga asrama laki-laki muda. Laki-laki muda itupun memberi hormat kepada Master Shen Long dan Master Bai Laohu dan berkata.
"Ada keperluan apa para Master kesini?"
"Aku ingin menitipkan murid yang dibawa Grand Master Yujin kepadamu Ru Long." Ucap Master Shen Long.
"Ohh begitu baiklah serahkan saja padaku."
Lalu Xun Zhi dititipkan Kepada Ru Long dan kedua Master itu kembali ke tempatnya masing-masing. Setelah itu Ru Long menunjukan arahnya padaku.
"Baiklah Xun Zhi ikutilah aku kita akan ke ruangan yang akan kamu tempati sekarang."
"Baiklah Master Ru Long."
Mereka berjalan melewati lorong yang lumayan besar . Kiri dan kanan terlihat pintu di lorong yang mereka berdua lewati.
Tak lama mereka sampai di depan pintu yang terbuat dari kayu. Ru Long membuka pintunya lalu masuk ke ruangan itu. Di dalamnya terlihat ada 2 kasur bertingkat dengan ruangan lumayan luas lalu ia pun berkata.
"Baiklah sekarang kamu tidur disini dengan yang lain nanti kalau ada keperluan bilang saja padaku." Begitu kata Ru Long.
"Baiklah Master." ucap Xun Zhi.
__ADS_1
Kemudian Ru Long meninggalkan Xun Zhi yang di depan kamar sendirian, Xun Zhi melangkah masuk setelah itu membereskan barang-barangnya dan beristirahat.
(BERSAMBUNG)