KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 99


__ADS_3

"Baiklah barang lelang pertama untuk kali ini ada sebuah barang dari Kota Daun Gugur yang berasal dari salah satu reruntuhan yang terletak di Kerajaan Daun Emas. Penampilannya memang seperti permata yang retak, namun jika dilihat lebih dekat. Kalian akan melihat sisa peninggalan aura yang sangat besar."


Begitu ucap seorang wanita yang meminpin pelelangan di ats panggung menunjukkan sebuah batu bulat berwarna putih terang berbentuk bulat.


"Baiklah harga awal akan aku buka dengan harga 500 koin emas."


"550!"


Ucap sorang pria botak di lantai dasar sambil mengangkat sebuah kayu yang bertulisan penawar.


"600!"


ucap seorang di sampingnya berteiak di sampingnya, tak lama kemudian ada yang menyahut perkataannya kembali.


"750!"


"800!"


"850!"


Begitu ucap orang-orang yang berada di lantai dasar saling membalas memberi harga tinggi untuk permata yang di tawarka oleh wanita yang menjadi pemimpin pelelangan di atas panggung.


"Xun Zhi apakah kau tak tertarik dengan permata itu?"


"Aku akan melihat dulu saja apakah masih ada harga yang tertinggi yang menawar permata itu. Kaeena menjatuhkan mental mereka itu lebih menyenangkan hehehe."


Dengan tawa kecil Xun Zhi membalas perkataan Ling Mei. Ling Mei pun tersenyum canggung melihay Xun Zhi, di sisi kanan Ling Mei yaitu Shuin memegang jidatnya setelah mendengar perkataan Xun Zhi dan berkata pelan.


"Dasar bocah."


Sementara itu penawaran harga masih terus belangsung dan ada satu pria yang mengangkat papanya membuat penawaran.


"Seribu lima ratus.!"


Begitu ucap Pria yang berada di bangku barisan paling belakang di lantai dasar.


"Baiklah ada yang menawar lagi lebih dari seribu lima ratus? Seribu lima ratus satu kali! Seribu lima ratus dua kali!"


"Dua ribu lima ratus koin emas!"


Ucap Xun Zhi yang sambil mengangkat papan penawaran sebelum sang pemimpin lelang mengetuk palu pengesah.


"Baiklah Keluarga Besar Ling menawar dua ribu lima ratus koin emas. Apakah ada penawar yang lebih besar dua ribu lima ratus. Lalu apakah ada yang lebih besar lagi penawaran harganya dari dua ribu lima ratus koin emas?"


Namun tidak ada jawaban kembali yang melawan penawaran dari Xun Zhi.


"Baiklah dua ribu lima ratus koin emas satu kali, dua ribu lima ratus koin emas dua! Dua ribu lima ratus koin emas tiga kali! Terjual."

__ADS_1


Begitu ucapnya wanita yang memimpin pelelangan dan permata yang di lelang pun dimenangkan dan menjadi hak milik Xun Zhi.


"Hei keluarga Ling memangnya sebegitu berharganya yah permata itu untuk kalian sehingga permata retak begitu kalian beli hahaha...!"


Ucap seorang pria yang berada di ruangan Vip sebelah kanan yang jaraknya kira-kira lima belas meter dan ia adalah Wuan Zhi anak pertama dari Keluarga Wuan salah satu dari lima keluarga besar di kerajaan Kabut Hitam san sekarang ia yang menjadi perwakilan ayahnya menghadiri pelelangan ini.


"Hohoho terserah apa kau saja dasar orang bodoh yang tak mengetahui apapun...!"


Balas Ling Mei dengan nada yang mengejek. Tentu ejekan itupun membuat geram Wuan Zhi.


"Sialan kau berani sekali meledekku!"


Ucap Wuan Zhi dengan sangat kasar kepada Ling Mei. Ucapan kasar Wuan Zhi pun membuat Xun Zhi geram dan kemudian Xun Zhi berbisik kepada Ling Mei.


"Sombong sekali dia itu, apakah aku boleh membunuhnya disini Nona Ling Mei."


"Jangan sudaj biarkan saja, jika kau bunuh dia masalahnya akan tambah runyam."


Balas Ling Mei dengan berbisik juga kepada Xun Zhi.


"Baiklah kalau begitu untuk barang kedua di pelelangan ini adalah ini. Ini adalaha Cincin Ruang Penyimpanan yang ruang kapasitas nya sebesar lima ribu meter pesegi dan bahannya pun terbuat dari batu rubi asli yang di dapatkan dari reruntukan zaman Kaisar Kong Ming. Untuk pembukaan harga dimulai dari dua ribu koin emas."


"Dua ribu lima ratus koin emas!"


"Tiga ribu!"


"Sepuluh ribu koin emas!"


Tawar menawar harga pun terus memanas dan garga terus melonjak tinggi. Dan hingga akhirnya Xun Zhi mengangkat papan penawarannya.


"Baiklah tuan dari keluarga besar Ling berapa kau ingin menawarnya?"


"Aku menawar dua puluh ribu koin emas."


"Baiklah apa ada lagi yang menawar lebih besar dari keluarga Ling?"


"Empat puluh ribu koin emas!"


Ucap Wuan Zhi dengan sangat sombong sambil mengangkat papan penawaran.


"Xun Zhi pun tertawa kecik di balik topeng yang ia kenakan.


"Baiklah lumayan ada orang yang bisa ku jahili nih." Batin Xun Zhi bergumam begitu dan ia pun mengangkat papan penawaran kembali.


"Empat puluh satu ribu koin emas."


"Baik empat puluh satu ribu koin emas, ada yang manawar lebih tinggi lagi."

__ADS_1


"Empat puluh lima ribu!"


Ucap Wuan Zhi dengan keras ekspresi wajah yang mulai emosi.


"Lima puluh ribu koin emas!"


"Enam puluh ribu koin emas!"


Dengan nada suara keras serta wajah yang nampak bertambah kesal.


"Sial berani sekali dia membuatku kesal." Ucap batin Wuan Zhi yang menggerutu yang masih mencoba menahan ledakan amarahnya.


"Tujuh puluh ribu koin emas!"


Mendengar tawaran Xun Zhi yang meningkat kembali membuat Wuan Zhi tak bisa menahan amarahnya lagi.


"Sialan kau berani adu harga denganku ******** kecil, Seratu ribu koin emas, aku menawar Cincin Ruang Penyimpanannya rubi itu dengan harga seratus tibi koin emas *******!"


Ucap nya dengan sangat kasar dan sorotan mata yang tajam oleh amarah nya yang memuncak kepada Xun Zhi.


"Hahaha... baiklah untuk sekarang aku akan merelakan anda menjadi pemenangnya. Silahkan ambil hadiahnya."


Dengan tawa keras nan bergema di ruangan itu, Xun Zhi berhasil membuat emosi dan sekaligus mempermalukan Wuan Zhi di hadapan orang-orang.


"Sialan itu pengawal keluarga Ling, awas saja setelah ini akan kh beri pelajaran."


Gumam Batin Wuan Zhi dengan wajah yang sangat kesal serta tatapan yang sangat tajam ke arah Xun Zhi seperti harimau yang hendak menerkam mangsanya. Namun disisi lain Xun Zhi yang melihat tatapan tajam itu ia membalasnya dengan senyuman dan juga sindiran.


"Ma-af Yah."


Gerak bibir Xun Zhi yang ditunjukkan kepada Wuan Zhi dengan di akhiri dengan senyuman meledek membuat Wuan Zhi bertambah sangat marah dan murka kepada Xun Zhi.


"Hahaha... Xun Zhi, Xun Zhi kau selalu saja bisa membuat orang kesal yah."


Ucap Shuin sambil tertawa dan di sampingnya ada Ling Mei yang tertawa kecil sambim menutupi mulutnya denga tangannya.


"Baiklah harga kami tutup dan pemenang penawaran ini jatuh kepada Keluarga besar Wuan dengan harga seratus ribu koin emas."


Lalu pelayan yang memegang Cincin Ruang Penyimpanannya rubi itu kembali ke belakang panggung dan tak lama datang penggantinya sambil membawa sebuah barang yang di tutupi oleh sehelai kain berwarna hitam.


Sementara itu Xun Zhi berbalik melihat ke arah Ling Mei dan berkata.


"Nona Ling Mei memangnyavapa yang kau cari di tempat pelelangan ini sih?"


"Nanti pun kau tahu Xun Zhi, karena ada salah satu barang yang spesial akan di kelang di akhir acara ini."


Dengan ucapan yang pelan namun tatapan yang serius Ling Mei menjawab pertanyaan Xun Zhi dan Xun Zhi pun tak berani menanyakan kembali pertanyaan kepada Ling Mei.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2