
Setelah setengah jam berlalu, Shuin serta Ling Mei pun telah selesai dari pemandian air panas. Sekarang mereka sudah mulai akrab dan tengah asyik mengobrol di dalam kamar penginapan yang disewa oleh Shuin.
Sementara itu Xun Zhi yang mendengar tawa mereka dari bilik kamarnya yang sedang tidur membuat Xun Zhi terbangun akan tawa yang mereka berdua hasilkan.
"Ehh ternyata mereka berdua sudah mulai akrab yah..."
Begitu ucap Xun Zhi yang sedang berbaring dan tersenyum kecil, setelah itu Xun Zhi memejamkan kembali matanya melanjutkan kembali tidurnya.
Sementara itu di bilik kamar Shuin.
"Ohh iya Nona Shuin apakah lelaki yang tadi menolongku adalah pacar anda?"
Ucap Ling Mei yang menanyakan status Xun Zhi dengan Shuin. Shuin mendengar mengdengar hal tersebut pun tersenyum.
"Xun Zhi maksudmu. Ohh kalau dia itu bukan pacarku, dia cuman orang yang baru ku kenal beberapa hari yang lalu dan secara kebetulan tujuan kita hampir sama jadi kita sudah hingga tak terasa aku dengannya pun secara tiba-tiba sudah akrab deh hehehe..."
Ling Mei yang mendengarnya amat sangat terkejut setelah mendengar fakta yang sebenarnya tentang Xun Zhi. Kemudian Shuin menuangkan arak yang baru ia pesan beberapa saat lalu untuk ke dalam gelas kecil yang terbuat dari kayu dan setelah itu mengasihkannya kepada Ling Mei.
"Ling Mei ayo minum kembali, minum kembali."
Ling Mei menerima segelas arak yang di sodorkan kepadanya dan langsung meneguknya.
"Ohh iya aku tidak menyangka loh bahwa umurmu sama dengan ku, kukira tadinya umurmu sama dengan Xun Zhi sekitar lima belas tahunan tapi ternyata aku salah."
"Hehehe... ahh begitulah umurku sudah tiga puluh tahunan sama kaya nona Shuin."
Dengan tawaan kecil Ling Mei menjawab perkataan Shuin.
"Ohh iya aku ingin tahu dong trik rahasia bagaimana caranya bisa awet muda sepertimu Ling Mei?"
Ucap Shuin sambil kembali menuangkan arak ke gelas yang di pegang oleh Ling Mei. Ling Mei menerima tuangan gelas itu dan langsung meminumnya.
"Terima kasih,... yah sebenarnya tidak ada trik rahasianya. Wajahku awen muda begini karena mungkin faktor keturunan dari ibuku yang selali terlihat awet muda, hihihi..."
Jawab Ling Mei wajahnya sudah mulai memerah menandakan sudah mabuk akibat terlalu banyak minum arak, lalu Ling Mei tumbang dari duduknya dan seketika tergelak tidur tak sadarkan diri. Disisi lain Shuin pun sama wajahnya sudah mulai memerah dan sudah mabuk juga.
Kemudian Shuin menenggak setengah botol arak yang tersisa yang sedang di pegang olehnya hingga habis.
"Fuahh... memang kenikmatan arak tiada tara hahaha..."
Setelah bergumam begitu Shuin pun tumbang tertidur hibgga tak sadaekan diri akibat terlalu banyak minum arak.
Lalu keesokan paginya Xun Zhi yang tengah bangun pun telah berada di depan pintu kamar Shuin, Xun Zhi terus mengrtuk-ngetuk pintu kamarnya sambil memanggil-memanggil namanya tapi tetap Shuin tak bangun juga.
"Hey nona Shuin cepat bangun, kita harus berangkat kembali menuju tujuan kita! Nona Shuin...!"
Xun Zhi pun menekan gagang pintu bilik kamarnya dan ternyata pintu kamarnya tak di kunci, Xun Zhi pun masuk ke dalam kamar Shuin. Xun Zhi di kejutkan karena Shuin serta Ling Mei yang tengah masih tertidur di lantai dan di dalam kamarnya berserakan bekas botol arak.
__ADS_1
"Nona Shuin bangun sudah pagi ini, janga tidur mulu!"
Ucap Shuin sambil menepuk-nepuk wajah Shuin yang masih tertidur pulas sambil memeluk botol arak. Kelakuan Shun yang tak mau bagnun pun membuat Xun Zhi geram. Lalu Xun Zhi mengambil kantung wadah air di dalam Cincin Ruang Penginapan nya dan mengucurkan airnya ke wajah Shuin.
Shuin pun bangun kekelapakan dan seketika langsung bangkit sambil mengusap-usap wajahnya yang basah dengan rusuh.
"Cihhh apa-apan ini sih! Mengganggu tidurku saja!"
Dengan suara marah Shuin berkata begitu, kemudian Shuin melirik ke arah Xun Zhi yang berada di depannya dan dengan wajah emosi.
"Xun Zhi apa kau tidak di didik oleh ibumu untuk memperlakukan wanita secara halus!"
"Ibuku mengajarkanku sih, namun itu untun wanita baik-baik! Bukan kepada wanita sepertimu yang penggila mabuk arak!"
Shuin tak bisa membantah perkataan Xun Zhi dan terdiam terhening untuk beberapa detik.
"Sudah cepat kau bersiap-siap, sebentar kagi kita berangkat karena hari sudah mau menjelang siang nih..."
"Iya-iya aku segera siap-siap."
Ucap Shuin dengan wajah cemberut dan bibirnya maju ke depan seperti paruh bebek. Xun Zhi pun menghela nafa panjang melihat kelakuan Shuin yang kurang pantas di umurnya yang sudah dengan dewasa.
"Sial kenapa aku bertemu dengan wanita seperti ini sihh. Wei Chan aku merindukanmu."
Ucap dalam benak Xun Zhi sambil mendangahkan kepalanya ke atas melihat langit-langit kamar.
"Iya-iya! Sudah cepat sana hus... hus..."
Jawab Shuin sambil melambai-lambaikan tangannya mengusir Xun Zhi. Xun Zhi bermuka masam melihat tingkah Shuin yang mengusirnya dan berjalan menuju ke lantai dasar untuk memesan makanan, di lain hal Shuin memnutup kembali pintu kamarnya dan mencoba membangunkan Ling Mei untuk cepat bangun dan bersiap-siap berangkat.
Beberapa puluh menit kemudian Shuin dan Ling Mei telah selesai dengan penampilan mereka dan sekarang mereka berdua sedang menuruni tangga menuju ke lantai dasar dimana Xun Zhi yang telah menyngguvdi salah satu meja makan.
"Hei sebelah sini!"
Mendengar panggilan Xun Zhi, Shuin serta Ling Mei pun berjalan ke arah Xun Zhi dan setelah mendekati Xun Zhi keduanya duduk di bangku yang kosong.
"Lama sekali kau berdandan Nona Shuin sampai-sampai makanan yang ku pesan pun sudah dingin."
Keluh Xun Zhi kepada Shuin. Mendengar keluhan Xun Zhi membuat Mood Shuin pun buruk dan berkata.
"Ayolah Xun Zhi kau harus lebih memahami akan wanita!"
Xun Zhi merasa aneh karena sikap Shuin yang selalu tiba-tiba berubah. Xun Zhi saat itu hanya bisa menghela nafas panjang nan berat. Kemudian Xun Zhi melirik ke arah gadis yang ada di sampingnya tidak lain tidak bukan dia adalah Ling Mei. Namun saat itu Xun Zhi belum mengetahui namanya karena mereka berdua sama sekali belum berkenalan.
"Ohh iya nona perkenalkan namaku Xun Zhi."
Ucap Xun Zhi yang pertama kali memulai pembicaraan dengan Ling Mei.
__ADS_1
"Nama saya Ling Mei salam kenal."
Jawab Ling Mei sambil menundukkan wajahnya yang masih malu-malu kucing.
"Oh iya kalau boleh tahu anda berasal dari mana Nona Ling Mei, dari tangpangnya perasaan aku pernah melihat wajah anda?"
Ucap Xun Zhi kembalj yang sambil terus memerhatikan wajah Ling Mei. Ling Mei pun tersipu malu dan wajahnya mulai memerah.
"A-Ahhh mungkin Xun Zhi salah melihat kali, aku dama sekali belum pernah bertemu dengan anda Xun Zhi."
Xun Zhi pun mulai mengingat-ingat kembali tetnang masa-masa yang telah terlewatinya satu per satu mengingat raut wajah Ling Mei. Kemudian tak lama Xun Zhi teringat sosok wajahnya Ling Mei yang menyeruoai dengan sorang wanita bernama Ling Er yang 6 tahun silam bertemu saat di perjalanan menuju ke gunung naga untuk menjumpai Long Hei'an.
"Hei Xun Zhi kau sangat tidak sopan memandang wajah seorang wanita terus-menerus seperti itu tanpa berkedip heii...!"
Begitu ucap Shuin yang sambil menggeplak punggung Xun Zhi dengan sangat keras.
"Sakit...!"
Jawab Xun Zhi yang merasakan rasa sakit yang berdenyut-deyut akibat tepukan Shuin yang kasar.
"Hei aku ini bukan untun jadi bahan penyiksaan seperti Nona Shuin!"
Xun Zhi nampak emosi akibat tabokan keras ke arah punggungnya barusan.
"Lagian kau memandangnyavterlalu serius, dan asal kau tahu bahwa Ling Mei itu seumuran denganku."
"Hah...!"
Xun Zhi terkejut mendengar hal tersebut dari Shuin.
"Apakah benar itu Ling Mei?"
Ucap Xun Zhi memanstikan kembali apa yang di ucapkan oleh Shuin. Ling Mei mengangguk pelan mengiyakan jawaban. Xun Zhi langsung menyender lemas di kursi mendengar fakta umur Ling Mei.
"Ahh kenapa akh sekarang dikerumuni oleh wanita cantik namun umurnya lebih tua dariku sih."
Batin Xun Zhi berkata begitu.
"Hei itu lebih baik daripada kau yang umurnya sudah ribuan tahun!"
Jawab Long Hei'an di dalam raga Xun Zhi.
Mendengar ucapan Long Hei'an, Xun Zhi menggaruk belakang kepalanya yangvtak gatal.
"Baiklah lebih baik kita cepat-cepat habiskan sarapan ini dan cepat melanjutkan kembali perjalanan!"
Dengan semangat serta pikirannya yang dibuat dilema oleh kehidupan yang di alaminya sekarang ini dan kemudian mereka bertiga pun menyantap sarapan yang tehidang di meja makan mereka dengan lahap.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)