
Sekitar malam hari di hari yang sama. Xun Zhi Dan Shuin yang memakai jubah dan memakai tudungnya untuk menutupi wajah mereka serta Ling Mei yang berpakaian seperti biasa telah sampai di pos gerbang masuk ke dalam pusat kota kerajaan Kabut Hitam.
Di pos gerbang masuk mejuku pusat kota kerajaan Kabut Hitam terlihat ada beberapa penjaga berdiri tegak di samping gerbang masuk.
Ling Mei melangkah paling depan, sementara itu Xun Zhi dan Shuin berjalan di belakangnya. Hingga sesaat Ling Mei akan melewati gerbang masuk, ia dihadang oleh kedua penjaga dengan cara menghadangnya dengan tongkat yang kedua penjaga itu pegang dan menyilangkannya tepat di depan Ling Mei.
"Permisi nona bolehkah anda menunjukkan identitas anda?"
Ling Mei menuruti pekataan kedua penjaga itu karena tak ingin mencari keributan dan menunjukkan token emas keluarga miliknya.
Para penjaga sangat terkejut karena token yang di tunjukkan oleh Ling Mei.
"Nona maafkan tentang tingkah laku kami yang telah lancang mencegahmu dengan cara tidak sopan?"
Begitu ucap kedua prajurit penjaga gerbang masuk kerajaan Kabut Hitam kepada Ling Mei sambil membungkukkan badan mereka.
Ling Mei memasukkan kembali ke token miliknya ke dalam celah baju di dadanya. Kemudian Ling Mei pun berjalan melewati gerbang masuk ke kerajaan Kabut Hitam, sementara itu Xun Zhi dan Shuin yang mengikuti Ling Mei dari belakang ditahan oleh kedua prajurit penjaga.
"Permisi boleh kami melihat identitas kalian?"
Melihat Xuh Zhi dan Shuin yang lajunya ditahan oleh penjaga pun membuat Linh Mei menoleh ke arah prajurit penjaga.
"Mereka berdua adalah pengawalku."
Kedua prajurit oenjaga pun melihat ke arah Ling Mei dan mempersilahkan Xun Zhi dengan Shuin untuk masuk melewati gerbang masuk kerajaan Kabut Hitam.
Ketiganya berjalan melewati gerbang pusat kota kerajaan Kabut Hitam dan setelah sampainya melewati long pendek terlihat orang-orang berjalan kaki berlalu lalang di tengah keramaian pusat kota dengan paviliun-paviliun yang terbuka dan juga cahaya lentera yang menggantung di sepanjang jalan.
"Nona Ling Mei kamu ternyata orang dari keluarga terhormat ternyata sampai-sampai para prajurit penjaga kerajaan Kabut Hitam tundun di hadapanmu."
"Yahh begitulah Xun Zhi, keluargaku di kerajaan Kabut Hitam cukup berpengaruh karena keluarga kami adalah keluarga pedagang. Jika kerajaan ini macam-macam aku tinggal melaporkannya kepada ayahku dan memberhentikan perdagangan di kerajaan ini hehehe..."
Dengan senyuman kecil namun menakutkan Ling Mei berucap begitu.
"Ohh iya kita kan belum makan dari pagi, bagaimana kalau kita berangankat ke paviliun restoran paling terkenal disini?"
__ADS_1
Ucap Ling Mei. Lalu ketiganya berjalan mencari restoran untuk tempat makan malam. Dan baru saja mereka bertiga melewati beberapa bangunan, Ling Mei pun berhenti di salah satu bangunan paviliun megah berwarna merah cerah dan di atasnya ada plang bernama Paviliun Angin Surga.
"Baiklah kita makan serta menginap disini Shuin, Xun Zhi. Soalnya ini adalah salah satu paviliun milik keluargaku."
Shuin dan Xun Zhi pun tersenyum.
"Yasudah kami tidak akan melarangmu, lagian kau kan yangvakan membayar semuanya hehehe..."
Ling Mei, Shuin dan Xun Zhi langsung masuk ke paviliun Angin Surga. Sampainya di dalam terlihat ramai sekali orang-orang yang makan. Lalu salah satu pelayan yang melihat Ling Mei pun langsung menyambutnya dengan sangat terhormat.
"Nona Ling Mei selamat datang."
Begitu ucap Lelaki yang membungkuk di hadapan Ling Mei
"Hmmm... Min Chen tolong siapkan ruang makan khusus untuk kami, dan juga siapkan kamar dua kamar untuk kami bertiga."
"Baik Nona, kebetulan ada satu ruangan private yang masih kosong, silahkan ikuti aku."
Min Chen kemudian menuntun jalan mengantar Ling Mei, Shuin serta Xun Zhi menuju ke ruang makan private yang kosong. Tak lama berjalan Min Chen berhenti di depan sebuah gorden merah yang di balik gorden itu adalah ruang makan private yang kosong ia bicarakan tadi.
Ling Mei pun menggeser sedikit gorden itu sembari berjalan masuk le dalam dan sama juga di ikuti oleh Shuin dan Xun Zhi. Di dalam ruangan terlihat lantainya yang terbuat dari tatami, kemudian Empat buah bantai untuk duduk di samping meja makan yang pendek berbentuk persegi panjang. Dan ketiganya langsung duduk di sebuah bantal yang disediakan di ruangan.
"Min Chen kau sediakan semua hidangan yang ada oke."
"Baik Nona Ling Mei."
Min Chen pun pergi meninggalkan mereka bertiga untuk mengambil pesanan yang di pesan oleh Ling Mei. Melihat sudah tidak ada yang mencurigakan di sekelilingnya, Xun Zhi dan Shuin membuka jubah yang di oakainya dan meletakan di samoing mereka masing-masing.
"Uhhh gerahbsekali memakai jubah ini."
Keluh Shuin kepada jubah yang baru saja dilepas olehnya.
"Terima kasih yah nona Ling Mei telah membantu kami masuk ke dalam pusat kota kerajaan Kabut Hitam."
"Ahh iya sama-sama. Dan aku boleh tahu gak? Memangnya kenapa sih kalia memakai jubah dan menutupi wajah kalian segala."
__ADS_1
"Kalau untuk itu ceritanya panjang Ling Mei biar nanti aku ceritakan saat di kamar oke."
"hmm baiklah kalau begitu? Ohh iya apa kalian tahu bahwa di beberapa hari lagi di kerajaan Kabut Hitam ini akan ada pertandingan terbuka para pendekar."
"Ehh benarkah itu?"
Xun Zhi tertarik akan apa yang dikatakan Ling Mei hingga Xun Zhi membuat senyuman yang sangat lebar sampai-sampai higi putihnya pun terlihat.
"Yah benar sekali Xun Zhi, apakah kau tertarik untuk mengikuti pertandingan terbuka para pendekar."
"Yahh aku cukup tertarik sih, kalau boleh tau hadiahnya untuk pemenangnya apa?"
"Hmmm..."
Ling Mei terdiam bebebrapa detik dan mencoba mengingat sesuatu dari hadiah yang akan diberikan kepada pemenang yang memenangkan Pertandingan terbuka para pendekar.
"Aku tak tau Xun Zhi, kalau untuk perlombaan tiga tahun yang lalu adalah Gingseg Beku tanaman obat tingkat 7 yang berumur dua ratus lima puluh tahun serta beberapa hadiah lainnya. Namun untuk tahun sekarang pasti lebih bagus deh."
Mendengar ucapan Ling Mei membuat sikap Xun Zhi bertambah gembira karena mendengah hadiah yang di berikan kepada pemenang pertandingan terbuka para pendekar mendapat sebuah Tanaman obat Tingkat 7.
Tak lama berselang Min Chen datang dengan beberapa pelayan wanita membawa makanan yang mewah dan menghidangkannya di meja makan.
Setelah menaruh makanan di atas meja makan paea pelayan wanita pun keluar untuk mengerjakan tugasnya kembali, sementara itu Min Chen berdiri di samping meja.
"Silahkan menikmati hidangan makan malamnya Nona Ling Mei serta sekalian."
Ling Mei, Shuin serta Xun Zhi hanya mengangguk dan kemudian Ling Mei pun melambaikan tangannya mengusir Min Chen keluar ruangan.
Min Chen pun melangkah keluar tanpa berkata-kata dan tanpa senyuman.
"Baiklah kalau begitu Xun Zhi, Shuin silahkan menikmati hidangan nya."
Lalu mereka bertiga mulai menyantap hidangan mewah yang ada di hadapan mereka dengan wajah gembira.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1