
Singkat cerita Xun Zhi telah duduk di salah satu meja makan dan juga ia telah memesan makanan yang sangat banyak dan sekarang sedang melahap semua beberapa porsi besar makanan enak yang terhidang di atas meja makannya.
Orang-orang yang melihat disekitarnya nampak sangat terkejut dan terdiam melihat makan Xun Zhi yang sangat lahap.
"Apakah dia benar-benar manusia, ikan satu kilo hanya beberapa detik ia habiskan!"
"Gila itu orang makannya cepat dan rakus banget!"
"Apakah aku sedang mimpi atau tidak yah!?"
Begitu ucapan dalam diri para orang-orang yang memandang Xun Zhi tak bisa berkata-kata.
"Hei tuan..., aku pesan lagi semua makanan yang kupesan barusan, cepat yah dan jagan lupa tambah lagi araknya tiga kendi."
"Ba-baik tuan!" Terkejut pelayan restoran seperti itu.
"Apakah di dalam perutnya ada monster!" Ucap dalam pikiran orang-orang yang melihat cara makan Xun Zhi
Disisi lain Wei Chan yang berada di lawang pintu pun berjalanperlahan masuk sambil matanya yang lirik kiri dan lirik kana mencari pria yang memisahkannya saat dalam keributannya tidak lain itu adalah Xun Zhi.
"Ahhh ternyata dia duduk disana." Batin Wei Chan berkata demikian. Setelah itu ia berjalan mendekati Xun Zhi dan duduk dikursi di depan Xun Zhi.
Xun Zhi yang melihat Wei Chan duduk tiba-tiba di depannya menatap diam untuk beberapa detik, setelah itu Xun Zhi berkata, "Jadi ada apa nona melihatku seperti itu?"
Xun Zhi berkata seperri itu karena sedikit merasa risih akan sorot matanya Wei Chan yang tajam bagaikan pisau tajan yang siap dilempar serta raut wajah seriusnya.
"Tidak apa-apa. Silahkan lanjutkan saja makanmu." Ketus Wei Chan.
Xun Zhi melanjutkan kembali makannya, dan tak lama makanan yang ia pesan pun datang kembali dan Xun Zhi menyantapnya dengan tergesa-gesa.
Beerapa puluh menit kemudian Xun Zhi akhirnya selesai memakan semua pesanan makannya.
"Eeuu...! Mantap sekali sudah lama aku tidak makan enak seperti ini."
Xun Zhi bersendawa keras sambil mengelus-ngelus perurnya yang membengkak akibat banyak makan.
Sementara Wei Chan yang melihatnya pun tercengang dan berkata, "Aku baru pertama melihat ada orang yang bisa menghabiskan makanan berpuluh-puluh porsi makanan jumbo seperti ini, kamu sangat rakus sekali ternyata atau di dalam perutmu ada seekor monster yang doyan makan!"
"Hah, asal kau tahu saja nona. Aku memiliki minster naga hitam yang besar di dalam tubuhku yang selalu doyan makan,"
"Woy apa maksudmu aku moster yang tukang makan gitu mantan dewa sialan!" Ketus Long Hei'an di dalam pikiran Xun Zhi dengan suara yang mencekam marah.
__ADS_1
"Hahaha... kamu bisa saja tuan, mana ada seorang manusia mempunyai monster di dalam tubuhnya."
Wei Chan tertawa senang akan omongan Xun Zhi yang dianggapnya bercanda. Namun disisi lain Xun Zhi tertawa juga dan menghiraukan ucapan dari Long Hei'an.
"Oh iya nona, sebenarnya kamu ini siapa sih? Kok rasanya banyak sekali yang memandang ke arahmu?" Ucap Xun Zhi sambil melihat ke sekitarnya yang orang-orang memandangi mereka.
"Ahh aku hanya wanita biasa yang cuman sedikit berpengaruh,"
"Ehh begitu yah."
Lalu pelayan restoran mendekati Xun Zhi sembari tersenyum. Xun Zhi yang mengerti akan isyarat senyumannya langsung mengelurakan kantung kecil wadah uang yang ia taruh di cincin ruang penyimpanan.
Kemudian Xun Zhi mengambil beberapa koin emas dan mengasihkannya kepada pelayan itu dan berkata, "Kembaliannya untuk kau saja,"
"Benarkah itu tuan, terima kasih."
Xun Zhi mengangguk mengiyakan jawabannya dan si pelayan restoran pun pergi sambil mengambil piring bekas makan Xun Zhi untuk bertugas kembali.
"Ohh iya pelayan, aku pesan kacang dua piring dan gelas satu oke,"
"Ohh iya baik tuan mohon tunggu sebentar."
"Nona..., Nona..., Nona kenapa kau melamun!" Kata Xun Zhi seprti itu sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah depan mata Wei Chan. Wei Chan pun tersentak dan melihat kembali ke wajah Xun Zhi yang sudah kembali normal.
"Yah ada apa tuan?"
"Nona dari tadi kamu memerhatikan cincin ruang penyimpananku, memangnya ini terlihat aneh yah?"
"Ahh tidak-tidak aneh kok, hanya saja aku saat melihat cincin ruang penyimpananku jadi teringat dengan teman masa kecilku dulu,"
"Ohh begitu yah nona, jika dilihat dari sorot matamu itu kayaknya dia orang yang spesial yah hehehe,"
Wei Chan tersipu malu lalu berkata, "A-A-Apa... maksudmu sih! apa kau senganja berkata seperti itu kamu mau mengolok-ngolok ku yah padahal kita baru kenal loh!"
"Hahaha..., maaf-maaf nona aku tidak bermaksud begitu." Dengan tawa terbahak-bahak Xun Zhi berkata seperti itu.
Ak lama pelayan yang membawa dua piring kacang rebus serta satu gelas pun telah datang dan menaruh di atas meja setelah itu pelayan itupun pergi kembali.
"Baiklah karena gelas kita sudah ada dua lebih baik kita sekarang minum arak!" Dengan semangat Xun Zhi berkata seperti itu, namun disisi lain raut wajah Wei Chan agak canggung.
"Ahh maaf tapi aku tidak kuat dalam minum Arak,"
__ADS_1
"Ahh begitu yah, padahal ini adalah pertama kalinya aku mencoba arak loh dengan wujud ini. Bagaiamana kalau satu gelas saja oke," Ucap Xun Zhi dengan suara lembut membujuk Wei Chan untuk minum bersama.
Hati Wei Chan pun di terpa dilema, dia ingin menolak ajakan minum arak dengannya akan tetapi entah kenapa Wei Chan tak bisa menolak tawaran Xun Zhi.
Untuk beberapa saat Wei Chan berpikir akan ajakan Xun Zhi minum arak, sementara itu Xun Zhi sudah memulai menuangkan kedua gelas kosong oleh arak dan Xun Zhj menenggak salah satu gelas yang berisikan arak.
"...Fuahhhaaa! ini sangat enak sekali!"
Raut wajah gembira nampak dari Xun Zhi setelah meminum arak.
Tak lama satu orang pria tampan datang dengan nafas yang terengah-engah mendekati Wei Chan dan memegang tangan Wei Chan dengan erat berkata, "Wei Chan akhirnya aku menemukan mu!"
Xun Zhi nampak terkejut seorang pria yang tiba-tiba datang menyebut nama Wei Chan dan dalam batin Xun Zhi berkata, "Wei Chan! Wanita ini bernama Wei Chan, apakah Wei Chan trman masa kecilku ataukah hanya kebetulan namanya yang sama saja!"
Xun Zhi merasa dilema bahwa yang di depannya adalah teman masa kecilnya atau bukan.
"Gehh! ... Cao Pian bagaiamana kau bisa menemukanku?"
"Tentu saja aku dapat menemukanmu karena Fu TianBo yang sangat ahli mendapatkan informasi dari keributan yang kau buat karena bertarung dengan 4 orang preman biasa,"
"Sialan memang bocah itu cukup hebat juga sekarang yah!"
Dengan kesal Wei Chan bergumam seperti itu.
"Ahh sudahlah lebih baik kita harus cepat-cepat datang ke tempat pertemuan, karena sebentar lagi Alam Rahasia Long Ying akan segera dibuka gerbangnya!"
"Baiklah-baiklah kalau begitu. Ohh yah tuan terima kasih ah telah mau mengobrol denganku dan juga maaf aku harus menolak tawaran arakmu karena ada suatu kepentingan yang mendadak,"
"Ahhh... ehh tunggu kalian dari akademi mana?"
"Kami dari Akademi Tanah Mengapun dari kerajaan Tanah Surgawi,"
"Senior ayolah cepat!"
Lalu Wei Chan dan Cao Pian bergegas keluar dari restoran untuk cepat-cepat menemui kelompoknya. Sementara itu Xun Zhi yang mendengar bahwa mereka berdua berasal dari Akademi Tanah Surgawi dan wanita yang baru saja mengobrol adalah teman masa kecilnya.
"Ahh sialan aku harus mengikuti mereka."
Demikian Ucap Xun Zhi seperti itu dengan raut wajah yang masih setengah kaget. Xun Zhi langsung memasukkan sisa dari arak yang dia minum, setelah itu ia begegas mengejar Wei Chan dan Cao Pian diam-diam.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1