
Setelah pelelangan selesai, Ling Mei, Shuin dan juga Xun Zhi berjalan keluar ruangan pelelangan dan berjalan menuju ke belakang panggung pelelangan.
Ketignya berjalan perlahan melewati melewati yangga dan juga lorong menuju ke belakang panggung, hingga akhirnya sampainya di sana, terlihat ada perempuan pemimpin pelelangan, serta seorang lelaki yang menyuruhnya untuk membawanya dokumen, tidak lain ia adalah Cang Wan 30 tahun kepala keluarga Cang dan juga salah satu pemimpin keluarga besar dari lima keluarga besar di kerajaan Kabut Hitam.
Wajahnya yang cantik, rambut hitam panjang bercahaya, memegang kipas kertas.
"Hay tuan Cang Wan bagaimana kabarmu?"
Dengan mata yang berbinar-binar serta tjngkah laku yang genit Ling Mei tunjukkan kepada Cang Wan.
"Ahh nona Ling Mei kabarku baik, bagaimana dengan mu serta kedua orang di belakangmu?"
Dengan senyuman lembut serta kata-katanya yang halus.
"Ahh aku serta mereka berdua baik-baik saja."
"Ohh iya apakah iya adalah pengawalmu atau temanmu? Karena aku baru pertama kali melihatnya."
Ucap Cang Wan bersamaan dengannya yang menatap Xun Zhi dan Shuin yang memakai topeng.
"Yahh begitulah mereka berdua adalah temanku."
Jawab Ling Mei dengan suara yang lembut namun membuat Cang Wan merinding. Tapi juga tegas seperti tak ingin ditanya lagi. Cang Wan yang mendengarnya agak terkejut dan tak bertanya untuk beberapa detik, lalu tak lama ia pun tersenyum lembut kembali.
"ohhh aku mengerti. Yasudah kalai begitu kita keruanganku untuk membicarakan bisnis ini."
Ucap Cang Wan bersamaan dengan lambaiannya yang mengajak dengan sopan untuk ke ruangannga, ketiga orang itu yaitu Ling Mei, Shuin dan juga Xun Zhi pun mengangguk dan Cang Wan berjalan di depan mereka sebagai petunjuk arah dan ketiga orang itupun mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di depan pintu berwarna merah yaitu ruangan kantornya terlihat ada seorang wanita yang tak kalah cantiknya dengan Ling Mei, wanita itu adalah Cang Nin Adik kandung Cang Wan yang umurnya beda empat tahun.
Wajahnya yang begitu kecil namun tampak polos, rambutnya berwarna cokelat kastanye digerai dengan panjang rambutnya yang sepunggung tampak lembut, matanya yang bulat dengan warna yang sama dengan rambutnya serta memakai baju tradisional China dengan jubah yang besar berwarna putih polos.
"Kakak Wan, Nona Ling serta kedua tamu disana selamat siang."
Dengan suara yang sangat lembut serta sikap yang sangat sopan kepada Cang Wan, Ling Mei, Shuin dan juga Xun Zhi.
"Selamat siang juga adik Nin."
"Selamat siang juga Nona Nin."
"Selamat siang juga nona!"
Jawab mereka beeempat dengan sangat sopan juga. Setelah itu mereka berlima masuk ke dalam ruangan kerja Cang Wan. di dalamnya terlihat seperti kantor pada umumnya, satu se meja kerja dengan dihiasi oleh dokumen-dokumen yang menumpuk di atas mejanya, kemudian rak-rak buku dan juga meja yang berbentuk persegi panjang dengan di lengkapi enam kursi dengan desain kursinya yang sederhana.
mereka berlima duduk di tempat yang telah di sediakan. Cang Wan duduk di sebelah adiknya yaitu Cang Nin sementara Ling Mei, Shuin dan Xun Zhi duduk di sebrang mereka berdua, dan setekah mereka duduk tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.
"Nona Teh yang sudah anda suruh telah saya bawakan."
__ADS_1
Ucap seorang pelayan wanita yang nada suaranya masih agak muda. Pelayan itu membuka pintu ruangannya dan berjalan dengan sopan sambil membawa lima buah belas teh yang terbuat dari keramik serta satu teko kecil yang terbuat dari keramik pula.
Lalu pelayan itupun menaruh gelas teh satu per satu di hadapan mereka yang duduk disana masing-masing dan menaruh baki yang diatasnya ada sebuah teko teh yang ia bawa di taruh di tengah-tengah meja.
"Terima kasih yah Min Yan."
ucapnya Cang Nin dengan sangat lembut dan juga senyuman tipis yang menawan. Pelayan wanita yang di bernama Min Yan itupun balik membalas senyuman Can Nin dengan lembut pula.
"Sama-sama Nona. Yasudah kalau begitu aku permisi dulu."
Min Yan pun berjalan dengan perlahan keluar ruangan dan menutup rapat kembali pintu ruangan yang sedang di pakai olrh mereka berlima dengan sopan.
"Silahkan dinikmati minumannya."
Dengan senyuman halus Cang Nin, membuat ketiga orang yang di hadapannya dengan repleks langsung mengangkat gelas teh mereka yang sidah berisikan air teh berwarna hijau jernih. Lalu saat akan mereka bertiga teguk, terpancar wangi harum bunga melati dari teh dan Ling Mei langsung meminum air teh itu dengan sangat antusias, di kain hal Xun Zhi dan Shuin yang memakai topeng pun mengangkat sedikit ke atas topeng mereka sampai terlihat mulut mereka, laku dengan sama ia meminum teh yang dihidangaknya dengan antusias.
"Rasa teh yang sangat unik."
"Yah benar sekali Saya suka."
Ucap Ling Mei dan juga Shuin sambim tersenyum lebar setelah meminum teh hijau ber-aroma melati itu. Cang Nin yang mendengarnya ucapan positif mereka pun tersenyum, karena teh yang mereka cicipi adalah teh buatannya sendiri.
"Terima kasih atas pujiannya."
Tak lama kemudian setelah Ling Mei, Xun Zhi dan Shuin mencicipi teh buatan Cang Nin, Cang Wan serta Cang Nin mengangkat gelas teh mereka dan meminum teh nya.
"Ahhh memang ini enak sekali."
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai pembahasan yang akan di bahas oleh ku tentang pelelangan pagi tadi."
"Baiklah jika itu yang ingin di bahas mari kita mulai."
Lalu Cang Wan mengeluarkan sebuah kertas yang betuliskan tentang catatan harga pelelangan barang yang telah di menangkan dan sepakati oleh pihak Ling Mei, Shuin serta Xun Zhi.
"Baiklah Nona Ling Mei kami akan menyebutkan tentang rincian-rincian harga yang telah anda menangkan di pelelangan kami."
Cang Wan kemudian menyebut barang-barang yang telah Ling Mei, Shuin dan juga Xun Zhi menangangkan diantaranya adalah.
Permata, pil Penerobos Kultivasi Tingkat sembilan, Buah persik surgawi berumur sekitar dua ribu tahun, Gingseng air berumur dua rstus tahun, bunga batu tingkat sembilan serta satu buah Pil Penggumpal Darah Tingkat tinggi yang bisa menaikkan kekuatan seketika selama dua puluh menit dan itulah barang-barang lelang yang yang di menangkan oleh Xun Zhi.
Kemudian barang-barang lelang yang di menangkan oleh Shuin adalah Pil Penerobos Kultivasi Tingkat delapan, rumput embun biru Tingkat delapan, Bunga batu hati Tingkat tujuh, Bunga Lily angin Tingkat 8 serta Cincin ruang penyimpanan yang terbuat dari batu giok merah yang berkapasitas lebih dari dua ribu lima ratus meter persegi.
Dan yang terakhir adalah barang yang di menangkan oleh Ling Mei adalah Zirah Sisik naga Api Kekaisaran Kekaisaran Kong Ming, kemudian pedang yang pernah dipakai oleh Kaisar Kong Ming yang dinamai cahaya petir biru, lalu Pil Kelahiran Jiwa Tingkat Legenda dan yang terakhir adalah patung buddha yang terbuat dari batu giok hijau yang setinggi lebih dari lima puluh meter dan lebarnya yang tujuh puluh lima meter.
"Baiklah Nona Ling Mei itu adalah barang-barang yang telah di menangkan oleh kelompok anda dan inilah harga total semuanya."
Cang Wan memberikan tiga kertas yang berisikan tentang harga-harga yang sengaja di pisahkan oleh Cang Wan. Kerta belanja milik Xun Zhi di pelelangan itu sekitar tiga puluh batang emas murni, lalu isi kertas milik Shuin tertera di kertasnya seharga dua puluh batang emas murni dan yang terakhir adalah milik Ling Mei yang di kertas pembayarannya berjumlah sekitar seribu dua puluh batang emas murni.
__ADS_1
Xun Zhi dan Shuin yang tak mempunyai batangan emas pun membayarnya dengan memakai koin emas yang masing-masing. Xun Zhi pun mengeluarkan koin emas yang berjumlah tiga ratus juta koin emas untuk membayar barang yang di menangkan di pelelangan dan Shuin mengeluarkan dua ratus juta koin emas untuk membayar barang yang telah ia menangkan juga saat pelelangan.
Koin milik Xun Zhi dan Shuin pun menumpuk di atas meja hingga menyelimuti meja serta gelas dan teko teh yang ditaruh di atas meja terseret hampir jatuh. Namun Cang Wan dengan sigap menangkap cawan serta gelas-gelas yang tergeser hampir jatuh itu dengan wajah yang terkejut.
"A-Apa anda berdua serius membayar pakai koin emas ini?!"
Xun Zhi dan Shuin pun berwajah tersenyum canggung dan Xun Zhi pun berkata.
"...hehehe maaf yah karena kami tidak mempunyai emas batangan untuk membayar barang yang kami menangkan hehehe..."
Cang bersaudara yang mendengar ucapan dari Xun Zhi pun tak bisa menahan ekspres terkejut mereka berdua dan tak bisa membantah perkataan Xun Zhi karena prinsip pelelangan mereka adalah pembeli adalah raja.
Di sisi lain Ling Mei pun menampakkan wajah terkejut dan untuk beberapa saat ia menahan helaan nafasnya dan tak bisa berkata apa-apa melihat apa yang di lakukan Xun Zhi dan Shuin.
"A-A-Apakah... kalian benar-benar akan membayarnya dengan koin itu?"
"Yah tentu saja Ling Mei. Apakah itu menjadi masalah?"
"Ahh... tidak kok tidak Shuin silahkan hehe..."
Ling Mei tak berkata kembali dan mengeluarkan emas batangan untuk membayar barang yang di menangkan di pelelangan barusan seperti harga yang di tentukan.
"Baiklah kalau begitu kami akan mulai menghitung jumlah uang yang anda sekalian berikan."
Cang Wan pun memanggil beberapa pelayan pria untuk datang ke ruangan itu. Dan Lima pelayan pria yang datang pun seketika terkejut akan tumpukkan koin emas yang begitu banyak di ruangan yang Xun Zhi serta yang lainnya tempati. Lalu Cang Wan langsung menyuruh para pelayan nya untuk menghitung jumlah koin yang di keluarkan oleh Xun Zhi dan Shuin apakah benar jumlah yang di keluarkan mereka dengan pembayaran yang telah di sepakati.
Dan beberapa jam kemudian penghitungan koin emas pun telah selesai, kelima pelayan yang menghitung koin emas yang berjumlah lima ratus juta koin emas pun sangat kelelahan hingga wajah mereka di penuhi dengan keringat sampai-sampai baju yang mereka kenakan pun basah akibat tenaga dan mental mereka yang terkuras habis menghitung lima ratus juta koin emas.
"Jum...lah nya... hah... sudah... benar tuan sekitar lima... ratus juta... koin emas..."
Ucap salah satu pelayan Cang Wan tak bisa menggerakkan tangannya untuk sesaat karena keram terlalu lama menghitung tumpukkan koin emas.
"Baiklah karena jumlahnya sama seperti yang di tentukan kami terima uangnya dan kami menyerahkan barang-barang yang telah anda sekalian menangkan."
Ucap Cang Wan sambil menaruh barang-barang seperti yang mereka menangkan tadi di pelelangan.
"Baiklah kalau begitu kami terima baranganya."
Jawab Xun Zhi kepada Cang Wan. Kemudian Xun Zhi, Shuin serta Ling Mei mengambil barang-barang yang di menangkan oleh mereka masing-masing dan memasukkan ke alat ruang penyimpanannya.
Setelah itu Xun Zhi, Shuin berdiri dari duduk mereka dan berjabat tangan kepada Cang Wan dan Cang Nin berpamitan.
"Baiklah kalau begitubtuan Cang Wan, Nona Cang Nin aku undur pamit dulu."
"Baiklah kalau begitu Nona muda Ling Mei terima kasih atas pembelian anda sekakian di tempat kami."
Dan setelah itu Ling Mei, Xun Zhi dan Shuin pun setelah selelsai berjabat tangan mereka pun keluar dari ruangan itu sembari di antar oleh Cang Wan dan Cang Nin menuju ke luar paviliun milik keluarga Cang. Setelah sesampainya diluar paviliun Ling Mei, Xun Zhi dan Shuin berjalan kembali menuju paviliun milik keluarga milik Ling Mei di waktu yang hampir masuk ke waktu malam.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)
(Mohon maaf untuk para pembaca baru bisa update dan juga terima kasih atas doanya. Dan juga selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1441 H mohon maaf lahir batin)