
Sampainya diluar restoran Xun Zhi bingung harus berlari ke arah mana untuk menuju ke kerajaan Daun Emas. Xun Zhi pun menggendong Shuin dengan gaya gendongan ala seorang putri dan melompat dengan tinggi bertuju ke atas genteng restorannya bangunan yang paling tinggi dan besar di desa itu.
"Nona Shuin kita kearah mana ini untuk jalan ke Kerajaan Daun Emas!"
Ucap Xun Zhi dengan panik. Shuin pun menunju ke arah depan yang berlawanan dengan arah kembalinya menuju jalan ke atas bukit. Xun Zhi berlari melompat-lompat dengan cepat di atas genting bangunan rumah-rumah serta bangunan lainnya karena ia tidak ingin turun kebawah.
Sementara itu dibawah Xun Zhi ada beberapa ratus orang yang mengejarnya sambil mengacung-ngacungkan senjata mereka, berteriak dengan keras menyebutkan kata "Bulan Perak," dan memasang tampang yang sangat seram.
"Ahh kenapa harus begini sih! Padahal aku baru dua hari mengenalmu. Tapi kau menyeretku dalam masalahmu sialan!"
Ucapnya kepada Xun Zhi dengan nyaring kepada Shuin yang ada di pangkuannya. Namun Shuin hanya menertawai Xun Zhi dengan keras dan berkata.
"Xun Zhi semangat hahaha!"
"Semangat kepalamu botak cewek gila mabuk !"
Xun Zhi pun berhasil menjauh dari orang-orang yang mengejarnya dan berhasil masuk ke dalam hutan kembali dan beristirahat di dalam hutan yang tempatnya agak gelap.
Lalu Xun Zhi pun melepaskan pangkuannya dari Shuin hingga Shuin terbanting keras ke tanah, akan tetapi karena Shuin sudah mabuk berat ia tak terasa bahwa badannya terbanting keras.
Sementara itu Xun Zhi nafasnya ter'engah-engah sampai tergeletak duduk karena staminya terkuras untuk menghindari peperangan dan menjauh dari orang-orang yang memburu Shuin.
"Sial banget sih kehidupanku ini, sudah jadi dewa tapi dibunuh oleh junior sendiri, sudah di reinkarnasi tapi banyak sekali yang mengejarku, bertemu dengan kawan lama tapi tak bicara-bicara dan sekarang ketemu cewek cantik tapi membawa masalah haaaaahhh...."
Begitu Gumaman Xun Zhi.
"Woy apa maksudmu aku yang tidak bicara-bicara!"
Long Hei'an bwrkata begitu karena tersinggung dengan ucapan Xun Zhi.
"Yah memang siapa lagi kalau bukan kau yang kumaksud."
"Hahh... kau ini jika ada rasa kesal kau selalu saja melampiaskan amarahmu itu kepadaku."
__ADS_1
"Yah-yah maaf aku minta maaf Long Hei'an. Sekarang aku ingin tidur dulu, tolong awasi sekitar yah teman."
"Memang kau pikir aku ini pengawalmu bocah!"
"Ayolah ini kita kan teman harus saling bantu?"
Ucap Xun Zhi yang langsung memejamkan matanya tertidur pulas.
"Ahh dasar bocah gila."
Jawab Long Hei'an tanpa membantah omongan Xun Zhi.
Kemudian Xun Zhi dan Shuin di siang itu tertidur lelap tanpa adanya gangguan. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Xun Zhi pun bangun berbarengan dengan Shuin di waktu sang matahari mulai terbenam. Shuin saat itu memegang kepalanya yang sakit akibat terlalu babyak minum arak.
Keduanya menguap sangat lebar dan kemudian Xun Zhi melirik ke arah Shuin.
"Woy cewek bermasalah jadi kau baru bangunkah! Enak sekali yah kau mabuk-mabuk tanpa memikirkan masalahnya!"
"Apa maksudmu berkata aku cewek bermasalah Xun Zhi!"
Mendengar perkataan Shuin, tempramen Xun Zhi pun memuncak dan menceritakan semuanya tentang kejadian sewaktu siang satu per satu. Setelah Shuin mendengar cerita dari Xun Zhi, Shuin pun langsung bersujud di hadapan Xun Zhi sambil meminta maaf yang sedalam-dalamnya.
Xun Zhi yang melihat ia bersujud di hadapannya merasa bersalah dan menyuruh Shuin bangkit. Akan tetapi Shuin tak mengangkatkan kepalanya dan masih saja bersujud kepada Xun Zhi.
Lalu Xun Zhi pun mendekati Shuin dan membantunya untuk bangkit sambil berkata.
"Sudahlah kita ini teman walauoun baru sehari lebih aku mengenalmu, aku sudah memaafkanmu sekarang Shuin. Namun biaya makan tadi diang tidak gratis kamu harus membayarnya yah."
Ucap Xun Zhi dengan senyuman kecil. Kemudian Shuin pun mengangguk bersamaan dengan membalas senyuman Xun Zhi, setelah itu Shuin berkata.
"Memang berapa biaya makan tadi Xun Zhi?"
"Karena tadi aku terburu-buru untuk kabur, kaji aku mengarahkannya kepada pelayan 2 batang emas dan kaena kita makan berdua jadi kau boleh bayar setengahnya."
__ADS_1
Shuin terkejut mendengarnya, batinnya seperti terkena serangan petir setelah mendengar harga 2 batang emas yang ia bayar untuk makan saja, Shuin terdiam untuk beberapa saat dan tak merespon perkataan serta lambaian tangan Xun Zhi yang melintas di depan mukanya.
Sementara Xun Zhi kebingungan karena Shuin yang tidak bergerak sama sekali, Xun Zhi memiringkan kepalanya sendiri ke kiri dan ke kanan sambil terus menatap Shuin.
Tak lama kemudian Shuin sadar kembali dengan sikap yang tegang. Xun Zhi yang melihat Shui yang bergerak kembali terkejut akan hal yang Shuin lakukan.
"Xun Zhi apakah kau tau harga satu batang emas itu sama dengan harga seratus koin emas dan juga sati batang emas kau dapat membeli tanah cukup luas!"
Ucap Shuin dengan raut wajah yang aneh dan suara yang di berat-beratkan secara terpaksa.
"Oh."
Jawab Xun Zhi yang tak perduli dengan omongan Shuin, tanggapan Xun Zhi pun membuat kesal Shuin dan berdiri dengan wajah yang jengkel lalu memukul kepala Xun Zhi dengan gagang pedang miliknya. Namun Xun Zhi bisa menghidari pukulannya gagang pedangnya itu sambil berkata.
"Yasudah jika kau tak mampu membayar bagaimana kalau kau bayar dengan tubuhmu kepadaku gimana hahaha....!?"
Gurauan Xun Zhi yang dilontarkan kepada Shuin, Shuin meronta menjerit kepada Xun Zhi.
"Apa kau gila Xun Zhi! Kau masih muda dan masih berenergik tapi kau menginginkan tubuhku karena aku taj mampu membayar uang yang kau glontorkan untuk makan kejam.
Dengan wajah yang memerah Shuin berkata begitu, namuun karena gelap, Xun Zhi tak bisa melihat eskpresi wajah yang sedang ditampalkam oleh Shuin.
Namun secara tiba-tiba Xun Zhi merasakan ada serangan dari arah belakang Shuin, akan hal itu Xun Zhi pun dengan cepat melompat menangkap Shuin supaya terhindar dari serangan itu. Lalu 6 pisau pun melintas cepat di atas kepala Xun Zhi sampai beberapa helai rambutnya terkena pisau itu.
"Hehehe... ternyata kau bisa melihat serangan Ilmu Pisau Pembelah Angin milikku ternyata."
Suara berat seorang pria tua yang muncul dari balik pohon yang terhalang semak-semak berkata begitu. Kemudian lima orang muncul dengan pakaian serba hitam mengikuti di balik pria tua itu dan menatap tajam kearah Xun Zhi dan Shuin.
"Macan Hitam kenapa kau ada disini!"
Tubuh Shuin langsung bergetar melihat orang tua yang ada dihadapanya, Xun Zhi punmenjadi kebingungan akan tingkah Shuin.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1