KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 70


__ADS_3

Sementara itu di ruangan rapat yang begitu megah dan besar, dengan atap yang menjulang tinggi dan juga dinding terbuat dari batu asli. Di ruangan itu ada sebuah patung yang terbuat dari pahatan batu berbentuk naga serta harimau yang sedang bertarung saling berhadapan dan juga ruangan itu di terangi oleh banyaknya nyala obor.


Terlihat tiga orang yang sedang duduk di bangku yang mewah, hingga senderan bangku mereka bertiga pun lebih tinggi melebihi kepala mereka dan juga dihadapan mereka ada meja bundar yang begitu besar.


"Jadi apa yang ingin kau bahas Tuan Xu?"


Begitu ucap seorang pria yang memakai baju hitam dengan raut wajah terlihat serius. Tuan besar Xu menaruh sikutnya diatas meja dan menaruh tangannya yang menggenggam satu sama lain di dagunya lal9u berkata.


"Jadi begini saudaraku sekalian, kita berhasil mengalahkan dan memusnahkan Pak tua Yujin sialan itu dari muka bumi ini, namun kita pun mengalami kerugian yang besar, seribu prajuritku mati seketika di penyerangan itu dan mayatnya puun tidak ada sama sekali."


Kedua orang yang duduk itupun tersebyum mendengar kabar itu. Namun senyuman senang itu bercampur dengan rasa kesal.


"Itu hanya kerugian kecil tuan Xu, tak sebanding denganku yang harus kehilangan guru besarku."


Begitu jawab orang yang memakai baju hitam itu.


"Kehilangan satu kan tidak apa-apa. Lagian dia kan hanya percobaan untuk mengetahui seberapa hebatnya musuh kita ini iyakan Tuan Gon SeLui perwakilan dari


Kerajaan Kabut hitam."


Begitu ucap pria yang memakai baju kuning emas dengan sombongnya sambil menatap orang yang memakai baju hitam yang disebut olehnya tuan Gon SeLui itu.


"APA KATAMU BA RONG BAHAN PERCOBAAN! BERANI SEKALI KAU BERCAKAP BEGITU KEPADA GURUKU!"


Gon SeLui sangat kesal akan ucapan kepada Ba Rong yang berada di seberangnya.


"Yah memang nyatanya begitukan Gon SeLui! yang paling dirugikan besar adalah aku disini. Aku mengirim berpuluh-puluh ribu pasukan, namun hasilnya hanya membunuh Pak tua Yujin serta beberapa master dan beberapa ribu murid saja!"


"Jangan sembarangan ngomong kau Ba Rong. Yah walaupun memang benar kekuatan guruku itu bukan kekuatan aslinya karena ia telah diberi kekuatan oleh pemimpin Sekte Kegelapan! Namun jika untuk menghadapi Kerajaan Daun Emasmu, guruku dapat melenyapkan Kerajaan mu itu dengan seketika."


"OHH JADI KAU MEREMEHKAN KEKUATANKU HAHHHH...!"


"Baiklah-baiklah sudah cukupkalian berdua. Lebih baik kita membahas tentang apa keinginan Sekte Kegelapan yang belum terpenuhi!"


Begitu ucap tuan besar Xu dengan suara lantang berkata kepada mereka berdua. Setelah itu mereka berdua pun berhenti bertengkar dan mulai duduk rapi kembali di bangku mereka masing-masing.


"Yah aku baru ingat tentang itu, jadi bagaimana orang yang diperintah dibunuh oleh sekte kegelapan apakah berhasil dibunuh?"

__ADS_1


Ujar Gon SeLui kepada tuan besar Xu. Tak lama kemudian tuan besar Xu pun menjawab perkataan Gon SeLui.


"Untuk masalah itu anak keduaku bilang bahwa orang yang bernama Xun Zhi itu tak mati! Karena kekuatannya terlalu kuat dan juga memiliki kekuatan misterius! Dan juga ia telah membunuh anak tertuaku arg...! Ketika aku membahas bocah itu, hatiku terasa mendidih hingga ingin segera bertemu denganya dan membunuhnya!"


Gon SeLui sangat terkejut lalu berkata. Sementara Ba Rong hanya tersenyum kecil.


"Bagaimana bisa hanya satu orang saja semua orang yang kita kirimkan tak bisa membunuhnya sama sekali?! Dan juga kau Ba Rong bagaimana kerja anak buahmu itu sampai-sampai tak bisa membunuh anak yang bernama Xun Zhi?"


"Hah kau tenang saja, waktu itu aku hanya memberi kalian orang-orang yang lemah saja dan juga aku telah menyuruh seseorang agar anak yang bernama Xun Zhi itu datang kemari."


Dengan santainya ia bercakap begitu kepada tuan besar Xu dan Gon SeLui.


"Memang apa yang telah kau rencanakan?"


"Tunggu saja sebentar lagi."


Tuan besar Xu dan Gon SeLui menjadi kebingungan akan ucapan Ba Rong.


Tak lama disisi lain di balik pintu luar ruangan itu Xun Zhi telah sampai dengan Tun Tiang dan berhenti di depan pintunya.


Xun Zhi menyuruh pergi Tun Tiang untuk keluar bangunan itu. Tun Tiang pun tersenyum menanggapi ucapan Xun Zhi dan berbalik lalu berlari menjauhi Xun Zhi.


Kemudian Xun Zhi pun berbalik dan mengahadap pintu membuka pintu besar berbahan kayu yang berada di hadapannya dengan kedua tangannya dan masuk kedalamannya.


Cahaya obor pertama kali terlihat oleh Xun Zhi saat membuka pintu di hadapannya. Lalu semakin lebar pintu ia buka semakin terlihat lima orang melihat ke arahnya. Dua orang lelaki berdiri yaitu pengawal Ba Rong yang pakaian sama dengan prajurit lainnya yang telah Xun Zhi bunuh tadi. Lalu tiga orang yang terlihat sedang duduk yaitu tuan besar Xu, Gon SeLui dan Ba Rong itu sendiri.


"Baiklah karena tamu utama kita sudah datang, bagaiamana kalau beri sambutan hangat Tun Tiang."


Xun Zhi pun berbalik ke belakangnya dan tiba-tiba pedang tertancap tepat di perut samping kiri Xun Zhi di daerah vitalnya hingga menembus ke belakang tubuhnya.


"Ba-Bagaimana kau bisa disini? Bukannya kau telah berlari barusan?"


Ucap Xun Zhi dengan suara serak.


"Maafkan aku tuan! namun ini adalah perintah dari atasanku yaitu Raja Ba Rong yang tepat berada di belakangmu itu ."


Senyuman wajah Tun Tiang terlihat seperti seorang yang meremehkan setelah menjawab perkataan Xun Zhi sambil melepaskan pegangan dari pedang yang ia tusukan. Setelah itu Tun Tiang berjalan kearah Ba Rong.

__ADS_1


Kemudian Tuan besar Xu, Gon SeLui dan Ba Rong pun bangkit dari tempat duduknya. Wajah mereka tampak senang, senyumannya mereka pun tampak seram sekaligus menjijikan.


Xun Zhi mencabut pedang yang tertancap di tubuhnya dengan suara erangan yang ia tahan setengah mati, darah pun mulai mengalir deras dari lubang bekas tancapan pedang yang dilakukan Tun Tiang sampai menebus baju serta jubah yang ia pakai.


"Jadi semua ini adalah rencanamu yah sialan?"


Ucap Xun Zhi menatap tajam kepada Ba Rong dan juga Tun Tiang.


"Uhh lihat itu Tun Tiang. Ia terlihat sangat seram setelah kau khianati. Pfft.. hahaha....!"


Jawab Ba Rong terhadap Xun Zhi dengan tawanya yang terbahak-bahak.


"Yah ini semua adalah rencanaku. Apa kau tau? Kau itu terlalu menampakkan hawa kehadiranmu saat kau mengintaiku di dekat gerbang. Kau bersembunyi di balik pohon dan dedaunan. Jadi aku menyuruh anak buahku untuk menyamar sebagai prajurit sini. Kau pikir siapa yang kau lawan. Aku adalah Raja Ba Rong dari Kerajaan Daun Emas!"


Kemudian Xun Zhi pun mengeluarkan Ilmu Hujan Kelopak Teratai Api Hijau miliknya ke semua orang yang berada di depannya itu membuat serangan kejutan. Kelopak Teratai Api Hijau milik Xun Zhi pun bertebaran sangat banyak di atas kepala mereka berlima dan meledak secara beruntun.


Lalu di dalam ledakan yang terjadi, Xun Zhi memakai kesempatan itu untuk melarikan diri sambil memegang luka tusukan di perutnya.


Disisi lain mereka semua selamat dari serangan ilmu yang dilancarkan oleh Xun Zhi. Eksperi wajah mereka semua terlihat sangat kesal tak bisa menahan emosinya.


"AWAS KAU ******** BOCAH SIALAN AKU AKAN MEMBUNUH KAU!"


begitu teriakan tuan besar Xu yang ia lontarkan kepada Xun Zhi yang telah lari menjauhi mereka berlima.


"PENGAWAL KEJAR DIA JANGAN SAMPAI LOLOS, PENGHINAAN INI HARUS IA BAYAR!"


ucap Ba Rong kepada kedua penjaganya yang tersisa.


"Baik tuan!"


Jawab ketiga penjaganya, kemudian pengawal Ba Rong pun berlari mengejar Xun Zhi dan Tun Tiang. Sementara itu tuan besar Xu menarik tuas yang berada di dekat patung naga serta harimau yang berada di belakangnya dan munculah sebuah pintu terbuka dari belakang pintu itu.


"Saudaraku sekalian mari kita naik ke atas dan mengejar bocah biadab itu!"


Ketiganya pun melangkah melewati pintu itu untuk mengejar Xun Zhi.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2