KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 104


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar, Ling Mei dan Shuin sangat terkejut karena lantai koridor di lantai dua sudah runtuh. Ling Mei dan juga Shuin langsung bergegas mendekati reruntuhan dan keduanya melihat ke arah bawah reruntuhan, disana ada Xun Zhi serta orang-orang yang tak dikenal oleh mereka sedang mengelilingi Xun Zhi.


"Brengsek kau bocah menghindari seranganku, rasakan serangan jurusku ini, Tebasan Kapak Kematian."


"Rasakan serangan balasanku ini juga, Ilmu Tinju Angin!"


Xin Taohu dan orang yang pertama terkena serangan Xun Zhi pun langsung menyerang dari arah depan dan belakang tubuh Xun Zhi.


Tebasan kapak yang memancarkan aura berwarna merah di lancarkan secara menyamping oleh Xin Taohu ke arah leher Xun Zhi, Xun Zhi pun menghindari serangan Xin Taohu dengan memutar badannya ke bawah dan kemudian menendang perut orang yang menyerangnya di belakang dengan sangat keras dan orang yang di belakangnya pun terpental menggesek lantai kayu hingga beberapa meter.


"Sial siapa bocah ini sebenarnya bisa melawan kami berlima yang berada di Kultivasi Qi Penyucian Jiwa Tahap Tengah dan aku pun dudah Ada di Tahap Penyucian Jiwa Tahap Akhir."


Ucap batin Bun Zu sambil menatap Xun Zhi dengan sangat tajam dan ekspresi wajahnya yang kecal bercampur cemas.


Ling Mei dan juga Shuin yang melihat Xun Zhi di serang oleh orang-orang yang memakai pakaian tertutup serba hitam bagaikan ninja pun seketika melimpat sambil menghunus pedang mereka berdua untuk menyerang Bun Zu.


"Rasakan ini sialan Jurus Pedang Bulan Sabit!"


"Terima Jurusku ini Hujan Seribu Jarum!"


Ucap Shuin dan Ling Mei dengan sangat lantang yang akan menebas Bun Zu. Namun sesaat akan mengenai kepala Bun Zu, Shiu Lun dan satu jenderal yanga ada di samping Bun Zu menahan serangan Shuin dan juga Ling Mei.


Shiu Lun menahan serangan Ling Mei dengan memanyungi atas kepala Bun Zu dengan Jurus Kayu Miliknya dan sedangkan yang satunya lagi menebaskan pedang miliknya untuk menahan tebasan Shuin.


Bentrokan pedang Shuin dan orang yang menahan seranganya pun mengeluarkan suara nyaring. Akan tetapi orang itu teramat sial beradu dengan Shuin yang tingkatanya sudah berada di kultivasi Qi Penyucian Jiwa Tahap Akhir.


Serangan yang di lancarkan oleh Shuin pun berhasil mematahkan pedang milik salah satu jenderal itu dan dengan seketika berhasil menebas leher musuh di hadapannya hingga kepalanya putus teepisah dari badanya bersamaan dengan semburan darah yang sangat deras dari tubuh lawannya menghujani yang ada di bawahnya.


Shiu Lun sangat terkejut bercampur rasa takut dan juga rasa marah saat melihat teman nya terpenggal di depan matanya langsung membatalkan Ilnu miliknya yang melindungi Bun Zu dan secara cepat menghunus dua double stik yang terbuat dari titanium ia taruh di samping kanan pinggangnya dan melompat dengan sangat cepat menerjang Shuin.


"Sialan kau wanita brengsek, Rasakan Jurus Cabikan Anginku!"


Double stik yang sudah di lapisi oleh Aura Wi berwarna hijau miliknya pun dilayangkan ke arah samping kening kepala Shuin, namun Shuin menangkisnya dengan cepat.


Akan tetapi setelah serangan double stik yang di tangan kananya bisa tertahan oleh Shuin, Shiu Lun langsung menyerang kembali Shuin dengan double stik yang di pegang di tangan kirinya Shiu Lun dan di ayunkan dengan cepat sambil merendahkan bersamaan memutarkan badannya hingga serangannya tepat mengenai pinggir lutut Shuin dan membuat Shuin kehilangan keseimbangan.


Dengan Shuin yang kehilangan keseimbanganya, Shiu Lun langsung menyerang Shuin dengan gerakan tangannya yang memegang double stik dengan sangat cepat hingga Shuin terus-menerus terkenan serangan yang bertubi-tubi dan di sekujur tubuhnya mengalami luka memar serta robekan kecil di kulitnya.


Shuin menjerit kesakitan tak bisa menahan serangan Shiu Lun.

__ADS_1


"Sialan ternyata wanita ini cukup kuat juga."


Batin Shuin berkata begitu sambil menahan serangan Shiu Lun dengan kedua tangannya supaya tak melukai wajahnya.


Melihat Shuin terdesak, Xun Zhi dengan sigap memakai Ilmu Langkah Cahaya menuju ke arah Shuin sambil menangkis seranga Shiu Lun dengan Ilmu Putaran Tombak Api.


Xun Zhi akhirnya berhasil menahan serangan bertubi-tubi Shiu Lun sampai membuat Shiu Lun terseret kebelakang beberapa meter. Namun di belakang Shuin Ada Bun Zu yang sudah bersiap-siap menyerang dengan kedua pedangnya.


"Rasakan Jurus Pedang 100 Petir Hitam Kematian!"


Shuin terkejut karena di hadapan Bun Zu sudah


yang tubuhnya masih lemas gara-gara terkena serangan dari Shiu Lun pun tak kuasa untuk bergerak menghindari serangan milik Bun Zu. Dan saat tebasan pertama pedang yang dilapisi petir hitam milik Bun Zu yang mengarah leher Shuin. Xun Zhi bergerak dengan cepat kembali menggunakan Ilmu Langkah Cahayanya dan mengeluarka Ilmu Takisan Putaran Tombak Api Biru miliknya.


Xun Zhi yang menahan tebasan pedang yang di selimuti petir hitam milik Bun Zu yang cepat pun secara perlahan mundur sedikit demi sedikit karena setiap satu tebasan dari Bun Zu sangat berat hingga Shuin yang berada di belakang Xun Zhi ikut tergeser juga.


"Sial ternyata musuh yang aku lawan lumayan kuat juga. Jika ku ukur kekuatan mereka pasti mereka sudah ada di Tahapan Kultivasi Qi Penyucian Jiwa, mungkin aku harus sedikit serius melawan mereka agar aku tak kewalahan begini."


Ucap batin Xun Zhi berkata begitu sambil tetus menahan serangan Bun Zu yang belum selesai. Lalu kemudian Bun Zu pun melancarkan sedangan akhirnya kepada Xun Zhi bersamaa petir hitam besar menyambar dengan keras dari atas kepala Xun Zhi.


Xun Zhi yang tak menyadari serangan itupun terkena telak seranganya hingga menimbulkan suara gemuruh kencang dan asap putih tebal sehingga yang di sampingnya pun terpental terkena ledakan dari serangan petir


Bun Zu yang menyerangnya pun tersenyum puas kemudian ia berkata dengan lantang.


Akan tetapi setelah secara perlahan asap putih itu menghilang, terlihat bayangan Xun Zhi dari balik asap itu.


"Kekihatannya kau cukup puas akan seranganmu yang kau lancarkan padaku yah, namun petir kecil itu tidak cukup mempan untuk mengalahkanku."


Bun Zu sangat terkejut dan jantung Bun Zu seketika berdetak lebih kencang karena Xun Zhi bisa selamat dari serangan mematikannya.


"Sial ternyata aku harus mengeluarkan kekuatanku yang sesungguhnya untuk mengalahkanku."


Xun Zhi dengan seketika mengeluarkan Aura Qi Api Hutam miliknya dan seketika ledakan Aura serta api hitam langsung meledak keluar. Raut wajah Bun Zu, Shiu Lun dan Xin Taohu dan satu temannya pun seketikan menjadi pucat, tubuh mereka gemetar serta jantung mereka langsung berdetak kencang.


Bun Zu yang melihat kekuatan Xun Zhi yang sebenarnya pun berkata di dalam batinnya.


"Sial bagaimana ini? Ternyata bicah yang kuhadapi ini lebih kuat dari yang ku kira dan juga kekuatan kultivasinya melebihi kekuatanku juga lagi."


Bun Zu menjadi dilema antara untuk melawan Xun Zhi yang sudah mulai serius atau mencoba melarikan diri dari rencananya yang sudah gagal untuk menangka Ling Mei dan mengambil paksa patung buddha emas miliknya.

__ADS_1


"Ketua lebih baik kita kabur sekrang saja, karena sudah pasti kita yang di rugikan disini," ucap salah seorang rekannya Bun Zu yang tubuhnya sudah gemetar kencang merasakan aura yang di pancarkan Xun Zhi.


"Akupun tau bodoh! Lebih baik kita pergi semua pergi sekarang."


Bun Zu dengan tegas berkata kepada ketiga kawannya. Dan mereka pun berlari mencoba untuk keluar paviliun bersamaan dengan Shiu Lun membawa satu mayat kawannya yang telah mati terpenggal oleh Shuin.


Akan tetapi Xun Zhi yang sudah mengeluarkan kekuatan penuhnya pun merasa kecewa, hingga ia pun berencana mengejar orang-orang berpakaian serba hitam bagai ninja itu. Namun saat akan mengejar mereka, Shuin dan Ling Mei langsung menghalangi jalan Xun Zhi dengan cara memalangkan senjata mereka berdua.


Dengan wajah kesal gara-gara penyerangan Ling Mei pun berkata pelan kepada Xun Zhi.


"Sudahlah Xun Zhi tak perlu dikejar. firasatku berkata, jika kau mengejar mereka, sesuatu hal yang buruk mungkin akan terjadi,"


"Iya benar sekali Xun Zhi. Lebih baik kau tenangkan dirimu dulu sekarang." Begitu ucap Shuin dengan suara yang gemetara karena lelah.


Lalu Xun Zhi mencoba menarik nafas panjang-panjang hinvva aura api hitam yang menyelimuti tubuhnya pun mukai mereda dan kondisi Xun Zhi pun kembaki seperti sedia kala. Melihat Xun Zhi sudah tenang kembali, Shuin seketika tergeletak lemas dan berkata.


"Xun Zhi maafkan aku..., bisakah kamu menggendongku sampai ke kamar?"


"Baiklah Nona Shuin aku akan menggendongmu sampai ke kamar." Jawab Xun Zhi dengan pelan, lalu dengan sigap Xun Zhi mengangkat Shuin dan memangkunya dengan gaya pangkuan seorang putri.


Setelah itu Xun Zhi langsung melompat ke lantai dua dan Xun Zhi masuk menuju kamar lalu membaringkan tubuh Shuin di kasur.


"Terima kasih Xun Zhi," ucap Shuin dengan pelan.


"Iya, sama-sama Nona Shuin," Jawab Xun Zhi dengan suara pelan juga.


Lalu Xun Zhi mengeluarkan Pil penyembuh tingkat menengah yang ia simpan di cincin ruang penyimpanannya, kemudian pil nya pun langsung di berikan kepada Shuin.


"Kalau begitu Nona Shuin, lebih baik anda memakan pil penyembuh ini. Maeena lil ini berkhasiat cepat untuk menyembuhkan luka anda," ujar Xun Zhi dengan senyuman.


Shuin yang melihat senyuman menawan Xun Zhi menjadi terpesona, wajahnya agak memerah lalu ia menjawab perkataan Xun Zhi.


"A-A... ehmmm! Aku terima pemberianmu ini Xun Zhi, terima kasih."


Shuin langsung mengambil pil penyembuh yang ada di tangan Xun Zhi lalu ia seketika memakan pil penyembuhnya. Setelah memakan pil penyembuh perlahan luka yang memar dan luka sobek yang di derita oleh Shuin pun mengeluarkan asap dan secara perlahan luka memar nya hilang serta luka sobekan di kulitnya secara perlahan pula merapat lalu kembali seperti semula.


"Baiklah kalau begitu Nona Shuin aku permisi pamit untuk membantu Nona Ling Mei di bawah,"


"Hmm..."

__ADS_1


Dan Xun Zhi berbalik berjalan keluar kamar untuk menemui Ling Mei membantu pekerjaannya di lantai dasar.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2