KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 23


__ADS_3

Setelah di kejar-kejar oleh Kadal Api Raksasa. Xun Zhi duduk beristirahat di bawah pohon beringin yang besar di perbatasan hutan itu. Kemudiam Ia mengeluarkan bola inti yang disimpan di ruang penyimpanan yang ia kalahkan di perjalanan.


Terdapat sepuluh bola inti monster beast tingkat dua, lima bola inti tingkat tiga dan dua bola inti tingkat tiga. Ia mengabil dan mulai menyerap energi dalam bola inti satu persatu. Hingga tak terasa hari sudah menjelang malam. Akan tetapi Xun Zhi saat itu baru separuh menyerap bola inti itu.


"Ternyata butuh waktu lama untuk menyerap ini semuanya kah." Begitu ucap benaknya Xun Zhi


Dan pada tengah malam akhirnya telah selesai menyerap semua bola inti yang dia miliki dan kultivasinya menjadi meningkat menjadi Qi Peleburan Jiwa tingkat dua.


"Hahaha ... akhirnya kultivasiku meningkat, Kadal Api Raksasa tunggu saja sebentar lagi aku akan membalas perbuatanmu." Begitu dalam benaknya berkata.


Setelah selesai berkultivasi Xun Zhi berdiri dan berjalan kembali menuju Gunung Naga. Dan saat akan melewati perbatasan hutan GingZi dengan Gunung Naga dia terhenti karena melihat sesuatu yang menyala-nyala di daerah arah kanan dekat semak-semak yang tidak jauh dari tempanya berdiri.


Perlahan Xun Zhi melangkah ke arah cahaya yang berkelap kelip itu. Saat cahaya iti sudah dihadapannya. Xun Zhi langsung terkejut ternyata yang dia temukan adalah Bunga Mawar Merah Beku tanaman tingkat sembilan dan juga Bunga Mawar Putih api tanaman tingkat sembilan .


"Ini malam keberuntunganku tak disangka aku akan menemukan tanaman tingkat sembilan di hutan seperti ini untuk meningkatkan elementalku."


Ucap Xun Zhi sambil mencabut mawar putih api, kemudian dia memasukkanya ke dalam cincin penyimpanan. Akan tetapi saat ia memegang tangkai bunga mawar merah beku yang ingin dia cabut, tiba-tiba jarinya langsung membeku dan terkejut.


"Ahh... aku lupa ini bahwa mawar ini bertolak belakang dengan elementalku." Begitu ucapnya dengan agak panik.


Xun Zhi mulai mengeluarkan Jurus Apinya, akan tetapi tekanan es dari mawar itu lebih kuat pembekuannya sampai-sampai menjalar dengan cepat ke pergelangannya.


Akan tetapi Xun Zhi tak pantang menyerah, dia terus mengeluarkan Jurus Apinya lebih kuat. Tubuh Xun Zhi semakin memanas dan Api yang menyala ditanganya menjadi semakin merah seperti lava. Lama-kelamaan pembekuan itu sedikit demi sedikit mulai mencair hingga tak menjalar lagi di tangannya.


Dalam kesempatan itu Xun Zhi tak di sia-siakannya. Dia mencabutnya dengan cepat dan akhirnya dia bisa mendaptkan bunga Mawar Merah Beku itu lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.

__ADS_1


"Pyuuh akhirnya tercabut juga ini pasti menjadi hadiah bagus untuk Wei Chan supaya bisa meningkatkan Qi elementalnya."


Begitu ucap Xun Zhi yang sedang duduk dengan bercucuran keringat di wajahnya. Lalu Xun Zhi terdiam sejenak saat itu mengistirahatkan kembali kondisi tubuhnya.


Lima belas menit telah terlewati tenaga Xun Zhi yang sudah fit kembali berdiri dan melanjutkan kembali perjalanannya dan berkata.


"Baiklah kalau begitu kita mulai pembalasannya."


Xun Zhi terus berlari dan berlari mendaki gunung naga itu hingga akhirnya sampai juga di tempat dimana dia di cegat oleh Kadal Api Raksasa itu. Xun Zhi berdiam diri disana menunggu kehadiran kadal api raksasa itu akan tetapi setelah sepuluh menit berlalu tetap saja Kadal Api Raksasa itu tidak muncul-muncul hingga membuat Xun Zhi pun kesal.


"AHHH SIALAN MANA KAU KADAL SIALAN KENAPA TAK MUNCUL-MUNCUL AKU SUDAH SIAP SEKARANG MENGHADAPIMU."


Ucap Xun Zhi sambil berteriak-teriak dan melompat-lompat dengan ekspresinya yang marah, mukanya pun sangat merah tak bisa menahan amarahnya seakan kebakaran jenggot dan bebatuan yang di sekitarnya pun ia tendang kemana-mana.


Xun Zhi membeku sesaat lalu dia langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha."


Lalu dia berteriak ke arah Kadal Api Raksasa itu sambil mengacung-ngacungkan tombaknya ke arah muka kadal itu dan berkata.


"DASAR KAU KADAL SIALAN DARI TADI AKU MENUNGGUMU SETELAH AKU LELAH MENUNGGU KAU BARU MUNCUL HAH!"


Kadal Api Raksasa merasa seperti kebingungan lalu terdiam sebentar dan tak lama Kadal Api Raksasa itu langsung menyerang Xun Zhi dengan semburan apinya. Tapi dengan sigap Xun Zhi pun menghindar. Dan pertempuran malam itupun di mulai, dengan disaksikan oleh bulan purnama yang menyinari dan bintang-bintang yang bersinar menerangi pertarungan mereka.


Lalu Xun Zhi pun menyerang dengan Jurus Pukulan Lavanya ke muka kadal itu. Akan tetapi Kadal Api Raksasa itu tidak terluka sama sekali. Setelah menerima serangan dari Xun Zhi kadal itu langsung mengibaskan ekornya ke arah badan Xun Zhi dan Xun Zhi pun menahan serangan itu, namun apa daya serangannya bisa menembus pertahanan Xun Zhi hingga dia terpental sampai sejauh sepuluh meter.


"Sialan memang kuat sekali kadal itu, jika saja kekuatanku seperti dulu akan ku goreng kau kadal sialan."

__ADS_1


Begitu ucap Xun Zhi yang tergeletak di tanah. Lalu dia bangkit kembali dan menyiapkan kuda-kudanya untuk menahan serangan Kadal Api Raksasa itu. Kadal itu merangkak dengan cepat dan menyerang kembali ke arah muka Xun Zhi dengan semburannya apinya.


Akan tetapi Xun Zhi bisa menghidarinya dengan mudah dan langsung menyerang ke arah kepala Kadal Api Raksasa itu, namun kadal itu bisa menghindari serangan Xun Zhi dan berguling ke arah belakang Xun Zhi dan dengan segera kadal itu melepaskan serangan cakar apinya ke arah punggung Xun Zhi. Namun Xun Zhi mengelak dari serangan itu menggunakan langkah cahayanya.


Pertarungan mereka pun terus berlanjut terus saling serang dan saling elak pukulan hingga di tempat mereke bertarung pun banyak yang hancur. Xun Zhi yang telah banyak mengeluarkan jurusnya namun tetap tak bisa mengalahkan Kadal Api Raksasa itu dan pada akhirnya Xun Zhi mencapai batasnya.


Qi nya pun sudah melemah dan akhirnya Xun Zhi dengan nekat mengacungkan tombaknya dan mengeluarkan Jurus andalannya yaitu Jurus Tombak Cahaya Matahari.


Dengan Qi yang tersisa dia langsung menebas Kadal Api Raksasa itu walaupun serangan itu tidak sekuat saat dia masih menjadi dewa.


Dan pada akhirnya Kadal Api Raksasa itu pun tak bisa mengelak, dia terbelah menjadi dua dan tanah di gunung itupun terbelah dengan kedalaman sepuluh meter.


Lalu setelah mengeluarkan serangan itu Xun Zhi terbaring lemas karena Qi nya yang terkuras habis, tubuhnya yang serasa seperti di timpa batu besar lalu berkata.


"Hehehe akhirnya kau kalah kadal sialan rasakan itu." Begitu Ucapnya dengan nada suara yang kecil.


Tak lama Xun Zhi memaksakan berdiri dan memasukkan bangkai Kadal Api Raksasa itu ke dalam cincin penyimpanannya dan mencari tempat untuk beristirahat.


Dia melirik kepalanya ke kanan dan ke kiri di sekitarnya. Namun di sekelilingnya hanya terdapat batu dan tanah.


Akhirnya Xun Zhi kembali ke perbatasan hutan dengan gunung naga walaupun dengan langkah kakinya yang terpincang-pincang dan tombaknya pun dijadikan tongkat untuk dia berjalan.


Xun Zhi terus berjalan dengan disinari cahaya bulan dan suara burung bangkai di atasnya yang terdengar jelas seperti mengharapkan dia mati. Namun dia terus berjalan walaupun tertatih-tatih. Hingga tak lama Xun Zhi sampai di tempat ber-istirahatnya tadi dan badan Xun Zhi langsung tersungkur saat itu juga lalu pingsan.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2