
Alam Rahasia Long Ying adalah suatu tempat yang entah dimana tempatnya berada, akan tetapi bentuk Alam Rahasia Long Ying sama seperti hutan pada umumnya, namun yang membedakannya adalah banyanknya hewan buas yang sudah mencapai tingakatan Qi Pengician Jiwa serta ada yang susah mencapai Kultivasi Qi Setengah Dewa.
Kemudian tanaman-tanaman langka yang bisa menaikkan kutivasimu secara singkat dan yang terakhir adalah tempat ini tak terikat oleh peraturan apapun.
Setelah Xun Zhi masuk ke dalam gerbang merah yaitu portal untuk menuju ke Alam Rahasia Long Ying dan Xun Zhi tiba-tiba telah berada di sebuah ruangan gelap gulita yang bertempat di Alam Rahasia Long Ying.
"Ark... kenapa aku diteleportasi ke temlat seperti ini sih!" Keluh Xun Zhi.
Xun Zhi kemudian menggunakan ilmu api miliknya dan api cukup besar kira-kira sebesar nyala obor pun muncul di telapak tangan kiri Xun Zhi.
Saat Xun Zhi menyalahkan api itu dan merentangkan tangannya keatas, terdengar suara berdecit-decit diatas Xun Zhi.
Perlahan Xun Zhi melirik ke atas kepalanya dan yang ia lihat ternyata kumpulan kelalawar yang sedang istirahat bergelantungan di atas, di sela-sela batu alam terbangun karena sinar cahaya api milik Xun Zhi.
Ratusan Kelalawar yang sedang istirahat pun nampak panik akan cahaya api milik Xun Zhi dan seketika berterbangan mengerubuni tubuh Xun Zhi.
Namun sementara itu Xun Zhi nampaknya tenang-tenang saja saat dikerumuni kelalawar yang berterbangan, hingga tak lama kelalawar pun sudah mulai tenang dan Xun Zhi mulai menjelajahi ruangan gelap gulita itu u tuk mencari jalan keluar.
"Nampaknya aku ada di sebuah gua gelap."
Begitu kata Xun Zhi yang bicara sendiri sambil melihat ke arah kiri kanannya hanya ada dinding batu yang terukir alami. Xun Zhi terus melangkah dan melangkah menuju ke arah angin yang berhembus ke dalam terasa dan tersengar oleh Xun Zhi.
Setelah beberapa puluh meter melangkah, Xun Zhi pun terhenti di sebuah jalan yang memiliki dua buah cabang lubang jalan untuk keluar. Dari kedua lubang itupun terasa hembusan angin serta suara angin yang menggesek batu-batu.
Namun karena tak banyak waktu, Xun Zhi tak memikirkan jalan mana yang aman untuk ia pilih dan asal saja ia berjalan.
"Yang penting aku harus segera cepat keluar daei sini, agar bisa cepat-cepat menemui Wei Chan." Dengan nada suara yang nampak gelisah Xun Zi berkata seperti itu.
Sampai akhirnya cahaya terang mulai nampak terlihat sedikit dari matahari yang menyorot lubang gua. Xun Zhi yang terlalu bersemangat pun seketika berlari dengan cepat untum segera keluar gua san tak lama ia pun sudah tepat berada di dwpab lubang gua.
"Akhirnya aku bisa keluar, namun untuk sekarang lebih baik aku harus cepat mencari Wei Chan atau yang lainnya."
Tanpa beristirahat Xun Zhi mengepalkan tangan kanannya mematikan api yang nyalakan tadi untik menerangan jalan di gua.
__ADS_1
Disisi lain jaraknya beberapa ratus meter di arah utara Xun Zhi. Wei Chan yang sedang berjalan mencari teman satu kelompoknya akhirnya menemukan salah satunya yaitu Zuan Zaogui.
"Senior syukurlah aku bertemu dengan salah satu dari kalian,"
"Ohh Wei Chan kah."
Namun baru saja mereka bertemu, tiba-tiba Wei Chan dan Zuan Zaogui dicegat oleh salah satu murid dari Sekte Kegelapan bernama Jiang Cixin yang sudah berada di tahapan Kultivasi Qi Penyucian Jiwa tahap akhir.
"Hahaha akhirnya aku menemukan mangsa untuk bertarung!"
Dengan tatapan penuh gairah dan rasa pencaya diri yang tinggi Jiang Cixin verkata seperti itu.
Sementara itu Senior Zuan Zaogui Kultivasinya berada di Qi Penyucian Jiwa tahap menengah dan Wei Chan berada Qi Penyucian Jiwa tahap akhir dan Zuan Zaogi pun berkata, "Sialan ternyata murid sekte Kegelapan. Ayo kita lawan dia mumpung sendirian!"
Zuan Zaogui menghunuskan pedang miliknya dan berlari seketika melesat ke arah Jiang Cixin Mencoba menyerangnya.
"Senior jangan gegabah mungkin ini jebakan!?" Tegur Wei Chan kepada Zuan Zaogui.
Akan tetapi baru saja ucapan Wei Chan itu keluar dari bibirnya yang masih belum kering, Zuan Zaogui pun yang hampir bisa menebas leher Jiang Cixin, ia tiba-tiba sebuah anak panah melesat dari balik semak-semak dan tepat menancap di punggung Zuan Zaogui.
"Heee ternyata murid akademi Tanah Mengapung mudah sekali terkena jepakan yah hehehe...!"
Dengan pandangan yang meremehkan serta tawa menghina ia tunjukman kepada Zuan Zaogui. Kemudian beberapa orang pun muncul dari semak-semak samping Jiang Cixin sambil tertawa puas.
"Wei Chan cepat lari dan temukan kawan-kawan!" Teriak Zuan Zaogui.
"Hei kau berisik sialan!" Begitu bentak Jiang Cixin dengan nada suara yang kasar bersamaan dengan melayangkan injakan kaki kanannya dangat keras ke arah wajah Zuan Zaogui.
Wei Chan geram akan perbuatan dari Jiang Cixin, akan tetapi ia tak bisa melawan semua orang yang ada di hadapannya sekarang ini.
"Wei Chan cepatlah lari!"
Teriak Zuan Zaogui kembali agar Wei Chan untuk segera meninggalkannya.
__ADS_1
"Sialan kau sudah kubilang berisik! Tapi kau masih mengabaikan perkataanku!"
Jiang Cixin pun mengerutkan dahinya dan setelah itu ia menarik pedang dari serangkanya yang ia gantung di pinggang debelah kiri dan seketika menancapkannya ke tangan kanan Zuan Zaogui.
"Arrgg!!!" Teriakan histeris kesakitan dari Zuan Zaogui akibat tangan kanannya di tusuk oleh pedang hingga tembus.
Wei Chan pun menggertakan giginya bersamaan dengan menatap Jiang Cixin dengan tajam penuh dengan amarah.
"********! Aku akan melawan kau!" Tegas Wei Chan sembari memasang kuda-kuda bertarung.
Jiang Cixin tersenyum melihat Wei Chan yang sudah memasang kuda-kuda bertarung dan dengan tatapan yang mesum Jiang Cixin berkata, "hehehe nona kau tak perlu repot-repot melawan kami. Jika kau melepas pakaianmu dan melayani kamj sampai puas, maka kami tidak akan menyiksamu dan mengampuninya serta kami akan memberimu waktu yang menyenangkan."
"Dasar Sampah!"
Dengan tegas serta wajah yang memerah Wei Chan berkata seperti itu kepada sekumplan musuh di depannya.
"Hei, hei~ patuhlah dan menyerahlah kepada kami nona manis, hahaha!"
Wajah nampak puas serta mesum dari salah satu teman Jiang Cixin.
Saat keempat orang pria berjalan mendekat untuk menangkap Wei Chan. Xun Zhi yang sudah duduk dan melihat Wei Chan dari atas pohon beberapa menit lalu pun berkata, "Hei nona apa kau butuh bantuan?"
Orang-orang yang akan menangkap Wei Chan pun terhenti dan semua orang disana melihat ke arah Xun Zhi.
"Tu-Tuan yang tadi pagi! Kenapa kau ada disini?"
Xun Zhi pun melompat turun dari atas pohon dan mendarat sempurna di depan Wei Chan.
"Jadi apakah kau butuh bantuan?" Tanya Xun Zhi kembali meyakinkan Wei Chan.
Jiang Cixin serta keempat orang kenalannya pun berwajah marah dan salah satu dari mereka berkata, "Hei sialan siapa kau? Berani sekalian kau mengganggu kesenangan kami!"
"Ahahaha... tenang saja aku bukan siapa-siapa. Namun karena kalian berani mengganggu kenalanku, aku tidak akan mengampuni kalian."
__ADS_1
Raut waah, tayapan serta senyuman serius penuh dengan semangat Xun Zhi tunjukman kepada Jiang Cixin dan kawan-kawan nya.
(BERSAMBUNG)