
Lalu keesokan harinya di waktu pagi Shuin serta Xun Zhi melanjutkan kembali perjalnan mereka berdua untuk menuju ke kerajaan Daun Emas. Mereka berjalan mengisi waktunya mengobrol tentang diri mereka masing-masing satu sama lain. Lalu setelah 5 jam berjalan di waktu tengah hari mereka sampai di atas bukit dan terlihat di bawah mereka di kaki bukut ada sebuah desa yang cukup besar.
Xun Zhi pun mengeluarkan jubahnya untuk mentutupi bentuk tubuhnya, sementara itu Shuin memakai caping bambunya kembali dan juga memakai cadar berwarna putih untuk menutup wajahnya.
"Baiklah kita sekarang menuju ke desa itu dulu!"
Ucap Shuin kepada Xun Zhi yang berada di sampingnya, kemudian Xun Zhi dan Shuin pun berjalan secara perlahan menuju ke desa yang berada di bawah kaki bukit.
Hingga setengah jam kemudian setelah berjalan dari atas bukit, akhirnya Xun Zhi dan Shuin telah sampai di depan jalan masuk desa. Di depan desa terlihat ada sebuah gapura yang bertulisan Desa Embun.
Xun Zhi dan Shuin terus berjalan memasuki desa Embun untuk mencari restoran makan untuk memulai makan siangnya.
Dan tak lama mereka berhenti di sebuah bangunan yang megah bewarna emas dengan plabg tulisan yang besar di atas pintu masuknya bernamakan Restoran Taman Makanan.
Tidak banyak tanya Xun Zhi dan Shuin punlangsung masuk kedalam restoran itu. Setelah di depan pintu masuk, Xun Zhi dan Shuin disambut oleh dua pelayan perempuan berpakaian rapi yang berdiri di samping kiri dan kanan pintu. Sampainya di dalam restoran tempatnya sangat mewah, restorannya bertingkat dua, banyak sekali pengunjung yang datang makan dan hampir semua meja penuh.
Kemudian seorang pelayan pun mendatangi kami untuk membimbing Xun Zhi dan Shuin ke meja makan yang kosong, pelayan yang mengantar XunZhi dan Shuin berjalan menuju ke tangga besar yang berasa di pojok kanan ruangan tak luput Xun Zhi dan Shuin pun mengikuti pelayan itu dari belakang.
Sampainya di lantai dua terlihat hanya beberapa meja yang kosong pula, dan akhirnya pelayan restoran, Xun Zhi dan Shuin pun sampai di depan meja kosong yang terletak di ujung ruang makan.
"Silahkan tuan dan nyonya duduk disini."
Ucap pelayan perempuan dengan sopan kepada Xun Zhi dan Shuin. Xun Zhi dan Shuin kemudian duduk di tempat yang mejanya berukuran sedang pelayan itu tunjukan.
"Permisi tuan dan nyonya ingin memesan apa?"
__ADS_1
"Kami ingin memesan semua makanan dan minuman yang paling enak di restoran ini."
Jawab Shuin dengan cepat dan tegas. Xun Zhi terkejut karena Shuin tak mendiskusikan dulu dengan Xun Zhi namun Xun Zhi tak membantah omongannya Shuin dan hanya diam saja.
"Baiklah kalau begitu tuan dan nyonya, tunggu sebentar yah."
Pelayan itu dengan sopan membungkuk kepada Xun Zhi dan Shuin kemudian berjalan kembali kebawah untuk melaporkan pesanannya ke meja konter restoran.
"Tapi aku tidak menyangka ternyata ada tempat yang mewah dan tgerkenal di desa begini yah Shuin?"
"Yahh begitulah karena kita sudah sampai di perbatasan kerajaan Daun Emas dan juga rakyatnya suka sekali berfoya-foya."
"Ehh begitu yah..."
Kemudian mereka terus mengobrol sambil menunggu pesanan mereka berdua datang.
Makanan yang banyak juga terlihat mewah serta minuman keras pun terhidang di atas meja.
"Baiklah tuan dan nyonya sil0ahkan menikmati hidangan kalian."
Ucap empat pelayan itu sambil membungkuk hormat dan kemudiab berjalan ke tempat mereka kembali.
"Baiklah kalau begitu tidak banyak bicara kita makan!"
Ucap mereka berdua debgan berbarengan, Xun Zhi dan Shuin pun memakan satu per satu makanan di atas meja mereka dengan sangat lahap dan sangat menikmatinya. Wajah mereka berdua terlihat sangat gembira sekali bagaikan menemukan surga mereka sendiri.
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian Xun Zhi dan Shuin pun telah selesai makan, kemudian Shuin langsung meminum sebotol arak dengan sangat cepat, sementara Xun Zhi tidak ingin mabuk bukan karena ia tidak suka dengan minuman keras, melainkan ia sangat lemah dengan minuman keras.
"Shuin apa kau sudah gila yah disiang hari begini minum arak dengan cepat dan lahap begitu!"
Ucap Xun Zhi dengan tegas kepada Shuin yang terus menenggak arak dan menghiraukan ucapan Xun Zhi. Semakin banyak Shuin minum wajahnya pun mulai memerah, Shuin langsung melepas cadarnya dan mulai menggila.
"Oeyy Xun Zhi ayo kau juga harus minum arak ini sangat enak!"
Ucap Shuin dengan nada yang sudah mabuk sambil menggebrak meja. Orang-orang yang ada duduk dekat meja mereka pun mulai memerhatikan Shuin dengat tajam.
"Hei Shuin bisakah kau tenang, kau bikin malu saja diriku."
Ucap Xun Zhi dengan perasaan yang tidak enak dan semakin lama perasaan tidak enak itu semakin kuat. Lalu salah seorang pelanggan yang ada di belakang Xun Zhi berteriak.
"Hei bukankah itu adalah pendekar Bulan Perak yanv kepalanya di beri harga 500 keping emas!"
Begitu ucap lelaki yang umurnya kira-kira 30 tahunan. Orang-orang yang di sekeliling Xun Zhi dan Shuin pun mulai pada berdiri dan memerhatikan wajah Shuin dengan tajam.
Sementara itu Xun Zhi langsung melompat dari lantai dua itu sambil memegang tangan Shuin yang ikut melompat. Lalu mereka berdua mendarat dengan selamat dibawah, kemudian Xun Zhi mengambil 2 batang emas dan memberikannya ke salah satu pelayan didekatnya.
"Ini adalah uang bayar makananku dan jika ada sisanya ambil saja!"
Ucap Xun Zhi yang rusuh ingin cepat-cepat kabur dari restoran. Yak lama orang yabg diatas puhn berteriak.
"Benar itu adalah Pendekar Bulan Perak, semuanya itu Pendekar Bulan Perak cepat tangkap dia!"
__ADS_1
Orang-orang yang didalam pun mengambil senjata mereka masing-masing dan mengejar Xun Zhi yang membawa lari Shuin keluar restoran.
(BERSAMBUNG)