KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 103


__ADS_3

Hingga akhirnya di waktu tengah malam, para jenderal Tun Tiang yang disuruh olehnya pun telah sampai di sebuah gang sempit dengan memakai kaos serba hitam dan memakai penutup wajah seperti ninja sebagai penyamaran agar tak di ketahui oleh siapapun.


"Baiklah sekarang mari kita mulai menjalankan operasi mencuri patung buddha emas dari Putri pedagang Ling yaitu Nona Ling Mei."


Ucap Bun Zu kepada ke'empat kawan lainnya. Kemudian Bun Zu berkata kembali.


"Baiklah kalau begitu Shiu Lun coba kau pakai ilmu Pendeteksi Getaran Gelombang Jiwa mu."


Shiu Lun menuruti perkataan. Kemudian tangan kanan Shiu Lun pun di lapisi oleh aura Qi berwarna biru cerah dan kemudian dengan perlahan ia meletakkan tangannya ke tembok paviliun milik keluarga Ling sambil memejamkan matanya.


Shiun Lun pun merasakan hawa mahluk hidup di dalam paviliun itu. Terlihat di lantai bawah di sebuah kamar besar dari bayangan kepalanya ada beberapa puluh laki-laki tertidur dengan nyenyak serta aura kehidupan para lelaki yang lumayan tingkatan kultuvasi mereka mencapai kultivasi Qi kelahiran Jiwa Kembaki Tahap akhir yang terdeteksi oleh ilmu Pendeteksi Getaran Gelombang Jiwa.


Lalu Shiu Lun pun merasakan kehadiran ara lelayan wanuta yang tak mempunyai kekuatan kultivasi di ruangan agak jauh di para pelayan kamar pria, tak kama kemudian ia berhasil menemukan dua aura yang kuat, yaitu aura kehidupan dari Shuin serta Ling Mei.


"Tuan Bun Zu aku telah menemukan keberadaan nona Ling Mei, dia ada di lantai dua dan sedang tidur bersama dengan seseorang wanita juga."


"Lalu bagaimana dengan lelaki yang saat di pelelangan itu, apakah dia ada?"


"Tidak, tidak ada tuan."


"Baiklah kalau begitu kita mulai penyusupan ini!"


Mereka berlima pun secara perlahan beejakan ke depan paviliun yang keadaan di lingkungan sana sudah sangat sepi tidak ada orang sama sekali yang berlalu lalang.

__ADS_1


Lalu saat Xin Taohu akan membuka pintu paviliun, Bun Zu dengan cepat menangkap pergelangan tangan kanan Xin Taohu. Xin Taohu agak terkejut dan berkata dengan raut wajah yang tidak senang.


"Hei Bun Zu kenapa kau tiba-tiba memegang tanganku dan mencegahku untuk membuka pintu ini."


"Pak tua apakah kau sudah gila akan membuka pintu ini seperti biasa, kita sekaranga ada di wilayah musuh dan harus memeriksa setiap detailnya."


"Cihh aku tahu itu Bun Zu."


Setelah itu Bun Zu mengambil salah satu batu krikil di bawah kakinya lalu melempar kerikil di tanganya itu ke pintu besar paviliun yang berwarna merah. Dan setelah Kerikil batu yang di lempar Bun Zu hampir mengenai pintu, secara tiba-tiba petir kuat berwarna biru menyambar dari arah pilar penyanggah paviliun yang berbentuk bulat kokoh ada di sebelah kiri dan kanan dekat dengan pintu.


"Jadi ternyata mereka memasang jebakan di depan pintu mereka kah dan juga jebakanya lumayan kuat."


"Hebat kau Bun Zu bisa mengetahui bahwa disini ada jebakan."


Lalu Bun Zu pun memejamkan matanya sambil menegapkan badanya. Dan tak lama ia pun secara tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar sambil mengeluarkan aura berwarna merah di sekeliling tubuhnya hingga membakar jimat yang tertera di tihang pilar bangunan paviliun dan jebakan petir itu pun lenyap seketika.


Setelah lenyapnya jebakan mereka berlima melangkah masuk dan membuka pintunya secara perlahan sehingga pintu yang mereka buka pun tak menghasilkan suara.


Sesampainya di dalam mereka langsung berlari tanpa suara menuju ke kamar tempat Ling Mei serta Shuin tidur. Dan hampir sekitar beberapa inci lagi mereka akan sampai di depan pintu kamar tempat Ling Mei serta Shuin tidur, Xun Zhi yang keluar dari arah kamarnya langsung menyerang salah satu dari mereka menggunakan Ilmu Pukulan Api Lava miliknya dan mengenai dengan telak ke arah wajah salah satu dari kelima jenderal.


Bun Zu dan kelompoknya pun sangat terkejut akan serangan Xun Zhi yang sangat mendadak. Dan pria yang di hajar oleh Xun Zhi terpental jauh dan terjatuh ke lantai dasar sampai-sampai mengeluarkan suara keras dari tububnya ynag terhantam ke lantai.


"Ba-bagaimana bisa ada orang yang lolos dari Ilmu Pendeteksi Getaran Gelombang Jiwaku!"

__ADS_1


Ucap Shiu Lun dengan raut wajahnya yang terkejut.


"Hah... itu mudah saja, karena sebelum kalian masuk aku sudah mengetahui kehadiran kalian berlima dan juga kenapa kau tak bisa melacak jiwaku dengan Ilmu Pendeteksi Getaran Gelombang Jiwaku karena aku sudah memasang blokade jiwaku."


Dengan bangga Xun Zhi menjawab perkataan Shiu Lun, perjataan Xun Zhi pun membuat Bun Zu, Shiu Lun dan yang lainnya jengkel. Kemuduan Xin Taohu yang dekat dengan Xun Zhi pun langsung mengambil kapak besar berwarna hitam yang ia taruh di belakang punggungnya dan tanpa segan-segan Xin Taohu mengayunkan kapak besarnya dengan sekuat tenaga.


Namun serangan Xin Taohu dapat dielak mudah oleh Xun Zhi dengan cara menggerakkan sedikit badannya ke samping, sehingga tebasan kapak Xin Taohu pun membuat suara gemuruh karena tebasannya mengenai lantai kayu paviliun dan menghancurkan beberapa lantai kayu dan membuat debu.


Akan tetapi serangan mereka tidak berhenti di situ saja. Bun Zu yang berada di belakang Xin Taohu dengan cekatan menghunus kedua pedangnya yang di taruh di sisi kiri dan kanan pinggangnya dan langsung berlari ke arah Xun Zhi dengan cepat bersamaan dengan menebaskan kedua pedang yang ia arahkan ke arah leher Xun Zhi.


"Tidak akan ku biarkan kau kabur. Ilmu Tembok Kayu!"


Ucap Shiu Lun bersamaan dengan serangan Bun Zu mengeluarkan ilmunya dan tembok yang terbuat dari kayu pun mengelilingi Xun Zhi dan jalan keluarnya hanya tersisa telat di depannya dimana arah Bun Zu menyerang.


Xun Zhi pun dengan cepat mengambil tombak miliknya dan dengan cekatan menangkis serangan kedua pedang Bun Zu sekuat tenaganya hingga Bun Zu terpental kembali ke belakang dekat dengan Xun Zhi. Belum juga berisitirahat dari serangan Bun Zu kepadanya, Xun Zhi sudah di serang kembali oleh Xin Taohu.


"Terima seranganku ini bocah, Ledakan Tombak Api!"


Raut wajahnya yang seram bersamaan dengan ayunan kapak hitam besarnya yang sangat kuat berencana membacok kepala Xun Zhi. Xun Zhi yang sangat panik pun mengeluarkan Ilmu Langkah Cahaya miliknya dan seketika telah berada di belakang Bun Zu dan Shiu Lun dan bacokan Xin Taohu pun menghancurkan lantai kayu paviliun hingga membuat suara dentuman sangat keras dan tak lama lantai kayu paviliun pun runtuh sehingga mereka berempat yang ada di koridor itu pun terjatuh menuju ke lantai dasar bersamaan dengan puing-puing kayu.


Ling Mei dan juga Shuin yang mendengar dentuman keras itupun terbangun karena getarannya yang terasa cukup kuat. Mereka berdua langsung mengambik senjata mereka yang di taruh di ruang penyimpanan mereka dan bergegas keluar kamar melihat situasi yang terjadi.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2