
Xun Zhi terus berlari menjauhi keramaian mencari tempat yang sepi. Semetara itu di belakangnya berpuluh-puluh orang mengejarnya sambil mengacung-ngacungkan senjata milik mereka. Kemudian setiap jalan yang Xun Zhi lewati ada saja musuh yang mencoba membunuhnya, dimulai dari pengguna pedang besar, pengguna kapak, pengguna panah, serta pengguna senjata lainnya.
Hingga tak lama kemudian Xun Zhi berhasil menjauhi keramaian dan ia sekarang sedang di tempat yang besar namun menakutkan, karena di sekelilingnya banyak bangunan kosong serta orang-orang yang memburunya bertambah banyak.
Xun Zhi pun telah di todong oleh 20 para pemanah yang siap melesatkan anak pananhnya menembus tubuh Xun Zhi, serta para pendekar muda, para pendekar tua, pendekar wanita dan pendekar pria ada secara perlahan melangkah mendekati Xun Zhi.
Kemudian para pemanah pun mulai menembakkan anak panah mereka kepada Xun Zhi. Xun Zhi pun menagkis para anak panah itu yang datang ke arahnya dengan permainan tombaknya yang gemilang, tangannya dengan sangat lincah menggerakkan memutar-mutar tombak menangkis semua anak panah yang melesat ke arahnya.
Kemudian para pendekar yang tadinya melangkah pelan menghampiri Xun Zhi secar tiba-tiba mereka berlari debgan cepat dengan teriakan yang yang keras. Satu per satu para pendekar berdatangan menyerang Xun Zhi dengan kelahlian senjata serta ilmu yang dikuasai mereka masing-masing.
Serangan yang pertama menyerangnya adalah sebuah penguguna tombak dan pengguna kapak besar berbarengan menyerang Xun Zhi, tapi serabgan itu dapat dhindari Xun Zhi dengan cepat melompat berdiri di atas kapak besar.
Kemudian Xun Zhi menendang pengguna kapak itu dan merebut tombak dari orang yang menyerangnya. Xun Zhi pun menjadi menggunakan dua senjata tombak. Xun Zhi menyerang serta menahan para pendekar yang menyerang dirinya.
__ADS_1
Ia sangat lincah menggunakan kedua tombak itu menebas-nebas satu per satu organ vital musuhnya. Satu per satu orang yang di serang oleh Xun Zhi jatuh berguguran, tak lama para pendekar itu menjaga jarak dari Xun Zhi dan pemanah pun menembakinya kembali bersamaan dengan beberapa pendekar yang menggunakan Ilmu Hujan Pedang.
20 anak panah serta ribuan pedang melesat menyerang Xun Zhi, Xun Zhi pun mencoba menahannya dengan gerakan tangannya yang memegang dua tombak dengan lincah, akan tetapi beberapa pedang terbangnya tidak berhasil di tangkis oleh Xun Zhi, hingga ia pun terkena sayatan dari pedang yang menembus pertahanannya itu.
Xun Zhi mengerang menahan rasa sakit dari tebasan pedang terbang dan akhirnya serangan pedang itu berhenti.
Lalu tanpa terasa matahari pun mulai tenggelam, namun orang-orang yang mengincar nyawa Xun Zhi pun terus berdatangan. Nafas Xun Zhi mulai terengah-engah karena pertarungan yang dialaminya, keringatnya pun mulai bercucuran dengan deras hingga menetes ke tanah.
Beberapa musuhnya tampak panik akan serangan Ilmu Naga Api Hijau milik Xun Zhi. Orang-orang itu mencoba lari, namun beberapa puluh orang berhasil terkena serangan Xun Zhi.
Namun serangan Xun Zhi tak terhenti disitu saja, Xun Zhi pun mengeluarkan Ilmu Hujan Tombak Api Biru menyerang semua musuh yang tersisa, semua musuh yang melawan telah mati terkena serangan Xun Zhi.
Di sekeliling Xun Zhi tergeletak ratusan orang mati, tubuh Xun Zhi pun di peuhi dengan cipratan darah dari musuh yang ia bunuh, dan bau darah terasa sangat menyengat.
__ADS_1
Xun Zhi bernafas terengah-engah karena terlalu banyak mengeluarkan Qi nya, tubuhnya gemetar dan jantungnya pun berdetak kencang. Xun Zhi pun memegang menancapkan tombaknya dan duduk diatas tanah dengan sebelah kakinya di tekuk dan sebelahnya lagi dilipat.
Ia pun melamun melihat mayat yang berserakan dihadapannya membuat Xun Zhi menjadi murka dan amarahnya meledak-ledak karena tingkah laku tuan besar Xu yang membuat rencana ini. Lalu hujan deras turun secara tiba-tiba dibarengi dengan kilatan halilintar ke arah lain dan menghasilkan suaranya gemuruh kencang.
"Sialan jadi begini yah rencanamu mencoba membunuhku Xu. Awas saja kau tuan besar Xu. Tunggu satu bulan dari sekarang, aku akan menghancurkanmu dan memusnahkan mu dan keluargamu dari muka bumi ini!"
Begitu ucap Xun Zhi. Hujan pun membasahi Xun Zhi serta mayat-mayat di sekelilingnya, darah yang tadinya melekat di wajah serta baju Xun Zhi menjadi cair dan warnanya memudar. Lalu setelah itu Xun Zhi pun bangkit dan memeriksa barang bawaan orang-orang yang telah ia bunuh satu per satu mencari barang-barang yang dapat meningkatkan Ilmunya.
Kemudian beberapa saat kemudian Xun Zhi telah menggeledah mayat-mayat, ia mendapatkan tiga pil bewarna merah untuk peningkat kekuataan, satu pil bewarna putih yaitu pil penyembuh tingkat tinggi serta satu pil berwana hitam yaitu pil peledak jiwa. Dan juga Xun Zhi mendapatkan beberapa tanaman langka serta uang.
Setelah selesai dengan urusannya, Xun Zhi pun pergi mencari gua terdekat disana untuk berisitirahat dan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1