
Xun Zhi yang sore itu berjalan dengan kedua juniornya yaitu Tian Zhu serta Li Zun menuju ke ruang makan karena rasa lapar mereka sudah mulai terasa. Namun saat Xun Zhi, Li Zun serta Tian Zhu akan masuk, secara kebetulan bertemu dengan Xu Yulan dan kedua anak buah yang selalu melekat mengikutinya.
Lalu keenamnya terdiam disana dan saling bertatapan untuk beberapa detik. Lalu tak lama Xu Yulan berkata.
"Selamat yah untukmu lulus ke ujian keduanya. Akan tetapi kau pasti tidak akan lulus di babak kedua besok anak miskin."
Xu Yulan dengan sombongnya berkata begitu di hadapan Xun Zhi dengan raut muka yang rese.
"Ohh maaf siapakah saudara ini?"
Begitu kata Xun Zhi yang membalas ledekan Xu Yulan.
Muka Xu Yulan langsung memasang raut wajah yang kesal, akan tetapi ia menahan rasa kesal itu dan berjalan sambil menabrak Xun Zhi dan kedua juniornya yang berada di sampingnya. Lalu berkata.
"Sialan kau Xun Zhi, tunggu saja kehancuranmu."
Xu Yulan berjalan dengan rasa kesal sampai-sampai menabrak para murid lain yang menghalangi jalannya. Kedua anak buahnya pun mengikutinya dari belakang tanpa berkata apa-apa.
Xun Zhi merasa puas melihat wajah kesal Xu Yulan. Kemudian Xun Zhi dan kedua juniornya pun tertawa.
"Yasudah kalau begitu kita masuk saja kedalam Li Zun, Tian Zhu. Aku sudah lapar soalnya."
"Ayo senior lanjutkan, sama kamu pun sudah lapar."
Suasana di dalam terlihat ramai oleh para murid luar serta murid dasar. Lalu Ketiganya berjalan menuju meja tempat mengambil makanan dan mengantri disana untuk mengambil makanan mereka masing-masing.
Menu makan sore kali itu adalah tumis sayur, ikan goreng, dan tak lupa semangkuk nasi panas. Setelah Xun Zhi, Tian Zhu dan Li Zun telah mendapatkan makanan mereka masing-masing. Mereka bertiga duduk di meja makan yang panjang di tengah-tengah ruangan.
Xun Zhi makan dengan perlahan dan tak menyadari bahwa di sebranganya ada seorang pria bertampang tampan, bermata sipit, dengan rambut di kuncir kuda pendek dan memakai kaus pendekar dengan kelek terbuka berwarna hitam yang sama-sama lagi makan.
"Hmm permisi kamu kan yang namanya Xun Zhi?"
Xun Zhi menghentikan suapan nasinya dan berkata.
"Benar, ada apa yah? Dan siapakah kamu?!"
"Ahh tidak ada apa-apa, perkenalkan namaku Cao Pian. Tadi saat aku melihatmu di ujian siang, Aku kagum akan pancaran auramu yang berwarna putih murni."
"Ahh terima kasih atas pujiannya."
Lalu Xun Zhi mengingat-ingat nama Cao Pian saat ujian tadi dan tak lama mulai teringat.
"Cao Pian, Cao Pian, rasanya aku tidak asing dengan nama itu?!"
"Dasar bodoh, apakah kau tidak ingat, dia adala peserta mengikuti ujian pertama tadi sebelum kau , apa karena umurmu yang sudah tua jadi tak bisa mengingatnya. Dasar dewa bodoh."
__ADS_1
Begitu jawab Long Hei'an kepada Xun Zhi. Xun Zhi menjadi merasa kesal akan ucapan Long Hei'an dan berkata.
"Jangan panggil aku bodoh. Kau pikir aku tidak ingat hahhh sialan..."
"Siapa yang kau maksud bodoh sialan. Aku bukan maksudmu?!"
"Gawat aku terlalu keras bicara, bagaimana ini cara aku mengelak perkataan tadi."
Begitu kata hati Xun Zhi berkata sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Ahh dasar kau ini dewa bodoh."
"Berisik. Siapa juga yang kau sebut bodoh?! Ini semua salahmu kadal gosong!"
"HEYY SIAPA YANG KAU PANGGIL KADAL GOSONG ITU!?"
"Sudahlah bagaimana caranya ini agar tak salah paham."
Begitulah ucap keduanya saling bertengkar di dalam pikiran Xun Zhi. Kemudian dalam hati Xun Zhi tak tenang akan perkataannya barusan, dan berpikir dengan keras sambil melirik-lirikkan matanya melihat disekitarnya.
"Ti-tidak, bu-bukan-bukan kamu yang bo-bodoh itu, ta-tapi maksudku yang bodoh itu a-adalahhh di-..,"
~Brakkkkkkk~
Dan para murid yang berada disitu pun langsung melihat ke arah Xun Zhi dengan tatapan tajam, dan terdiam untuk beberapa detik.
"Yang ku maksud bodoh dia, ini dia si lalat sialan ini nih, hehehe..."
Dengan tawanya yang canggung ia berkata begitu, kedua juniornya pun tertunduk malu akan tingkah laku seniornya yang bertingkah konyol itu dan berkata dengan suara pelan.
"Kakak senior kamu membuat kami malu akan tingkah lakumu itu, lihat semuanya menatap ke arah kita."
"Diam kau Li Zun. Maaf yah semuanya aku minta maaf telah menggangu."
Begitu kata Xun Zhi yang berdiri dari kursinya sambil terus membungkukkan badannya meminta maaf kepada murid-murid yang berada di sekelilingnya.
Setelah itu ia pun duduk kembali dan menghela napas panjang nan berat.
"Hahaha dasar kau ini Xun Zhi, entah kau itu unik atau bodoh hahaha..."
"Sudah jangan di bahas lagi Long Hei'an."
"Ehhh ternyata kau orangnya cukup lucu juga Xun Zhi. Baiklah kalau perkenalkan sekali lagi aku Cao Pian, salam kenal Xun Zhi."
Begitu ucap Cao Pian sambil mengulurkan tangannya mengajak Xun Zhi bersalaman. Xun Zhi dengan wajah bingung mendengar ucapa Cao Pian dan tanpa pikir panjang ia menggenggam tangan Cao Pian dan berkata.
__ADS_1
"Baiklah salam kenal."
"Yasudah kalau begitu aku permisi duluan teman."
"Ya silahkan."
Cao Pian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.
"Ehh kakak senior ternyata kau hebat juga bisa berteman dengan Cao Pian."
Ucap Tian Zhu yang berada di samping kiri Xun Zhi dan sudah menghabiskan makanannya.
"Memang dia terkenal yah Tian Zhu?"
"Yahh dia terkenal di tempatku karena aku adalah juniornya di tempat Master Bai Laohu. Walaupun dia bersikap kalem begitu, tapi kekuatannya hampir setara dengan anda senior!"
Tian Zhu berbicara dengan antusias kepada Xun Zhi sambil berdiri memegang mangkuknya.
"Begitu yah, lalu sekarang kamu mau kemana?"
Xun Zhi heran akan Tian Zhu yang berdiri.
"Ahhahaha sebenarnya aku ingin nambah lagi makananku, karena porsi tadi tak membuatku kenyang."
"Hahhh kau ini...!"
Xun Zhi menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya karena tingkah laku Tian Zhu.
"Ini demi otot-otot ku yang besar ini senior."
"Ya, ya, terserah kau saja."
Kemudian tiba-tiba ada seorang murid datang menghampiri Xun Zhi dan berkata.
"Permisi senior Xun Zhi, Master Shen Long menunggumu di depan teras asrama, senior dipanggil kesana sekarang."
"Baiklah kalau begitu, terima kasih."
Kemudian murid yang berbicara kepadanya pun pergi.
"Yasudah kalau begitu aku tinggal dulu kalian yah."
Xun Zhi berbicara kepada kedua seniornya. Mereka pun mengangguk menandakan iya. Dan kemudian Xun Zhi pun berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke tempat Master Shen Long berada.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1