
"Uwah!! Serangan itu cukup kuat juga ternyata."
Xun Zhi terkejut akan serangan tebasan Do yang menebas batu sangat besar menjadi terbelah dua serta tanah yang membuat celah cukup besar dan dalam.
"Akan tetapi sayang sekali yah seranganmu itu tak dapat mengenaiku." Begitu ucap Xun Zhi dengan senyuman wajah mengejek.
Mendengar ucapan itu, seketika membuat Do nampak marah teelihat dari raut wajahnya.
"Brengsek kau! Berani sekali kau mengolok-ngolokku. Rasakan seranganku selanjutnya, Tebasan Dewa Kematian!"
Teriakan Do sangat menggema dibarengi dengan tebasan pedangnya yang berwarna ungu gelap serta dilapisi petir mengarah ke kepala Xun Zhi.
Xun Zhi yang sudah melapisi tangan kirinya dengan Qi api darah pun menangkap, menghentikan serangan Do yang mengarah ke kepalanya sampai-sampai pergelangan kaki Xun Zhi tenggelam ke tanah.
Do yang serangannya berhasil ditahan dengan tanan kosong pun sangatlah terkejut, kwmudian dalam hatinya Do berkata, "Bagaimana dia bisa menahan salah satu ilmu terkuatku! Atau jangan-jangan orang ini lebih hebat dariku?!"
"Jadi bagaiamana? Apakah kau ingin lanjut bertarung denganku?" Ucap Xun Zhi dengan nada suara mencekam sambil memancarkan aura membunuhnya serta setengah kekuatan Qi miliknya.
Melihat aura Xun Zhi seperti itu, Do secara repleks melompat kebelakang menjaga jaraknya dengan Xun Zhi.
Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori sekujur tubuhnya.
"Ternyata benar dia lebih kuat dariku. Namun ini adalah ujian yang sangat bagus. Jika ku berhasil mengalahkannya, aku bisa menyerap kekuatannya dan aku pasti menjadi bertambah kuat, bahkan mungkin aku dapat mengalahkan pak tua kepala sekte Shan Shu, hahaha...." Dalam batinya Do berkata seperti itu.
Lalu Do menancapkan pedang miliknya ke tanah dan merogok kantung bajunya, mengambil pil bersinar terang berwarna kuning keemasan yaitu pil penambah kekuatan tingkat 9.
Xun Zhi yang melihat Do mengambil pil penambah kekuatan tingkat 9 langsung melaju dengan cepat mendekati Do bersamaan dengan batinya berkata, "Bisa merepotkan jika dia memakan pil itu, aku harua aegera mencegahnya!"
Akan tetapi sesaat Xun Zhi akan berhadil meraih pergelangan tangan Do, pil itu keburu masuk ke dalam mulut Do dan seketika Do menelan pil penambah kekuatan tingkat 9.
Setelah menkonsumsi pil penambah kekuatan tingkat 9, seketika aura Qi dari dalam tubuhnya meledak hebat keluar dari tubuhnya bersamaan dengan angin panah berhembus kencang.
Lalu mata milik Do mulai memerah, urat-urat di sekujur tubuhnya yang kekar muncul urat-urat otonya.
__ADS_1
"Haaaaaa!!" Teriakkan Do begitu menggelegar bagaikan suara pesawat jet tempur.
Xun Zhi yang berada dekat Do terpaksa terseret mundur sekitat setengah meter dari tempat ia berdiri sebelumnya akibat gelombang tekanan angin yang dikeluarkan Do.
"Baiklah tuan muda yang kuat, mari kita mulai kembali pertarungan kita!"
"Hee ternyata nyalimu besar juga yah, walaupun tadibkau sudah nampak ketakutan melihat aura Qi milikku!" Dengan tegas Xun Zhi berkata seperti itu.
Kemudian keduanya memasang kuda-kuda bertarung bersamaan dengan senyuman senang dari raut wajah mereka berdua.
Dan Do memulai bergerak menyerang dengan sangat cepat seperti cahaya petir tiba-tiba sudah berada di samping Xun Zhi, setelah itu Do menayunkan pedangnya bersamaan dengan palu besarnya menyamping ke arah tangan kanan Xun Zhi.
Xun Zhi yang sudah siap sedia, menangkap, menahan serangan kedua senjata yang diayunkan Do kearahnya dengan tanganya yang sudah dilapisi Api Darah di tangan kirinya dan Api Hitam di tangan kanannya.
Setelah itu, Xun Zhi dengan cepat melayangkan tendangan tinggi ke arah pelipis Do, sampai-sampai Do menjadi sempoyongan akibat terkena serangan dari Xun Zhi.
Namun serangan Xun Zhi tak selesai disitu saja. Xun Zhi kemudian melepaskan pegangan dari kedua senjata Do.
"Jurus Pukulan Api Dua Naga!" Tegas Xun Zhi menyebutkan nama Jurus miliknya bersamaan dengan melayangkan pukulan tangan kanannya sangat keras ke ulu hati Do.
Do pun berdiri kembali beramaan dengan meneriaki nama Ilmu yang akan dipakainya, "Hukuman Petir Keabadian!!"
Petir besar dengan cahaya berwarna ungu pekat menyambar telak mengenai Xun Zhi yang muncul secara tiba-tiba dari atas awan di cuacanya cerah, sehingga Xun Zhi pun berhasil mendapatkan luka ringan di tubuhnya serta jubah yang ia kenakan pun hancur lebur tak tersisa.
Xun Zhi setelah terkena serangan dari Do, tersenyum senang dan berkata, "Ternyata kekuatanmu cukup layak juga untuk memanaskan tubuhku ini yang sudah lama tidak bertarung!"
Setelah itu api hitam dan api darah menyelimuti luka yang di derita oleh tubuh Xun Zhi. Dan selang dalam beberapa detik, api yang menyelimuti luka Xun Zhi menghilang dan Tapak luka Xun Zhi pun ikut menghilang bisa dibilang luka yang di derita Xun Zhi telah sembuh kembali.
Lalu Xun Zhi dan Do maju bersamaan dan mulai saling serang dengan ilmu dan jurus yang meleka miliki. Suara gemuruh dan area sekeliling mereka yang tak dapat menahan pertarungan dari mereka pun hancur.
Lantas disisi lain di sebelah selatan, orang-orang yang mendengar suara gemuruh dari pertarungan mereka pun terhenti dan melihat kearah tempat pertarungan mereka.
"Hey suara apa itu?"ucap salah seorang pria yang berada di kelompok Ling Er.
__ADS_1
"Akupun tak tahu. Namun sekiraku mungkin itu suara gemuruh yang sedang bertarung senior," Jawab Ling Er seperti itu.
"Yasudah lebih baik kita mendekati ke area pertarungan itu. Siapa tahu saja disana mereka sedang memperebutkan hanta yang sangat berharga," kata seniornya Ling Er.
"Yasudah kalau begitu."
Kemudian kelompok Sekte Tian Zhu yang beranggotakan 10 orang termasuk Ling Er pun bergegas berlari mendekati area pertarungan antara Xun Zhi dan Do.
Kemudian disisi barat, ada Wei Chan, Cao Pian serta Zuan Zaogui yang mendadak berhenti, karena mendengar susra gemuruh keributan pertarungan Xun Zhi dan Do.
Wajah mereka bertiga terlihat sangat cemas dan Zuan Zaogui pun berkata, "Wei Chan, Cao Pian. Kenapa ada suara gemurih besar di tempat yang kita lewati tadi?"
"Iya benar itu senior, aku cemas bagaimana jika yang bertarung iti adalah teman-teman kita,"
Ucap Wei Chan seperti itu.
"Yasudah kalau begitu, lebih baik kita kembali saja kesana untuk memastikannya, Wei Chan, Cao Pian."
"Baik." Wei Chan dan Cao Pian berkata serentak.
Setelah itu mereka bertiga bergerak kembali menuju ke tempat pertarungan Xun Zhi.
Di sisi utara kelompok sekte Shan Shu yang jumlahnya sudah mulai sedikit akibat orang-orang dikalahlan dan dihabisi oleh Xun Zhi pin bergerak juga menuju ke tempat pertarungan Xun Zhi dan Do juga.
Tak lama berselang ketiga kelompok sudah sampai di tempat dimana Xun Zhi dan Do bertarung. Semua orang yang mendekat ke tempat pertarungan sangat terkejut, karena tempat iti sudah porak-poranda bagaikan dan bersih bagaikan terkena suati ledakan besar dan yang terlihat hanya Do yang berdiri dengan tubuhnya penuh luka serta darah yang bercucuran dari kepala serta tangannya.
"Baiklah untuk persembahan terakhirku padamu karena kau menjadi lawan yang cukup tangguh. Aku akan mengeluarkan salah satu Ilmu pamungkasku!"
Xun Zhi yang terbang ditas awan dengan nada yang mencekam berkata seperti itu. Lalu Xun Zhi meregangkan tangan kananya kedepan dan api darah, api hitam, api biru, api hijau serta api merah pun berkumpul di telapak tangannya membentuk sebuah teratai lima warna berukuran sebesar buku.
"Rasakanlah serangan ini, Ilmu Teratai Lima Warna Pelebur."
Xun Zhi melempar teratai itu ke arah Do. Do yang sudah terluka sangat parah tak bisa menggerakkan sama sekali badannya pun terkena teratai milik Xun Zhi.
__ADS_1
Do yang tak bisa menahan serangan Xun Zhi hancur seketika tanpa menyisakan abu sedikitpun bersamaan dengan munculnya ledakan besar lima bentuk api yang memutar berbentuk setengah lingkaran dengan jarak radius ledakan kurang lebih dua kilometer.
(BERSAMBUNG)