KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 81


__ADS_3

"Macan Hitam? Memangnya siapa dia nona Shuin bisa membuat kau gemetar begini?"


Bisik Xun Zhi kepada Shuin yang berada di dekapannya. Shuin pun memegang kencang baju Xun Zhi tanpa menjawab perkataan Xun Zhi.


Xun Zhi pun menatap tajam kearah orang tua yang tak jauh didepannya dan berkata.


"Hei kau siapa kau sebenarnya?"


"Aku! Jika kau ingin tau aku kauboleh tanya kepada wanita yang ada di dekapanmu itu benarkan adik Shuin ku tercinta."


Jawabnya dengan bergaya dan bernada sombong kepada Xun Zhi sambil menatap Shuin dengan sangat tajam.


Adik? maksudnya adik itu apa


Dalam hati Xun Zhi berkata begitu, namun Xun Zhi terus menatap tajam mengawasi orang tua yang disebut Macan Hitam oleh Shuin. Lalu orang tua itu menyuruh lima orang yang berada di belakangnya menyerah Xun Zhi dengan Shuin.


Kelima orang berpakaian hitam itu maju dengan cepat menyerang sambil mengunuskan pedang mereka dan mulai menebaskan pedang mereka, Xun Zhi pun seketika mengambil tombak yang ada di belakang punggungnya dengan tangan kirinya dan menangkisnya sambil mendekap Shuin.


"Nona Shuin lebih baik kamu menghunuskan pedangmu dan lawan mereka."


Ucap Xun Zhi yang semakin kewalahan menahan serangan lima orang yang menyerangnya dengan niat membunuh. Akan tetapi Shuin sangat ketakutan dan tak bisa bergerak atau berkata apa-apa. Karena Xun Zhi semakin sangat kewalahan akan serangan kelima orang berbaju serba hitam kearahnya, Xun Zhi pun melepaskan dekapannya dari Shuin dan mendorongnya ke belak9ang badanya.


"Kau hanya menjadi beban sekarang nona Shuin!"


Ucapnya sambil dengan nada yang menyinggung Shuin agar ia merasa tersinggung dan membantunya. Namun Shuin tetap saja gemetar dan tak bisa bergerak sama sekali.


"Cih tidak mempan juga kata-kataku yah. Mau bagaimana lagi. Rasakan ini Ilmu Ledakan Api Biru."


Api biru pun keluar dari sekujur tubuh Xun Zhi menciptakan ledakan dan menghempaskan jauh lima orang yang menyerangnya. Macan Hitam tersenyum melihat Ilmu yanga di keluarkan ileh Xun Zhi dan berkata.


"Ehh jadi kau pengguna elemen api yah dan juga kamu pasti lumayan hebat bisa memakai api biru."


"Apa katamu orang tua. Ini hanya ilmu kecil bagiku dan aku belum mengeluarkan seperempat kekuatanku!"

__ADS_1


Jawab Xun Zhi dengan sikap sombong pula. Lalu Macan Hitam pun tertawa mendengar ucapan Xun Zhi, lalu mengangkatkan tanganya. Dan muunculah berpuluh-puluh orang mengelilingi Xun Zhi dengan senjata yang berbeda-beda.


Xun Zhi pun tersenyum akan hal ini dan berkata.


"Sudah lama aku tak terkena situasi seperti ini, baiklah akan mencoba sedikit serius melawan kalian semua!"


Senyumnya Xun Zhi semakin lebar, tak lama tombak Xun Zhi pun dilapisi Qi api hijau, sementara musuh yang mengelilingi Xun Zhi pun tak mau kalah mereka pun melapisi senjata mereka dengan Qi mereka.


Xun Zhi langsung menyerang pertama kali kepada pengguna tongkat yang ada di hadapannya, pengguna tongkat itu menahan tebasan Xun Zhi yang menyamping dengan tongkatnya namun tongkatnya tak bisa menahan serangan Xun Zhi yang berat hingga tongkanya menjadi patah dan tubuhnya pun tertebas sangat dalam sampai-sampai membuat luka bakar pada tubuh pengguna tongkat itu dan mati seketika.


Lalu Xun Zhi melompat keatas dengan sangat tinggi dan mengeluarkan Ilmu Api Biru Phoenix. Api biru berbentuk burung phoenix pun berhasil membunuh beberapa musuh yang menyerang Xun Zhi hingga orang yang tesisa pun tinggal tiga per empatnya lagi.


Melihat itu Xun Zhi pun menggabungkan Jurus Tebasan Membelah Bumi dengan Ilmu Langkah Cahaya nya dan menebas satu per satu musuhnya hingga tersisa seperempat musuh. Orang suruhan Macah Hitam pun menjadi ketakutan karena melihat mayat kawannya sendiri yang tegetak tepisan dengan kepalanya, dengan tubuhnya serta tubuh mereka terbelah dua.


Orang suruhan Macah Hitam pun lari terkencing-kencing hingga disana menyisakan mereka bertiga yaitu, Shuin yang masih gemetar berpindah ke balik pahin yang jaraknya agak jau dari pertarungan. Lalu Xun Zhi dan Macan Hitam yang saling berhadapan.


"Hee... ternyata kau lebih dari dugaanku bocah, tapi apakah kau yakin bisa menghadapiku yang Kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal hahaha..."


Ucap Macan Hitam sambil mnegeluarkan Aura Qi bewarna hitam di sekeliling tubuhnya dan menjulang tinggi. Xun Zhi pun tersenyum lebar dan berkata.


Xun Zhi pun mengeluarkan Aura Qi berwarna putih terang sekitar tubuhnya dan sama menjulang tingginya dengan Macan Hitam.


"Baiklah sekarang kau boleh menyerangku kapan saja bocah!"


Dengan sikapnya yang sombong Xun Zhi berkata begitu kepada Macan Hitam, Macan Hitam pun marah karena disebut bocah oleh seorang bocah, ia pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan muncullah ribuan bola hitam diatas kepalanya.


"Terima ilmuku ini bocah Seribu Bola Kematian!"


Dengan Suara lantangnya bola-bola hitam itupun langsuung meluncur kearah Xun Zhi. Namun Xun Zhi tampak tenang dan meregangkan tangannya ke arah ribuan bola yang mengarahnya.


"Cahaya Ilahi."


Cahaya terang keluar secara tiba-tiba dari telapak tangan Xun Zhi dan semakin lama cahaya itu semakin besar dan melenyapkan bola hitam milik Macah Hitam. Macan Hitam pun menjadi tambah kesal.

__ADS_1


Ia melayang keraha Xun Zhi dengan cepat dan melapisi tangannya dengan Aura Qi hitam miliknya untuk memukul kepala Xun Zhi dari atas. Namun Xun Zhi menggeserkan badannya sedikit dan pukulan Macan Hitam pun meleset dan akhirnya malah memukul tanah.


Tanah yang dipukul oleh Macan Hitam pun bergemuruh membuat retakan besar dan lubang yang cukup dalam, namun Xun Zhi yang menghindari seranganya bisa melayang di udara juga.


Macan Hitam bertambah murka, ia membuat Aura Qi hitamnya membentuk cakar di kedua tangannya dan meluncur di udara dengan lebih cepat menyerang Xun Zhi.


Namun tetap saja dengan serangan cakaran lebih cepatnyacm Macan Hitam bisa dihindari dengan mudah oleh Xun Zhi. Walaupun cakaran tangannya seperti angin yang berhembuus kencang.


Lalu Xun Zhi menangkap sebelah tangan Macan Hitam memelintikanya kebelakang dan setelah itu Xuun Zhi mengunci tubuhnya dengan Ilmu Rantai Cahaya dan rantai cahaya pun muncul secara tiba-tiba dan mengikat tangan, kaki, serta badan Macan Hitam.


"Jadi apakah kau tau bagaiamana seorang dewa bertarung?"


Xun Zhi melontarkan pertanyaan itu kepada Macan Hitam sambil memegang dagu Macan Hitam.


"Hahaha dewa aku tidak tau bagaimana dewa berperang, kenapa kau tanyakan itu padaku tanyakan saja kepada HEI AN sang dewa kegelapan hahaha..."


"Heee... jadi kau mengenal HEI AN kah. Berati kau mengenali musuhnya juga kah Macan Hitam!"


Perasaan Xun Zhi pun menjadi jelek karena mendengar nama yang paling ia benci yaitu Kata HEI AN. Xun Zhi pun menginjak wajah Macan Hitam dan disurunya menjawab perkataanya barusan.


"Tentu saja aku tahu, musuhnya adalah Dewa Perang yang bernama ZHI GUANG yang sudah mati dibunuh olehnya kan hahaha..."


"Siapa bilang Dewa Perang ZHI GUANG mati! Dia sekarang ada di hadapanmu apa kau paham!"


"Hahahaha... kau jngan bermimpi di siang bolong, dewa perang telah mati bertahun-tahun lamanya hahaha. Lagipula dewa perang memiliki tombak cahaya yang sangat dasyat hingga satu sentuhan kecil tombaknya bisa membuat pendekar Kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal mati seketika!"


"Heee... begitukah. Kalau boleh tau disuruh siapa kau membunuhku serta nona Shuin?"


"Aku tidak akan mengatakannya, lebih baik aku mati hahaha."


"Ahh jadi hanya mati yah pilihanmu dari pada menyebutkan tuanmu, Ilmu Cahaya Pembasmi Kegelapan."


Tangan kanan Xun Zhi pun dilapisi cahaya putih terang menyerupai mata pisau, kemudian Xun Zhi mengayunkan tangan kanannya ke arah leher Macan Hitam dan Macan Hitam mati seketika dengan luka dilehenya yang sangat dalam.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2