KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 68


__ADS_3

Malam pun tiba. Xun Zhi mulai merencanakan penyusupannya untuk masuk ke dalam kediaman keluarga besar Xu. Posisi dia saat ini sedang berada agak jauh jaraknya dari bagian belakang bangunan kediaman keluarga besar Xu dan sedang bersembunyi di hutan di balik salah satu pohon yang daunnya rimbun dan besar.


Terliha ada 5 penjaga, empat orangnya berjaga di bawah di dekat pintu serta 1 orang berjaga diatas tembok berdiri tegap seperti pemimpin pasukan penjaga. Prajurit penjaga gerbang itu sekarang tampak lebih hebat tak seperti waktu sore tadi. Mereka semua memakai peralatan zirah mewah serta pedang yang menggantung di samping kanan pinggang mereka. Mereka menjaga pintu bewarna emas itu dengan wajah yang serius, namun kekuatan mereka belum sebanding dengan Xun Zhi.


Wajah mereka pun tertampak karena cahaya yang di terangi oleh beberapa obor yang berdiri tegak menyala di samping kiri dan kanan para prajurit penjaga itu. Dan tak lama kemudian datanglah seorang berpakaian tertutup bewarna hitam dari bentuk tubuhnya seperti seorang pria datang menghampiri penjaga itu.


Pria itu menghampiri penjaga sambil menunjukan token bewarna emas naga. Setelah melihat token itu para penjaga pun membungkuk memberi hormat dan membuka 'kan pintu emas itu membiarkan masuk orang itu.


"Sial aku penasaran dengan orang itu siapa yah? Namun bagaimana aku bisa masuk ke dalam sana yah."


Ujar Xun Zhi yang berbicara sendiri dengan suara sangat pelan. Tak lama ada orang datang kembali. Kali ini orang yang datang seorang pria kira-kira berumur 40 tahunan, berpakaian mewah berwarna kuning emas dengan dikawal beberapa pengawal di samping kiri dan kanannya.


Para penjaga pun tertuduk membungkuk 'kan badan dan membukakan pintunya kepada pria itu. Pria itu pun dengan sombongnya melangkah kedalam dan mengabaikan salam dari para penjaga kediaman keluarga besar Xu.


"Sial ini membuatku makin penasaran saja!"


begitu ucap Xun Zhi yang bergumam sendiri dan tak sengaja ia pun memukul batang pohon yang berada di sampingnya.


~bug, srek~


Suara dari batang dan daun yang dipukul oleh Xun Zhi. Mendengar suara itu para penjaga pun bereaksi dengan sigap dan seperti orang panik. Kemudian salah satu prajurit yang sedang diam di atas tembok itu berkata.


"Hei kau coba lihat apa itu yang menghasilkan suara tadi!"


Ucapnya dengan tegas kepada prajurit yang berada di bawahnya yang berdiri di dekat pintu emas itu. Tak lama dua prajurit datang menghampiri pohon yang di tempati oleh Xun Zhi dengan memegang sebuah obor.


Xun Zhi menjadi agak panik dan dalam hatinya berkata.


Cih bagaimana ini! Jika ketahuan semua ini akan menjadi rencana yang gagal.


"Lebih baik kau turun saja dan buat jarum api hitam dari api hitam milikku untuk melumpuhkan mereka."


Ucap Long Hei'an menjawab perkataan kata hatinya Xun Zhi.

__ADS_1


Xun Zhi pun langsung melompat dengan hening tanpa adanya suara serta goyangan dari batang pohon yang ia pijak menuju ke bawah dan bersembunyi di semak-semak, sebelum prajurit penjaga itu hampir mendekat.


"Fyuuh... untuk saja aku keburu pindah ..."


Ujarnya sendiri dengan pelan. Tak lama kedua penjaga itu telah sampai di depan pohon yang dipakai Xun Zhi bersembunyi barusan. Keduanya mendangah ke atas pohon sambil mengacungkan sebuah obor yang menyala yang salah satu prajurit penjaga itu. Setelah itu mereka berdua memeriksa sekitar pohon-pohon lain, namun mereka tidak menemukan apa-apa, walaupun Xun Zhi sebenarnya bersembunyi tepat di balik semak-semak yang tak jauh depan mereka berdua


"Tidak ada apa-apa pun disini,"


"Huuh tidak ada apapun,"


Kedua penjaga itu berkata begitu. Tak lama orang yang memerintah mereka berdua pun berteriak.


"Heii... kalian bagaimana ada apa disana?!"


Lalu salah satu prajurit pun menjawab dengan teriakan juga.


"Tidak ada apa-apa disini!"


"Mungkin tadi hanya suara musang yang tabrakan kali dengan pohon ini hahaha!"


Prajurit penjaga yang berada di samping prajurit penjaga itu pun tertawa kecil mendengar perkataan temannya itu.


Cihh mereka berdua itu malah mengobrol, sialan orang-orang itu! Dan juga kenapa harus dua orang yang kesini, rencana ku jadi berantakan inimah agar bisa masuk ke dalam kediaman keluarga besar Xu.


"Sabar saja dulu Xun Zhi, pasti ada kesempatan sebentar lagi juga."


Kemudian prajurit penjaga yang membawa obor pun maju pertama kali dan menjarak beberapa langkah dari penjaga lainnya.


Xun Zhi yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung membuat jarum api hitam yang sangat kecil seukuran helai rambut, kemudian ia keluar dari semak-semak itu secara perlahan tanpa menimbulkan suara. Lalu ia mulai mendekat dengan penjaga yang tertinggal itu.


Setelah tepat di belakangnya, Xun Zhi dengan cepat mereangkul membekam mulut prajurit penjaga itu menggunakan tangan kirinya. Lalu menusukan jarum api hitam nya ke yang ia pegang di tangan kanannya ke arah urat syaraf yang ada di lehernya dan penjaga itu tak sadarkan diri seketika.


Setelah itu Xun Zhi menarik tubuh orang itu kedalam semak-semak kembali dan melucutkan pakaiannya lalu mengganti pakaiannya dengan prajurit itu.

__ADS_1


"Hei mau sampai kapan kau diam disitu!"


Ucap prajurit penjaga yang memegang obor tanpa berbalik melihat temanya yang sudah tak sadarkan diri itu.


Karena tidak ada jawaban dari kawannya, ia pun membalikan badannya kearah belakang melihat temannya itu. Namun secara cepat Xun Zhi membekam mulut prajurit penjaga yang memegang obor itu dan memutar kepalanya hingga ia mati seketika dengan kepala membalik ke belakang.


"Haa... merepotkan saja ini. Tau begini mending aku menyusup langsung sambil menghabisi mereka semua."


Dengan wajah yang lesu ia berkata begitu.


"HEY APAKAH KALAIN BELUM KEMBALI! CEPAT KESINI DAN JAGA KEMBALI!"


ucap pemimpin prajurit penjaga yang berada di atas tembok. Kemudian Xun Zhi memegang obornya dan berjalan keluar dari sana sambil menundukkan kepalanya.


Tak lama Xun Zhi keluar dari hutan dan orang yang di atas tembok itu pun berteriak kembali.


"Kau ini kenapa lama sekali! Dan juga dimana temanmu?"


Xun Zhi tak menjawab pernyataannya, setelah itu Xun Zhi langsung berlari dan melompat dengan tinggi mengarah ke orang yang berbicara itu.


Pemimpin prajurit penjaga itu terkejut melihat Xun Zhi melompat ke arahnya dan berkata gagap.


"PE-PENYUS-"


Belum pemimpin prajurit penjaga itu membereskan perkataannya, mulutnya pun telah tertusuk oleh obor yang di pegang oleh Xun Zhi. Kedua prajuritpenjaga yang berada di bawah pun sama terkejutnya dan terdiam mendangah ke arah Xun Zhi.


Xun Zhi Melihat ada kesempatan, ia langsung melompat sambil mengeluarkan Ilmu Hujan Tombak Api Biru. Kedua orang yang dibawahnya langsung terkena Ilmu Hujan Tombak Api Biru mati seketika tanpa adanya teriakan. Xuun Zhi mendarat dengan sempurna di atas tana di depan pintu emas.


"Fyuuh akhirnya aku bisa menyingkirkan mereka semua. Baiklah kita lihat sekarang ada apa sih di balik pintu ini."


Xun Zhi langsung melangkah masuk dengan berjalan santai melewati pintu emas.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2