KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 83


__ADS_3

Ke'esokan harinya lagi Xun Zhi dengan Shuin melanjutkan kembali perjalanan mereka berdua menuju ke kerajaan Daun Emas. Jika di perkirakan jarak mereka untuk sampai ke kerajaan Daun Emas sekitar satu setengah hari lagi karena akibat gangguan dari para pemburu pendekar serta para anak buah dari Raja Ba Rong.


Mereka seperti hari kemarin masih saja berlari melewati hutan untuk menuju ke kerajaan Daun Emas. Baru saja beberapa jam Xun Zhi dan Shuin berlari, mereka berdua dikejutkan oleh se'ekor beruang cokelat yang tingginya sekitar 2 meter 50 sentimeter sedang berendam di sungai mencari ikan untuknya bertahan hidup.


Xun Zhi dan Shuin tidak tahu bahwa itu adalah beruang biasa. Namun saat mereka melewatinya, beruang itu tiba-tiba melompat dengan sangat tinggi dan berhasil mencakar lengan kiri Xun Zhi sampai cakarnya membuat Xun Zhi mengalami luka yang cukup dalam.


Xun Zhi terjatuh sangat keras ke tanah, sementara Shuin pun yang mencoba membantu Xun Zhi tidak keburu dikarenakan sang beruang setelah menyerang Xun Zhi dengan sangat cepat menyerang kembali ke arah Shuin.


Shuin menghunus pedangnya menahan cakar-cakar beruang yang akan mencakar wajah cantiknya. Namun karena serangannya berhasil di tahan oleh pedang milik Shuin, beruang cokelat itupuun mengaum dengan sangat keras bertanda ia sangat marah.


Tanpa berpikir beruang cokelat di depan Shuin berlari berencana menyerang Shuin kembali. Akan tetapi Shuin telah siap dengan pedangnya dan dengan cepat menebas menyamping ke beruang cokelat di depannya hingga Shuin membelahnya menjadi dua.


Setelah mengalahkan beruang cokelat Shuin bergegas menuju ke arah Xun Zhi untuk menolongnya. Darah segar yang mengalir dari luka di tangan kirinya Xun Zhi pun mengalir deras. Xun Zhi mencoba mengalirkan Qi miliknya ke arah tangannya yang robek mencoba menyembuhkan lukanya sendiri.


"Cih... sialan aku malah terlukaq oleh beruang cokelat yang bukan hewan beast."


Xun Zhi merasa kesal sekaligus malu karena bisa terluka oleh beruang cokelat biasa. Kemudian Shuin mengambil kain serta air di dalam kantung penyimpanan untuk membasuh luka Xun Zhi dan membalut lukanya.


Namun perlahan luka Xun Zhi sembuh dengan kekuatannya sendiri, Shuin menammpakkan muka masam ke Xun Zhi karena Xun Zhi yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri.


"Padahal aku ingin menolongmu bocah. Tapi ternyata kau bisa sendiri yah!"


Begitu ucap Shuin dengan nada suaranya yang merajuk. Xun Zhi yang mendengarnya merasa bingung karena tingkahnya Shuin.


"Maaf. Tapi aku bisa sendiri Shuin. Jadi sekarang mending kita lanjutkan kembali perjalanan kita."


Dengan senyuman Xun Zhi berkata begitu. Dan akhirnya mereka berdua pun melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju ke kerajaan Daun Emas.

__ADS_1


Satu setengah hari pun berlalu, keadaan saat itu sudah malam hari namun masih terlalu dini untuk tidur. Xun Zhi dan Shuin pun telah sampai di atas sebuah tebing batu besar yang jaraknya sudah dekat dengan kerajaan Daun Emas, dan juga kerajaan Daun Emas pun sudah terlihat di tempat mereka berdua duduk.


Xun Zhi dan Shuin pun telah telah membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka berdua karena dinginnya cuaca malam ini dan juga mereka berdua sedang memakai beberapa bakpao yang berisikan daging di dalamnya.


"Ohh iya Shuin bagaimana kita masuk ke dalam kerajaan Daun Emas? Apakah disana tidak ada tembok atau prajutit penjaga?"


"Kalau untuk tembok kurasa kerajaan mereka dilapisi oleh selapis tembok, akan tetapi prajurit kerajaan mereka itu banyak yang berpatroli menjaga agar tidak ada orang-orang mencurigakan masuk."


Xun Zhi mengusap-usap dagunya sambil menganggukkan kelapanya secara pelan-pelan.


"Ehh begitukah, berarti Raja Ba Rong sangat percaya sekali dengan para prajuritnya yah."


"Yah begitulah Xun Zhi, setiap prajurit yang dimiliki kerajaan Daun Emas mempunyai kultivasi setingkat Kultivasi Qi Ranah Jiwa Tingkat Akhir dan juga para jenderalnya memiliki Kultivasi Qi Kelahiran Jiwa kembali Tingkat Akhir."


Dengan tampangnya yang serius Shuin berkata begitu kepada Xun Zhi. Xun Zhi hanya tersenyum kecil dan berkata.


"Berarti mereka bukan tandingan kita dong Shuin!"


"Memang pasukan mereka berapa ribu sih sebenarnya?"


"Aku tidak tau pastinya, namun aku mendengar rumor bahwa pasukn kerajaan Daun Emas jumlahnya ada sekitar limapuluh ribu pasukan."


Xun Zhi terkejut mendengar jumlah yang begitu banyak pasukan yang di punyain oleh kerajaan Daun Emas.


"Ehh... jadi kita harus menghadapi puluhan ribu pasukan dengan jumlah kita berdua?"


Begitu dengan senyuman yang seram kepada Shuin. Shuin pun memasang wajah serius dan berkata.

__ADS_1


"Yahh benar sekali. Apakah kau siap melawan raja Ba Rong yang dijaga oleh ratusan ribu pasukan dan tidak akan ada kesempatan hidup ini?"


Xun Zhi pun tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak. Shuin pun tersenyum lebar melihat Xun Zhi yang tertawa.


"Hei Shuin kau pikir kau bicara dengan siapa? Aku ini adalah seorang yang beluum kau kenal. Pasukan limapuluh ribu tidak akan bisa membunuhku dan juga ilmu mereka terlalu dangkal untuk bisa membunuhku. Hahaha..."


Shuin yang mendengar ucapannya Xun Zhi hanya bisa tersenyum canggung dan dalam pikirnya berkata.


"Bocah ini sombong juga ternyata bisa bicara seperti itu sebelum penyeranganan dilakukan."


Akan tetapi Xun Zhi dapat mendengar omongan pikiran Shuin.


"Bukannya aku sombong Shuin, akan tetapi aku belum menunjukkan kekuatanku yanh sebenarnya kepadamu Shuin dan juga aku kemarin menghabisi si Kucing atau apalah Hitam itu hanya menggunakan sedikit kekuatanku!"


Xun Zhi dengan sombongnya berkata begitu. Sementara itu Shuin terkejut karena Xun Zhi dapat mengetahui apa yang dipirkannya.


"Ba-Bagaimana kau bisa mengetahui isi pikiranku Xun Zhi?"


"Ahh jika kau sudah mencapai Kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal kau pasti bisa mendengar pikiran orang yang berada di bawah tingkatannya."


"Benarkah itu?!"


"Yah benar sekali. Jadi kita akan menyerang kapan ke kerajaan Daun Emas?"


"Tengah malam nanti kita akan menyerang kerajaan Daun Emas."


"Rencana bagus itu aku setuju. Baiklah sebentar lagi kita mulai pestanya."

__ADS_1


Keduanya tersenyum dengan sangat senang tak sabar menantikan tengah malam tiba.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2