KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 82


__ADS_3

Kemudian Xun Zhi berjalan perlahan menghampiri Shuin, wajah Shuin yang tampak pucat pun tertembak oleh cahaya bulan, hingga Xun Zhi pun bisa melihat wajah pucatnya. Xun Zhi.


Xun Zhi memeluk Shuin dengan erat dan berkata.


"Sudah berakhir nona Shuin, ini sudah berakhir."


Xun Zhi berusaha menenangkan Shuin dan tetap memeluknya dengan lembut. Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam tanpa ada sepatah kata pun yang terucapkan dengan ditemani suara burung hantu yang sangat dekat serta suara jangkrik yang nyaring.


Setelah sepeulu mwnit kemudian Shuin telah tenang, wajahnya sudah tak nampak pucat, tubuhnya yang gemetar pun telah berhenti.


"Terima kasih Xun Zhi."


Ucapnya dengan lembut bersamaan dengan Shuin yang terlepas dari pelukan Xun Zhi. Xun Zhi pun melepaskan pelukannya.


"Jadi kau sudah tenang?"


"Yah aku sudah tenang sekarang Xun Zhi."


"Syukurlah, kalau begitu apakah kau bisa menceritakannya padaku siapakah dia itu?"


Xun Zhi menunjuk ke arah Macah Hitam yang telah ia bunuh beberapa saat yang lalu.


"Ia adalah Mang Louzi dan biasa di sebut dengan julukan Pendekar Macan Hitam. Ia adalah senior ku saat masih belajar dengan guruku di gunung perbatasan Kerajaan Daun Emas dengan kerajaan Tanah Suci. Pertama kali ia sangat baik, akan tetapi setelah lima tahun aku belajar dengan guruku, ia membunuh guru kami dengan sangat keji tepat di depan mataku hingga membuatku trauma!"

__ADS_1


Xun Zhi hanya bisa berdiam diri tak berkata apa-apa setelah mendengar cerita Shuin.


" Xun Zhi bagaimana kalau kita pergi dari sini, aku sudah merasa mual karena bau darah ini serta aku lelah ingin sesegera beristirahat."


"Baiklah kalau begitu mari kita mencari tempat untuk tidur lagi di hutan ini. "


Xun Zhi berjalan mencari tempat untuk beristirahat sambil menuntun Shuin. Di sepanjang jalan pencarian Xun Zhi terus membopong Shuin hingga setelah beberapa ratus meter akhirnya mereka menemukan sebuah gua yang berwarna putih.


Xun Zhi dan Shuin masuk kedalam gua itu, didalam dua terdengar suara air yang mendidih dan juga gua itu terasa hangat. Xun Zhi dan Shuin melangkah menjelajah ke dalam gua dan menemukan sebuah kolam sumber air panas.


Mereka berdua tersenyum melihat sumber air panan itu.


"Nona Shuin lebih baik kau beristirahat dulu berendam di kolam air panas ini untuk menenagkan diri. Sememtara itu aku akan mencari beberapa makanan di hutan."


"Baiklah Xun Zhi terima kasih, tapi kau benarkan akan mencari makanan bukan untuk mengintipku."


Hati Xun Zhi berkata begitu dengan wajah yang canggung.


"Ti-Tidak aku tidak akan mengintipmu sumpah."


Dengan senyuman canggung ia pun melepaskan bopongannya dari Shuin dan segera berangkat ke dalam hutan. Sementara itu Shuin mulai melepaskan pakaiannya dan berendam di kolam air panas.


"Ahhh... ini enak sekali. Aku serasa hidup kembali."

__ADS_1


Begitu ucapnya dengang helaan nafas panjang, matanya yang tertutup serta menyenderkannya badannya di batu menikmati pemandian itu. Lalu disisi lain Xun Zhi pun telah sampai di depan gua sambil membawa banyak sekali buah-buahan.


Lalu rencana busuknya pun akan mulai ia jalankan. Xun Zhi perlahan melangkan memasuki dalam gua dengan berjalan berjinjit. Langkahnya tak menghasilkan suara, dan sampailah di lubang guua yang mengarah ke kolam air panas. Akan tetapi ia sedikit kecewa karena yang terlihat hanyalah punggungnya saja.


Lalu saat ia melangkah sedikit untuk mendekati Shuin, swcara tiba-tiba Shuin melempar batu yang cukup besar ke arah Xun Zhi hingga Xun Zhi tak dapat menghindarinya dan batu yang dilemparkan Shuin tepat mengenai wajahnya. Xun Zhi pun terkapar dan buah yang di peluk Xun Zhi pun berserakan.


"Sudah kubilang janganbmengintipku kan Xun Zhi!"


"Ternyata wanita itu memang menyeramkan yah."


Dengan nada suara yang pelan Xun Zhi berkata begitu.


Kemudian Shuin telah selesai berendam di kolam air panas dan juga telah memakai pakaiannya kembali. Lalu sekarang Shuin maupun Xun Zhi telah membuat api unggun sambil memakan buah-buahan liar yang telah dibawa oleh Xun Zhi.


"Xun Zhi buah apel hijau ini enak sekali dan juga berry merahnya juga sama enaknya. Darimana kamu mendapatkan semua buah-buahan ini?"


"Aku mendapatkanya dari hutan sebelah barat sebelum kita masuk ke dalam hutan ini."


"Begitu yah, kau hebat juga bisa mencari buah sebanyak ini."


"Sudahlah jangan banyak omong makan saja Nona Shuin."


"Baiklah-baiklah."

__ADS_1


Keduanya menghentikan pembicaraan mereka dan terus memakan makanan buah liarnya hingga habis. Setelah itu Shuin berbaring untuk tidur, sementara Xun Zhi berendam sebentar di kolam air panas, setelah selesai ia pun tidur menyusul Shuin yang sudah meninggalkannya tidur duluan.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2