
Kain Hitam pun di buka oleh pemimpin pelelangan dan terlihatlah ada sebuah wadah botol berwarna putih dan sebuah kayu berbentuk bulat kecil yang di balut dengan kain merah dipakai sebagai penutup lubang botol.
"Baiklah pelelangan ketiga ini adalah ada 10 butir pil penerobos Kultivasi tingkat 8 yang di buat oleh seorang alkemis tingkat tinggi pada zaman kekaisaran Nan pada lima ratus tahun yang lalu. Baiklah harga kami buka dengan nilai tiga ratus koin emas per pil jadi totalnya adalah tiga juta koin emas sepuluh pil."
Shuin pun seketika mengangkat papan penawaran.
" Satu juta lima ratus koin emas per pil."
Orang-orang yang berada disana di lantai dasar serta di ruangan vip lainnya pun sangat terkejut mendengar harga yang Shuin sebutkan dan saling berbisik satu sama lain.
Wanita pemimpin pelelangan pun tersenyum senang mendengar harga yang di berikan oleh Shuin.
"Baiklah keluarga Ling menawar dengan harga satu juta lima ratus per pil. Apakah ada yang akan menawar lebih tinggi lagi?"
Kemudian seorang lelaki dari tampangnya terlihat berumur sekitar 45 tahunan walaupun kenyataan nya umurnyav telah menginjak 200 tahun mengangkat papan penawarannya, yaitu ia adalah Lang Yin Zhu pemimpin keluarga besar Lang salah satu dari lima keluarga besar di kerajaan Kabut Hitam.
"Dua juta koin emas per pil."
"Ohh keluarga besar Lang menawar dengan harga dua juta koin emas per pil."
"Empat juta koin emas per pil!"
Teriak Shuin menawar kembali harga untuk pil Penerobos Kultivasi Tingkat 8. Lang Yin Zhu pun tak berani menawar kembali untuk pil Penerobos Kultivasi Tingkat 8 dan menyerah dari peperangan penawaran harga.
"Keluarga Ling menawar kembali dengan harga empat juta koin emas per pil. ada lagi yang akan membuat penawaran? Empat juta koin emas satu, empat juta koin emas dua! Empat juta koin emas tiga. Terjual sepuluh pil Penerobos Kultivasi tingkat 8 menjadi milik Keluarga besar Ling selamat."
Kemudian seperti biasa datang kembali barang baru untuk di lelang kembali dan seperti yang tadi barang itupun di tutupi oleh kain berwarna hitam.
"Untuk barang lelang keempat ada artefak zirah komplit peninggalan raja Di Cou pemimpin kerajaan Kabut Hitam lima ratus tahun yang lalu. Dikatakan dalam sejarah bahwa zirah lengkap miliknya ini dapat menahan serangan api daei Naga Api dan juga zirah ini berperingkat tingkat legenda."
Wajah orang-orang tersenyum dengan sangat antusian melihat zirah rajavterdahulunya di lelang dan saling ingin memiliki terkecuali Xun Zhi dan Shuin yang tak tertarik sama sekali dengan zirah itu.
"Kita buka harga Untuk zirah ini dengan harga Tiga juta koin emas."
"Lima juta koin emas."
"Sebelas juta kion emas!"
__ADS_1
"Dua belas juta koin emas!"
orang-orang disana terus-menerus menawar menaikkan harga untuk memiliki Zirah peninggalan raja terdahulu kerajaan Kabut Hitam itu dan sampai pada finalnya harga yang di taksir pun menjadi dua puluh lima juta untuk harga zirah yang di lelang dan penawar itu di menangkah oleh Wuan Zhi.
"Selamat untuk keluarga besar Wuan."
Dan kemudian beberapa barang-barang terus di lelangkan dan setiap keluarga besar yang hadir disana pun telah mendapatkan barang-barang yang bagus tak lupa juga Xun Zhi mendapatkan barang lelangan dimulai dari Tadi Pertama adalah permata, kemudian Ia memenanhkan perebutan harga yang sengit untuk dua buah Persik berumur dua ribu tahun dengan harga sepuluh batang emas murni atau seharga dengan seratus juta koin emas. Lalu ia mendapatkan Gingseng air yang berumur dua ratus tahun, bunga batu hati tumbuhan Tingkat sembilan, dan yang terakhir pil Penerobos Tingkat sembilan.
Disisi lain pun sama Shuin dan Ling Mei pun mendapatkan barang-barang bagus dan beberapanya pun diinginkan oleh Xun Zhi.
"Baiklah tak terasa kita sudah mencapai puncaknya. Kali ini saya akan melelang sebuah Harta pusaka dari Gunung Berkat, Patung buddha batu giok ini adalah harta dari kuil shinto yang berasa di Gunung Berkat yang umurnya telah mencapai sepuluh ribu tahun yang lalu."
Xun Zhi sangat terkejut karena patung buddha batu giok yang di lelangnya adalah patung yang pernah ia lihat saat menjadi Zhi Guang saat masih manusia biasa.
"Bukankah itu adalah patung buddha yang dulu aku temukan di sebuah gunung yang dulu aku pernah singgahi."
Batin Xun Zhi berkata begitu.
"Xun Zhi itu dia incaran keluargaku, itu adalah patung buddha terbesar dan juga memancarkan aura Qi yang sangat dasyat akan tetapi beberapa orang diaini tidak tahu cara menggunakan patung buddha itu."
Ling Mei berkata begitu kepada Xun Zhi dengan senyuman senang. Tak lama kemudian wanita pemimpin pelelangan pun berkata.
"Seratus batang emas murni."
Ucap seorang pria yang baru saja datang berjalan di lantai dasar dengan di temani oleh beberapa pengawal Kultivasi Qi Pensucian Jiwa Tingkat Awal. Pria itu tidak lain tidak bukan adalah Tun Tiang pemimpin dari keluarga besar Tun salah satu dari lima keluarga besar di kerajaan Kabut Hitam dan juga ia sekaligus menjabat menjadi menteri di kerajaan Kabut Hitam. Tun Tiang ini adalah seorang yang pernah ingin membunuh Xun Zhi di waktu Xun Zhi menyusup ke kediaman Keluarga besar Xu di kerajaan Tanah Suci.
Mendengar penawarannya Ling Mei pun langsung melawan harganya.
"Seratus sepuluh Batang emas murni."
Mendengar tawaean Ling Mei yang lebih tinggi darinya, Tun Tiang pun langsubgvberbalik malihat ke arah suara Ling Mei.
"Ohh ya.. oh ya.. ternyata diaana ada nona Ling Mei dari keluarga Ling di kerajaan Tian Zhu. Maafkan atas ketidak sopananku Nona Ling Mei."
Ucap Tun Tiang dengan wajah yang menyeringan mengusap-usap dagunya dan omongannya itu yang mengejek menyindir Ling Mei.
"Ohh iya maaf juga ternyata itu ada pak tua yabg tak tahu malu walaupun telah menjadi perdana menteri."
__ADS_1
Jawab Ling Mei dengan senyuman sinis menahan amarahnya terhadap Tun Tiang. Disisi lain Xun Zhi terkejut karena betapa beruntungnya ia dapat menemukan salah satu yang menyerangnya saat di kerajaan Tanah Suci.
"Ehh ternyata tua babgka itu tinggal di kerajaan ini, kebetulan sekali jadi aku ingin menanyakan kepadanya kenapa ingin sekali membunuhku?"
Batin Xun Zhi berkata begitu.
"Baiklah apa ada penawaran lagi selain seratus sepuluh batang emas murni?"
"Ku kalikan jumlah itu menjadi dua kali lipat yaiti dua ratus dua puluh batang emas murni."
orang-orang disana berdecak kagum akan harga yang di berikan oleh Tun Tiang.
"Kau pikir itu akan menghentikan penawaranku pak tua, Aku menaikkan harganya menjadi dua ratus lima puluh batang emas murni."
Suasana perang harga untuk mendapatkan Patung buddha semakin memanas, orang-orang disana pun dibuat terdiam dan juga berdecak kagum akan uang yang belum tentu mereka miliki.
"Woy..., woy..., woy... memangnya sebegitu berharganya yah patung buddha itu!"
ucap Wuan Zhi dengan mata yang mebulalak.
"Seribu Batang emas murni!"
Ucqp Tun Tiang dengan sangat lantang dan keringat tegang yang mulai mengucur dari dahinya.
"Sialan orang tua tak mau menyerak kepada wanita muda nan cantik ini yah. Baiklah kalau begitu aku pasang harga untuk patung itu seribuh dua ratus lima puluh batang emas murni!"
"Gehh aku tak ounya jumlah sebanyak itu..."
Batin Tun Tiang pun berkata begitu dan ia tak bisa lagi menawar akibat uang yang tidak cukup untuk melawan harga yang di pasang oleh Ling Mei.
"Bailkah apakah ada lagi yang ingin menawar lebih daei seribu dua ratus lima puluh batang emas murni. kalau begitu saya hitung satu, dua, tiga. Selamat untuk keluarga besar Ling berhasil memenangkan pelelangan ini dan hadiahnya bisa anda lihat di belakang."
Dan pelelangan pun telah usai, Tun Tiang dengan raut wajah yang maeah pun memandangvdengan sangat tajam ke arah Ling Mei.
"Hari ini kau beruntung nona, namun tidak di lain hari."
Begitu ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruanga pelelelangan.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)