
Xun Zhi yang memperhatikan punggung Grand Master Chang Lu yang sedang berlari membawa Ling Er dan Wei Chan pun sudah menghilang jauh dan sudah tak terlihat oleg pandangannya.
Kemudian Xun Zhi menghilangkan prisai yang dia buat dari Ilmu Elemen Cahaya miliknya dan bergerak dengan sangat cepat dan lincah menghindari petir-petir biru ke putih-putihan yang terus menyambar kearahnya.
Semakin lama serangan petir yang menyambar ke arah Xun Zhi pun semakin banyak dan cepat. Akan tetapi petir yang menyambar ke arah dirinya itu hanyalah usaha yang sia-sia, karena Xun Zhi dapat menghindarinya dengan sangat mudah.
"Heeee... seperti yang telah kuduga mantan dewa perang yang bereinkarnasi memang hebat. Sampai-sampai seranganku dapat dihindari dengan mudah." Ucap salah seorang pria nampak muda memakai pakaian pendekar serba putih yang tiba-tiba muncul terbang melayang beberapa puluh meter di depan atas Xun Zhi.
"Hahaha tentu saja itu sangat mudah untukku Mang Xua wahai pembantu lamaku." Jawab Xun Zhi dengan tatapan serta aura yang sedikit mengancam kepada Mang Xua bekas anak buahnya dahuli saat masih di dunia dewa.
"Oya, oya ini benar-benar tak terduga kau masih mengetahui namaku tuanku Zhi Guang. Ohh maaf aku lupa bahwa kau bukan tuanku lagi dan juga namamu sudah berganti sekarang menjadi Xun Zhi." Balas perkataan Mang Xua kepada Xun Zhi dengan nada yang menyebalkan.
"Hahaha seperti biasa sikap menyebalkanmu itu tidak menghilang dari dulu yah. Hahaha." Xun Zhi tertawa lepas seakan tanpa beban. Kemudian Xun Zhi melanjutkan perkataannya kembali.
"Ngomong-ngomong sekarang kau menjadi angj**g si sialan Hei An itu yah."
"Hahaha seperti biasa ucapanmu itu sangat tajam kepadaku. Dan juga -."
"Sudahlah jangan banyak omong. Sekarang sebenarnya tujuan kalian kesini mau apa?" Ketus Xun Zhi yang menyela perkataan Mang Xua dan tanpa basa basi Xun Zhi menanyakan niat mereka sebenarnya.
"Hehehe... nampaknya setelah kau bereinkarnasi, kau menjadi tidak sabaran yang tuan Zhi Guang. Ahh maaf maksudku bocah Xun Zhi. Dan juga jangan kau berlagak bodoh. Tentu saja tujuan kami disini pasti kau sudah tahu kan."
"Tentu saja, kalian pasti disuruh oleh Hei An untuk membunuhku kan."
"Tepat sekali! Memang benar bahwa anda ini sangat hebat yah bisa menebak apa yang ingin kami lakukan kepada anda."
"Baiklah kalau begitu aku sekarang akan menghentikan reuni pembicaraan ini wahai mantan pembantunku."
Xun Zhi langsung mengeluarkan Ilmu Langkah Cahaya mencoba mendekati Mang Xua. Akan tetapi hingga beberapa langkah lagi dia akan melompat dapat mencapai Mang Xua, di waktu yang singkat itu tiba-tiba langkah Xun Zhi terhenti akan sebuah tanah tembok besar nan tinggi tiba-tiba muncul tepat dihadapannya.
"Maaf saja untukmu, kau tidak akan bisa mendekatinya." Ucap seorang lelaki yang bersembunyi di balik gundukan tanah yang beebentuk seperempat bulat
"Cih sialan temanmu merespon dengan cepat ternyata!" Ketus Xun Zhi kepada Mang Xua.
__ADS_1
"Haaa!" Teriak Xun Zhi dibarengi dengan lacaean pukulan ke tembok itu dengan keras. Namun sangat disayangkan usaha Xun Zhi itu sia-sia karena tembok iti sama sekali tidak rusak sedikit pun.
"Maaf untukmu mantan dewa. Akan tetapi kau tidak akan bisa menghancurkan dinding itu hanya dengan kekuatan fisikmu saja." Dengan raut wajah yang bangga dia berkata seperti itu.
"Rasakan ini, Dinding Tembok Pengekang Dewa!" Lanjutan ia berkata, meneriakkan nama Ilmu miliknnya dan munculah ketiga dinding yang sama, akhirnya mengelilingi dan menutupi jalan Xun Zhi yang tersisa jalan keluar hanyalah ada di atasnya.
Xun Zhi pun melompat berencana keluar dari kurungan tembok itu, namun baru mencapai setengahnya tiba-tiba air berbentuk Naga muncul dari bawah dan seketika menerkam Xun Zhi.
Xun Zhi dengan gerakan replesk tubuhnyabyang cepat membalikkan tubuhnya dan seketika menyerang Naga Air itu dengan Api Darah miliknya.
Naga air serta Api Darah milik Xun Zhi pun berbentrokan sehingga menghasilkan uap asap yang begitu pekat. Akan tetapi yang mengherankan uapan dari air itu seharusnya hangat berubah menjadi sangat dingin seperti butiran es dan seketika membuat tubuh Xun Zhi kaku tak bisa di gerakan sama sekali.
Tak lama berselang bola api yang sangat besar muncul di atas Xun Zhi. Tubuh Xun Zhi yang kaku pun tak bisa menghindari bola api besar itu sehingga dirinya terkena telak oleh bola api dan melesat terbanting tubuhnya dengan sangat keras ke tanah sampai-sampai tanahnya pun retak dan berlubang.
Kemudian setelah itu disusul oleh serangan ilmu angin berbentuk bola besar dari salah satu rekan Mang Xua sehingga api yang masih bergelar pun bersatu dengan angin yang bertekanan kencang san berubah bentuk menjadi topan api yang besar menjulang tinggi dan Xun Zhi pun terpanggang di dalam penjara dinding tanah itu seperti manusia yang dibakar di dalam tungku.
Lalu disusul kembali petir yang beruntun telak mengenai ke tubuh Xun Zhi dari lancaran serangan Mang Xua, sampai pada akhirnya tubuh Xun Zhi yang tadinya belum sepenuhnya sembuh dari serangan sebelumnya itupun menjadi luka bakar cukup berat.
Mang Xua dan kawan sejawat nya dengan sombongnya tertawa terbahak-bahak karena rencana serangan mereka berhasil.
"A-Aghh... sial...an ternyata k-kau telah meren-canakan serangan se...perti... ini, ahh."
Pakaian Xun Zhi pun sangat lusuh dan compang camping, kulit tubuhnya nampak sangat jelas luka bekas terbakar yang masih baru serta badan yang gemetar seperti tenaganya terkuras habis.
Xun Zi pun mencoba perlahan bangkit dengan tubuh yang gemetar terlukan itu.
"Xun Zhi apakah kau dapat bertahan?" Ucap Long Hei'an yang berada di dalam tubuh Xun Zhi merasa prihatin akan keadaannya saat ini.
"Tenang saja, luka seperti ini
Aku masih baik-baik saja." Perkataan dalam pikiran Xun Zhi membalas perkataan Long Hei'an. Kemudian dia melanjutkan.
"Yang pasti luka seperti ini masih bisa dengan ilmu regenrasiku ini Long Hei'an."
__ADS_1
Dengan reaksi yang sangat lambat luka Xun Zhi perlahan pulih. Namun Mang Xua yang melihat itu pun tak tinggal diam. Dia menyerang kemnali Xun Zhindengan sebuah cambuk panjang yang terbuat dari ilmu elemen petir miliknya dan melayangkan cambukan sangat keras ke arah Xun Zhi.
Xun Zhi yang telat merespon serangan Mang Xua pun terkena telak kembali serangan Mang Xua tepat mendarat di punggungnya dibaregi dengan suara gemuruh keras seperti petir sehingga membuat Xun Zhi jatuh terpingkal-pingkal sakit teramat dasyat terkena serangan itu.
"Hahaha! Hahaha!!" Tawa Mang Xua sangat keras, dia merasa senang tiada tara menyiksa mantan tuannya itu.
Mang Xua terus-menerus melancarkan cambuknya ke berbagai tubuh Xun Zhi. Xun Zhi mengerang menahan rasa sakit sambil berusaha berdiri dengan tubuh yang gemeta serta mengeaplkan kedua tanganya erat-erat menahan nafsu yang menggebu-gebu.
"Si-sialan kau Mang Xua, berani-beraninya kau membuatku terluka seperti ini."
Xun Zhi kemudian memejamkan kedua matanya dan dalam pikirannya dia berkata, "Long Hei'an! Kesabaranku sekarang telah habis. Seksrang lebih baik kita keluarkan itu!"
Mendengar ucapan Xun Zhi sontak membuat Long Hei'an terkejut.
"Apa! Apa kau benar-benar yakin akan mengeluarkan kekuatan itu dengan keadaan tubuh seperti sekarang ini?!"
"Ahh aku sangat yakin. Karena saat ini aku sudah tak tahan dengan keadaan seperti ini, yang membuatku seperti orang yang dianggap remeh olehnya yang bukan apa-apanya."
"Ahh baiklah jika itu kepurusanmu, aku akan mengalirkan kekuatanku kepadamu."
Tubuh Xun Zhi seketika langsung tergeletak tidak berdaya di atas tanah. Mang Xua yang suasana hatinya sangat senang serta tertawa terbahak-bahak menikmati menyiksa Xun Zhi pun menghentikan cambukkan ilmu petirnya dan berhenti tertawa setelah melihat keadaan Xun Zhi.
"Haaa ternyata hanya segitukah kemampuanmu saat ini. Kau sangat mengecewakanku mantan tuanku." Dengan sikap yang dingin serta tatapan merendahkan dia berkata seperti itu.
"Baiklah kawan-kawanku, karena dia sudah terlihat tak berdaya seperti itu, lebih baik sekarang kita habisi nyawanya." Kata Mang Xua kembali kepada rekan sejawatnya.
Ketiga orang rekan Mang Xua pun mengangguk mengiyakan jawabannya. Mereka berempat mengangkat sebelah tangan mereka berniat mengeluarkan ilmu pamungkas mikik mereka masing-masing.
Dimulai dari Air yang menyerupai naga, kemudian Api yang menyerupai burung phoenix, udara yang berbentuk bulatan bola besar serta petir ungu pekat besar menyambar bersamaan ke arah tubuh Xun Zhi yang sedang berbaring tengkurap.
Hingga akhirnya ledakan yang sangat dasyat pun terjadi sampai-sampai menghasilkan suara yang menggelegar serta gempa yang cukup besar melebihi meletusnya gunung merapi.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1