
7 hari telah berlalu, akhirnya ujian untuk kenaikan menjadi Murid Dalam pagi ini di laksanakan. Para murid luar semuanya berkumpul di sebuah halaman dekat dengan bangunan perpustakaan.
Saat itu Xun Zhi dengan kedua junior nya yaitu Tang Zian dan Li Zun sedang mengantri untuk mengikuti tes mengukur kekuatan. Tes kekuatannya adalah siapa yang bisa mengangkat beban batu yang lebih dari 500 kilo mereka lulus ujian pertama.
Para peserta di panggil satu-persatu menaiki panggung yang berada di depan. Banyak para peserta yang tidak memenuhi kriteria untuk mengikuti ujian masuk menjadi Murid Dalam.
"Selanjutnya Xu Yulan murid Master Tou Jou."
Begitu ucap pemuda, pembaca urutan peserta ujian di atas panggung.
"Baik."
Dengan tegas Xu Yulan menjawab perkataan pemuda itu.
Dan kemudian ia berjalan menaiki panggung ujian untuk mengetes kekuatannya. Xu Yulan berjalan mendekati batu pengukur kekuatan itu. Dengan sekuat tenaga mengupulkan Qi Aura bewarna biru miliknya.
Setelah tangannya di selimuti oleh Aura yang bewarna biru, ia langsung mengangkat batu yang ada di hadapannyya. Dengan mudah ia mengangkat batu itu dengan kedua tangannya. Kemudian ia melepaskan dan menaruh batu yang ia angkat ke tempat semula.
"Bagus peserta Xu Yulan kamu lulus."
Lalu Xu Yulan turun dari panggung dengan gayanya yang sombong.
"Baiklah peserta selanjutnya, Fu TianBao murid dari Master Mang Guan naik."
Kemudian seorang lelaki berambut cokelat panjang, wajah yang kecil seperti perempuan, berbadan kecil, dengan pakaian pendekar china bewarna merah putih dan pedang yang tergantung di punggungnya naik ke atas panggung.
"Hey lihat tuan muda Fu naik."
"Ehhh jadi itu tuan muda Fu TianBao dari keluarga Fu."
"Iya benar rumornya dia sudah berada di Kultivasi Qi Kelahiran Jiwa Kembali Tahap Menengah."
"Hehhh yang benar."
Begitulah yang terdengar oleh Xun Zhi dari bisikan para peserta yang mengobrol di dekatnya. Lalu Xun Zhi melirik ke arah Tang Zian dan berkata.
"Tang Zian memangnya siapa Fu TianBao itu?"
Tang Zian terkejut mendengar perkataan Xun Zhi dan dengan wajah nya yang terkejut itu dia berkata.
"Senior masa kamu tidak tau Fu TianBao, dia itu adalah anak tertua dari keluarga Fu yaitu Fu TianLing, salah satu keluarga besar di kerajaan ini."
__ADS_1
"Aku baru tahu itu. Kurasa ujian penaikan peringkat ini akan menarik hehehe..."
begitulah yang di ucapkan Xun Zhi dengan senyuman kecil sambil memegang dagunya dengan tangan kirinya.
Lalu Fu TianBao telah berhadapan dengan batu itu dan mulai memasang kuda-kudanya sambil memusatkan Auranya ke seluruh tubuh.
Dan tak lama aura hijau muncul di seluruh tubuhnya. Ia mulai mengangkat batu itu secara perlahan, kemudian mengangkat batunya atas-atas.
"Baiklah sudah cukup. Kau pun lulus peserta Fu TianBao."
Lalu Fu TianBao melangkah perlahan menuruni panggung tempat ujian. Ia menghiraukan para penonton yang memberi pujian kepadanya. Sementara itu wajah Xu Yulan terlihat kesal karena melihat hasil dari Fu TianBao. Karena ia adalah salah satu saingannya.
Tak lama para peserta lain di panggil oleh penguji satu per satu, ada beberapa yang lolos dan ada juga yang tidak. Dan akhirnya sampailah bagian Xun Zhi yang di panggil oleh penguji untuk mengikuti ujian itu.
"Baiklah peserta bernama Xun Zhi murid Master Shen Long naik kesini."
Ia pun berjalan ke atas panggung pengujian dengan perlahan. Sesampainya di atas panggung Xun Zhi langsung memasang kuda-kudanya sambil memusatkan Aura bewarna putih menyelimuti tubuhnya.
Kemudian dia mencengkeram batu itu hingga membuat jejak kedua tangannya, lalu kedua tangannya mengangkat batu itu. Para penonton yang hadir kaget akan hal yang telah dilakukan oleh Xun Zhi, namun tak lama penguji yang berada di sampingnya berkata dengan agak gugup.
"Ba-baiklah sudah cukup, kau lulus ujian ini."
"Baiklah sekarang bagian perempuan. Ujiannya adalah mengukur kekuatan auranya di bola kristal ini sampai mencapai angka 300 akan dinyatakan lolos. Peserta Wei Chan murid dari Master Ming Er silahkan naik."
"Baik."
Xun Zhi melirik mencari keberadaan Wei Chan yang sedang melangkah menuju atas panggung, namun karena terhalang oleh para penonton ia tak bisa melihatnya. Hingga sampainya Wei Chan di atas panggung.
"Hei lihat dewi kita sudah naik."
"Benar-benar, Wei Chan dewiku."
"Ohh bidadariku."
Begitulah ucap para murid yang menontonnya. Lalu tiba-tiba Xun Zhi pun berteriak kepada Wei Chan.
"Wei Chan, semangat yah. Aku mendukungmu."
Wei Chan yang mendengarnya tertunduk malu, para penonton pun semuanya melirik melihat ke arah Xun Zhi dengan tajam.
"Kakak senior kamu membuat kami malu."
__ADS_1
Ucap Tian Zhu yang tertunduk berada di samping Xun Zhi.
"Ehh benarkah, Aku biasa-biasa saja padahal."
"Lihat saja kakak senior, para lelaki mendukung senior Wei Chan melihat ke arah kita dengan sangat tajam."
"Ehh biarkan saja mereke."
Wei Chan yang berada di atas panggung mulai fokus untuk ujiannya. Dia memuasatkan Aura bewarna hijaunya dan langsung menaruh tangannya di kristal itu hingga angkanya mencapai angka 890.
Mereka yang melihatnya pun bertepuk tangan dan memberi sorakan selamat kepada Wei Chan.
Lalu Wei Chan pun berjalan kembali ke tempatnya dengan elegan, para murid lelaki yang ia lewati terpanah oleh kecantikannya.
***
Akhirnya ujian pertama pun selesai ada 100 murid laki-laki dan 50 murid perempuan yang lolos ke ujian tahap ke 2 besok pagi.
Mereka semua pun kembali ke asrama mereka masing-masing. Terlihat muka yang kesal dari Xu Yulan melihat Xun Zhi yang lolos ujian pertama.
Grand Master Yujin salah satu tetua yang bernama Bao Bao yang bertubuh gemuk, berkepala botak, memakai kacamata serta baju bewarna hitam. Keduanya menonton di lantai 3 di sebuah bangunan besar di hadapan para murid sedang mengobrol disana.
"Para peserta tahun ini banyak juga yang lolos yah Grand Master Yujin."
"Yahh begitulah Tetua BaoBao. Jadi bagaimana apakah ada murid yang membuatmu tertarik?"
"Yah aku tertarik dengan tuan muda dari keluarga Fu dan anak bernama Cao Pian. Mereka sangat misterius dari raut wajah mereka. Akan tetapi aku penasaran dengan sosok murid yang bernama Xun Zhi itu. Dia terlihat biasa-biasa saja, namun saat ia mengeluarkan auranya membuat bulu kuduku merinding."
"Hahaha...., Ternyata instingmu bagus memang benar Xun Zhi itu sangat istimewa, dia seperti seorang yan memilik kekuatan dewa. Apa kau tau, waktu dia berumur 10 tahun dia sudah bisa membunuh Kera Bulu Emas tingkat Raja sendirian."
"Mustahil anak umur sepuluh tahun bisa membunuh Kera Bulu Emas tingkat Raja sendirian."
Tetua Bao Bao terkejut mendengar perkataan Grand Master Yujin dan tak berkata kembali.
"Yasudah karena ujian pertamanya sudah selesai aku akan kembali ke tempatku."
"Baiklah Grand Master Yujin."
Ucap Tetua Bao Bao sambil memberi hormat kepada Grand Master Yujin. Kemudian Tetua Bao Bao pun berjalan ke arah berlawanan untuk kembali ke tempatnya.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1