
Kemudian Di Lao dan Xun Zhi susah sampai di kediamannya Di Lao. Terlihat sebuah rumah yang sederhana dan lumayan besar yang terbuat dari kayu pohon pinus di dekat hutan. Suasana disana terlihat nyaman dengan pemandangan yang dikelilingi oleh tumbuhan pohon ek.
Tak lama Di Lao berhenti di depan rumah itu.
"Selamat datang di rumah sederhanaku Xun Zhi."
Xun Zhi agak terkejut akan hal yang ia lihat itu dan berkata.
"Ehh jadi ini rumahmu yah senior."
"Bukan-bukan. Ini adalah tempat tinggalku di sekolah ini, karena semua murid yang sudah masuk menjadi murid dalam, mereka harus membuat tempat tinggal mereka masing-masing disini. Dan kebetulan disini suasananya sepi dan kuga tidak ada orang yang ijngin tinggal disini. Jadi aku memutuskan mendirikan rumahku disini."
"Ehh begitukah peraturan di sekolah ini."
"Ahh begitu Xun Zhi. Yasudah mari kita masuk Xun Zhi."
Kemudian Di Lao dan Xun Zhi masuk kedalam rumah sambil melepas alas kakinya. Terlihah didalamnya, sebuah alas lantai kayu, satu meja kecil di tengah ruangan dan sebuah ranjang tempat tidur di pojok kiri ruangan yang terbuat dari kayu yang atasnya di ampari oleh sebuah jerami yang dilapisi oleh kain putih.
"Silahkan duduk Xun Zhi."
Xun Zhi pun dudukdi lantai di samping meja makan yang berbentuk bulat. Sementara itu Di Lao masuk ke dalam sembuah ruangan dapur yang berada di pojok kana ruang.
Tak lama Di Lao datang kembali sambil membawa satu panci sup kental yang berisi daging dengan sayuran, lalu ia menaruhnya diatas tengah meja. Tak lama ia kembali lagi ke dapur, kemudian membawa kembali dua mangkun besar penuh nasi dengan dua pasang sumpit dari kayu.
"Baiklah kalau begitu mari kita makan Xun Zhi."
"Ahh baiklah senior."
__ADS_1
Mereka berdua pun menyantap hidangan siang mereka.
***
Tak lama mereka sudah selesai menghabiskan makanannya dan melanjutkan kembali perbincangan mereka.
"Ohh iya senior memang di kerajaan ini ada berapa sekte keluarga?"
"Di kerajaan ini ada 5 sekte keluarga yang berpengaruh yaitu sekte keluarga Fu, Jun, Di, Bai dan Xu."
"Ohh begitukah, pantas saja Xu Yulan dan Xu RuZhi berani sekali semena-mena di sekolah ini."
"Yahh begitulah, mereka memang dari dulu sering semena-mena menggunakan kekuasaan mereka."
"Ohh seperti itu. Laluu kenapa tidak ada yang menghentikan mereka?"
"Sialan memang mereka berdua. Awas saja aku akan beri pelajaran yang setimpal kepada mereka."
"Hhahaha..., kau ini bisa saja memangnya kau punya kekuatan untuk memberi pelajar kepada mereka?"
"Tenang saja senior, sebentar lagi aku akan melampaui kultivasi kalian berdua dan memberi pelajaran kepada Xu Yulan dan Xu RuZhi."
"Hahaha kunantikan itu."
"Baiklah senior kalau begitu aku pamit ingin meneruskan latihanku."
"Ahh yasudah kalau begitu."
__ADS_1
"Terima lasih atas makanannya."
"Hmm..."
Ucap Di Lao sambil mengangguk. Kemudian Xun Zhi kembali ke tempat latihannya yang bereada. Di danau.
***
Sampailah disana, terlihat Patriak Chang Lu sedang melamun sebari duduk di kursi goyang depan terasnya. Xun Zhi menghampirinya dan dengan mata yang tertutup Partiak Chang Lu berkata.
"Hayy Xun Zhi, bagaiamana latihan Jurus Telapak Api Biru mu apakah sudah ada perkembangan."
Waduh waduh gawat nih, aku belum melatih ilmu itu sama sekali dari kemarin.
Begitu ucapan yang ada di pikiran Xun Zhi sambil membuat wajah lupa.
"..., yahh sebenarnya aku belum melatih jurus itu Patriak Chang Lu."
Patriak Chang Lu menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Xun Zhi dan tak berbicara beberapa saat. Sementara itu Xun Zhi menggaruk-garuk kepalanya walaupun tak terasa gatal olehnya.
"Yasudah kalau begitu bagian mana yang kau tak paham akan Jurus Telapak Api Biru?"
"Yahh sebenarnya aku bukannya tak paham, tapi aku lagi malas saja Patriak Chang Lu, hehehe ..."
Patriak Chang Lu hanya terdiam tak berkata apa-apa lagi. Kemudian Xun Zhi mulai melatih Jurus Telapak Api Biru sendirian sambil dilihat oleh Patriak Chang Lu.
Dan setelah itu Xun Zhi mulai setiap hari terua berlatih. Ia terus dilatih oleh Patriak Chang Lu dan Master Shen Long secara bergantian.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)