
Kemudian baru saja Xun Zhi serta Shuin berjalan beberapa puluh menit sambil mengobrol dan berjalan dengan santainya, tiba-tiba ada sekitar lima orang yang mencegat perjalanan Xun Zhi serta Shuin.
"Hei kalian berdua serahkan barang berharga kalian dengan tanpa perlawanan, jika tidak aku akan membunuh kalian berdua!"
Begitu ucap seorang yang bertubuh tinggi, berotot besar, tatapan mata yang sangat seram, sambil memegang sangat kencang gagang golok panjang yang dia sanggahkan di pundaknya sendiri, serta seringaian dan gayanya yang sombong kepada Xun Zhi dan Shuin.
"Ooii... ooii.. benar sekali itu jika kalian tidak ingin kehilangan nyawa kalian dan mati sia-sia hahaha...!!"
Seorang pria kecil dengan wajah nya yang sangat tua seperti seorang berumur 50 tahunan di sebelah pria berbadan tinggi besar berkata kepada Xun Zhi dan Shuin dengan mata jelalatan memandang tubuh Shuin yang bahenol.
Xun Zhi serta Shuin saling melirik dan melihat satu sama lain.
"Xun Zhi apakah mereka orang bodoh?"
"Pastinya Nona Shuin, mereka semua pasti orang-orang bodoh."
mendengar ucapan Xun Zhi dan Shuin membuat orang yang bertubuh tinggi besar di depan mereka berdua pun jengkel.
"Keparat kalian berani sekali memanggil kami orang bodoh. Kami ini adalah perampok kalian tahu, pe-ram-pok! Woy kalian semua cepat kepung dan hajar mereka berdua!"
"Baik bos."
"Siap bos."
Ucap keempat orang yang berada di dekatnya, lalu mereka berempat pun menuruti pedangnya kata'annya. Keempat orang yang mengelilingi Xun Zhi dan Shuin pun berseringai menjijikan sambil memutar memain-mainkan golok yang mereka pegang.
"Bos bagaimana dengan cewek cantiknya, dia untukku yah bos?"
"Terserahmu saja yang penting untuk ku adalah harta mereka hahaha...!"
"Baiklah bos!"
Empat orang perampok yang mengepung Xun Zhi dan Shuin pun mulai menyerang. keempat perampok langsung mengayunkan tangan mereka yang memegang golok untuk menebas leher Xun Zhi serta melukai Shuin.
Akan tetapi pergerakan mereka yang amatiran pun mudah di elak oleh Xun Zhi serta Shuin. Xun Zhi merendahkan badannya, setelah itu Xun Zhi menendang rendah kaki kedua perampok di samping kirinya, hingga kedua perampok terjatuh terbanting. Kemudian Xun Zhi melompat memutar lalu menginjak dada salah satu perampok itu sampai terdengar suara retakan yang sangat keras berasal dari tulang iganya.
"ARRRGGG...!"
Teriakan kesakitan perampok yang diinjak oleh Xun Zhi.
__ADS_1
Dan akhirnya perampok yang di injak Xun Zhi pun tak sadarkan diri. Kemudian Xun Zhi langsung mengambil golok yang tergeletak di samping perampok yang Xun Zhi injak untuk menangkis satu perampok lainnya yang akan menebas punggung Xun Zhi.
Namun saat perampok hampir menebas punggung Xun Zhi, Xun Zhi yang telah menyadari serangan nya pun dengan sangat cepat mengayunkan tangan kanan nya yang memegang golok dengan sangat erat ke belakang tubuhnya dan berhasil menangkis tebasan golok perampok di belakangnya tanpa melihat penebas nya. Setelah itu Xun Zhi memutar badannya bersamaan dengan tebasannya yang mengarah ke perut perampok yang ada di belakangnya.
"Arrrgg...!"
Teriakan perampok yang tertebas perutnya oleh Xun Zhi lalu tak lama perampok itu tergeletak jatuh sambil melepaskan goloknya dan memegang erat lukanya dengan kedua tangnya. Namun serangan Xun Zhi tak selesai di situ saja, Xun Zhi melompat menginjak tangannya perampok yang memegang luka di perutnya, dan kemudian menancapkan golok yang ia pegang tepat ke arah jantung perompak itu lalu memutar golok yang tertancap itu.
"Argg...! aa..."
Xun Zhi pun berhasil membunuh perampok yang menyerangnya. Setelah itu Xun Zhi langsung berdiri melihat ke arah Shuin yang berada tak jauh di samping kanannya.
Terlihat oleh Shuin telah membereskan salah satu perampok itu dan sekarang ia trlah bertarung dengan yang satu perampok lainnya yang sudah terluka.
Shuin pun menghunus pedangnya yang ia taruh di pinggang sebelah kirinya dan langsung menebas badannya membuat luka dalam yang mengukir tanda X di tubuh perampok yang dihadapinya.
"AAAArrggg...!"
Teriakan perampok yang ditebas oleh Shuin hingga tak lama azal pun menjemputnya. Orang yang berbadan besar bos para perampok saat melihat anak buahnya telah di bantai habis oleh Xun Zhi serta Shuin membuat naik darah dan sangat marah kepada Xun Zhi serta Shuin.
"Sialan kalian berdua bocah keparat serta wanita ******, berani sekali kalian membunuh anak buahku!"
Kemudian keluarlah Aura Qi berwarna merah yang cukup besar dari sekujur tubuhnya.
"Ehh ternyata kau seoranh kultivator yah."
Dengan nada suara yang santai Xun Zhi berkata begitu. Lalu Shuin pun mendekati Xun Zhi sambil memegang sebelah pinggang kanannya.
"Jadi Xun Zhi kita akan urus dia secara cepat atau bermain-main dulu? Karena terlihat dari Kultivasinya ia baru mencapai Qi Lanjut Tahap Menengah."
Bisikan Shuin kepada Xun Zhi sambil melihat ke arah Bos perampok yang jaraknya sekitar dua puluh meter di depan mereka berdua.
"Ya aku tahu itu Nona Shuin. Lebih baik kita selesaikan dengan cepat karena aku tidak ingin telat mencapai desa terdekat untuk mencari tempat istirahat kita hari ini Nona Shuin."
Begitu bisik Xun Zhi yang menjawab perkataan Shuin. Shuin pun mengangguk mengiyakan perkataan Xun Zhi. Sementara itu si Bos perampok pun terlihat lebih marah melihat Xun Zhi serta Shuin berbisik-bisik.
"Sialan, keparat kalian berdua berani berbisik-bisik di hadapanku. Sekarang kalian akan mati di tanganku."
Bos perampok yang telah mengeluarkan kekuatannya dan langsung berlari ke arah Xun Zhi sambil mengacungkan goloknya bersiap menebas Xun Zhi.
__ADS_1
"Sekarang kau yang akan aku bunuh dulu bocah keparat!"
Bos perampok itu langsung mengayunkan tangan kanannya menebaskan golok yang ia pegang mengarah ke kepala Xun Zhi. Namun Xun Zhi yang menangkap golok yang diarahkan kepada nya oleh Bos perampok menggunakan kedua jarinya.
Bos perampok yang mencoba menebas Xun Zhi pun terhenti dan tak bisa menggerakkan golok yang di pegang kedua jari Xun Zhi dengan sangat erat.
"Sialah kenapa kau bisa menahan tebasan golok ku Brengsek...!"
Begitu Ucap Bos perampok dengan wajah yang murka tak lama kemudian Bos perampok itu langsung mengayunkan kaki kanannya yang mengarah ke arah wajah Xun Zhi. Tapi ayunan kakinya yang lambat menurut Xun Zhi, Xun Zhi pun dapat menghindarinya dengan sangat mudah.
Kemudian Xun Zhi menarik kedua jari tangan kanannya yang menahan serang golok dan berhasil merebut goloknya dengan sangat mudah lalu melempar goloknya ke pohon hingga menancap di atas pohon.
"Sial bagaiamana bisa ia menahan seranganku, apakah dia lebih kuat dariku? Tidak mungkin kan!"
Begitu kata hati Bos perampok dengan raut wajah panik melihat Xun Zhi.
"A-Ahh...!"
Suara Bos perampok yang terkejut karena tangan kanannya yang tiba-tiba ditarik sekuat tenaga oleh Xun Zhi. Kemudian Xun Zhi menyikut kepala sebelah kiri Bos perampok dengan sangat keras hingga membuat Bos perampok itu kesakitan, lalu Xun Zhi melanjutkan serangannya menarik kepala Bos perampok dengan kedua tangannya dan langsung menyerang wajah Bos perampok dengan lututnya sampai-sampai beberapa gigi perompak itu terlepas.
Setelah itu Xun Zhi mengumpulkan Qi Api Lava miliknya di tangan kanannya dan dengan cepat menusuk jantung Bos perampok dengan tangannya dan sampai tangan Xun Zhi menembus dada serta berhasil mengahncurkan jantung milik Bos perampok.
"Arrgghh... sialan bagaimana bisa kau membunuhku yang seorang kultivator aaa..."
Ucap Bos perampok yang sekarat. Xun Zhi mencabut tangannya kanannya kembali yang menembus dada Bos perampok, tak lama kemudian Bos perampok terjatuh mati terkapar di depan Xun Zhi dengan mata yang terbuka.
"Ahhh akhirnya selesai juga."
Xun Zhi bernafas lega setelah berhasil mengalahkan Bos perampok, kemudian tangan kanannya yang diselimuti oleh Qi Api Lava pun telah kembali normal.
"Baiklah kalau begitu Xun Zhi kita lanjutkan kembali saja perjalan kita untuk menuju ke desa yang dekat dari sini."
Shuin berkata begitu kepada Xun Zhi yang berada di depannya.
"Baiklah ayo."
Jawab Xun Zhi begitu. Dan akhirnyan Xun Zhi serta Shuin pun berjalan kembali melanjutkan perjalannya sambil ditemani oleh angin yang berhembus sejuk serta matahati yang menyengat di siang hari musim panas.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1