
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Sarapan pagi perdana di mansion Asha pasca perceraian yang dilalui oleh Lolita,
terhitung hari ini, Lolita dan Rio akan menjalani 29 hari lagi di rumah Asha,..
dalam benak Lolita semoga Asha dan suaminya tidak merasa keberatan akan kehadiran dirinya dan Rio di kediaman mereka,
apalagi dalam waktu yang cukup lama,menampung orang seperti aku,....
yang tentu nya kadang banyak hal tidak sependapat dengannya, menurut pemahaman Lolita
Lolita takut jika terlalu lama bersama orang lain, akan menimbulkan konflik di antara mereka,
berkali - kali Lolita berdoa dalam hatinya,agar hal itu tidak terjadi...
.
..
..
..
setelah sarapan pagi yang hening,yang berlangsung hikmad,menatap santapan masing- masing,akhirnya sang kepala rumah tangga membuka sesi obrolan pagi...
mungkin kalau di perusahaan coffe morning...
"Lolly, "
" bagaimana urusan kamu di kota S "
" sudah selesai semua ? " tanya Theo, suami Asha yang menyapa sahabat isterinya
" belum bang, "
" masih ada rumah,yang masih belum laku," sahut Lolita dengan santainya
"sudah,serahin ke abang,ntar abang urus.." sahut abang Theo lagi
" oh iya "
" jumlah nominal harga yang kamu mau, "
" dari properti yang akan kamu tawarkan,berapa ? " tanya abang Theo lagi
" aku kurang paham,bang "
".yang penting uangnya bisa buat Lolly dapat rumah,mobil,dan buka usaha kecil- kecilan,saja,sudah cukup "
" Hm...itu mau nya Lolly "
" tapi kalaupun tidak dapat segitu, minimal cukup untuk beli ruko tingkat tiga saja,dan kendaraan untuk Lolly antar jemput Rio sekolah "
" untuk modal usaha, adalah, walaupun tidak banyak " ucap Lolita
" bagaimana tempat hunian kalian " tanya Theo
" di ruko bisa lah ,bang "
" itu mah gampang, mudah diatur " ucap Lolita lagi, dan abang Theo hanya mengangguk- anggukan kepala nya....
" apakah nyaman,buat kalian tinggal di ruko ?tidak terlalu sempit ? " kali ini Asha yang bertanya,dengan kening sedikit berkerut.....
" buat senyaman mungkin saja sih, Sha "
" lagian sesuai maunya aku siih ,Sha "
" karena aku bisa kerja,bisa jaga anak, "
" Rio akan selalu bisa aku jaga semua kebutuhannya, "
" kalau hanya beli rumah,maka aku harus mencari tempat lagi untuk tempat usaha, "
" untuk kota ini,aku rasa, harga properti tidak lah murah,Sha..."
" belum lagi fokus aku pasti akan terbagi antara rumah dan ruko,..."
" jika aku membeli kedua nya..."
" ,dan untuk kegiatan lainnya,aku harus bolak- balik kedua tempat,tentunya tidak akan efisien dalam hal waktu,mubazir ,Sha " ucap Lolita
" belum lagi aku juga harus memikirkan budget usaha nya juga,gitu,Sha " ucap Lolita kembali menjelaskan kepada Asha sedikit panjang
Asha dan suaminya mendengarkan keluhan Lolita yang panjang nan lebar
" terus " sahut Asha ,sambil sok mengerti akan penjelasan Lolita
" terus "
" terus "
" nabrak,Sha " Lolita kepada Asha,
" bagaimana, Bee " tanya Asha pada suami nya dengan sedikit ber manis manja
" mungkin ada benarnya "
__ADS_1
" tapi kamu juga harus mempertimbangkan kembali, Lolly "
" bagaimana dengan Rio "
" baik dan buruk nya "' ucap Theo
" abang hargai keputusan kamu "
" apapun itu,dan soal rumah kamu yang ada di kota S "
" akan segera abang urus,dan selesaikan ,dan begitu juga permintaan kamu, "
" nanti kamu survei,ruko yang akan kamu tempati " ucap Theo lagi
" Hm "
" kamu akan di temani asisten abang " ucap Theo dengan serius
" tidak apa-apa, bang "
" nanti Lolly ditemani oleh siapa saja tidak masalah " sahut Lolita
" Bee,"
" kamu minta abang Bobby, yach ? " tanya Asha
" ya iyalah, Honey "
" mumpung masih bisa memanfaatkan otak dan tenaga nya selama satu tahun ini "
" Joni lagi abang tugaskan ke B buat handle perusahaan disana "
" Ziel masih baru,dan dia akan sibuk menemaniku "
" urusan abang bulan ini padat merayap,sampai- sampai abang tidak bisa merayap di tubuh mu kaan "
" karena abang kelelahan " ucap Theo sedikit mesum
" Alaaaah "
" entar hanya alasan kamu saja, Bee "
" tidak merayap ke tubuh Asha "
" karena puas merayap ke perempuan lain "
" alasan klise laki- laki "
" tuuh contohnya abang Evan " sahut Asha dengan sedikit ketus
dan abang Theo ,membelalakkan mata nya,sejurus kemudian menajamkan mata nya pada Asha,sambil mengeleng- gelengkan kepala nya
Deg....
Degg...
Degg...
terus terang,jika aku mengatakan aku tersinggung akan ucapan Asha,..maka mungkin itu sedikit benar,tapi itu adalah kenyataan,..
tapi bila ditanya hatiku,sungguh begitu sakit meski itu sebuah kebenaran,..
seperti teriris sembilu,
aku berusaha melukiskan senyuman di wajahku,entahlah terlihat atau tidak,jika itu hanya dalam keadaan terpaksa,karena tersenyum dalam keadaan terluka,baru saja ku lakukan saat ini... Lolita bermonolog sendiri
" Beibs "
" maaf " ucap Asha menatap sahabatnya dengan rasa bersalah di wajah Asha
"Ah "
" tidak perlu dipikirkan,Sha " sahut Lolita dengan berpura - pura tidak terjadi apa- apa
aku harus segera menyelesaikan urusanku,jika tidak persahabatan ku taruhannya,ucapku pada diri sendiri
bagaimana pun ucapan spontan Asha membuatnya hampir saja bertengkar dengan suami nya,dan juga menggores luka di hatiku,aku takut,sungguh benar- benar takut akan merusak hubungan baik yang selama ini terjalin, lagi-lagi Lolita bermonolog dengan dirinya sendiri
.
..
..
..
..
Asha mengantarkan suami nya berangkat kerja,sedangkan Lolita sibuk mengurus hal yang harus segera dia selesaikan..
nada pesan di ponsel Lolita...pertanda pesan yang baru saja masuk dari mommy mantan suaminya...
Lolita membaca pesan singkat dari wa chat,...
Lolita lupa memberitahu keluarga mantan suaminya, ,kalau Lolita dan Rio sudah sampai,dan baik - baik saja...
Lolita segera dial nomor ponsel mommy Ida...
__ADS_1
terdengar salam sapa dari mommy Ida,dan Lolita membalas kalimat salam dari lawan bicara nya , mereka pun bercengkerama menceritakan keadaan masing - masing.
sesekali Lolita tertawa kecil akan jawaban yang mommy Ida berikan pada Lolita,...
terkadang Lolita hanya mengiyakan pesan yang mommy Ida sampaikan kepada Lolita, dan Lolita sambil mengangguk - anggukan kepala mu,padahal mommy Ida tidak akan melihat gerakan Lolita ,tapi yaah gerakan di alam bawah sadar Lolita, tetap saja dia melakukannya
sebelum sambungan telefon berakhir,mommy Ida meminta Lolita dan Rio untuk segera bertandang ke rumah abang nya daddy Hamid,mantan mertua Lolita
yaah , Lolita menyetujui nya saat itu,selain dari salah satu isi perjanjian, Lolita pun tidak ingin memutuskan silaturahmi pada keluarga mantan suaminya ,hanya saja,mungkin akan sedikit canggung untuknya untuk pertama kali nya...
cukup lama mereka berbincang,dan mommy mungkin sudah puas mengungkapkan beban di hati nya kepada Lolita,akhirnya dia yang meminta Lolita menutup panggilan telefon,dan Lolita pun menuruti kehendak dari mommy, Ida, dengan mengucapkan salam di akhir percakapan
.
.
.
.
.
..
..
..
..
setelah Lolita meminta izin pada Asha, Lolita segera melakukan perjalanan ke kediaman buya Yahya,yang ternyata jaraknya cukup jauh dari kediaman Asha...
kalau Asha tidak memaksa Lolita menaiki mobil nya, ,mungkin tadi, Lolita telah mengunakan taxi dengan argo yang tidak murah tentu nya,karena dia buta jalan di kota ini,ada rasa beruntung di benak Lolita ,saat mengiyakan paksakan Asha tadi
.
..
..
Kini sampai lah Lolita tepat di kediaman buya,abang dari mantan ayah mertuanya..
seharusnya Lolita menyapa nya dengan sapaan pakde,hanya saja seluruh anggota keluarga menyapa beliau dengan sapaan buya,dan bukan tidak ada sejarahnya,
ayah mantan suaminya Lolita ,saat itu seorang yatim,di usia nya sangat kecil,sebagai abang tertua buya Yahya harus berdiri sebagai sosok seorang abang dan seorang ayah...
hingga ayah mertua Lolita yang saat itu masih kecil menyebutnya buya, hingga saat ini,diikuti seluruh saudara ayah mertua Lolita, walaupun ayah mertua sekarang sudah menggantinya dengan sapaan abang,terkadang sesekali ayah mertua Lolita keceplosan saat menyapanya dengan kata buya,...
hingga kami pun turut menyapa beliau dengan sebutan buya, tanpa terkecuali cucu - cucu nya ,termasuk anakku Rio...
,
,,
aku segera menekan bel yang terletak di arah sebelah kanan dari pintu masuk...
ceklek...pintu terbuka,
kami disambut oleh maid,yang terlihat dari seragam yang ia kenakan
Lolita segera mengucapkan salam,dan dibalasnya dengan kalimat salam dan senyum ramahnya
" mbak,ada buya,? saya anak menantu daddy Hamid,adiknya buya " ucap Lolita, sekaligus menjelaskan hubungannya dengan tuan rumah
maid menganggukan kepalanya,dan segera membuka pintu untuk Lolita,dan Rio
sebelum masuk kedalam rumah, Lolita membalikkan tubuhnya ,berjalan ke arah sopir,untuk meminta nya pulang ke kediaman Asha,karena Lolita tidak tega membiarkan sopir menunggu mereka,
sempat ragu sang sopir menuruti kehendak dari Lolita,namun akibat paksaan Lolita ,akhirnya sang sopir menyetujuinya,...
Lolita maklum jika sang sopir enggan menuruti kehendaknya,karena ucapan Asha bagaikan titah raja,jika tidak dilaksanakan pekerjaan taruhannya,
Lolita pun segera menghubungi Asha,tentunya dia harus mendengar ocehan panjang kali lebar,kali keliling dari si cerewet Asha....
yaach, Lolita termasuk orang yang pandai bernegosiasi,tentunya tender kali ini dimenangkan oleh Lolita dengan mudah,dengan sedikit bujukan,dan suara yang lembut,membuat Asha menyetujui meski dengan berat hati
Rio sudah berada di dalam rumah buya,bahkan sudah bergelantungan di gendongan umma...
umma,tersenyum hangat kearah Lolita...
Lolita langsung meraih tangan umma yang lembut dan hangat,segera Lolita menciumi nya dengan takzim...
menginap?.....
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
ππ