
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Hamid, lebih tepatnya abang Daddy Hamid,yang sangat dihormati oleh semua orang termasuk Lolita
selain memang sebagai anak paling tua, buya di hormati karena ilmu keagamaan nya lebih, mereka menjadi figur yang sangat dihormati dan disegani oleh semua orang ,
di kediaman Buya, Lolita dan Rio di sambut maid yang bekerja di kediaman buya, ,tak berselang lama Umma datang, dan mempersilahkan Lolita dan Rio untuk duduk ke bagian dalam rumah, lebih tepatnya ruangan keluarga
" menginap ? " ucap Lolita mengulangi permintaan umma
" kenapa , Lolly ? "
" kamu menolak permintaan umma ? " tanya umma pada Lolita ,dengan nada yang terdengar kecewa.Lolita tersenyum, akan tuduhan yang baru saja umma tuduhkan kepada ku
" bukan menolak,umma "
" Lolly bukan menolak permintaan umma "
" Lolly hanya akan menunda nya " ucap Lolita dengan sopan
" karena Lolly ,harus meminta izin terlebih dahulu kepada Asha, "
" umma tahu sendiri bagaimana sikap Asha selama ini kepadaku, "
" akan lebih baik jika Lolly memberitahunya secara langsung, "
" dan inshaallah, Lolly akan menginap di rumah umma, "
" nanti, tidak sekarang, yah umma " ucap Lolita memberikan penjelasan kepada umma dengan sopan ,agar umma mengerti maksudnya dengan jelas
dan umma mulai mencerna setiap kalimat yang Lolita lontarkan,dan mengangguk- anggukan kepala nya
Lolita mengucapkan syukur,umma dapat mengerti maksudnya
" bagaimana weekend ini, Lolly ? "
" Azizah sekeluarga akan ada jadwal mengunjungi umma, "
" dan Rio ada teman main "
" yaah Haikal juga pasti sudah sangat merindukan Rio,karena mereka seumuran " ucap umma kepada Lolita
" umma "
" Lolly tidak mau berjanji,tapi Lolly akan mengusahakannya,.." jawab Lolita sedikit merasa tidak enak hati,
"iya,umma mengerti " sahut umma dengan senyum masih mengembang di wajahnya
Lolita pun menghabiskan waktunya di rumah buya dan umma,hingga sore hari, Lolita berfikir ini sudah cukup petang ,dan dia harus segera pulang ke mansionnya Asha, karena dia saat ini menumpang di rumah orang, alangkah tidak enaknya jika dia pulang ketika hari sudah larut malam
syukurnya umma mengerti,walaupun kedatangan Lolita dan Rio di rumah buya, hanya bertemu dengan umma saja ,setidaknya Lolita telah memenuhi permintaan ibu mantan mertuanya,...
Lolita pun segera meninggalkan rumah umma setelah mengucapkan salam dan mendekapnya setelah mencium punggung tangannya dengan takzim,dan pastinya juga diikuti Rio, Umma meminta sopir pribadinya untuk mengantar Lolita dan Rio pulang ke kediaman Asha..
dalam perjalanan Rio ,menarik- narik baju Lolita, memintanya menoleh kearah yang dia tunjuk,...
sebuah Mall, ..
waduuh niih anak,hari sudah sore begini mau ke Mall ,alangkah tidak enak nya perasaan Lolita terhadap Asha dan suaminya pulang malam,...gumam Lolita di dalam hatinya
tapi raut wajah yang memelas,dan Rio yang sudah melengkungkan wajahnya ,pertanda dia sangat ingin bermain disana,...
"pak, "
" saya bisa minta tolong hantarkan kami ke mall baru saja kita lewati tadi,pak..." pinta Lolita kepada sopir dengan merasa tidak enak hati
" Oh "
" , baik , nona, "
" Hmm "
" kalau nyonya tanya ,bagaimana nona ? "
__ADS_1
" saya diperintahkan nyonya untuk mengantar nona sampai ke rumah nona Asha "
" terus nanti bagaimana saya bilang sama nyonya , nona " tanya sang sopir,yang juga merasa tidak enak menolak permintaan Lolita,
Lolita segera menghubungi umma,meminta izin kepada nya,akan permintaan Rio,dan umma memakluminya,namanya juga anak- anak,
sesekali permintaannya tidak bisa kita tolak,apalagi memang sejak pasca perceraian , Lolita sudah tidak pernah mengajak Rio untuk rekreasi
Lolita juga menjelaskan kepada umma, bagaimana dia merasa tidak enak dipandang oleh Asha karena dia juga beralasan dengan umma tadi lantaran tidak enak dengan Asha, dan sekarang malah pasti akan pulang malam, karena permintaan Rio
" sudah pak,umma sudah memberi izin " ucap Lolita kepada sang sopir
sang sopir mengembangkan senyumannya,dan langsung membelokkan mobil yang sedang dia kemudikan ke arah mall F yang sudah kami lewati cukup jauh
sembari dalam perjalanan ke Mall F , Lolita pun segera men-dial kontak Asha,dan menjelaskan semua seperti pada umma,bersyukurnya Asha mengerti,dan meminta Lolita menghubungi Asha, jika sudah akan pulang,karena sopirnya yang akan menjemput Lolita dan Rio...
Rio sepertinya khilaf,dia menikmati waktu ini dengan sangat bahagia,dan Lolita menuruti semua keinginannya,mulai dari makan fast food kesukaannya,bermain di area permainan,melihat- lihat mobil- mobil'an kesukaannya,dan pastinya meminta izin kepada mommy nya untuk membeli barang itu
Rio bahkan mengambil lebih dari biasanya, Lolita bertanya kepada anaknya, mengapa membeli barang berlebihan, dan ternyata, Rio membeli lebih untuk dia berikan kepada twin Rava dan Ravi...yang pada akhirnya Lolita menyetujui permintaan dari anaknya
Lolita mengecek waktu di jam yang aku kenakan di tangan kanannya,
wow....sudah dua jam lebih Lolita dan Rio berada disini, Lolita pun segera membujuk Rio untuk segera pulang,dan bersyukur nya Rio menurut akan permintaan Lolita
Lolita pun segera men dial kontak Asha,agar sopir segera menjemput Lolita dan Rio,...
sejenak Lolita berfikir ,jika terus begini, Lolita sungguh malu,selalu merepotkan Asha,
Lolita merasa ingin segera menyelesaikan segala urusan,agar dia bisa mandiri dengan segala urusannya
" Mom " ucap Rio menarik - narik ujung baju Lolita
" apa ,sayang " ucap Lolita sambil membelai pipi gembul puteranya dengan kasih sayang
" hai, tante " ucap sapa bocah tampan
dan sapaannya mampu membuat Lolita segera menoleh kepada nya,
sesaat bocah tampan itu merasa aneh, seperti awal perjumpaan mereka, tetapi Lolita kembali segera mengajarinya untuk mencium punggung tangan Lolita dengan takzim,dan dengan polosnya bocah tampan itu kembali menurut apa yang Lolita ajarkan kepadanya
Lolita pun segera mengecup kedua pipinya,dan dahinya,tak lupa aku memeluknya,dan bocah tampan itu memeluk Lolita dengan erat,dan agak lama,
Lolita sempat tertegun, namun tidak mengapa, namanya anak-anak pasti suka dengan pelukan hangat dari orang dewasa ,yah...salah satu tanda menyalurkan energi positif, dan kasih sayang kepada orang lain
yang lucunya,kalau anak beberapa orang akan cemburu jika anak orang lain memeluk tubuh sang ibu,tapi tidak dengan Rio,..
bahkan Rio ikut memeluk tubuh kami berdua
Lolita tersenyum ,nyaris tertawa dengan tingkah kedua bocah ini,...
pelukan kami terlepas kala ada seseorang berteriak memanggil nama sang bocah tampan itu....
dengan langkah terburu - buru ke arah kami
.
.
..
" siapa kamu? " seorang wanita yang sudah cukup berumur dengan nada sedikit jutek,dan ketus,dan dari tatapannya mencurigai Lolita..
" malam , nyonya "
" perkenalkan saya Lolita ,nyonya, "
" dan ini anak saya ,Rio.." salam sapa dan kenal Lolita pada nya wanita paruh baya itu, Lolita mencoba meraih tangan perempuan paruh baya itu, dan mencium takzim punggung telapak tangannya,seperti mengajarkan Darren tadi
" saya omanya Darren "
" Valerie," ucap perempuan paruh baya itu dengan nada lembut
" maafkan, "
__ADS_1
" sikap saya tadi, "
" zaman sekarang banyak penculik anak"...ucapnya lagi merasa tidak enak
" tidak apa- apa,nyonya " sahut Lolita dengan seutas senyuman di wajah cantiknya...
" baiklah ,Darren, "
" mungkin lain kali kita bisa lama untuk saling sapa "
" sekarang sudah cukup malam untuk kalian "
" tidak baik untuk kalian yang masih anak- anak terlalu malam "
" mommy dan Rio permisi yaach " ucap Lolita sambil mengelus pipi Darren dan dengan tersenyum hangat menatap bocah tampan yang berada di hadapannya, dan Lolita pun mengelus- elus puncak kepala Darren dengan kasih sayang
" nyonya ,permisi "
" ,kami pamit pulang terlebih dahulu " ucap Lolita menundukkan kepalanya sedikit,gerakan pamit kepada omanya Darren
" tunggu ! " teriak nyonya Valerie
Lolita segera membalikkan tubuhnya,..dan menghampirinya
" ada apa,nyonya? " tanya Lolita dengan sopan, walaupun dia mengerutkan keningnya
" minta nomor ponsel kamu?, "
" boleh " ucap Valerie dengan sopan
Lolita sedikit ragu dan bertanya dalam hati,tapi yaah Lolita masih tidak menemukan alasan nya,tapi hanya sekedar nomor telepon,apa salahnya, aku berikan saja, gumam Lolita dalam benaknya, dan dia memberikan contact handphone nya
setelah men dial contact nyonya Valerie , Lolita segera melanjutkan perjalanannya menuju lobby mall
ternyata kota J di landa hujan malam ini,sangat deras,bahkan kilatan petir terus menerus menyambar...
ada beberapa ojek payung,...
Lolita ingin mengunakan jasa mereka,apalagi dia melihat ada seorang anak yang tubuhnya sudah menggigil kedinginan, mungkin sedari tadi anak itu sudah melakukannya,terlihat tubuhnya sudah semakin pucat,apalagi dari jemarinya yang sudah berkerut,...
namun sopir yang menjemput Lolita sudah berdiri tepat di depannya dan Rio,membawa payung dengan ukuran sangat besar,yang pastinya untuk Lolita dan Rio,karena bapak sopir sudah mengunakan payung lain untuk dirinya
Lolita meminta sang sopir untuk segera kembali ke kemudinya,bersama Rio dengan payung yang sudah bapak sopir pegang untuk diberikan kepada Lolita
Lolita langsung mengarahkan Rio berjalan di depan bapak sopir, sedangkan Lolita sidah berada di bawah payung mengandeng tangan bocah yang sudah sangat dingin ke arahku,dengan payung yang ia pegang tetap untuknya,dan payung yang aku pegang untukku dan Rio
bocah itu menurut saja,mungkin karena tarikan tanganku padanya lumayan menghangatkannya,..
" ambillah ini, mommy ikhlas,dan segera lah pulang,mandi air hangat,dan makanlah yang hangat,agar kamu tidak jatuh sakit " ucap Lolita dengan lembut, setelah dia dan Rio duduk di dalam mobil
bocah itu terus menerus menatap Lolita, dan Lolita membelai wajahnya,..
" pulang lah " pinta Lolita dengan lembut
dan Lolita segera menutup pintu mobil,tak menunggu waktu lama,sang sopir melajukan mobil pulang ke kediaman Asha,
karena kelelahan,begitu sampai didalam mobil Rio segera terlelap,dan sang mommy mengelus-elus puncak kepala Rio,setelah merebahkan tubuh Rio di pangkuannya...
*
*
*
*
*
*
*
ππ
__ADS_1