Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
bagaimana,Dad?..


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" sudah dapat tempat yang akan kita tuju, By?..." pertanyaan awal Theo,membuka sesi percakapan setelah selesai sarapan pagi


" sudah,hanya satu tempat itu sesuai keinginan kamu,.."


" tapi harus kamu tahu,jarak tempuh dari sini akan lebih jauh dari tujuan pulang kita,..."


" dan beberapa titik akan terjadi kemacetan di daerah sana,..."


" tentu akan mempengaruhi waktu perjalanan pulang dan pergi,...."


" atau pilihan lainnya,.."


" satu objek wisata,namun agak sedikit ramai karena saat ini weekend, mas bro..."


" aku tidak bisa handle,itu.." ucap Bobby agak panjang


Theo mendengarkan dengan seksama


" owner nya sudah kamu hubungi..?.." tanya Theo


" kamu meragukan kinerja aku, begitu?.." ucap Bobby menajamkan tatapan nya


" Theo,...."


" sebaiknya kamu turunkan sedikit persepsi kamu,..."


" agar semua dapat dilakukan,isteri kamu bahagia,..."


" kita bisa pulang dengan cepat,..."


" apalagi besok banyak yang harus kita selesaikan di kantor...?..." ucap Mad ,menengahi perbincangan sesama pria


Theo menghela nafas,sambil mempertimbangkan saran dari Mad


" tenang saja ,dude... "


" bodyguard kamu dan Bobby sudah lebih cukup,menurut aku,..." ucap Mad lagi,mencoba menenangkan sahabatnya


" apa tidak terlalu berlebihan,..."


" Asha tidak suka itu..." Theo berbicara sambil memijat dahi nya


" bodyguard aku ,membaur dengan para pengunjung,..."


" mereka tidak memakai setelan power rangers seperti bodyguard kamu...." sindir Bobby


" heh!!...."


" sudah mulai angkuh kamu yaach,..."


" sudah mau menunjukkan taring sesungguhnya,..."


" belum saat nya ,dude....."


" status kamu saat ini masih bawahan aku,..."


" jadi titah aku mutlak harus kamu lakukan....." ucap Theo dengan menyeringai licik


" Hm..." sahut Bobby singkat


mereka bertiga mengobrol santai,sambil menunggu para wanita menganti pakaiannya


.


.


" ck....lama betul,kalau perempuan berdandan..." decak Theo ,karena merasa sudah cukup lama mereka menunggu Asha dan Lolita


Ceklek....


pintu kamar lantai atas terbuka,


Asha dan Lolita,berjalan sambil terus mengobrol dengan diselingi tawa dari kedua nya,


senyum terus mengembang di wajah Asha dan Lolita,sembari terus turun menapaki setiap anak tangga


" honey...." sapa Asha pada sang suami,sambil menggoyangkan lengan suami nya

__ADS_1


Theo terkesiap,langsung menghujami isterinya dengan ciuman dengan sedikit l******


Lolita menggoyang-goyangkan kedua tangannya,menghalau angin di depan wajah Mad dan Bobby secara bergantian...


" hello,..."


" apa yang menjadi lamunan,kalian,?.." tanya Lolita ,kedua matanya secara bergantian menatap kedua pria di hadapannya


" hello....." sapa Lolita lagi...


Mad dan Bobby terkesiap,dan mereka salah tingkah akan reaksi mereka terhadap penampilan Lolita yang nampak begitu menawan,di hadapan mereka


Mad dan Bobby,mencoba memecahkan suasana canggung yang telah terjadi,dengan segera bertanya hal yang tidak penting,..


seperti, mau kemana?...


padahal mereka sudah tahu,kemana mereka akan pergi ...


tapi seakan mengerti kebodohan dua sahabatnya,


Theo segera mengajak isteri dan sahabat isterinya untuk segera menuju mobil yang telah setia menunggu mereka...


tentu saja Mad dan Bobby segera mengikuti langkah mereka


weekend kali ini sungguh menyenangkan bagi Asha....


merasakan Honeymoon dan traveling bersama sahabatnya,..yang nyaris tidak pernah dia rasakan,karena jarak yang memisahkan mereka...


baik Asha dan Lolita ,mereka sangat excited menikmati wahana hiburan yang disajikan di tempat mereka kunjungi hari ini


Tak terasa siang menjelang sore,mereka harus menghentikan kegiatan mereka ,untuk kembali ke villa para karyawan perusahan Theo,


Theo harus segera menutup acara family gathering yang diadakan oleh perusahaannya...


kalimat penutup dari sang pemilik perusahaan mendapatkan standing applause dari para karyawan dan keluarga nya....


mereka pun bersiap-siap untuk segera kembali ke kota J**** dengan penuh semangat yang berselimut dengan rasa lelah....


maklum saja,banyak nya aktivitas menyita tenaga mereka,untungnya perusahaan menyediakan bus pariwisata untuk mengangkut para karyawan dan keluarga nya, sehingga mereka tidak perlu repot-repot mengendarai kendaraan sendiri untuk sampai ke kota tujuan


Theo sudah berada di mobilnya beserta isterinya, dan Lolita berada di mobil berbeda dengan sahabatnya


membuat Asha sedikit merajuk kepada sahabatnya, padahal Theo sendiri yang meminta Lolita untuk berada di mobil berbeda dengannya dan Asha,dengan alasan ia dan isteri nya membutuhkan private time,selain untuk mendekatkan sang sahabat dengan sahabat isteri nya


Bobby yang memiliki karakter humble namun sedikit kikuk jika berhadapan dengan Lolita, ,membuka obrolan dengan Lolita ,bukanlah hal yang mudah bagi nya saat ini,...


melihat itu,Mad,yang berada di kursi depan di samping sang sopir mencoba membuka obrolan,berhasil menghidupkan suasana,..


bahkan gelak tawa mereka riuh,mengisi hangatnya kebersamaan dalam perjalanan pulang ke tempat tujuan,bahkan sang sopir tanpa sungkan ikut dalam sela obrolan,


.


.


sampai nya mereka di tempat tujuan,Lolita sebenarnya ingin segera diantar ke rumah pakde mantan suaminya,namun dengan menimbang baik buruk nya,akhirnya dia memutuskan untuk ikut pulang ke mansionnya Theo,


dengan alasan,hari sudah cukup malam,dan di dalam mobil hanya Lolita sendiri perempuan,takut akan pandangan buruk dari mantan mertua nya dan pakde mantan suaminya..


.


.


setelah sarapan pagi, Lolita segera meminta izin kepada Asha dan Theo,untuk menyambangi rumah buya Yahya,..,


dengan berat hati Asha menyetujui,namun dia juga mendukung apapun keputusan Lolita,


dengan telaten,Lolita membawa oleh - oleh khas dari daerah yang dia kunjungi untuk keluarga sang mantan suami...


Lolita masih sangat disambut oleh keluarga sang mantan,mereka bahkan meminta Lolita untuk menginap dengan alasan mereka masih sangat merindukan Rio,..


mau tidak mau, Lolita menuruti kemauan dari mantan mertua nya,namun dengan berbagai kesibukan Lolita,dia pun menjelaskan kepada para orang tua ,jika dia sedang ada hal yang harus dikerjakan,dan dia mendapatkan izin untuk melakukannya,Dengan syarat Rio tetap tinggal bersama mereka


beberapa hari digeluti oleh Lolita,memilih ruko tempat usaha dan tinggal untuk dia dan anaknya,mencari sekolah dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh dari ruko dan sekolah yang baik tentunya....


selama kurang lebih hampir tiga minggu ia menyelesaikan urusannya,akhirnya rampung juga,ruko tiga tingkat itu,sudah menjadi hak miliknya,dengan menjual aset rumah nya dahulu,bahkan sertifikat ruko sudah atas namanya,


jangan tanya kenapa cepat urusannya,tentu dengan bantuan Bobby tentunya...


ruko pun sudah berisi barang - barang kebutuhan mereka,seperti kulkas,peralatan dapur,bahkan kasur ukuran king size untuk ia nikmati bersama Rio,tidak ada kamar khusus untuknya atau untuk dia,hanya ada satu kamar dilantai tiga untuk dia dan Rio tempati,dan balkon untuk dia menjemur pakaian atau pun menikmati indahnya gedung pencakar langit lainnya,yaaah hidup di kota besar itu yang terlihat sepanjang mata memandang bukan hamparan pepohonan,

__ADS_1


lantai dua dan lantai satu akan digunakannya untuk usaha,dan untuk area dapur sengaja berada di lantai dua,karena pada lantai inilah nanti segala kegiatan untuk dia lakoni sebagai seorang ibu dan pengusaha,karena lantai satu akan dipenuhi dengan barang- barang usaha,dan jika usaha nya berhasil,tentunya ia akan membuka lowongan kerja, untuk mempekerjakan beberapa orang sebagai pekerja untuk membantu pekerjaannya


******


banyak uang telah dihabiskan Lolita membuka usaha nya,namun dia harus tetap membuat acara selamatan untuk tempat usaha dan tempat tinggal nya,


untuk beberapa orang mungkin tidak melakukannya,dan untuk Lolita dia termasuk orang yang masih melakukan adat itu,agar usaha dan rumahnya mendapat berkah bila melakukan acara syukuran,


Lolita memang tidak mengundang anak yatim,karena sehari sebelum acara di ruko nya,dia sudah mendatangi salah satu panti asuhan terdekat,untuk berbagi kebahagian dan rezeki nya


acara di laksanakan malam hari berlangsung hikmad, lantunkan surah Yasin menggema,di dalam ruangan , yang dihadiri oleh keluarga mantan suaminya,mantan mertua nya,dan Asha,Theo,dan si kembar Rava dan Ravi,


Zubaidah...mommy sang mantan suami Lolita,saat ini berada di dalam dekapan sang suami


" Dad,bagaimana , ..."


" apakah Evan tahu keberadaan Lolita dan Rio disini?..." tanya Zubaidah


" seperti nya tidak,..."


" dan tidak perlu diberitahu juga, ..."


" Daddy mengkhawatirkan Lolita ..."


" jika Evan mengetahui lokasi ruko ini...." sahut Hamid,Daddy nya Evan


Zubaidah nampak mengangguk- anggukan kepala nya,mengerti maksud suaminya


Evan tipe yang otoriter dan posesif,takut nya hal buruk terjadi kepada mantan menantunya, apalagi disini dia hanya sendiri,tidak ada yang akan melindunginya...


percakapan hangat terjadi setelah dari sesi pengajian,


acara makan malam yang tercipta penuh rasa kekeluargaan,Lolita bahkan tidak merasa canggung dengan hadirnya keluarga dari pihak mantan suami,


kehadiran Bobby dan Mad ,tidak diperlakukan khusus,karena bagi Lolita mereka hanya lah teman bagi Lolita, walaupun Bobby berharap lebih dari Lolita


Lolita malah asyik berada di tengah- tengah para tetua,


Asha pun bergerak sebagai tuan rumah,yang ikut membantu Lolita menyambut dan menerima tamu yang hadir...


di saat Lolita menjamu para kaum tetua


acara berakhir tepat pukul 21.00 wib...


para tamu telah pulang,tersisa banyak sampah dan beberapa barang yang harus di rapikan,...


dengan kode dari sang boss,semua terselesaikan,


kekuasaan mengalahkan apapun,bukan apa- apa...


demi sang isteri,Theo sudah memprediksi nya,dan juga rasa iba nya juga kepada sahabatnya isteri yang sudah dianggap nya adik...dengan ikhlas dia lakukan,meski tidak dalam keyakinan yang sama


" beibs...."


" gue balik yaach..."


" Rava dan Ravi sudah di mobil,...."


" mereka sudah tertidur,...."


" sepertinya kelelahan bermain dengan Rio dan lainnya,...." ucap Asha meminta izin kepada sahabatnya,untuk pulang ke mansionnya,


" terima kasih yaah,Sha.." sahut Lolita dengan membentangkan kedua tangannya hendak memeluk Asha,dan tentunya disambut hangat oleh Asha


satu persatu tamu dari pihak keluarga mantan suaminya berangsur pulang dari ruko Lolita


kini tersisa daddy Harun dan mama Amelia ,yang menginap di ruko,yang menjadi rumah dan tempat usaha Lolita di kota ini...


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


πŸ’πŸ’


__ADS_2