Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
percayakan Rio kepada abangnya


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Hanan masih terus mengejar mobil yang dikendarai oleh Boy,


bukan tidak terkejar, namun karena rintik hujan yang membasahi bumi, membuat jalanan basah, menyulitkan Hanan untuk bermanuver, apalagi jarak pandang yang terkena titik-titik air hujan, mempengaruhi jarak pandang, disamping harus berhati-hati, Hanan juga harus mengejar mobil yang dikendarai oleh Boy


cukup lama Hanan sampai menemukan titik lokasi Boy, sampai dia mengenali mobil yang terparkir secara asal, apalagi terdengar suara teriakan dari dua pejantan tangguh itu, sudah Hanan pastikan jika itu suara Rio dan Boy


Hanan berlari cepat sambil mengirimkan titik lokasi kepada Theo dan Evan untuk memisahkan mereka berdua, apalagi mereka sudah dalam kondisi tidak baik, tidak jarang Hanan ikut mendapatkan hantaman pukulan dari Boy ataupun Rio


tidak membutuhkan waktu lama bagi Theo dan bodyguard nya, serta bagi Evan menemukan titik lokasi yang dikirimkan oleh Hanan mereka sudah sampai di lokasi untuk memisahkan Boy dan Rio


mereka berdua sudah berhasil di pisahkan, oleh Evan dan Theo, tentu saja Evan yang memegangi tubuh Rio, di sisa tenaganya Rio menghempaskan cengkeraman tangan Evan pada tubuhnya,


" lepaskan...." ucap Rio sarkas, dengan nada penuh penekanan, sambil menatap manik mata Evan dengan tajam


tidak satu pun luput dari pengamatan Boy,


" lepaskan, uncle..." ucap Boy dengan terengah-engah karena saat ini dia sudah sampai di titik lelah nya


" percayalah kepada ku..."


" aku menyayangi mommy..."


" aku melakukan ini demi mommy...."


" percaya lah kepada aku, uncle...." ucap Boy yang sudah tidak mampu menahan airmata nya


Theo memberikan kode kepada seluruh bodyguard nya tanpa terkecuali, Theo juga mencengkeram lengan Evan dengan kuat, agar Evan segera menyingkir dari posisi mereka saat ini


" Van....."


" biarkan saja, Boy mengatasi Rio...."


" dia abangnya...."


" percaya lah...." ucap Theo dengan hati-hati


" tapi...." ucap Evan


" Boy sangat menyayangi Lolly..."


" Boy tidak akan pernah menyakiti orang yang disayangi Lolly...." ucap Theo lagi dengan suara yang lirih,


Evan mengikuti langkah kaki Theo, untuk segera menjauh dari kedua remaja tampan yang sudah babak belur,


bugh..... Boy memberikan pukulan kepada Rio, membuat Rio terjatuh,


" cu.uh...."


" ba.ng..**s.at...." ucap Rio sambil menyeka darah yang mengalir di pinggir bibirnya


" bangun...."


" puaskan mau nya kamu..."


" abang akan memenuhi keinginan kamu..." ucap Boy dengan suara yang terengah-engah


Rio segera bangkit, langsung memberikan Boy pukulan secara beruntun, namun karena Boy pemegang sabuk hitam terlebih dahulu dari Rio tentu saja Boy sangat mampu menandingi kemampuan, kekuatan Rio, sampai akhirnya mereka berdua terjatuh di hamparan rumput menengadah ke arah langit yang sudah menghentikan rintik nya, hanya ada titik- titik tipis air hujan, seperti butiran salju saja


" apakah mommy membenci diriku, ..." ucap Rio dengan nafas yang tersengal-sengal


" tidak...."


" mommy tidak akan pernah membenci satu orang pun, bahkan orang yang telah menyakiti hati dan fisik nya..."


" apalagi orang itu adalah kamu...."


" kamu adalah orang yang selalu ingin mommy lindungi, bahkan di saat Daddy Evan menyakiti mommy, mommy masih terus bertahan demi kamu...." ucap Boy di sisa nafasnya yang sudah tersengal-sengal


" kenapa mommy tidak pulang - pulang..." ucap Rio


" karena pasti terjadi sesuatu kepada mommy..."


" mommy tidak akan pernah meninggalkan kita, ..."


" jika bukan karena kita yang meminta nya sendiri..."


" tugas kita adalah untuk mencari nya...." ucap Boy

__ADS_1


" apakah mommy benar-benar menyayangi aku .." ucap Rio


" akan abang tunjukkan bukti kalau mommy menyayangi kamu..."


" uang yang Daddy Evan berikan kepada mommy,..."


" harta yang mommy dapat dari perceraian mommy..."


" dan uang dari penghasilan mommy...."


" semua atas nama kamu...."


" walaupun ada juga atas nama aku, itu yang mommy dapat dari Daddy Bobby dan penghasilan mommy...."


" mommy membaginya sesuai porsi, dan itu tidak ada satupun atas nama mommy..."


" kamu tahu, tidak ada satu pun tabungan atas nama mommy, kecuali untuk tabungan usaha, untuk transaksi usaha mommy...." ucap Boy


" rasanya ingin mati saja, atau menghilang saja...." ucap Rio


" mati lah, dan menghilang lah..."


" sebatas itu ternyata cinta kamu untuk mommy...." ucap Boy dengan sarkas


" jangan pernah mengukur rasa sayang aku kepada mommy....." ucap Rio


" maka dari itu...."


" kamu berikan bukti, tunjukkan kepada mommy dengan sungguh-sungguh jika kamu memang menyayangi mommy....."


" ingat permintaan mommy kepada kita sebelumnya..."


" sebelum mommy pergi....."


" Heh....."


" atau kamu lupa ...." ucap Boy dengan penuh penekanan


" jadilah anak yang soleh,...."


" anak yang membanggakan mommy...."


Boy dan Rio mengingat momen mereka bertiga, di dalam ruko yang selalu penuh canda dan tawa, bahkan momen ketika mereka berkelahi, sang mommy sebagai penengah yang adil diantara mereka, tanpa mereka sadari mereka berdua menangis tersedu-sedu, bahkan suara isak tangis mereka berdua terdengar sangat memilukan bagi orang yang mendengarkan nya


Theo berkali-kali menghapus jejak airmata nya, sambil terus merekam adegan di hadapannya, agar dia perlihatkan bagaimana Boy mampu bertahan di kondisi yang sangat terpuruk dalam hidupnya,


Evan pun tidak kalah terluka , Lolita begitu hebat mendidik Boy menjadi sosok pemuda dewasa, rasa cinta dan kasih sayang Lolita membentuk pribadi Boy yang sangat luar biasa


nona,....


lihatlah anak yang nona pungut, dia sangat luar biasa, pulanglah nona...


kasihan kedua anak ini, mereka begitu kehilangan nona....


pulang lah nona, kami selalu merindukan hadirnya nona ditengah kami....gumam Hanan dalam batinnya, hal yang sama dia lakukan, menahan airmata nya, meskipun masih saja nakal turun tanpa Hanan minta


" apakah abang membenciku...." ucap Rio dengan suara parau


" iya...."


" aku sangat membenci dirimu...."


" aku akan terus membenci dirimu...."


" kalau kamu sampai membuat mommy menangis, mommy terluka..."


" aku akan terus membencimu yang tidak tahu rasa bersyukur memiliki seorang ibu yang sangat mencintai kamu...." ucap Boy dengan terus menangis


Rio segera bangkit dari posisinya,


" abang......." ucap Rio dengan terus menangis dalam dekapan tubuh Boy


mereka menangis berdua, membiarkan diri mereka hanyut dalam tangisan kehilangan Lolita dalam hidup mereka


" kita harus bangkit, dik...."


" kita harus tunjukkan kepada mommy...."


" kita bisa menjadi putra- putra terbaik mommy..."

__ADS_1


" menjadi pelindung mommy..."


" menjadi anak soleh yang bisa membuat mommy bangga...."


" kita pasti bisa...." ucap Boy memberikan dukungan kepada adik angkatnya, sedangkan Rio hanya bisa mengangguk-anggukan kepala nya saja


Rio segera bangkit dari posisi sebelumnya, kemudian Rio yang telah berdiri tegak, mengulurkan tangannya dan Boy menyambut nya dengan tersenyum


" baik...."


" kita harus saling mengingatkan, jika salah satu diantara kita khilaf...." ucap Boy setelah mereka berdua berdiri dengan tegap


" iya, bang...." ucap Rio mengangguk- anggukan kepala nya


" sekarang kamu ..."


" lakukan seperti yang biasa mommy minta, jika kita berbuat salah...." ucap Boy menatap wajah adiknya yang sudah di penuhi lebam


" iya, bang...." ucap Rio menundukkan kepalanya


Rio segera menghampiri Evan, dan mengucapkan kalimat maaf secara formal, sesuai seperti yang selalu Lolita ajarkan kepada kedua anaknya, Evan menarik tubuh anaknya di dalam dekapan nya, Evan memeluk tubuh Rio dengan begitu posesif


" Daddy yang bersalah...."


" Daddy yang lebih patut meminta maaf kepada kamu, nak ...." ucap Evan yang menangis dibalik punggung anaknya


" tidak, Dad...."


" Rio yang salah, karena sudah menyakiti hati Daddy...."


" mommy pasti bersedih akan sikap Rio seperti ini..."


" mohon maafkan Rio, Dad...." ucap Rio dengan lirih


adegan permintaan maaf mereka disaksikan oleh Theo dan para bodyguard nya, dan Boy


salah satu bodyguard Theo ada yang jiwanya usil, menyemprotkan air kran bersih ke tubuh Boy yang terlihat sangat berantakan, tentu saja membuat Rio berang, Rio segera merebut selang, mengarahkan nya ke arah pelaku utama, namun malah terkena Theo, aksi semprot menyemprotkan air membuat mereka seperti anak-anak,


" basah seperti ini bagaimana......" ucap R


tanpa mereka sadari Azriel datang dengan bala bantuan , membawakan tuannya Theo perlengkapan yang dibutuhkan Theo dan lainnya


" kita berjalan saja ke hotel yang ada di depan..." ucap Theo


semua orang tanpa terkecuali mengikuti langkah kaki Theo, mereka sudah bergegas masuk ke dalam kamar masing-masing untuk segera mandi, karena mereka sudah sangat kedinginan


pihak hotel langsung menyambut kedatangan mereka, tanpa menanyakan lagi identitas dan lainnya, karena semua sudah di handle oleh Azriel


" terimakasih, Ziel...." ucap Theo sambil menyeruput kopi hangat


" sama-sama, tuan...."


" nyonya tadi menanyakan tuan, namun tuan tidak mengangkat telefon dari nyonya..."


" terpaksa saya mengirimkan video tuan saat tuan seperti bocah Lima tahun main air...." ucap Azriel tanpa dosa


" what's...!!!!!....."


" Oh My God...." ucap Theo sambil menepuk jidat nya


" aku merindukan kamu, Obby..." ucap Theo


" bagaimana kabarnya, bang.." ucap Evan yang sudah duduk di samping Theo


" buruk....." ucap Theo dengan singkat


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2