Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
cucu grandma


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dalam perjalanan pulang ke mansionnya, , seorang anak laki-laki menatap nanar ke siluet jalan, yang berjalan meninggalkan para mobil lainnya, entah apa yang di pikirannya,


terkadang dia tersenyum, beberapa saat memegangi pipinya yang tersentuh belaian lembut Lolita


setiap untaian kata yang terucap di bibir Lolita mengenang kembali , wajah cantik khas keibuan menari-nari di pelupuk matanya,


" Mommy....." gumamnya kecil sambil menyunggingkan senyuman yang todak pernah diperlihatkan nya sejak kecil, sejak dia diperlakukan kasar oleh seorang wanita yang pernah dekat dengan ayahnya,


karena kejadian di masa lampau, yang menimpa kedua anaknya, pria dewasa itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun, terlalu dingin untuk tersentuh, bahkan kedua orang tua nya yang sudah sangat renta memaksa nya untuk kembali merajut kasih , membina rumah tangga tidak lagi mereka lakukan, karena di masa lampau, mereka lagi - lagi hampir kehilangan satu - satunya cucu yang tersisa


mereka tidak mau lagi melakukan kesalahan kedua dan ketiga kalinya lagi, cukup satu kali saja, apalagi sang cucu setelah kejadian itu menyisakan trauma cukup dalam, hingga sang cucu harus menjalankan terapi konseling di usia yang masih begitu dini


entah kenapa siluet Lolita membekas di hati anak laki - laki itu dari saat pertemuan tidak sengaja antara dia , Lolita dan puteranya, hari ini pun demikian, kebetulan yang tidak pernah di sangka,


namun saat senyuman terukir indah di wajah nya, dia mengubah arti senyumannya , menjadi begitu getir,.


saat bayangan seorang pria memberi pelukan, bahkan men*c%%iu**m Lolita dengan begitu posesif, terlihat jika pria itu begitu mengkhawatirkan Lolita,


mungkin dia Daddy si anak kecil yang usia nya dua sampai tiga tahun di bawahnya, padahal dia sangat berharap jika wanita di yang di harapkan nya untuk menjadi Mommy adalah wanita single yang akan bersanding dengan ayah nya,


kerinduan akan memiliki keluarga lengkap, dimana dia begitu disayangi, di dekap hangat oleh kedua orang tua nya begitu sangat dirindukannya,


" Mommy...." teriaknya


membuat sang nenek mengekpresikan wajah kagetnya, ada apa dengan cucu nya, apakah dia merindukan Mommy nya yang telah meninggal saat dia dilahirkan,


" cucu, grandma sayang..."


" kamu kangen Mommy yah, nak..."


" nanti kita melakukan kunjungan di rumah Mommy..." ucap wanita separuh baya yang kian renta terlihat dari beberapa kerutan yang kian nampak, yang mengusap bagian kepala sang cucu


anak laki - laki itu hanya terdiam, dan tetap fokus pada pandangannya,


sang suami wanita itu menghela nafasnya cukup panjang, kapan dia akan melihat senyuman terukir di wajah isterinya kembali, putera, dan kini cucu nya, hidup mereka bergelimang harta namun hal itu bagaikan penjara bagi mereka, karena kebahagiaan sesungguhnya melihat kebahagiaan di wajah para orang terkasihnya seperti sangat sulit untuk mereka miliki

__ADS_1


meski di setiap sujud nya di setiap sepertiga malam, sampai detik ini Tuhan seakan-akan engan mengabulkan satu doa nya dari sekian doa lainnya, sedikit pasrah mungkin ini takdir dari sang maha kuasa pada dia dan keluarganya yang harus mereka terima dengan lapang dada


Allah berikan cucu ku kebahagiaan , berikan impiannya, berikan anakku jodoh terbaik untuknya, izinkan aku melihat kebahagiaan di wajah orang- orang terkasih ku sebelum kematian ku, dalam batinnya..,.untaian kalimat tersimpan rapi di hatinya, semoga Allah mendengar , itu terus yang terjadi sudah hampir tiga dekade ini


saat ini anak laki-laki itu pulang ke in**** untuk mengunjungi makam sang Mommy, bersama grandma, dan grandpa nya, karena sang ayah sibuk berkerja, ke negara yang menjadi tujuan kunjungan kerja nya setiap beberapa bulan,


sang ayah betah untuk bekerja mengelilingi setiap negara yang terdapat perusahaan mereka, memeriksa berbagai hal penting, agar profitabilitas perusahaan semakin baik


" besok kita ke kota S*** dulu yah, cucu kesayangan granny..." ucap Valerie


" iya...." sahut anak laki-laki itu singkat


.


.


.


.


.


.


..


..,....


Akhir dari weekend kali ini begitu bermakna, meski lelah yang terlihat dari raut wajah mereka, namun sangat membekas di hati setiap orang,


Mona tak henti menyunggingkan senyuman di wajah nya, membuat salah satu wajah bodyguard Evan menatap nya dengan gemas, namun tidak dengan salah satu bodyguard Bobby yang sudah mengetahui sedikit banyak sikap buruk Mona, pria itu malah menyunggingkan senyum menatap jijik, apalagi dinilai nya jika Mona cukup memalukan,


Lolita mengajak para putera nya menyelesaikan kewajiban mereka di fasilitas yang sudah disediakan pihak Mall**** sebelum pulang ke mansion Theo, dengan alasan takut malas jika sudah sampai di mansion, yah perjalanan pulang ke mansionnya Theo cukup jauh, pasti para anak-anak nya tertidur, akan malas dan sungkan mengerjakan kewajiban yang harus mereka penuhi setiap waktunya


begitupun Bobby dan Evan yang sama-sama baru memperbaiki ibadah nya setelah dekat dengan Lolita


Setiap selesai sholat Evan selalu memberi kecupan di dahi Lolita setelah Lolita meminta salim secara takzim pada Evan, itu dulu...

__ADS_1


ternyata kebiasaan itu masih belum move on, Evan masih melakukannya, melihat itu Bobby pun mulai ikut membiasakan diri untuk melakukannya


Lolita sangat jengah akan tingkah para pria dewasa yang menyebalkan di hadapannya, mau komplain sudah dilakukan nya, namun ucapan nya sama sekali tidak digubris mereka


satu- satunya jalan, mereka harus di beri ceramah agama oleh Buya Yahya ,gumam Lolita dalam batinnya, bagaimana pun Lolita merasa risih dengan sikap mereka berdua yang seakan-akan Lolita sebuah lahan sengketa yang harus di perebutkan, memberi garis, memberi tanda bukti kepemilikan, padahal mereka sama-sama belum memiliki surat bukti kepemilikan


Evan melakukan perjalanan pulang pada penerbangan pertama, agar dia sampai di kota S*** pagi itu juga, karena akan ada meeting dengan klien penting membahas tender yang sudah mereka dapatkan, beberapa hal penting harus di bahas tentang penatalaksanaan nya , sampai proyek mereka selesai


rutinitas Lolita dan anak-anak nya kembali seperti semula setelah ruko sudah selesai, Lolita meminta asisten rumah tangga yang akan membantu Lolita cukup satu saja ,agar bisa satu kamar dengan Maria, walaupun sudah ada dua kamar tambahan, yang membuat balkon ruko semakin kecil


Rio mengajak Boy untuk ikut bersamanya pulang ke kota S**** , Boy menurut saja akan permintaan sang adik, untuk mengenal keluarga Daddy Evan, tentu saja kehadiran mereka di sambut hangat oleh Evan dan keluarganya,


melihat Rio sudah semakin besar, dan tinggi dari sebelumnya, apalagi sudah lama tidak bertemu membuat Hamid dan Zubaidah pangling, semakin bertambah usia, wajah tampan Rio semakin mirip wajah sang Daddy, bagai pinang di belah dua,...


Hamid menggali informasi mengenai Lolita melalui cucu nya, disana Hamid mengetahui jika mantan menantu nya tengah dekat dengan seorang pria,


Hamid tidak mempermasalahkan hal itu, toh wajar jika Lolita kembali berumah tangga, karena dia wanita dewasa yang butuh sosok pendamping yang menemaninya menata kehidupan baru untuk dia


hanya saja tersungging luka, melihat sang anak yang sampai saat ini masih tetap menyendiri, menghukum dirinya sendiri,atas kesalahannya di masa lalu, padahal Hamid cukup sering memperkenalkan Evan dengan wanita-wanita Sholehah yang lainnya untuk diperistri oleh Evan


ada - ada saja alasan yang di buat oleh Evan, ini lah, anu lah, kurang ini lah, kurang anu lah, terlalu ini, terlalu itu....


yah kalau patokannya Lolita, tentu dan pasti lah kurang semua, salah semua, terlalu semua, jika yang diikuti oleh Evan hanya lah Lolita jelas salah,titik,


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2