Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
iya,baik sayang....


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Siapa sih yang tidak suka jika disaat sakit di jaga dan diperhatikan oleh orang yang kita sayangi, begitu juga dengan Lolita. Akan tetapi Lolita tidak ingin dirinya menjadi penghambat bagi orang yang dia sayangi dalam berkarir, toh kondisinya tidak terlalu buruk yang harus dijaga, walaupun tubuhnya masih merasakan nyeri luar biasa, terasa remuk redam seluruh tubuh nya, tapi Lolita ingin Bobby bersikap profesional, apalagi Bobby sebagai seorang leader, seorang pemimpin perusahaan, jika pemimpin nya saja malas-malasan tentu akan menjadi contoh yang buruk bagi para karyawan nya


" bang "


" abang kan sudah tahu jika Lolly tidak suka jika abang bersikap seperti ini, Lolly "


" come on "


" profesional "


" Okay, babang ganteng " ucap Lolita dengan lembut, mencoba merayu sang kekasih hatinya


" i......" baru saja Bobby hendak menjawab


........,..........Braaakkkk................,......


" sorry " ucap Asha di balik punggung suaminya, karena Theo membuka ruang kamar rawat inap sedikit kasar


Theo hendak meraih tubuh Bobby,namun segera di cegah oleh Asha, dan Asha menggeleng - gelengkan kepala nya,


" kita bicara kan baik - baik dan cepat " ucap Asha sedikit khawatir


Lolita dan Bobby saling tatap merasa ada yang janggal dari pasangan suami-istri yang biasanya romantis,di hadapan mereka,. Namun kali ini mereka datang dengan tiba-tiba, belum lagi ekspresi mereka yang terlihat sedikit gusar, jelas membuat Lolita dan Bobby berfikir cepat


" what's it this ? "


" is there an important problem that happened ? " ucap Bobby dalam batinnya.


" ada apa ? "


" mereka berdua nampak serius,apa terjadi masalah ? " ucap Lolita dalam batinnya , mempertanyakan hal yang sama di dalam hati nya


" beibs, ..." ucap Asha mendekat ke arah ranjang pasien ,berlawan sisi dari Bobby saat ini


" beibs, "


" abang Evan datang ke J ? "


" dan tidak akan lama lagi abang Evan pasti akan tiba disini "


" abang menghubungi aku tadi , ternyata dia tadi sudah ada di ruko saat menelepon aku "


" dan sekarang dia pasti sedang menjemput Rio " ucap Asha dengan menghelakan nafasnya dengan berat. Lolita tahu maksud dan tujuan apa yang disampaikan oleh Asha, dan arah dari penjelasan Asha. Lolita segera mengalihkan pandangannya ,dari Asha ke arah Bobby,yang berada tidak jauh dari bibir kasur yang sedang dia tiduri


" bang "


" abang pulang terlebih dahulu yah "


ucap Lolita dengan nada suara yang lembut,sambil mengelus-elus lengan sang kekasih. Bobby sudah tahu,siapa nama orang yang di maksud Asha, tetapi dia tidak mengerti mengapa dia harus di usir secara halus oleh kekasihnya. Lagi pula wajar saja jika Bobby berada disana untuk menemani kekasih nya , sedangkan hubungan Lolita dan Evan hanyalah sebatas mantan ,jadi tidak masalah jika Bobby masih berada di ruangan rawat inap Lolita. Bahkan Bobby merasa wajib berada di sisi Lolita , karena bagi Bobby Evan masih sosok seorang pria yang masih perlu diwaspadai. Berbeda dengan pandangan Bobby, Lolita saru pemikiran dengan Asha, Lolita takut jika Bobby akan bertingkah bodoh, mungkin menyakiti antara Bobby dan Evan


" bang..."


" tenang lah..." ucap Lolita sembari mengelus-elus lengan kekasih,dan tersenyum simpul yang memperlihatkan dimples di satu pipi nya yang lebih cekung


" pasti ada hal penting yang akan mas Evan sampaikan kepada Lolly "


" selama ini kami hanya komunikasi lewat sambungan telepon saja, itu pun hanya pesan chat saja "


" Lolly mohon , abang mengerti lah "


" Lolly, bisa menjaga diri koq,bang " ucap Lolita lagi menenangkan pikiran Bobby ,dan seolah-olah tahu apa yang mengusik pikiran Bobby


Bobby masih tidak bergeming menanggapi pernyataan sang kekasih,masih setia mengupas buah,dan menyuapi Lolita dengan buah yang telah dia kupas. Sedangkan Asha memberikan kode kepada suaminya untuk mengajak Bobby menghilang dari ruangan rawat Lolita sekarang juga. Bukan apa-apa, Asha tahu betul siapa Evan dan siapa Bobby,


Asha tidak ingin hal buruk terjadi , saat dua pejantan memperebutkan sang betina, itu jangan sampai terjadi,se bisa mungkin harus dihindari,akan semakin rumit , masalah yang ada saja belum terselesaikan,mau nambah masalah baru,tentu akan memperkeruh keadaan


" come on, dude "


" saat ini aku juga sedang membutuhkan bantuan kamu "


" tolong bantuin aku, menyelesaikan masalah kontrak dengan perusahaan T Corp "


" yang masih alot "


" bantuin aku mencari titik temu dari kesepakatan "


" kamu tahu sendiri "


" Ragil masih belum terlalu mumpuni di bidang nya "


" bantu aku mengajari si bocah sableng itu " ucap Theo . Demi keinginan Asha, Theo terpaksa berbohong,dan demi sahabat nya juga ,jika sampai Evan tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Lolita dan Rio, siapa yang menyebabkan semua hal ini, tentu saja akan berdampak buruk bagi semua orang termasuk Asha, dan tidak mungkin Theo membiarkan itu terjadi,


Kalaupun sampai Evan mengetahui hal itu, maka sudah dapat dipastikan akan terjadi baku hantam dari kedua kubu yang sama-sama kuat secara fisik dan finansial. Demi menghindari konflik berkepanjangan,seperti konflik I dan P lebih baik mereka semua berusaha meredam salah satu sisi yang masih dapat di kontrol

__ADS_1


" bang "


" kumohon " ucap Lolita dengan puppie eyes,


sedikit mengiba kepada sang kekasih,agar menuruti permintaan nya


" iya "


" iya "


" baik, sayang " ucap Bobby segera bangkit dari duduknya, segera mengambil jaketnya yang terlampir di bibir sofa yang berada di dalam ruangan. Dengan enggan, Bobby beranjak dari ruangan rawat inap Lolita, apalagi yang datang adalah sang mantan dari kekasihnya,tentu banyak pikiran- pikiran negatif berkecamuk di hati dan pikiran nya.


Walaupun Lolita pasti bisa menjaga attitude, akan tetapi bagaimana dengan Evan, yang sangat jelas masih sangat mencintai Lolita, namun untuk menghindari hal buruk terjadi, apabila mereka bertemu, Bobby dengan terpaksa sedikit menurunkan ego nya, daripada memberi kan kesan buruk tentang nya,lebih baik dia mengalah saja. Lolita mencium takzim punggung telapak tangan bobby,dibalas Bobby mengacak puncak kepala Lolita


" ya sudah "


" abang, kerja dulu yaah , Beibs " ucap Bobby


" iya "


" kerja yang benar "


" agar bisa menghasilkan uang yang banyak buat modal nikah " ucap Lolita menggoda Bobby


" Oh "


" jadi gitu "


" ada uang , abang sayang "


" kalau tidak ada uang abang aku tendang ,begitu "


" Hm " ucap Bobby, mengikuti guyonan kekasih. Mereka tertawa bersama , akan obrolan absurd yang baru mereka lakukan


seakan-akan sibuk dengan pasangan masing-masing.Theo mendekati Asha untuk segera memeluk dan ******* bibir isterinya, dari tatapan Theo, Asha seakan-akan tahu yang hendak Theo sampai kan, Asha menganggukan kepala nya, mereka berbicara melalui manik mata mereka berdua.


..


..


Sembari berjalan Bobby men- dial contact anak anaknya Boy agar Boy segera kembali ke ruang rawat Lolita, untuk mengantikan posisi Bobby. Bobby menjelaskan kepada Boy jika dirinya akan pergi kerja dengan ada meeting penting yang harus Bobby hadiri secara langsung, Oleh karena itu Bobby mempercayakan Lolita kepada Boy, meskipun ada bodyguard yang diperintahkan oleh Theo untuk berjaga di depan kamar rawat inap Lolita


Sesampainya mereka di dalam mobil, Bobby menghempaskan tubuhnya sedikit kasar


" maaf "


" ini semua demi kebaikan kalian semua " ucap Theo singkat, sembari sibuk dengan iPad nya lagi


" you know's "


" aku paling tidak suka untuk ikut campur urusan orang lain "


" akan tetapi ini demi kamu dan demi Lolly "


" mau tidak mau aku dan Asha harus terlibat " ucap Theo tanpa menatap Bobby


" memang masalah nya apa "


" kalau aku ketemu dengan Evan ? "


" toh hubungan mereka sudah berakhir sudah cukup lama "


" tidak masalah kan aku dan Lolly bersama "


" aku tidak suka mereka dalam satu ruangan yang sama "


" kamu tahu sendiri bagaimana Evan, dia masih begitu mengharapkan Lolly " ucap Bobby gusar, sesekali dia *******-***** puncak kepalanya. Theo sempat melirik ke arah Bobby,dan menyunggingkan seutas senyuman sinis


" kamu cemburu ? " ucap Theo


" cemburu ? "


" ya iyalah "


" aku tidak suka Lolly dekat dengan pria manapun, termasuk mantan suaminya "


" mana mantan suaminya Lolly seperti itu " ucap Bobby dengan kesal. Sedangkan Theo menertawakan ucapan Bobby , Theo saja yang sudah berhasil menikah bahkan memiliki anak masih cemburu dan bertingkah posesif terhadap isteri nya


" katakan saja "


" apa maksud kamu menjemput aku ? "


" tidak mungkin hanya sekedar seorang Ragil "


" membuat kamu sampai datang menjemput aku di jam sibuk seperti ini " ucap Bobby penuh selidik, membuat Theo melepas tatapan matanya dari iPad yang sedari tadi di sentuhnya

__ADS_1


" By, "


" aku tidak mau kamu salah paham sama aku dan Asha "


" tadi kan sudah aku bilang "


" ini semua demi kebaikan kamu "


" kamu sangat tahu siapa Evan ,dan aku sangat tahu siapa kamu " ucap Theo menghempaskan nafasnya dengan berat


" By "


" kamu sudah tahu sendiri, apa yang menyebabkan Lolly sampai seperti itu, dan harus di rawat inap "


" bagaimana bila Evan mengetahui kejadian yang sesungguhnya "


" kami tidak ingin terjadi hal buruk pada kalian, kamu, Lolly, dan Evan '' ucap Theo


" aku dan Asha tidak ingin Lolita dalam kesulitan "


" fokus utama kami hanya Lolita, dan Rio "


" kami tidak ingin karena kamu ataupun karena Evan "


" keselamatan Lolly dan Rio terancam "


" apalagi secara terang-terangan Mommy kamu tidak suka dengan Lolly "


" cepat atau lamban Melani pasti akan melancarkan kembali aksi untuk memisahkan kalian " ucap Theo secara gamblang dan serius, membuat Bobby memijat dahi nya, memikirkan apa yang baru saja di ucapkan sahabatnya. Di dalam relung hati Bobby yang paling dalam , hal ini lah kenapa dia tidak suka menjalin hubungan dengan wanita ,pasti akan sesulit ini, mengingat kisah Theo dan Asha dan beberapa sahabatnya. Namun rasa cinta itu tumbuh subur dengan sendirinya ,tanpa bisa dia sangkal, dan dia harus menerima konsekuensi nya. Terhalang restu sang Mommy, dan restu sang calon anak sambung, belum lagi menghadapi rival seperti Evan,sang mantan yang masih sangat mencintai kekasihnya,


cinta begitu rumit ,akan tetapi dia terjebak dalam rasa ini.


" jika ini berat untuk kamu,"


" lebih baik kamu segera melepaskan Lolly " ucap Theo singkat


Jlebb....


pernyataan singkat Theo,seperti menghujam belati di jantung Bobby


" tidak "


" tidak seperti itu , maksud aku " ucap Bobby singkat dan tegas


" jika kamu yakin "


" maka perjuangkan dan pertahankan Lolly di sisi kamu " ucap Theo dengan tegas mengisyaratkan, jika perjalanan cinta yang akan Bobby gapai tidaklah mudah, Theo hanya memastikan agar sang sahabat tidak terluka nanti nya, begitupun Lolita.


Apa daya CINTA, ketika cinta hadir di dalam relung hati ,membuat orang di mabuk kepayang ,melupakan segala sakit dan luka demi menggapainya, namun tak jarang juga ketika CINTA telah digapai atau diraih, seolah-olah dia merasa cukup melakukan perjuangan kepada pasangannya. Tak khayal membuat beberapa pasangan memilih berhenti berjuang ,dan tidak mau lagi melihat perjuangan selama ini, pada akhirnya ketika di satu masa menyesali akan perbuatannya yang telah berhenti berjuang bersama pasangannya.


Bagi Theo, dia hanya tidak ingin Lolita terluka untuk kedua kalinya oleh pria,dan tidak ingin persahabatan nya dengan Bobby berakhir, jika terjadi hal yang tidak diinginkan dari para sahabat nya. Theo tidak bisa memilih antara kedua sahabatnya,dan tidak akan memilih...maka dari itu,dia meminimalisir resiko yang terjadi,


..


..


" Beibs " ucap Asha


Tok....Tok...Tok....


setelah suara ketukan, handle pintu terbuka, wajah sumringah Rio menghampiri Lolita dengan sedikit berlari


" Mommy " teriak Rio dengan suka cita,sambil berlari kearah ranjang pasien


" Assalamualaikum " kalimat salam dari Evan saat masuk kedalam ruangan


Deg...


Deg....


Deg....


degup jantung Evan berpacu cepat,saat pertama kali melihat wajah cantik nan rupawan sang mantan isteri. Begitu pun juga dengan Lolita saat secara refleks, bertemu tatap dengan manik mata sang mantan suami,


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2