Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
lepaskan !


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sepanjang perjalanan dari kediaman keluarga Buya Yahya dan Umma Bilqis, Evan tidak pernah menyurutkan senyuman di wajah tampannya, Evan juga tidak menyurutkan semangat nya untuk segera menemui Lolita, merancang sebuah rencana pernikahan untuk Lolita, agar Lolita segera dapat menikah kembali dengan Evan, bahkan Evan sudah meminta Diki menyiapkan seorang pria yang akan menikah kontrak dengan Lolita, beserta kontrak pernikahan, dimana dijelaskan bahwa dia hanya menikahi Lolita hanya beberapa hari saja, setelah itu pria itu harus menalak Lolita, dari hasil pernikahan siri Lolita, karena Evan tidak mau Lolita terikat pernikahan yang sah menurut hukum, hanya Evan saja pria yang mengikat Lolita dalam legalitas.


........ ceklekk.......


Evan menutup mata nya masuk ke dalam ruang rawat inap Lolita, dan Evan juga segera membuka sedikit lebar pintu kamar rawat inap Lolita,membiarkan Jhon untuk masuk terlebih dahulu


Jhon langsung menuju meja bar,


" damn * " umpat Jhon sambil memalingkan wajahnya, sedangkan Evan terpaku menatap ke arah ranjang, masih mematung di posisi nya saat ini, bahkan tanpa disadari Evan jika kantong plastik berisi buah tangan yang Evan bawa terjatuh ke lantai, Tanpa menunggu lama Jhon bergerak cepat, memunguti barang yang terjatuh,dan segera meletakannya di atas meja bar, Jhon juga segera menarik lengan Evan menuju pintu untuk segera keluar, walaupun Evan masih terpaku,dan mematung di posisi nya seolah-olah kedua kakinya terpaku,dan membatu.


Niat Evan untuk kembali rujuk dengan mantan isteri nya, seperti menguap begitu saja


Evan sangat mengharapkan Lolita untuk menjadi isteri nya kembali ,menjalin kembali mahligai cinta yang sempat terputus, membina nya kembali ke dalam pernikahan yang akan dia pertahankan sampai maut memisahkan mereka . Akan tetapi ini apa ? , apa yang dihadapannya saat ini, wanita yang selalu menjadi primadona di dalam hatinya, wanita yang sangat dia sayangi dan cintai sedang berada di dalam dekapan seorang pria, dalam posisi berpelukan di atas ranjang.


siapakah pria ini ?, aku tidak mengenalnya, ucap Evan di dalam batinnya , hati dan pikiran Evan ,masih mencoba mencari tahu didalam ingatan nya siapa tahu dia mengenal sosok pria ini. tapi kenapa pria ini memeluk tubuh Lolita ? mengapa mereka melakukan ini ?, pikiran Evan berkecamuk sendiri dalam dirinya, sejuta pertanyaan membuat Evan bermonolog dengan dirinya sendiri


βœ“


βœ“


" Ck " gumam Jhon dengan singkat dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan


ini bisa gawat, aku harus segera mengamankan Evan, dan aku harus segera mencari bala bantuan, ucap Jhon dalam batinnya, karena Jhon takut akan terjadi hal buruk terjadi kepada Lolita dan Evan, begitu juga dengan pria itu, jika sampai Evan bersikap impulsif. Jhon segera mengaktifkan earphone ,menekan phone number di dalam handphone miliknya, dan berbicara dengan tegas memerintahkan bodyguard Evan yang berada di kota J


" Dude, aku sudah search lock "


" segera datang secepatnya "


" sekarang ! " ucap Jhon tegas dengan penuh penekanan. Jhon terpaksa melakukannya hal ini dikarenakan Jhon sangat yakin pihak lawan pasti akan segera membawa bala bantuan,jika terjadi sesuatu , Jhon cukup mengenal pria yang berbaring di ranjang pasien bersama Lolita, walaupun tidak pernah terlibat langsung.


Jhon juga segera menarik lengan Evan, sebelum Evan tersadar,dan akan membuat keributan yang tidak diinginkan, paksaan Jhon membuat tubuh Evan setengah terseret,


pikiran Evan nge- blank, merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, Evan masih dengan sejuta pertanyaan di dalam dirinya, sesaat kemudian amarah Evan menghentakkan jiwa nya,


" lepaskan ! " ucap Evan dengan manik mata sudah dikuasai amarah, membanting tangan Jhon, melepaskan cengkeraman tangan Jhon dengan kasar, Jhon lelaki tangguh, dalam segi kekuatan mereka sama kuat ,hanya saja menghadapi orang dalam mode on emosi, tentu saja tenaga nya akan berkali- kali lebih kuat dari tenaga orang pada umumnya. Kilatan amarah ,sedih, dan terluka bersatu di dalam diri Evan saat ini, Jhon masih terus mencoba menghalangi Evan untuk kembali ke ruang rawat Lolita, sampai tim @ datang,


Kerasnya perlawanan Evan , dan sengitnya perkelahian mereka cukup terdengar gaduh oleh orang , apalagi bodyguard Theo yang terbiasa bergulat dengan pertarungan, Dengan cepat kedua bodyguard Theo berusaha untuk tersadar, apalagi melihat Jhon sudah tersungkur di lantai, dan melihat Evan berlari cepat ke arah kamar rawat inap Lolita


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Braaakkkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


pintu kamar rawat inap Lolita terbuka secara paksa , membuat Bobby terbangun, walaupun belum ter charger sempurna, melihat sosok laki-laki di depan pintu, yang mendekati ranjang pasien, sedangkan Lolita masih terlelap seperti biasa, dia tidak akan terbangun meskipun bumi gonjang-ganjing, yang selalu menjadi bahan olok-olok Evan di masa lalu


Dengan cepat Evan membanting tubuh Bobby ke lantai secara tiba-tiba, bahkan Evan juga menghadiahkan bogem mentah nya kepada Bobby secara brutal,


kejadian terjadi secara cepat, kedua bodyguard Theo segera membantu Bobby, untuk melerai perkelahian , salah satu bodyguard meminta bala bantuan pada team bodyguard, melalui earphone. Lolita yang juga terbangun bukan karena suara gaduh, akan tetapi karena dirinya kehausan , tanpa dia sangka - sangka, di hadapan Lolita disuguhi perkelahian antara Evan dan Bobby , mereka berkelahi , bergumul penuh peluh dan darah di sekitar tubuh mereka.


Awalnya kedua bodyguard Theo mencoba melerai, namun karena Evan memberikan pukulan secara brutal membuat kedua bodyguard Theo terprovokasi dengan tindakan Evan yang sudah menyerang mereka dengan membabi buta, sehingga kedua bodyguard Theo, menghujami Evan dengan hantaman dan pukulan secara bertubi-tubi. Melihat sahabat sekaligus Boss diperlakukan seperti itu membuat Jhon naik pitam, tanpa menunggu lama, Jhon segera membantu Evan,dan begitu pun temannya Jhon yang baru saja datang,mereka seperti dua kubu yang sudah siap di posisi masing-masing, tinggal menunggu momen yang tepat untuk mereka saling menyerang


Tanpa aba-aba, kini terjadi duel satu lawan satu, dari dua kubu, suara pukulan terdengar sampai keluar ruangan rawat inap Lolita, bahkan Lolita dengan tertatih keluar ruangan meminta bala bantuan setelah menekan bell emergency, suara teriakan Lolita meminta bantuan segera membangunkan perawat yang sedang berjaga malam itu, Lolita segera berusaha mencoba memisahkan Evan dan Bobby yang sedang dalam mode saling serang. Bayangkan saja Lolita yang tubuhnya saja masih lemah dan lelah, bahu yang masih mengenakan shoulder support, dan selang infus masih terpasang, membuat Lolita berusaha menggeret tiang infus, berusaha untuk melerai pertikaian di malam itu


" Bobby "


" Evan "


" hentikan " teriak Lolita secara bergantian menatap pria tampan yang saat ini sedang saling menyerang satu sama lain


" Abang "


" Mas "


" tolong hentikan " ucap Lolita lagi, dan kali ini berteriak dengan jeritan, menjerit kepada kekasih dan mantan suaminya. Mereka berdua baik Evan maupun Bobby yang sudah dikuasai bisikan syaitan, seakan-akan tidak mengubris permintaan Lolita, mereka masih saling menyerang satu sama lainnya, mencoba menjatuhkan lawan tarungnya dengan teknik beladiri yang dikuasai oleh masing-masing


Lolita sangat takut sekali ,karena kedua laki- laki ini sama sama tangguh dalam teknik beladiri, satu sangat ahli dalam bela diri taekwondo satu nya lagi dalam bela diri karate, dan beberapa bela diri lainnya...

__ADS_1


Lolita masih terus berusaha memisahkan mereka, takut sampai salah satu dari dua pria ini sampai tewas, atau dua - duanya tewas, karena mereka sudah seperti kerasukan setan. Hingga hal yang tidak pernah diinginkan terjadi selang infus di tangan Lolita terlepas mengeluarkan percikan darah mengalir di punggung telapak tangan Lolita karena tiang infus terjatuh entah kemana, dan tubuh Lolita terhuyung menabrak kasur, dan berakhir menghantam dinding membuat Lolita terjatuh ke lantai hingga membuat pandangan Lolita buram


" Lolly " teriak Bobby dan Evan secara bersamaan, slow motion menatap ke arah ke arah Lolita, membuat pertarungan lainnya terhenti secara serentak, dalam posisi bertahan


.


darah segar mengalir di belakang kepala Lolita,dengan kondisi Lolita tidak sadarkan diri,


" tidak !"


" tidak ! " teriak Bobby dengan derai air mata, begitu pun Evan,dia mengucapkan kata yang sama dan dengan perasaan yang sama, karena posisi Evan lebih dekat dengan Lolita,dia segera memapah kepala Lolita, dia juga membuka baju nya,untuk menghentikan pendarahan di kepala Lolita bagian belakang, sedangkan Bobby merobek baju yang dia kenakan untuk menghentikan pendarahan di punggung tangan Lolita


" sayang "


" sayang " ucap Bobby sambil menyentuh pipi Lolita dengan lembut dengan tangan bergetar, Evan menahan tangan Bobby yang masih setia berada di pipi mantan isteri nya


Sedangkan para pria lain yang melihat tingkah kedua pria di hadapan mereka sungguh merasa miris, mereka berdua memperebutkan satu wanita, mungkin di benak para penonton, merasa mungkin berhenti untuk mengenal wanita,mungkin juga berfikir ulang untuk berkomitmen dengan pasangan,mungkin juga tidak ingin jatuh hati bila akan tersakiti.


Baik Evan maupun Bobby ,mereka sama-sama tidak mau mengalah, padahal kondisi Lolita sangat memperihatinkan saat ini, Evan berusaha mempertahankan Lolita dalam dekapannya, sedangkan Bobby berusaha merebut Lolita untuk dalam dekapannya Evan, sampai akhirnya para pemirsa memilih untuk memisahkan mereka,dan menyelamatkan Lolita.


Jhon dan Rafael memegangi tubuh Evan, dan kedua bodyguard Theo memegangi tubuh Bobby, posisi Lolita masih tergeletak di lantai,


para tim medis, yang terdiri dari dokter dan perawat baru saja tiba,


" astaga ! " ucap salah satu dokter jaga yang saat ini berdinas , dengan gerakan cepat para perawat melakukan tindakan segera untuk menghentikan pendarahan yang terjadi, apalagi nafas Lolita yang sudah semakin rendah, dan nadi yang teraba lemah,


" cepat ! "


" persiapan melakukan code blue sekarang juga "


" persiapkan emergency room "


" right now ! " perintah dokter jaga yang saat ini sedang berdinas, suasana gaduh,langsung hening seketika, menampilkan wajah- wajah pias dari para lelaki yang terlibat perkelahian, hanya suara dokter intrupsi para perawat sebagai leader, gerakan para petugas medis yang terlihat bagaikan gerakan slow motion bagi Evan dan Bobby, Setelah berhasil menetralkan nadi Lolita menjadi lebih baik dari sebelumnya tim medis langsung membawa tubuh Lolita menuju emergency room, sedangkan ada satu dokter jaga yang tertinggal di dalam kamar rawat inap Lolita mempertanyakan siapakah penanggung jawab Lolita, karena akan ada tindakan medis lanjutan di emergency room,


" siapa pihak keluarga nona Lolita ? " ucap dokter G


" siapa penanggung jawab nona Lolita, tuan ? " tanya dokter sekali lagi


" SAYA " ucap Bobby dan Evan bersamaan lagi


, bahkan mereka sama-sama menghelakan nafas dengan berat


" Saya suami nya, dokter "


" Saya kekasihnya , dokter " ucap mereka secara bersamaan lagi , dengan tempo yang sama menjawab pertanyaan dari dokter G , membuat dokter G sampai menggaruk kepala nya yang tidak gatal...


" dia " ucap Bobby menunjuk ke arah Evan dengan telunjuk nya,


" hanya " MANTAN " Suami " ucap Bobby dengan nada ketus, dan penekanan pada kata Mantan


" dia " ucap Evan menunjuk ke arah Bobby dengan telunjuk nya,


" HANYA Kekasih " ucap Evan dengan nada ketus, dan penekanan pada kata Hanya


Membuat dokter G mengernyitkan dahinya, sambil menghelakan nafasnya dengan berat,


yang diikuti oleh para pemirsa di dalam ruangan rawat inap Lolita yang sudah hancur lebur akibat perbuatan mereka. Theo dan Asha, berlari menuju ruangan rawat inap Lolita,


dengan tampang sangat khawatir, Theo dan Asha melihat sosok pria ber jas putih, dan bisa diyakini jika dia seorang dokter, terlihat dari nametag yang ada melingkar di lehernya,


" dokter "


" bagaimana kondisi Lolly ? " ucap Theo dengan cepat


" tuan "

__ADS_1


" nona Lolita saat ini berada di emergency room "


" tim medis khusus dan beberapa petugas medis di emergency room segera melaksanakan tugas mereka disana "


" karena nona Lolita membutuhkan tindakan medis yang cepat dan segera "


" tuan ,siapa nya nona Lolita ? " ucap dokter


" saya penanggung jawab nya dokter " ucap Theo dengan tegas


" dokter " ucap Asha dengan nafas terengah-engah, Asha datang terlambat ,karena lari Asha tidak sekencang jalan cepat nya Theo, belum juga dokter berinteraksi dengan Asha


suara teriakan Evan menggelegar


" Asha ! " ucap Evan yang menaikan nada suaranya beberapa oktaf, sontak membuat Asha terlonjak kaget dan ketakutan


" abang Evan " ucap Asha dengan tubuh dan suara gemetar


" Kamu ! "


" kamu membiarkan Lolly di jaga pria, HaH ! " ucap Evan yang masih menaikkan nada suaranya beberapa oktaf bahkan penuh penekanan


" b..b..bang...." ucap Asha yang sudah tergagap, karena saat ini dia merasa sangat ketakutan


" KAU ! "


" berani sekali kamu berteriak-teriak kepada isteri aku ! "


" dihadapan aku "


" HAH ! "


" bukan Asha yang menjadi lawan tanding kamu "


" hadapi aku " ucap Theo yang sudah dengan emosi jiwa dan raga, bahkan Asha sangat terkejut dengan perubahan raut wajah suaminya. Semua pria sudah bersiap dalam posisi masing-masing, untuk melanjutkan battle


Seorang dokter yang masih berada di dalam kamar rawat inap Lolita mendadak pias , tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan,di dalam benak sang dokter, apakah mereka semua adalah segerombolan mafia,atau penjahat, apalagi dengan postur tubuh seperti bukan penduduk pribumi,yang tinggi tubuh nya yang pada di atas rata-rata penduduk pribumi,belum lagi otot tubuh yang kekar,dan tubuh yang atletis..


" tu...tu...tuan....ini rumah sakit "


" to...to...tolong bijak dalam bersikap "


" banyak pasien yang membutuhkan istirahat "


" mohon jangan membuat kegaduhan " ucap dokter berusaha menenangkan para pria yang bertikai, dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan. Mungkin dipikir dokter ucapan nya,bakal di dengar oleh orang,


ternyata, Theo malah memberi kode kepada salah satu bodyguard nya untuk mengeluarkan Asha dan dokter ke luar dari ruangan, tentu saja segera dipatuhi oleh bodyguard nya, hal itu sontak membuat Asha sangat ketakutan, dengan tangan bergetar Asha menghubungi seseorang


Dari luar ruangan sudah terdengar suara pukulan,dan erangan,entah dari siapa, siapa yang kesakitan, padahal di ruangan yang berbeda, Lolita sedang berjuang untuk hidupnya, akan kah Lolita mampu melewati fase kritis nya malam ini.


*


*


*


*


*


*


*


πŸ’πŸ’

__ADS_1


.......


__ADS_2