Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
keberangkatan Boy dan Bobby


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Di hari yang sama di negara yang berbeda, Seorang bodyguard khusus Ubaidillah Affandy tugaskan untuk menjaga Bobby melaporkan kondisi tuan muda Bobby , membuat Ubaidillah Affandy memutuskan untuk segera membawa Bobby ke negara tempat asalnya , untuk melakukan pengobatan.


Ubaidillah Affandy tidak ingin menundanya lagi, meskipun Evan dan kedua anaknya melakukan ide yang akan membuat Bobby bangkit dari masa keterpurukannya


" Evan "


" Silahkan lakukan apa yang menurut kamu baik, aku akan sangat berterima kasih "


" Akan tetapi, aku akan tetap membawa Bobby melakukan perawatan di negara aku "


" Aku tidak ingin menundanya terlalu lama "


" Aku takut jika menundanya akan membuat kondisi Bobby semakin memburuk "


" Baik, tuan "


" Setidaknya sebagai seorang teman "


" Aku berusaha membantu teman aku yang mengalami hal seperti ini " ucap Evan dengan sopan


" Bagaimana , Boy ? "


" Dengan keputusan kamu " ucap Ubaidillah Affandy masih dengan mode on penuh pengharapan


" Berangkatlah, nak "


" Bantu Daddy kamu bangkit "


" Kasihan dia, setidaknya ada kamu di sisinya "


" Dan untuk kamu , Rio "


" selesaikan sekolah kamu disini dengan baik "


" Kamu boleh menyusul abang kamu ke sana "


" Dengan syarat,: selesaikan kuliah dengan hasil terbaik, buat mommy kamu bangga saat dia kembali bersama kita lagi , suatu saat nanti " ucap Evan menatap manik mata Rio dengan lekat


" Da... Daddy "


" Mengizinkan Rio untuk ikut abang ? " Ucap Rio dengan penasaran


" iya "


" Kamu mau bersama Boy, bukan ? " ucap Evan dengan serius, dan Rio mengangguk kan kepalanya


" Izinkan Daddy bersama kamu sampai kamu menyelesaikan sekolah "


" Setelah itu, Daddy bebaskan kamu mau kemana , "


" Asal kamu bisa menjaga diri kamu dari pergaulan bebas diluar sana,ingat yang selalu mommy ajarkan kepada kalian berdua "


" Daddy akan terus berupaya mencari keberadaan mommy "


" Oleh karena itu, berikan Daddy reward keberhasilan kalian dalam menuntut ilmu "


" Jadilah anak yang berprestasi, tentu saja akan membanggakan kami ,nak " ucap Evan yang tanpa terasa menitikkan airmata


" Insyaallah , Dad "


" Kami akan berjuang " ucap Boy dan Rio secara bersamaan


" Anak baik " ucap Evan sambil mengacak-acak rambut kedua putranya


" Ah, Daddy " ucap Rio dan Boy secara bersamaan, protes dengan sikap Evan yang masih menganggap mereka berdua seperti anak kecil


Tuan Ubaidillah Affandy melakukan semua yang disarankan oleh Evan dan kedua pemuda tampan itu, meminta Robin memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan, dan meminta Robin untuk segera melaksanakan perintah nya, untuk melakukan persiapan keberangkatan Bobby dan Boy menuju negara asal tuan Ubaidillah Affandy,


Untuk sementara waktu, Ubaidillah Affandy harus mengurus beberapa hal penting yang harus dia selesaikan terlebih dahulu, baru akan menyusul anak dan cucunya. untuk semua nya diserahkan kepada Charles selama Bobby dan Boy disana tanpa Ubaidillah Affandy dan Robin,


Evan menghubungi Jhon, untuk mengantarkan jika dirinya hari ini tidak akan masuk kerja, Evan ingin menghabiskan waktu nya hari ini bersama Boy, Bobby, dan Rio.mungkin kepergian Boy dan Bobby akan berlangsung lama, tanpa diketahui kepastiannya, membantu teman apa salahnya,


tali yang mengikat tubuhnya Bobby telah dilepaskan satu persatu atas permintaan keluarga,


lantunan musik yang biasa mereka dengar, saat- saat berkumpul


di dalam ruangan berkumpul Hanan, Mona, maria, Siska, dan lainnya. Jangan ditanya raut wajah mereka, semua orang terlihat muram dan sendu, namun mereka hadir disini sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bobby dan Boy yang akan pergi jauh,


Suara musik dengan ritme melow terdengar mengusik tidur Bobby, perlahan dia mulai membuka mata, di hadapannya ada kolase kebersamaan Bobby dan Lolita, foto dengan berbagai pose. Bobby juga mendengarkan video yang menampilkan mereka semua saat tampil live di salah satu cafe kota M, beberapa saat kemudian berganti dengan acara saat Lolita melakukan acara gunting arm sling, dan lainnya, disulap bak sebuah film,


terakhir terdengar suara tawa khas Lolita yang menatap wajah tampan Bobby,


" sayang "


" love you " rekanan suara yang tersimpan di dalam memory handphone Bobby


mendengar dan melihat tayangan di hadapannya yang disulap menjadi sebuah film, membuat Bobby menangis dengan terisak-isak,


Lolly...... teriak Bobby dengan kencang, dengan suara parau yang khas


Lolly.... teriak Bobby kembali,


siapa pun yang mendengarkan jeritan hati Bobby begitu pilu, tidak satupun orang yang tidak menitikkan airmata, mereka semua kehilangan Lolita, begitu sangat kehilangan, sehingga mereka tidak bisa berkata apa-apa, untuk melukiskan dan menggambarkan bagaimana sedihnya mereka saat ini, bahkan tuan Ubaidillah Affandy semakin merasa bersalah karena telah ikut memisahkan Bobby dan Lolita


Kenapa anak yang sangat dia sayangi seperti ini, adalah akibat keegoisan dirinya sendiri, ada konsekuensi dari setiap perbuatan yang dia ambil

__ADS_1


Rio menyerahkan bantal berbentuk panjang seukuran tubuh orang dewasa, yang sudah diberi wallpaper Lolita yang tersenyum , dan ada rekaman suara, yang tidak sengaja terekam oleh Bobby


" Daddy " ucap Rio dengan terisak memeluk tubuh Bobby, sedangkan Bobby memeluk bantal bergambar Lolita


" sayang ku "


" cinta ku "


" jangan tinggalkan aku "


" jangan " ucap Bobby dengan suara yang sangat rendah, sesekali cegukan


" Lolly " ucap Bobby memeluk bantal karakter Lolita dengan posesif, diulangi nya berkali- kali,


" tuan " ucap Robin dengan raut wajah khawatir , melihat tubuh Ubaidillah Affandy limbung ke lantai, segera Robin memapah tubuh tuannya untuk duduk di sofa


" Bin "


" ini salah aku, Bin "


" jika saat itu aku mendengarkan saran kamu, semua tidak akan seperti ini, Robin " ucap Ubaidillah Affandy dengan frustasi, meraup wajahnya dengan kasar


" semua akan indah pada waktunya, tuan " ucap Robin dengan bijak


sedangkan di ruangan yang sama, Boy menyerahkan air mineral kepada Bobby yang sudah puas menangis


" Daddy "


" ayo bangkit lah dari keterpurukan Daddy "


" bersama-sama kita cari mommy "


" mommy begitu sangat menyayangi Daddy, "


" tidak mungkin mommy meninggalkan kita semua begitu saja tanpa penjelasan "


" itu bukan mommy "


" trust me, Dad " ucap Boy


" Hm " respon pertama dari Bobby


" bang "


" aku tidak bisa berjuang sendiri "


" ayo kita bersama-sama mencari keberadaan Lolly "


" di suatu tempat dia membutuhkan kita "


ucap Evan menepuk rahang Bobby dengan pelan, sedangkan respon Bobby hanya menggeryitkan dahinya


" mungkin dia bisa meninggalkan aku, meninggalkan abang "


" tapi Lolly tidak akan pernah meninggalkan anak-anak kita, bang " ucap Evan dengan serius menatap manik mata Bobby, dan Bobby secara refleks menatap balik manik mata Evan, mencari kejujuran Evan


sedangkan Rio terkejut dengan penuturan sang ayah, ternyata itu kebenaran yang sesungguhnya, bukan seperti yang dia pikirkan selama ini, bahwa sang ibu telah mengkhianati pernikahannya dengan sang Daddy


" itu sebenarnya yang terjadi, nak "


" Daddy tahu "


" akan ada hukuman dan konsekuensi yang harus Daddy terima setelah mengatakan kejujuran ini , di hadapan kamu "


" makanya Daddy mohon kamu menerima permintaan Daddy untuk hidup dan tinggal bersama Daddy sebagai permintaan maaf Daddy "


" setelah itu silahkan kamu , meniti jalan hidup yang kamu pilih "


" tapi ingatlah bahwa cinta Daddy sangat besar kepada kamu "


" dan cinta mommy akan selalu bersama kamu, "


" jika Daddy sosok yang buruk dalam kehidupan kamu, ingatlah mommy, berdirilah diatas jalan Allah yang tidak akan pernah menyesatkan kamu , nak "


" ikuti mau mommy kamu, dialah yang terbaik dalam memberikan saran kepada kamu " ucap Evan yang sudah tidak bisa menahan airmata nya,


mereka mengeluarkan isi hati mereka yang paling dalam, sedangkan Rio masih mencerna setiap kalimat yang Evan katakan kepadanya


" Lolly " ucap Bobby yang masih memeluk bantal karakter dengan mesra


" ayo lah, Dad " ucap Boy, namun Bobby tidak mengubris perkataan Boy, padahal dia sudah lebih baik dari sebelumnya, semua orang menekan pelipis masing-masing, saat Bobby masih dengan dunia nya,


" setidaknya Bobby tidak seperti sebelumnya " ucap Evan


namun ternyata pernyataan Evan salah, Bobby semakin masuk kedalam imajinasi nya,semua pikiran nya berpusat kepada Lolita saja, yang pada akhirnya mereka harus mengantarkan Bobby menuju pesawat khusus milik keluarga Affandy


Bobby sudah berpenampilan rapi, dan menawan seperti saat bersama Lolita, namun diberbagai benda miliknya harus ada karakter Lolita, seperti jam tangan , bantal, pin , bahkan foto Lolita ada di dalam sakunya. Terlihat normal, namun ternyata tidak seperti itu,


" Boy "


" jaga Daddy kamu dengan baik "


" berikan kami kabar keadaan Bobby " ucap Evan dengan serius


" iya, dad " ucap Boy


" Rio "

__ADS_1


" bersikap lah dewasa "


" setiap orang pasti pernah mengalami saat memilih "


" dan itu sebuah pilihan, walaupun salah "


" jangan menghukum Daddy akan kesalahannya "


" itu bukan hak kamu "


" karena hak kamu adalah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Daddy "


" menurut abang, Daddy sudah memberikan cinta dan kasih sayang nya dengan sangat optimal "


" jangan kamu sia-siakan, dik "


" tidak akan pernah menyenangkan tanpa orang tua " ucap Boy menatap wajah adiknya dengan serius


" iya, bang " ucap Rio dengan menganggukan kepalanya


" berbakti lah "


" selesaikan sekolah dengan prestasi gemilang "


" abang akan menantikan kedatangan kamu " ucap Boy menepuk bahu Rio dengan pelan


" pasti, bang " ucap Rio dengan semangat


sedangkan Bobby sejak tadi hanya memeluk bantal karakter dengan posesif, seakan-akan itu adalah Lolita sesungguhnya


" ayo, Dad " ucap Boy mengajak Bobby masuk ke dalam pesawat,


" iya "


" maafkan aku, Van "


" Lolly bersama aku " ucap Bobby dengan tersenyum bahagia


" Rio boleh ikut bersama Daddy, kalau mau "


" Hm " ucap Bobby dengan lembut kepada Rio, membuat Rio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Rio akan menyusul Daddy, nanti " ucap Rio dengan sedih


" semuanya "


" kami pergi yah " ucap Bobby melihat kearah para karyawan Lolita,


" Hanan "


" kamu tidak ikut kami ? "


" siapa yang akan menjaga nyonya ? " ucap Bobby yang sudah menahan emosinya


" tuan, "


" aku akan menyusul " ucap Hanan,


karena Hanan harus mengajak Mona untuk ikut bersamanya, namun Mona menolak permintaan Hanan, dan sesuai dengan prediksi Hanan, Bobby akan bertingkah seperti ini


" kamu menyanggah ucapan aku, Han " ucap Bobby yang menajamkan tatapan matanya, seperti sosok Bobby sebelum dikenal oleh para karyawan Lolita sebelumnya


" baik " ucap Hanan, yang langsung mengikuti langkah kaki Bobby, melepaskan genggaman tangan Mona, tentu saja membuat Mona terkejut,


" mengalah saja dulu, Mona "


" Daddy akan mencoba membawa Hanan pulang, atau kamu yang mengikuti nya "


" Bobby sekarang bukan lah seperti kalian kenal " ucap Evan yang sudah tahu rekam jejak Bobby sebelumnya , dan Mona menganggukkan kepalanya dengan patuh


" iya, Dad " ucap Mona dengan lirih


" Daddy Obby "


" lekas lah sembuh "


" Rio sayang, Daddy " ucap Rio memanggil Bobby dengan suara parau, di balas Bobby dengan lambaian tangan, yang masih dengan posesif memeluk bantal karakter Lolita


" sayang "


" i love you " suara dalam bantal ketika di tekan oleh Bobby


" love you too, beibs " ucap Bobby memberikan kecupan di wajah Lolita pada bantal karakter yang dalam pelukannya


pesawat segera melakukan take off ketika semua penumpang telah memasuki kabin pesawat


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2