Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
bukan main- main


__ADS_3

❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


Evan mengajak Rio datang berkunjung di rumah Harun, tentu saja kedatangan Rio disambut hangat sang kakek


Harun tak henti memberi kecupan di wajah cucu nya yang sudah semakin besar dan tinggi


" di beri makan apa sih kamu, Rio..." tanya Amelia yang jiga turut menyambut kedatangan Rio dan Evan


" makanan bergizi..." sahut Rio dengan tersenyum


Harun meminta Rio untuk menginap tentu saja di turuti oleh Evan, bahkan Evan pun tanpa segan mengungkapkan jika dirinya akan ikut menginap di rumah Harun


Harun dan Hamid walaupun sudah tidak lagi berbesanan lagi, mereka masih sering melakukan silaturahmi, kadang Hamid dan isterinya datang berkunjung di rumah Harun, terkadang Harun dan istrinya yang datang berkunjung ke mansionnya Hamid, berbagai kegiatan yang diadakan keluarga, mereka saling mengundang,


entah kenapa pada saat pertemuan terakhir yang mereka lakukan saat di mansion Hamid,


Hamid mengutarakan beban yang menghinggapi hatinya, mereka berbicara serius di ruangan tertutup, hanya berbicara empat mata tanpa diketahui oleh orang


perceraian yang terjadi pada rumah tangga Lolita dan Evan bukan hanya mereka berdua yang mengalami nya, seperti efek domino, mereka yang berada di sekitar mereka berdua pun ikut mengalami fluktuasi perasaan, seperti Zubaidah yang mendapatkan cemoohan dari para teman di kegiatan nya, walaupun tidak mengatakan secara langsung, bisik-bisik tetangga, sampai ke telinga nya, terkadang di sela obrolan para sahabatnya tanpa sengaja atau tidak menyinggung anak dan mantan menantunya, ini lah anu lah, yang membawa beban psikologis bagi Zubaidah


begitupun Harun, dia yang lebih terpuruk lagi, terkadang rumah tangga nya, dijadikan contoh tidak baik bagi sebagian orang, di daerah tempat tinggal nya, di cemooh,


Bahkan Amelia pernah menangis, tanpa ingin diketahui oleh sang suami, padahal Harun mengetahui kejadian yang membuat isteri nya menangis, apalagi jika dia tidak sengaja mendengar gunjingan para tetangga yang usil dengan keluarga mereka


tapi tidak seluruhnya seperti itu, ada sebagian yang turut prihatin, dan mendoakan mereka agar bisa melampaui fase sulit dalam hidup mereka


Harun sendiri pernah merasakan bagaimana dia dengan tanpa sengaja mendengar hujatan cacian makian, bahkan hinaan yang mereka lontarkan kepada keluarga nya


" jangan sampai anak cucu kita menikahi keturunannya si Harun...." ucap ibu A


" eheh..." ucap ibu B mengiyakan penyataan ibu A


" keturunan mereka pasti menikah, dan bercerai.."


" menikah pasti lebih dari satu kali.." ucap ibu C


" iya..iya, benar itu...." ucap ibu D


Bla...Bla....Bla....


Harun meninggalkan begitu saja percakapan para ibu-ibu, daripada dia masih terus disana, yang hanya akan semakin terluka karena ucapan tidak berbobot para tetangga yang terus saja bergunjing kekurangan dari keluarga nya


nasib sama di alami oleh ibu sambung Lolita, dia pun sama seperti suami, sering, bahkan terlalu sering mengalami bullying tingkat RT, tapi hebatnya ibu sambung Lolita telinga nya bagai tersumpal batu kali, dia masa bodoh dengan gunjingan orang lain, setelah dia menangis tersedu-sedu saat itu, masih saja para tetangga nya mencemooh, bermodal kalimat istighfar, kali ini dia menjadi lebih kuat menahan hujatan demi hujatan yang terus menghantamnya


balik lagi ke topik,


intinya Hamid meminta Harun untuk menasehati putera bungsu nya, karena nasehat, baik Hamid maupun Zubaidah tidak lagi di gubris oleh Evan, Evan buta akan nasehat orang tua, yang menjadi prioritas nya adalah Rio, keinginan Rio, yang meminta nya untuk menjadi keluarga yang utuh, apapun itu, harus terwujud


malam hari,


Harun sengaja duduk di ruang keluarga, bersama isterinya...


setelah Rio tertidur, Evan memilih ikut bergabung bersama kedua mantan mertua nya


" Loh..."


" belum tidur, Van...." tanya Amelia


" belum mengantuk, mami..." ucap Evan tidak mengganti sapaan untuk mantan mertua nya


"ini, camilan..."


" silahkan, nak..." ucap Harun dengan sopan


" terimakasih,.."


" Dad...." ucap Evan pada Harun yang masih juga tidak mengganti sapaannya


" mami buat minuman untuk kalian,..."


" kalian mau apa..." tanya Zubaidah


" seperti biasa saja, mami..." ucap Harun


" sama'in saja sama Daddy, mami..." ucap Evan


Amelia segera menuju dapur, untuk membuat pesanan nya


" bagaimana perusahaan kamu, nak..." tanya Harun


" Alhamdulillah..."


" baik, semakin membaik, Dad..." sahut Evan

__ADS_1


" Alhamdulillah...." ucap Harun


" bagaimana dengan kamu, nak..." tanya Harun dengan hati-hati


" bagaimana, maksud nya, Dad...." Evan menanyakan balik, pertanyaan Harun


" Hm..."


" kamu sudah memikirkan untuk membina rumah tangga lagi, nak..." tanya Harun dengan lembut


" Oh..."


" iya , Dad..." ucap Evan singkat


belum selesai Harun menyunggingkan senyuman di wajahnya yang sudah renta


" menikah lagi dengan Lolly..." ucap Evan dengan mantap


.....Glek..... Harun kesulitan menelan saliva nya sendiri


setelah butuh waktu, menelaah ucapan mantan menantu nya, Harun mencoba berdamai dengan waktu


" Van..."


" kalian kan sudah bercerai, tidak mungkin kalian menikah kembali...."


" Lolly harus menikah terlebih dahulu dengan pria lain...." ucap Harun


" tidak, Dad..."


" kalau Lolly memaafkan Evan, dan Lolly ridho dengan yang terjadi maka kami bisa kembali rujuk..." ucap Evan


Amelia yang telah kembali duduk di kursi sebelumnya, menyajikan minuman yang baru saja dia buat


" silahkan di minum dulu, Van..." ucap Amelia


" terimakasih..."


" mami..." ucap Evan santai langsung menyeruput minuman hangat yang tersaji untuknya


" iya, kalau Lolly ridho, kalian bisa rujuk..."


" bagaimana jika tidak..." tanya Harun dengan santai , agar terjalin komunikasi efektif


Evan terdiam , memikirkan hal yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri


" pria lain..."


" Bobby, maksud Daddy...?..." tanya Evan tanpa menjawab pertanyaan Harun sebelumnya


" iya, bisa jadi..."


" kalau pria itu sudah sering berkunjung..."


" dan meminta Daddy merestui hubungan mereka...."


" siapapun bisa menjadi jodoh Lolly, ..."


" asal seiman dan bertanggung jawab dan menyayangi Lolly dan Rio..." sahut Harun dengan hati-hati


" jika mereka menikah, apa yang akan kamu lakukan, nak...." ucap Harun lagi yang juga mulai menyeruput minuman hangatnya


Evan kembali terdiam, masih butuh waktu untuk dirinya berfikir, jika dahulu Evan sangat mudah mengambil kesimpulan, bertambahnya usia membuat dirinya semakin matang bersikap


" Evan akan mengikhlaskan nya jika itu Bobby.."


ucap Evan dengan sopan


Harun baru saja bernafas lega, ternyata Evan mulai bersikap dewasa saat ini, menurut nya


" dan Evan tetap akan menikahi Lolita.."


" setelah pernikahan Bobby dan Lolly, ..."


" Evan akan meminta persetujuan Bobby..." ucap Evan dengan mantap dan sopan


...... uhhuk.... uhhuk.....


Amelia tersedak minuman yang baru saja dia telan, Harun sampai memberikan tissue kepada Amelia dan menepuk punggung Amelia dengan pelan dan teratur


" nak..."


" kamu sadar dengan ucapan kamu...." tanya Amelia yang sudah pulih dari tersedak

__ADS_1


Harun yang berubah posisi duduk, berseberangan dengan Evan, baik Amelia dan Harun menatap wajah Evan dengan serius


" Evan sudah memantapkan pilihan Evan, Daddy, .."


" mami..."


" demi Rio,...." ucap Evan dengan serius, kemudian Evan menceritakan bagaimana kronologis di kamar rawat inap Lolita dengan lebih lengkap daripada saat mereka di ruangan rawat inap Boy beberapa saat yang lalu, saat Rio meminta Lolita dan Evan kembali seperti dahulu, bagaimana Rio terpukul dengan kondisi saat ini harus terpisah antara dirinya dan Lolita


Evan masih berusaha mencari simpati Harun dan Amelia


Harun dan Amelia mendengarnya dengan seksama cerita Evan, tanpa satu kata pun menginterupsi pernyataan Evan


" dan demi Evan sendiri, Dad..."


" Evan sudah sering dijodohkan oleh Mommy dan Daddy..."


" tapi hati dan Evan tetap untuk Lolly.."


" Evan akui, kesalahan Evan..."


" jika Evan harus menjadi suami kedua bagi Lolita..."


" Evan terima, Evan ikhlas..." ucap Evan dengan mantap dan santun, bahkan terkesan santai, karena dengan santainya dia kembali menyeruput minuman untuknya sambil mengunyah Camilan yang tersedia di atas meja


" Astagfirullah Allazim..."


" Van...."


" ini pernikahan, nak...."


" bukan main-main..." ucap Amelia, yang langsung berubah mood, namun masih bisa mengontrol nada suara nya dengan lembut


" iya, mi.."


" Evan tahu itu..."


" dan Evan tidak sedang main-main, mi..." ucap Evan menatap manik mata Amelia dengan lekat, menunjukkan keseriusan nya


" tapi ini poliandri, Van..."


" kalau poligami sudah lumrah di negara kita..."


" poliandri..?....."


" tidak, Van...."


" kasihan Lolly, harus menerima kembali cacian dan makian dari semua orang, Van...."


" pertimbangan itu, Van..."


" dimana lagi martabat Lolly..." ucap Amelia ,yang masih berusaha mengontrol emosinya agar nada suara tetap sama seperti sebelumnya


bahkan Harun berkali-kali harus mengelus-elus punggung sang isteri , agar mampu berbicara dengan bijak


" Evan akan pindah dari sini,..."


" ikut Lolly di kota J***..."


" bahkan jika kami tidak di terima disana, dan mendapatkan cibiran dari banyak orang..."


" kami akan pindah ke negara yang mau menerima kami..." ucap Evan dengan santai


" Astaghfirullah Allazim " ucap Harun dan Amelia secara bersamaan


butuh waktu untuk mereka berdua berfikir, bagaimana cara memberi pengertian kepada Evan jika tidak semudah itu dan segampang itu, sesuai dengan kehendak dari Evan, keputusan yang diambil oleh Evan akan berimbas ke banyak lini , keluarga, anak - anak, dan cucunya , pasti itu, seperti yang sudah-sudah


sedangkan Evan dengan santainya menghabiskan minumnya, dan memakan camilan yang ada di hadapannya


Evan bahkan menambah minuman nya dengan air mineral tanpa canggung di rumah Harun, Harun tidak pernah mempermasalahkan itu, Evan sudah seperti anaknya sendiri walaupun sudah berubah status antara Evan dan keluarganya, Namun apa yang baru saja diutarakan oleh Evan harus mereka tanggapi dengan serius jika tidak, akan membuat semua nya menjadi semakin rumit


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2