Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
acara lamaran


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Hari ini, Alice dan Darren benar-benar dimanjakan baik mata, maupun tubuh, sensasi nyaman saat terapis memijat tubuh Alice dari ujuk kaki sampai ujung rambut, terakhir berendam dengan aromaterapi ditaburi kelopak bunga segar di dalam bathtub membuat Alice merasakan kenyamanan luar biasa.


wajah yang sudah diberikan perawatan wajah, kulit yang sudah dimanjakan dengan pijatan, mata yang sudah di cuci dengan barang- barang yang Alice inginkan, bahkan perut sudah terisi dengan baik, nikmat mana lagi yang engkau dusta kan , ucap Alice kepada Darren, yang mendapatkan gelak tawa dari mereka berdua, yang jelas Darren ikut mengiyakan penyataan dari Alice.


Sampai tiba menjelang magrib, mereka berdua memutuskan untuk menghampiri Valerie, karena jarak tempuh dari Mall menuju kediaman Thomas melintasi mansion Thomas. Alice membawakan Valerie dan Thomas buah tangan, yang dia dapatkan dari berjelajah kuliner dan barang branded sesuai dengan perkiraan nominal limit yang harus dia belanjakan hari ini, walaupun Edwards tidak pernah menakar jatah Alice, Alice sendiri lah yang memperhitungkan nya sendiri, karena Alice bukan termasuk perempuan boros yang menghabiskan uang suami dalam hitungan detik.


Valerie dan Thomas menyambut kalimat ajakan Alice yang mengundang mereka berdua untuk menginap di mansion Edwards, tanpa banyak berfikir, Alice merasa senang ajakan nya kali ini di sambut kedua orang tuanya Edwards, bahkan Alice sudah memberikan kabar kepada kepala pelayan untuk menyiapkan menu makan malam yang akan bertambah personil, tentu saja kepala pelayan Edwards mengiyakan saja permintaan nyonya besar keluarga Edwards, orang memang akan ada acara penting yang sudah dipersiapkan oleh Edwards untuk calon isterinya di mansion Edwards, lebih tepatnya di halaman belakang mansion, yang di sulap menjadi area lamaran.


Edwards terpaksa memilih mansion, karena hanya di sinilah tempat paling aman, bagi mereka melaksanakan momen penting dalam kehidupan Edwards dan Alice, jika dipertanyakan keromantisan acara, sudah tentu Edwards menyulap halaman belakang mansion menjadi tempat yang sangat romantis, view seperti kisah-kisah dongeng, atau kisah lamaran romantis.


Kedatangan Alice di lobby mansion disambut Edwards yang sudah berpakaian rapi, dengan tuxsedo hitam, yang semakin terkesan maskulin dan berwibawa, wajah tampan Edwards semakin memukau Alice,


Alice mengalihkan pandangannya ke arah Valerie dan Thomas yang juga sudah sangat tampan dan cantik, begitu pula dengan Darren yang terlihat sangat tampan, awalnya Alice mengira akan ada tamu penting yang akan mereka jamu malam ini, oleh karena itu semua anggota keluarga inti mengenakan pakaian formal malam ini termasuk dirinya


" sayang "


" kamu begitu tampan "


" apakah malam ini kita akan segera melangsungkan pernikahan ? " ucap Alice dengan tersenyum, dan bercanda saja dengan ucapan yang baru saja dia ucapkan


" Oh iya "


" kamu menyetujui nya ? " ucap Edwards


" mana ada secepat itu, sayang "


" minimal aku harus mempersiapkan diri untuk berdandan sangat cantik menantikan momen sakral seperti itu " ucap Alice dengan santainya sambil memeluk lengan Edwards


Tanpa Alice sadari jika penampilan yang dia persiapkan saat ini merupakan hasil karya yang memang dipersiapkan untuk momen sakral, dari mulai perjalanan Alice dan Darren menuju Mall untuk memanjakan diri, dan memakai gaun yang senada dengan penampilan Edwards. Edwards mengajak Alice ke view yang sudah dipersiapkan, dengan digelarnya karpet merah melewati jalan setapak menuju tempat yang akan menjadi kejutan, sebenarnya sudah membuat Alice takjub


" sayang "


" katakan padaku "


" apa ini " ucap Alice menatap manik mata Edwards dan menghentikan langkah kakinya


" surprise "


" come on, baby " ucap Edwards mengajak Alice tetap melangkahkan kakinya dengan perlahan-lahan sambil menikmati perasaan yang sulit diungkapkan oleh pasangan yang akan mengikat hubungan menuju ke tingkat yang lebih serius lagi


" i'm nervous " ucap Alice dengan mengigit bibir bagian bawah


" i know " ucap Edwards dengan senyuman terbaik yang dia pancarkan menatap wajah cantik Alice, saat dia berhenti di stage pertama yang bertaburan bunga mawar yang dihiasi lampu


satu bucket bunga mawar Edwards berikan kepada Alice dengan menundukkan tubuh nya bertumpu pada satu lututnya di atas lantai


" sayang "


" tetaplah selalu mencintai aku "


" sampai tiada lagi sisa rasa cinta kamu untuk pria lain di dunia ini selain kepada aku "


" bertahanlah di sisiku selamanya sampai aku dan kamu berakhir di dunia ini " ucap Edwards dengan penuh cinta menatap manik mata Alice , membuat mereka berdua hanyut dalam tatapan mata masing-masing yang terkunci dalam ingatan masing-masing. Dengan mata berkaca-kaca, Alice menarik genggaman tangan Edwards untuk berdiri tanpa memalingkan tatapan mata mereka


" hanya kamu "


" cintai aku sebesar aku mencintaimu, Honey " ucap Alice berusaha untuk tidak terisak menahan laju airmata yang menumpuk di pelupuk mata, membuat Edwards menghapus jejak airmata di pelupuk mata Alice dengan tissue yang ada di atas meja kecil tempat bucket bunga


Edwards memeluk tubuh mungil Alice namun tidak berlangsung lama karena Edwards segera sadar masih ada stage yang akan di lewati mereka berdua, Edwards mengajak Alice kembali berjalan dengan penuh senyuman di wajah mereka berdua yang sedang di mabuk cinta, kali ini stage yang menampilkan air mancur bewarna warni yang tiba-tiba hidup saat mereka berada di sana, tentu saja membuat Alice tidak mampu berkata apa-apa, sangat terharu, bahkan senyuman di wajahnya berubah menjadi lebih lebar


" Oh Tuhan " ucap Alice dengan penuh sukacita,


" sayang " ucap Alice dengan wajah yang kian merona, memeluk tubuh Edwards


" jangan menangis , sayang "


" riasan kamu akan luntur "


" ini belum selesai "


" Hm " ucap Edwards dengan raut wajah yang sama seperti Alice begitu bahagia


Alice masih membutuhkan beberapa waktu untuk menenangkan perasaan yang sekarang dia rasakan, betapa bahagianya, menahan diri untuk tidak menangis dan itu sulit, untung saja Darren meminta perias untuk mengunakan riasan yang tahan air, mungkin Darren sudah memperkirakan betapa melankolis sang mommy,


Edwards memasangkan sepatu kepada Alice, menganti sepatu yang dipakai Alice sebelumnya, padahal tidak kalah indah dan mahal sepatu yang digunakan Alice tadi, namun sepertinya satu paket dengan warna mahkota yang akan di pakai oleh Alice


" bolehkah aku meminta sesuatu kepada kamu, sayang " ucap Edwards dengan lembut


" katakan " ucap Alice membalas ucapan Edwards tanpa mengalihkan pandangannya


" aku ingin kamu menutup aurat kamu sepenuhnya "


" aku ingin kamu hanya akan menjadi milikku seutuhnya "

__ADS_1


" hanya aku yang akan menikmati kecantikan kamu, sayang "


" bolehkah " ucap Edwards menatap wajah cantik Alice dengan penuh cinta, sedangkan Alice tersenyum sangat manis


" baik "


" aku bersedia "


" akan tetapi bolehkah aku meminta sesuatu kepada kamu ? " ucap Alice


" katakan saja apa yang kamu inginkan " ucap Edwards


" Hm "


" semua pelayan dan bodyguard laki-laki hanya boleh di luar rumah "


" karena aku masih ingin tampil cantik di hadapan kamu "


" lagipula mengunakan hijab seharian tentu akan membuat aku gerah " ucap Alice dengan puppie eyes, yang sontak membuat Edwards tertawa kecil


" as you wish " ucap Edwards mengelus-elus puncak kepala Alice, sedangkan Alice memeluk tubuh kekar sang calon suami. Edwards memasangkan hijab yang senada dengan dress yang membalut tubuh Alice.


" kenapa kamu begitu lihai memasangkan hijab ini, sayang ? " ucap Alice dengan menggeryitkan dahinya menatap wajah tampan calon suaminya


" ha-ha-ha "


" aku belajar ini selama satu bulan penuh, sayang "


" ternyata tidak semudah itu " ucap Edwards dengan tertawa ringan, dan membuat Alice ikut tertawa, ternyata suara tawa mereka berdua yang renyah menular juga team sukses yang saat ini bersembunyi untuk mengabadikan momen mereka berdua


Edwards mengandeng tangan Alice dan mengecup punggung telapak tangan Alice sebelum melanjutkan perjalanan menuju view. perasaan hati Alice semakin kian tidak menentu , terbukti dari dinginnya telapak tangan Alice yang di genggam oleh Edwards membuat Edwards tersenyum simpul menatap gerak - gerik Alice


Stage terakhir terdapat lampu sorot yang mengarah ke sebuah piano, dan sebuah view yang telah dihias dengan lampu melingkar membentuk LOVE yang berisi kelopak bunga mawar dan kursi single bar atau sering juga disebut bar stool yang warnanya senada dengan kelopak bunga mawar merah meskipun berbahan stainless stell, sesuai dengan keinginan Edwards sehingga membuat kesan lamaran yang dia buat semakin elegan dan tertata rapi


Edwards mempersilahkan Alice untuk duduk dan meminta izin kepada Alice untuk memainkan tuts piano, Alice menganggukkan kepalanya pertanda dia mengizinkan dan Edwards mencium kening Alice yang membuat Alice tersipu malu terlihat dari rona wajah nya yang kian terlihat


Kini Edwards sudah duduk di kursi , dan bersiap memainkan tuts piano mengcover lagu milik Sezairi yang berjudul it's you


Here we are under the moonlight


I'm the one without a dry eye


'Cause you look amazing


I'm sorry for whatever I've caused


Before today I knew I felt lost


But now you're my lady


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


Completing my world


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


Someone needs to come and pinch me now


I just can't believe what I have found


Standing here by me


Giving me the greatest gift you can


Saying yes and now our life begin


Choosing you daily


So take my hand now, see me

__ADS_1


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


Completing my world


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


I will never give up on you, girl


Treat you right every night


Make my move, just for you


Wanna do, do this right


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way (you showed me)


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


It's you


Begitu Edwards mengakhiri permainan jemarinya di piano dan mengakhiri lagu yang dia nyanyikan untuk Alice, Edwards berdiri memperbaiki penampilan nya kembali dengan membawakan sebuah kotak cincin untuk disematkan di jari manis Alice sebagai bukti keseriusan dari Edwards atas cinta yang dia rasakan selama ini


" I can't promise happiness but I will always give you happiness, because you are my happiness ( aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan namun aku akan selalu memberikan kebahagiaan kepada kamu, karena kamu adalah kebahagiaan aku ) "


" Are you willing to accompany my life in joy and sorrow, grow old with me, be beside me for the rest of your life ( bersedia kah kamu menemani hidupku dalam suka maupun duka, menua bersama ku, berada di samping ku untuk selama hidupmu ) ? " ucap Edwards tanpa memalingkan tatapan mata nya dengan nada suara yang sangat lembut


" will you marry me ( maukah kamu menikah denganku ) ? " ucap Edwards dengan serius dan lembut dengan masih bersimpuh di lantai menopang dengan satu kakinya


deg..


deg...


deg...


detak jantung Edwards menanti jawaban dari Alice yang terdiam mendengarkan setiap untaian kalimat yang Edwards ucapkan


" yes i do " ucap Alice yang sudah tidak mampu menahan lagi lajur airmata yang mengalir dengan derasnya


riuh suara tepuk tangan dari segala penjuru mansion, bahkan semua orang menitikkan airmata tanpa terkecuali, mereka sebagai saksi mata bagaimana perjuangan Alice mendapatkan perhatian dari Edwards, bagaimana terpuruk nya Edwards pasca ditinggal almarhumah isteri pertama Edwards , dan bagaimana Edwards membuka kembali pintu hatinya, bagaimana Darren memperjuangkan Alice agar tetap berada di sisinya menggantikan posisi sang ibu kandung yang telah tiada, semua pelayan yang sudah berusia paruh baya merasa sangat terharu dan sangat mengharapkan kebahagiaan bagi keluarga tuannya, sedangkan para pelayan muda menangis terharu bukan karena paham yang terjadi dalam perjalanan hidup keluarga ini, namun lebih merasa terharu kapan mereka akan menerima lamaran serupa dari kekasih mereka, ada juga yang merasa sedih karena pasangannya tidak seromantis tuannya, bahkan membelikan makanan saja harus patungan, sedihnya di sini nih....ucap salah satu pelayan Edwards yang sudah memeluk rekannya, dimana rekannya hanya berkata kasihan deh elo , menambah laju airmata rekannya semakin deras


Sedangkan kedua orang tuanya Edwards datang menghampiri mereka dengan senyuman penuh kebahagiaan, begitu pula dengan kedua orang tuanya Alice yang diundang untuk datang menghadiri acara lamaran Edwards. di saat semua orang menghampiri Alice dan Edwards, Darren hanya mematung di tempatnya tanpa sedikitpun menggeser posisi nya, sampai-sampai Cristian harus menepuk-nepuk bahu Darren untuk menyadarkan Darren dari rasa terharunya


Edwards menyematkan cincin pertunangan di jari Alice dan menyematkan kecupan di dahi Alice, setelah itu Edwards dan Alice menantikan kedatangan Darren di atas stage


ketika semua orang sudah turun kembali ke tempat yang akan menjadi area makan malam bersama setelah mengucapkan kalimat selamat kepada pasangan yang akan melangsungkan pernikahan tidak lama lagi


Darren berjalan dengan gagah menuju stage, dimana kedua orang yang sangat dia sayangi akan bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan, wajah tampan Darren semakin sumringah ketika Edwards dan Alice memberikan tatapan penuh cinta menyambut Darren


mereka bertiga berpelukan di atas stage, dan menangis bersama dengan penuh haru membuat semua orang kembali menangis penuh haru menatap mereka, dengan riuh tepuk tangan, dan alunan musik mengiringi kebahagiaan mereka, terakhir suara menggelegar di atas gelapnya langit, berbagai macam corak warna kembang api menutup acara lamaran dari Edwards untuk Alice.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🌺🌺


__ADS_2