Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
jika dia ridho


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kediaman keluarga Yahya cukup nyaman , berada di kawasan elit di kota J, tentu dengan fasilitas terbaik, dan hunian terbaik, tentu siapapun akan merasa nyaman. Apalagi kediaman Yahya termasuk cukup luas, walaupun tidak seluas jika tinggal di daerah pedesaan , ataupun kota yang lenggang penduduk nya, untuk di kota besar, hunian Yahya jelas menunjukkan kriteria kalangan seseorang. Namun Yahya tokoh terpandang , dan cukup terkenal dengan nilai budi pekerti dan agama, tentu harta tidak membuat keluarga Yahya tinggi hati, sombong, dan jumawa. Yahya dan isterinya terkenal baik, ramah, dan cukup membuat mereka di hormati dan disegani oleh semua orang, tanpa terkecuali, Oleh karena itu jangankan pihak keluarga, orang lain saja nyaman jika menyampaikan keluh kesah yang mereka hadapi, dan meminta nasehat dan saran dari mereka berdua, termasuk keluarga nya sendiri, saah satunya Evan, yang dalam masa memperbaiki ilmu pengetahuan nya mengenai agama.


bukan sakit, Umma "


" Akan tetapi Lolly di cederai oleh seseorang "


" Lolly bilang ,dia tidak mengetahui siapa orang itu, yang datang ke ruko secara tiba-tiba, kemudian langsung mengamuk , mengobrak abrik isi ruko ,dan menyakiti Lolly " ucap Evan dengan wajah kemerahan, menahan emosinya agar tidak meledak


" istighfar, nak " ucap Umma , menenangkan Evan yang terlihat sudah menahan emosinya


" iya, Umma " ucap Evan dengan patuh


" bukan kah ada ada para pegawainya Lolly ,Van ? "


" masa mereka tidak membantu majikannya yang diperlakukan seperti itu ? " ucap Umma dengan penasaran, membuat Evan mendesah, menghelakan nafasnya dengan berat


" Lolly meminta mereka menyelamatkan Rio dan Boy , tanpa memperdulikan dirinya sendiri yang sudah diperlakukan buruk oleh orang itu "


" Lolly menghadapi mereka seorang diri "


" Boy sempat membantu, namun menurut penuturan salah satu karyawan Lolly, bukan perempuan itu saja yang menyakiti Lolly, ada para bodyguard perempuan itu yang ikut menyakiti Lolly "


" untuk melindungi Lolly, Boy mengalami cidera berat , Oleh karena itu Boy harus di rawat inap juga " ucap Evan masih dengan mode on yang sama


" apakah kamu sudah mengenal Boy ? " ucap Umma dengan hati-hati


" belum umma "


" karena kami belum pernah bertemu satu kali pun "


" Evan hanya mendengar dari Rio saja "


" Rio selalu menceritakan banyak hal tentang kehidupan mereka "


" dan dari cerita Rio sepertinya anak itu cukup baik dan sayang kepada Rio " ucap Evan dengan sopan


" anak itu bernama Boy Alvaro Rafardhan "


" Lolly menceritakan semua, bagaimana kisah hidup anak itu "


" awalnya Umma ragu dengan keputusan Lolly untuk menjadikan anak itu anak adopsi nya "


" namun ketika Umma melihat anak itu, bagaimana cara dia memperlakukan Rio "


" bagaimana sikap nya dengan orang-orang "


" Umma melihat bagaimana cara anak itu menatap Lolly "


" akhirnya Umma menyetujui keinginan Lolita untuk mengadopsi anak itu "


" lagipula ada baiknya Lolly mengadopsi anak itu "


" dia pasti bisa melindungi ibu dan adiknya, karena Umma melihat cinta yang begitu besar dari anak itu kepada Lolly dan Rio " ucap Bilqis, Buya Yahya dan Evan yang mendengarkan ucapan Bilqis hanya mengangguk- anggukan kepala mereka seraya mengiyakan ucapan Bilqis


" sekarang siapa yang menjaga , Lolly di rumah sakit, Van? " ucap Buya Yahya


" mungkin Asha, Buya "


" karena Lolly meminta aku dan Rio untuk pulang saja "


" Asha masih berada disana, dan ikut mengiyakan perkataan Lolly " ucap Evan ,nampak menelaah perkataan Lolita tadi sebelum Evan memutuskan untuk pulang. Tanpa Evan sadari jika keputusannya untuk pulang hanya agar Evan tidak bertemu dengan Bobby, dan hal itu juga akan menjadi sebuah kesalahpahaman, yang berujung hal tidak baik, jika Evan mengetahui hal yang sebenarnya.


" yah sudah, besok kita datang untuk membesuk Lolly yah, Hubbiy " ucap Umma dengan lembut


" iya, Humaira " ucap Buya Yahya membalas dengan lembut juga, membuat Evan terharu, mengapa saat itu dia melakukan kekhilafan yang berakhir dengan kondisi mereka seperti ini, tercerai-berai


" ada apa ,nak ? "


" katakan saja "


" jangan kamu menahannya "


" tidak akan membuat kamu rendah bila kamu mengeluarkan kegundahan kamu " ucap umma dengan lembut


" Umma "


" Apakah ada kesempatan bagi aku memperbaiki kesalahan aku di masa lalu ? "

__ADS_1


" Evan tahu saat ini Evan sedang menuai apa yang Evan tabur "


" namun, bisa kah Evan "


" Evan....." ucap Evan yang terhenti, karena Evan tidak mampu meneruskannya kata - katanya lagi, airmata nya jatuh tanpa diminta, dia menangis dengan terisak-isak


" menangis lah "


" dengan menangis, setidaknya mengurangi beban perasaan yang menghimpit perasaan kamu " ucap Umma dengan lembut


" ingat lah, nak "


" setiap diri kita,harus ikhlas menerima takdir Allah lukis untuk kita "


" semakin Allah menguji kita, semakin kita harus mempertebal keimanan kita, dan semakin lebih mendekatkan diri kita kepada Allah "


" karena Allah tidak akan pernah memberikan ujian, melebihi batas kemampuan hambaNya "


" tidak akan pernah " ucap Buya Yahya dengan hati-hati


" Buya "


" bagaimana langkah Evan untuk bisa rujuk kembali dengan Lolly ? " ucap Evan setelah mengungkapkan beban perasaannya


Buya Yahya sejenak menghirup oksigen dalam - dalam dan menghembuskan nya perlahan-lahan, inhale dan exhale secara teratur


" untuk kamu bisa rujuk lagi akan sulit, Van "


" Buya menyarankan agar kamu harus bisa mengikhlaskan Lolita untuk menikah lagi dengan pria lain "


" bila Lolita sudah bercerai dengan suami keduanya "


" setelah masa Iddahnya Lolly , kamu boleh menikah kembali kepada mantan isteri kamu " ucap Buya Yahya dengan hati-hati


" aku ? " ucap Evan


" kamu ? "


" untuk kamu terserah, jika kamu memutuskan untuk segera menikah lagi silahkan, jika kamu memutuskan untuk tidak menikah lagi juga tidak apa-apa "


" tidak ada masalah "


" menahan diri untuk menahan " ingin" itu ? "


" kamu pria dewasa yang sudah pernah menikah "


" Buya menyarankan kamu lebih baik kamu segera menikahi wanita soleha, dan kamu harus membuka hati dan perasaan kamu untuk isteri kamu yang baru "


" daripada kamu memutuskan untuk menunggu Lolly, nanti takutnya kamu melakukan dosa besar "


" lebih baik kamu menata hidup baru kamu menjadi lebih baik dari sebelumnya " ucap Buya Yahya dengan hati-hati.


Pernyataan Buya Yahya membuat wajah Evan mendadak muram , namun Evan masih bersikukuh untuk bisa mendapatkan kesempatan menikah kembali dengan Lolita meskipun kesempatan itu sangat tipis sekali pun, tidak menyurutkan semangat Evan.


" Umma "


" bolehkah Evan menitipkan Rio " ucap Evan dengan sopan


" memang kamu mau kemana Le ? "


" sudah larut malam Loh " ucap Umma dengan ekspresi terkejut


" Oh "


" Evan mau mengambil koper yang tertinggal di hotel X " ucap Evan sedikit berbohong, padahal dia sudah meminta Jhon untuk menghandle apa saja yang dia minta sejak dari tadi


Umma dan Buya mengangguk-anggukan kepalanya mereka masing-masing, tanpa merasa curiga sedikitpun . Evan terburu - buru pergi masuk ke dalam kamar tamu untuk segera membersihkan diri , karena masih ada baju dan lainnya milik Evan disana,. Evan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lolita kembali, pertemuan pagi menjelang siang tadi sungguh membuat dirinya semakin merasa tidak bisa menahan diri untuk tidak bertemu dengan Lolita. Evan memanutkan penampilan nya malam ini di depan cermin untuk melihat kekurangan dari penampilannya dengan terus mengembangkan senyuman di wajah tampannya, Evan sangat bersemangat untuk menanyakan dari hati ke hati,semoga masih ada cela bagi dirinya. Sehingga mereka dapat kembali rujuk, melakukan reka ulang prosesi ijab kabul, setelah menikahkan Lolita dengan suami bayaran yang akan segera menceraikan Lolita, mengurus dokumen pernikahan lagi.


Begitu nampak indah di dalam pikiran Evan, bahkan hari yang sudah semakin larut tidak dipedulikan oleh Evan, rasa kantuk di jam dini hari tidak Evan rasakan, baginya bertemu dengan Lolita begitu menyenangkan. Evan menantikan kedatangan asisten pribadi nya di kota J untuk segera menjemput dirinya yang sedang berada di kediaman Buya Yahya


Walaupun kalimat sumpah serapah dari sang asisten sekaligus sahabatnya seakan-akan lempeng hilang dari pendengarannya, nyaris tidak masuk dalam gendang telinga nya Evan,


dengan gelora membara didendangkan Evan lagu cinta mengisi perjalanannya menuju rumah sakit.


" anj**** "


" fu***"


" malam minggu gue,berakhir jadi sopir elo ! " kalimat umpatan asisten sekaligus sahabatnya sedari SMA, namun Evan seakan-akan tuli, malah Evan tertawa dan tersenyum sangat menawan malam ini

__ADS_1


" harus ikhlas bantuin sohib, masbro "


" didoakan ,kek "


" kalo aku balik lagi sama Lolly "


" kamu juga kan pasti bahagia dan bangga, masbro " ucap Evan sambil mengembangkan senyuman


" untung buat gue tuh,bagian mana nya, bro " ucap Jhon dengan kesal


" pas pada waktu kita reuni, nanti "


" kamu pasti merasa bahagia dan bangga melihat kami berdua masih tetap romantis, yang selama ini selalu menjadi pasangan yang ideal "


" nah itu untungnya buat kamu, masbro " ucap Evan yang masih terus mengembangkan senyuman di wajah tampannya


" wah "


" itu sih elo "


" bukan gue banget "


" dan itu tetap tidak ada untungnya buat gue " ucap Jhon dengan malas, namun tetap menyetir dengan gagahnya. Jalanan yang cukup lenggang membuat waktu tempuh perjalanan dari kediaman Buya Yahya menuju ke rumah sakit, bebas tanpa hambatan, tanpa terasa mereka sudah sampai di area lahan parkir rumah sakit. Evan membawa buah tangan yang lumayan banyak,dia berfikir jika mantan isteri nya nanti tiba- tiba lapar, dia pasti akan memenuhi kebutuhan Lolita akan perutnya, terlihat dari berbagai makanan yang Evan bawa saat ini untuk mantan isteri nya merupakan makanan yang Lolita sukai semua, jangan tanya seberapa banyak, itu sangat banyak sekali, bahkan Jhon agak kesulitan menenteng kresek di kedua tangannya


.


.


.


.


.


02.30 wib...


bukan jam kunjungan bagi pengunjung pasien yang dalam masa perawatan ,namun ini adalah ruang Super VVIP , tidak ada larangan jam kunjungan dan apapun itu, keluarga pasien diberikan hal untuk segala sesuatu, walaupun masih harus memenuhi beberapa aturan dan ketentuan yang berlaku di rumah sakit


Siapa saja boleh datang, tanpa terkecuali, dan siapa saja boleh menginap, tanpa ditakar jumlah nya, Akan tetapi karena takut akan ada penyerangan lagi dari Mommy nya Bobby, maka Theo memerintahkan dua bodyguard untuk berjaga di depan kamar rawat inap Lolita


Evan melewati nurse station, dimana para perawat sudah terlelap di sela sudut nurse station, Evan tersenyum melihat kedua perawat itu yang tidak menyadari kehadirannya disana, namun Evan tidak mempermasalahkan hal itu , lalu Evan meletakkan saja buah tangan ke arah dalam meja nurse station


Evan melenggang kembali ke arah koridor ruangan mantan isteri nya, kali ini Evan melihat dua bodyguard nya Lolita tertidur juga, hal yang sama Evan lakukan seperti sebelumnya,


Evan kembali tersenyum , dan meletakkan buah tangan nya di samping tubuh bodyguard tanpa membangunkan mereka


.


.


.


Deg...


Deg....


suara degup jantung Evan bertautan, memberi jeda waktu sebelum masuk, Evan merasa sedikit tegang, Evan mencoba melakukan inhale exhale secara teratur,...


........ ceklekk.......


Evan menutup mata nya masuk ke dalam ruang rawat inap Lolita, dan Evan juga segera membuka sedikit lebar pintu kamar rawat inap Lolita,membiarkan Jhon untuk masuk terlebih dahulu


Jhon langsung menuju meja bar,


" damn * " umpat Jhon sambil memalingkan wajahnya, sedangkan Evan terpaku menatap ke arah ranjang, masih mematung di posisi nya saat ini, bahkan tanpa disadari Evan jika kantong plastik berisi buah tangan yang Evan bawa terjatuh ke lantai, Tanpa menunggu lama Jhon bergerak cepat, memunguti barang yang terjatuh,dan segera meletakannya di atas meja bar, Jhon juga segera menarik lengan Evan menuju pintu untuk segera keluar, walaupun Evan masih terpaku,dan mematung di posisi nya seolah-olah kedua kakinya terpaku,dan membatu.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2