Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
otewe honeymoon


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Insiden pengantin wanita yang jatuh pingsan tentu saja membuat para tamu undangan menatap kearah pengantin, tanpa terkecuali, namun barikade bodyguard yang melindungi kedua pengantin, dan kehadiran tim dokter yang memeriksa kondisi Alice apalagi saat topeng cantik yang menutupi wajah cantik Alice terlepas barisan barikade bodyguard semakin ketat, bahkan para tamu undangan tidak dapat melihat wajah pengantin, apalagi di saat Edwards mengangkat tubuh istrinya ala bridal style, wajah cantik Alice tetap saja terlindungi dari pindai manik mata para tamu undangan.


" apa yang terjadi kepada menantu kamu, Tom " ucap Cedric Harrison


" Hm "


" seperti itulah kondisi isteri Edwards "


" dan Edward sudah mengetahui hal itu sejak bertemu dengan isterinya " ucap Thomas dengan santainya


" oleh karena itu kamu sesantai ini " ucap Arthur Linford dengan sarkas


" tidak seperti itu juga "


" ini sudah pernah kami bahas "


" dan sudah masuk dalam rencana jika hal ini terjadi, karena masih ada tamu undangan yang harus kami pikirkan juga "


" aku lebih baik daripada kalian , bukan " ucap Thomas dengan senyuman paling menyebalkan bagi Cedric Harrison dan Arthur Linford


" yah "


" kamu memang masih tetap yang terbaik, bahkan mampu menyembunyikan identitas pengantin dan besan kamu " ucap Arthur Linford dengan sarkas


" itu bukan aku, dude "


" itu semua urusan Edwards "


" yang pasti itu untuk melindungi orang yang dia cintai saat ini "


" kejadian di masa lalu membuat Edwards semakin over protective terhadap semua miliknya " ucap Thomas, yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari setiap koleganya Thomas yang mendengarkan percakapan ini.


Acara resepsi pernikahan malam ini masih terus berlanjut hingga batas jam nya, sampai para rekan bisnis, para kolega, dan para sahabat keluarga Richard dan Winston keluar dari ballroom hotel X . Satu persatu anggota keluarga Richard dan Winston juga sudah mulai memisahkan diri untuk kembali ke kediaman masing-masing, dan juga para anggota inti keluarga Edwards. Thomas tersenyum melihat pesan chat yang di terima nya dari Edwards. Melihat senyuman yang terbit di wajah sang suami Valerie segera bertanya dengan rasa penasaran. Dan Thomas memberikan ponsel nya kepada isterinya , yang mana Valerie pun ikut tersenyum menatap pesan chat yang ditulis oleh Edwards


" semoga mereka sakinah mawadah warohmah yah , sayang " ucap Valerie yang tentu saja mendapatkan kata aamiin dan anggukan kepala dari Thomas, bahkan senyuman masih mengukir di wajah tampannya yang sudah tidak muda lagi


" semoga akan secepatnya hadir Edwards junior "


" aku sudah sangat merindukan kenakalan anak-anak " ucap Thomas ,dengan membayangkan wajah-wajah balita yang lucu, sedangkan Valerie membayangkan cucu-cucu nya di masa lalu ketika Darrell dan Darren masih bersama mereka saat Edwards mengizinkan anak-anak bertandang ke mansionnya Thomas.


" kenapa muram, Hm " ucap Thomas sambil membelai pipi isteri nya


" aku masih merindukan Darrell, sayang " ucap Valerie dengan lirih, dan dengan wajah yang sendu, dan tentu saja membuat Thomas menghelakan nafasnya dengan berat. Karena mereka merasa gagal menyelamatkan Darrell dari para musuh mereka di masa lampau


" besok kita mengunjungi nya "

__ADS_1


" dan mengunjungi makam almarhumah isteri Edwards " ucap Thomas, yang mereka kira jika Darrell telah berpulang ke Rahmatullah sehingga Thomas membuat pigura atas nama cucu dari putra tunggalnya yang terletak di kawasan makan keluarga besar Winston.


Sedangkan di tempat berbeda, Alice yang masih tertidur pulas di kamar hotel tempat mereka menginap malam ini, membuat Edwards tersenyum kecil. Memang sudah terbiasa menghadapi Alice yang tiba-tiba jatuh pingsan karena kelelahan, dan dinyatakan tertidur, namun ini di malam pengantin mereka, itu yang membuat Edwards tersenyum lucu dengan tingkah laku Alice yang seperti bocah , dan seperti gadis remaja saja. Mau tidak mau Edwards ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sama dengan isterinya , karena tubuhnya sudah meminta untuk segera diistirahatkan.


Edwards sudah melepaskan jasnya, baju, dan celana panjang yang membalut tubuh atletisnya, dan tersisa boxer saja. Edwards memeluk tubuh mungil Alice dan merasakan aroma tubuh Alice yang begitu menenangkan , Edwards terlelap dengan memeluk tubuh Alice dengan penuh cinta. Mereka tertidur hingga dini hari, sampai dimana Alice yang mencoba terbangun oleh karena merasakan haus, tubuhnya terasa berat karena lengan kekar Edwards yang masih melingkar di tubuh Alice. Alice menggerjap-ngerjapkan kedua bola matanya dan mengembalikan kesadarannya, aroma maskulin Edwards terasa di indera penciuman Alice, dan tanpa pikir lagi, Alice segera memalingkan wajahnya kearah samping, dan betapa terkejutnya Alice melihat Edwards sudah berada di sampingnya tertidur dengan pulas,


Alice segera berteriak kencang membuat Edwards terbangun dari tidurnya


" ada apa, sweet heart " ucap Edwards dengan khawatir


" mas "


" kenapa kamu tidur di samping aku "


" dan .... "


" eugh... bertelanjang dada lagi, mana baju kamu, mas " ucap Alice seperti gadis yang sedang berbuat mesum dengan kekasih nya. Dan tentu saja hal itu membuat Edwards tertawa dengan lepas, melihat ekspresi wajah Alice yang terlihat sangat lucu bagi Edwards


" Loh "


" kan sudah halal "


" bebas dong, mau ngapa-ngapain " ucap Edwards menggoda Alice sambil menaik turun kan kedua alisnya, namun Alice masih bengong, dan masih belum menginggat kejadian satu hari sejak pagi kemarin telah ada perhelatan akbar pernikahan mereka. Dengan gemas Edwards menowel hidung mancung minimalis milik Alice yang tidak pernah bisa menyaingi hidung bangir milik Edwards


" mas "


" jangan colek- colek hidung kesayangan aku dong "


Edwards segera mengubah posisi sebelumnya mendekati Alice, dan menyematkan kecupan di dahi Alice, kemudian Edwards segera turun dari kasur, untuk segera memakai pakaian nya


" ayo, sayang "


" bersiaplah "


" kita harus segera pergi " ucap Edwards


" mau kemana ? " tanya Alice


" honeymoon " ucap Edwards singkat, masih dengan kegiatannya mengancingkan baju kemeja


" iya "


" honeymoon "


" kemana " ucap Alice masih penasaran


" mau tahu saja atau mau tahu banget " ucap Edwards yang malah membuat Alice semakin penasaran

__ADS_1


" oh my God "


" suka-suka kamu deh , mas " ucap Alice yang malah menarik selimut dan kembali merebahkan tubuhnya ke kasur


Edwards yang melihat Alice menarik selimut nya kembali, bukannya marah, malah Edwards tersenyum karena Edwards yakin jika Alice saat ini sedang merajuk. Lalu Edwards segera menghampiri Alice yang sedang berpura-pura tertidur, agar Edwards segera pergi dari hadapannya, namun siapa sangka Edwards segera membuka baju yang dikenakan Alice yang membuat Alice berteriak , dan menutupi tubuhnya


" mau menggantikan pakaian kamu sendiri "


" atau aku yang menggantikan kamu, sayang " ucap Edwards sambil membelai rambut Alice


" iya " ucap Alice dengan wajah yang sudah di tekuk, tanpa membuang waktu Alice segera mengganti pakaiannya di walk on closed.


" masih lemas " ucap Edwards, dan Alice hanya menganggukkan kepalanya saja, sedangkan Edwards yang mendapatkan jawaban Alice segera mengendong tubuh Alice ala koala, dan Alice langsung melingkarkan tangannya ke ceruk leher Edwards dan merebahkan kepala nya.


Edwards segera keluar dari kamar hotel menuju lift yang langsung mengarahkan ke rooftop hotel dimana helikopter telah menunggu kedatangan mereka sejak tadi. Dengan hati-hati Edwards meletakkan tubuh Alice di kursi penumpang, dan memasangkan sealtbealt pada Alice dan dirinya. Seorang pilot mempertanyakan kesiapan penumpang sebelum mengantarkan mereka ke tujuan, Edwards hanya menjawab singkat pertanyaan pilot. Terdengar deru suara baling-baling helikopter berputar, pertanda helikopter bersiap untuk lepas landas dari tempatnya menuju ke tempat tujuan, Alice sudah terbiasa berkendara helikopter karena Edwards sangat protective terhadap dirinya.


Pendaratan sebuah helikopter di landasannya berjalan dengan baik, Edwards mengajak Alice segera turun dari helikopter dengan selalu bergandengan tangan, kemudian Edwards melingkarkan tangannya ke pinggang Alice , menarik tubuh Alice untuk mengikuti langkah kaki nya menuju ke tempat yang aman dari kibasan angin helikopter. setelah semua penumpang nya turun dan berlindung serta berdiri dengan sempurna di tempat yang aman, sang pilot segera menerbangkan kembali helikopter menuju ke tempatnya lagi, yaitu mansion Edwards.


Beberapa pengawal khusus Edwards sudah mengamankan lokasi pesawat jet khusus keluarga Winston, yang akan bertolak ke lokasi bulan madu mereka di salah satu pulau milik keluarga Winston yang sudah pasti sangat indah.


" tidurlah "


" perjalanan masih cukup lama " ucap Edwards kepada isterinya, dan Alice yang masih mengantuk, tanpa aba-aba segera memejamkan kedua bola matanya yang kian memberat. Edwards segera menyusul Alice menuju dunia mimpi yang entah apakah mempertemukan mereka berdua disana, atau dengan khayalan masing-masing, yang pasti Edwards segera tertidur dengan memeluk tubuh Alice.


Tanpa disadari, di alam mimpi Alice melihat samar- samar wajah para pria dengan gelak tawa yang riang, bahkan dirinya berada di sana, bahkan dalam tidurnya Alice begitu gelisah, beberapa bulir keringat membasahi dahinya yang perlahan turun ke sekitar daerah pipi Alice, dan itu mengenai wajah tampan Edwards, namun Edwards tetap tidak terbangun dari tidurnya.


Ada satu slide atau potongan ingatan Alice bagaimana dirinya melihat pasangan di hadapannya yang saat itu berciuman dimana sang wanita yang mendekap tubuh pria itu tersenyum devil ke arahnya sehingga membuat Alice berlari entah kemana sambil menangis dengan terisak-isak , dan itu membuat tubuh Alice yang saat ini sedang tertidur ikut merasakan kegelisahannya bahkan tubuh Alice yang dalam dekapan Edwards bergerak dengan gelisah membuat Edwards terganggu tidurnya, dengan lemas Edwards berusaha. membuka matanya melihat apa yang terjadi pada isterinya


" sayang " ucap Edwards sesaat setelah membuka kedua matanya, sedangkan Alice dengan raut wajah pucat, dengan tubuh yang bergerak , dan wajah yang dipenuhi peluh,


" sayang " ucap Edwards dengan khawatir karena terdengar suara rintihan Alice dengan peluh di wajah Alice dan mata yang masih terpejam, bahkan Alice masih enggan membuka kedua matanya


" Alice ! " teriak Edwards yang membuat Alice terbangun dan langsung berpindah posisi dari tidur ke duduk


" abang ! " teriakan Alice ketika dia dalam posisi duduk, dan langsung menekan bagian dadanya, tanpa bisa Alice hentikan dirinya menangis dengan terisak-isak, dan entah apa yang dia tangisi saat ini, Edwards yang melihat Alice bersikap seperti itu, hanya terdiam dengan raut wajah yang terlihat kosong, apalagi pada saat Alice mengucapkan satu kata " abang " dan Edwards tahu itu sebutan untuk seorang pria di masa lalu Alice, yang artinya Alice perlahan-lahan mulai menginggat sesuatu di masa lalunya, dan akan berdampak besar di masa depan mereka baik Alice, Darren, dan dirinya.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🌺🌺


__ADS_2