
🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦🥦
Setelah mereka menyelesaikan ibadah subuh, mereka segera sarapan, agar tidak kelaparan di tengah perjalanan,para sopir sudah mempersiapkan kendaraan yang akan di kendarai nya,tak lupa mengecek kondisi mobil, walaupun mobil tersebut dalam kondisi terawat
Evan hanya membutuhkan dua sopir pribadi, karena dua mobil itu untuk mereka pakai, dan dua mobil lagi, akan di kendarai oleh para bodyguard mereka, dan dua bodyguard Evan sudah sangat profesional dalam dunia otomotif, dan cukup mengenal medan yang akan mereka lalui,
" kita kemana dulu nih..." tanya Evan kepada Lolita sebelum berangkat
" trip yang terjauh dahulu deh...."
" malang...."
" lanjut ke pulau bawean..."
" terakhir baru Bromo...."
" bagaimana...." ucap Lolita kepada Evan dan lain nya
mereka hanya memberikan jempol saja, sembari masuk ke mobil masing-masing,
dan memastikan bahwa mobil yang akan mereka tumpangi akan nyaman dan kondisinya baik, mereka memeriksa nya dengan teliti,termasuk mobil yang di tumpangi Harun dan Amelia, selain itu mereka juga tidak lupa untuk mencocokkan rute perjalanan mereka ke layar MiD dalam kendaraan mereka masing-masing, dan mencocokkan sinyal pada halky talky yang mereka gunakan untuk memonitor keempat mobil yang akan melaju ke tujuan yang sama
mereka melakukan tour perjalanan pertama ke Malang, lebih tepatnya di kota Batu, untuk melakukan trip pertama mereka rafting, yang berada hanya 300m dari alun alun kota Batu, mereka akan menjajal aliran sungai Brantas sepanjang 12 km, dimana akan semakin meningkat tingkat kesulitannya di setiap grade nya, memacu adrenalin semakin menggila
arung jeram di kota ini cukup banyak sebenarnya ada juga di Kaliwatu,lebih tepatnya di desa Pandanrejo kecamatan Bumiaji, Batu, ada juga di Kasembon, namun mereka memilih terdekat karena sudah sangat ingin merasakan rafting,
selain mereka melakukan rafting, ternyata Evan mengajak mereka bermain paintball yang masih menguji adrenalin mereka, di Coban Talun, yah banyak juga yang ditawarkan disini, dan mereka menikmati beberapa diantaranya
mereka juga memuaskan diri dengan menjelajahi setiap destinasi yang di tawarkan oleh kota Malang, termasuk menjelajahi kebun apel , kebun strawberry, dan tak lupa mereka menikmati pemandian air panas, hanya satu tempat saja yang mereka jelajahi, tidak mungkin mereka mencoba di dua tempat, takkan habis jika di selesaikan dalam satu trip, mungkin lain kali mereka akan datang lagi di tempat yang berbeda dari yang sebelumnya
saat mereka Lolita, Evan, Bobby, Boy, Rio, dan para bodyguard mereka, mencoba menjajal permainan paintball,
Harun, dan Amelia memilih menikmati pemandian air panas saja, yah namanya juga orang tua,mereka hanya menonton mereka saja, sambil menikmati hal lain yang di tawarkan,
para bodyguard yang ikut meramaikan permainan paintball, mereka bermain dengan sangat semangat, ternyata permainan ini terbagi dua kubu, antara Evan dan Bobby, mereka bersaing sangat ketat, yang sangat mendebarkan saat para pemain semakin sedikit yang berhasil melumpuhkan lawan mainnya, namun karena Evan yah musuh yang sangat sepadan bagi Bobby, mau tidak mau Bobby harus mengakui kekalahannya, dan mereka yang kalah harus menerima hukuman dari sang pemenang
Bobby memanyunkan bibirnya, karena hukuman yang dia terima adalah memakai bunny hat, yang jika di tekan telinga nya akan naik, berlaku juga untuk para pengikutnya, termasuk Boy,
namun karena mereka sangat tampan, macho, dengan tubuh atletis, mengenakan bunny hat malah menjadikan mereka pusat perhatian para pengunjung lain, mereka seperti artis dadakan, yang banyak pengemar nya, bahkan ada yang rela menebalkan muka hanya untuk meminta selfie bareng mereka berdua,
karena Bobby orangnya humble tidak seperti Evan, dia fun- fun saja menerima ajakan selfie dari pengunjung lain, hanya saja Boy menolak, karena dia agak sedikit introvert sama seperti Evan, dia malah sudah berdiri di dekat Evan daripada berada dekat dengan Daddy nya,
tanpa di duga Rio malah mendampingi Bobby, kini mereka berada di tengah-tengah para pengunjung, seperti pasangan,ups...
seperti keluarga yang bahagia, membuat iri para netizen ...
Evan dan Boy duduk santai, sambil mengangkat sebelah kaki kanan mereka masing-masing, dan menyeruput minuman dalam kemasan, yang memiliki label***, gaya mereka berdua hampir sama, ketika pengunjung meminta selfie kepada mereka berdua, perubahan sikap dan raut wajah mereka pun sama, sama-sama jutek,
" like father like a son..." ucap si A melihat sikap dari orang yang mereka minta selfie
__ADS_1
" yang itu saja ,yuk...."
" mereka keluarga bahagia, humble dan hangat lagi...." ucap si B, membuat Evan dan Boy tanpa sengaja sambil melirik teman di samping mereka, dan tanpa sengaja saling menatap, dan memang dari gaya mereka sama, dan mereka mengakuinya di dalam benak mereka masing-masing, sehingga membuat mereka membuang wajah tampan mereka ke arah lain,
keluarga bahagia, Heh....kami keluarga yang aneh, dan ribet ...gumam Boy dalam batinnya
yang mana keluarga bahagia, itu anak gue, mantan isteri gue, dan kekasihnya, apanya yang bahagia, kalau aneh sih, iya,..gumam Evan dalam benaknya, sambil menatap ke arah dimana Bobby, Lolita, dan Rio sedang melayani para pengemar dadakan mereka
" Van..."
" mana Lolly,..."
" sudah siang, kita sholat,makan,dan istirahat dulu..." pinta Harun
" tuh...." ucap Evan dengan mengarahkan pandangannya ke arah tepat di hadapan mereka yang berjarak tiga meter, spot foto mereka bertiga bersama para fans dadakan
" Loh, ngapain mereka...." ucap Amelia
" tau tuh, tiba-tiba banyak fans mereka..." ucap Evan, dan Evan memberi kode kepada bodyguard nya untuk mengajak Bobby, Lolita, dan Rio pulang mengikuti permintaan sang Daddy
ketika para pengemar dadakan bubar jalan, ada beberapa dari mereka masih memuji ketampanan Bobby, Rio, dan kecantikan Lolita, tak jarang mengatakan bahwa mereka keluarga yang bahagia,
" Ck..."
" kalian aneh..." ucap Evan kepada Bobby dan Lolita saat mereka telah mendekati posisi Evan, dan lainnya
" lah, kamu?..." ucap Bobby
" ini kan isteri dan anakku..." ucap Evan
" eits...."
" ada kata MANTAN yah , sebelum kata isteri...."
" dan aku kekasih,dedek love...." ucap Bobby dengan bangga
" ho-ho-ho...."
" jangan terlalu bangga dahulu hei ferguso...."
" tidak semudah itu...."
" apalagi ,apa KEKASIH...."
" masih bisa di salip, masbro...." ucap Evan tidak mau kalah dengan Bobby
Harun memutar bola matanya dengan jengah, bagaimana bisa dua orang pria dewasa, bertingkah laku seperti anak kecil yang berebut mainan, di depan anak - anak mereka pula,
" Rio...."
__ADS_1
" Boy..."
" ayo ikut dengan opa dan oma...."
" kita biarkan para orang tua kalian yang ANEH itu menyelesaikan masalah mereka,..."
" capek saja kalau kita ikuti mereka..." ucap Harun mengajak kedua cucunya segera meninggalkan lokasi mereka saat ini,
lagi- lagi terjadi perdebatan antara Evan dan Bobby, tanpa akhir, Lolita sampai sakit kepala meladeni kedua pria ini, kadang akur, kadang bertengkar, dan sedikit menyebalkan, karena terkadang mereka berdua seperti tidak tahu diri memilih tempat untuk bertengkar,
Lolita mengajak para bodyguard Evan dan Bobby mengikuti nya, meninggalkan Bobby dan Evan yang sibuk perang kata-kata, dan dengan lucunya mereka mengikuti perintah Lolita
" Loh, kok di tinggal...." ucap Evan
" Love...."
" tunggu in dong...." ucap Evan lagi
" Beibs, tunggu...." ucap Bobby sambil berteriak-teriak, namun Lolita dan lainnya seakan-akan tuli tidak mendengar suara teriakan dari Evan dan Bobby
ketika sampai di mobil mereka, suasana sudah kembali mencair, Evan bahkan sudah kembali bergurau dengan Bobby, mereka seperti seorang sahabat, bahkan lebih, hubungan apa ini, entah lah mereka saja tidak mengerti , padahal sebagai saingan cinta harusnya mereka saling memberikan perlawanan, namun mereka malah bertingkah sebaliknya, hubungan yang rumit,
mereka melakukan semua rangkaian kegiatan yang telah di minta Harun, hari semakin senja, dan semakin tenggelam nya mentari menanti sang bulan timbul, malam di kota malang, mereka segera mencari view untuk mereka jelajahi kembali, namun Harun dan Amelia memilih tetap berada di penginapan yang sangat nyaman dan disajikan pemandangan luar biasa asri,
jiwa para muda mudi, apalagi untuk Boy dan Rio, mereka sangat excited menikmati perjalanan mereka, liburan yang menyenangkan, sangat menyenangkan, bersama keluarga dengan formasi lengkap,...
sebenarnya Rio sudah cukup mengerti apa yang terjadi pada Lolita dan Evan, karena pernah dia mendengar obrolan dari Hamid dan Zubaidah yang tanpa sengaja dia dengar, dan saat itu dia cukup terkejut, dan sangat shock...
namun melihat orang tuanya yang masih menjalin baik hubungan, Lolita juga belum terlalu jauh hubungan dengan Bobby, membuat nya merasa jika dia baik - baik saja, namun jika kedua orang tua nya bertanya secara khusus,atau memberikan penjelasan secara rinci, Rio belum mampu menerima kenyataan yang terjadi
biarkan seperti ini dahulu, hatiku belum bisa menerima, menerima kenyataan yang terjadi kepada kedua orangtuaku, Daddy masih sangat mencintai Mommy, dan masih sangat berusaha memperjuangkan cinta mommy, paman Bobby baik, dan aku menghargai nya sebagai paman,
dia baik, sangat baik padaku dan mommy, namun aku tidak akan pernah memberikan restu kepada mereka, jika mereka memilih bersama, karena bagiku, Mommy hanyalah untuk Daddy....gumam Rio menatap tiga orang dewasa yang duduk di depan kursi yang dia pakai, meskipun mereka bertiga nampak baik, sangat baik, paman hanya lah paman bagiku, paman yang baik, cukup itu...gumam Rio lagi, di dalam batinnya, karena dia tidak sanggup menjadi seorang anak korban divorce,
apalagi salah satu teman satu angkatannya yang menjadi anak korban divorce, bagaimana hidupnya, bagaimana perasaannya , dan bagaimana pilihan hidupnya, dia tidak ingin hal itu terjadi pada dirinya, terlalu menyakitkan baginya,
selama orang tua nya tidak membahas , maka dia tidak akan pernah mengungkit nya, namun jika itu akan terjadi entah lah....entah apa yang terjadi, biarkan sang waktu yang menjawab,
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒