
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Setelah subuh,
Lolita segera membersihkan diri,dan berganti pakaian yang dibawa oleh Bobby,
pria yang tengah gencar mendekatinya, mencoba mengetuk hati Lolita yang trauma akan kisah cinta,...
namun Lolita masih belum mau untuk membuka pintu hatinya untuk pria yang sudah banyak membuktikan ketulusannya,bahwa dia bersungguh-sungguh akan ketetapan hati nya,
Lolita bukan tidak mau move on,hanya saja saat ini , Lolita sedang berjibaku mencari sosok jati diri nya yang baru,yang mandiri dan independen,apalagi yang perlu dipuaskan nya adalah putera nya,yang masih butuh perhatian dan cinta dari nya,
ketakutan terbesar Lolita ,jika Rio menyadari status orang tuanya yang telah bercerai,
tentu tidak akan sama seperti keluarga yang utuh,maka dari itu, walaupun Lolita sudah menyimpan sedikit rasa suka nya kepada Bobby di lubuk hati nya saja,tanpa memberitahu siapa pun,bahkan Bobby
Lolita terlalu takut untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan dua insan manusia yang berlawanan jenis,dia takut terluka baik dirinya maupun Rio, bila dia membina sebuah pernikahan lagi
.
.
" selamat pagi, "
" pasien atas nama mr.X "
" ini sarapan pagi nya ,ibu " ucap seorang dari bagian gizi rumah sakit mengantarkan ompreng
" terimakasih , mbak " sahut Lolita dengan ramah
" sama - sama,bu, "
" nanti jika selesai, "
" letakan saja di sini "
" atau letakkan di depan pintu bagian luar ,boleh juga ,ibu, "
" permisi " ucap wanita yang sudah separuh baya
di sambut senyum ramah Lolita
interaksi Lolita dengan petugas,di tatap lekat oleh anak laki - laki itu....
setelah Lolita berbalik,dia melihat jika anak itu telah bangun dari tidur nya, sedangkan sang anak dengan identitas Mr.X memalingkan wajahnya kearah lain
" kamu sudah bangun, nak? " tanya Lolita
" ayo, "
" kita harus membersihkan tubuh kamu terlebih dahulu "
" atau kamu bisa sendiri, "
" Hm " pinta dan tanya bersamaan oleh Lolita dengan nada yang sangat lembut, khas keibuan
anak laki- laki itu,seakan ingin menangis dengan kelembutan yang tidak pernah dia rasakan,hidup tanpa orang tua,tanpa orang yang menyayangi nya, anak laki-laki itu masih tetap memalingkan wajahnya kearah lain, enggan melihat kearah Lolita, takut ekspresi wajah nya terlihat oleh Lolita
" ayo ,nak "
" kamu harus segera membersihkan tubuh kamu terlebih dulu, "
" Hm " ucap Lolita lagi, masih dengan nada yang sama, khas keibuan, katena belum ada gerakan dari anak laki-laki itu
" ayolah "
" mommy akan membantu kamu " ucap Lolita menatap tulus langsung ke manik mata anak itu, masih memaksa anak laki-laki itu segera berinteraksi dengan nya
anak laki-laki itu mencari tahu arti tatapan Lolita,tanpa melakukan apapun mengikuti perintah atau keinginan Lolita
Lolita segera menyadarkan lamunannya,
" ayo "
" anak laki-laki tidak boleh malas "
" kamu harus mendengarkan setiap ucapan , Mommy " ucap Lolita sedikit memaksa anak laki- laki itu berdiri menuju kamar mandi,tanpa sadar dia mengubah kata tante menjadi Mommy membuat anak laki-laki itu merasa disayangi
karena malu,dan rasa canggung saat didalam kamar mandi,anak laki - laki itu bahkan tidak beranjak membuka baju nya...
" maaf, "
" kali ini Mommy terpaksa memaksa kamu membuka baju kamu, nak "
" Mommy harus memandikan kamu, "
" mommy harap kamu jangan merasa sungkan yaah, nak " ucap Lolita dengan nada yang enak di dengar, bahkan anak laki-laki itu menitikkan airmata di sudut matanya tanpa terlihat oleh Lolita
tubuh anak laki-laki itu cukup lemah,dia merasa sungkan, dan tidak mau melawan keinginan perempuan yang baru saja dia kenal, selain tidak ada tenaga, hatinya merasa berbunga- bunga, baru kali ini dia merasakan perasaan yang baru saja dia rasakan seumur hidupnya
Lolita dengan telaten, segera memijat rambut yang sudah di bubuhi shampoo cukup banyak ,dengan pijatan lembut di kulit kepala,keramas rambut ,melumuri tubuh anak laki- laki itu dengan sabun cukup banyak juga ,membasuh tubuh kurus bocah laki- laki ini dengan lembut, dan menguyur tubuh anak laki- laki dengan air hangat, sampai bersih dan wangi....
setelah mengeringkan tubuh nya, Lolita segera berjalan keluar dari kamar mandi,dan berkata
" bukalah celana da***m kamu, "
" dan letakan di dalam kantong kresek itu, "
" dan ini yang celana da**lam baru dan celana panjangnya "
" pakai sendiri **********, yah nak "
" Mommy tahu, kalau kamu malu, jadi pakai saja di dalam kamar mandi "
" jika sudah selesai, "
" nanti panggil saja Mommy, "
__ADS_1
" Mommy ada di balik ada pintu kamar mandi ini yah nak " ucap Lolita masih dengan nada khas keibuan seperti sikap dan perkataannya pada anak kandungnya sendiri,Rio
ceklek.....
pintu kamar mandi di buka,
Lolita langsung menyambut anak laki- laki itu dengan seutas senyum diwajahnya menatap sayang ke manik mata anak laki-laki itu dan mengantarkan nya ke sofa,dan memakaikan baju kepadanya,maklum dengan ada nya infus tentu akan kesulitan mengenakan baju....
" kamu bisa makan sendiri ? " tanya Lolita masih menatap manik mata anak laki-laki di hadapannya
hanya anggukan kepala yang di terima Lolita, itu saja sudah cukup dan lumayan sudah ada respon balik atas semua perlakuan Lolita pada sang anak lai- laki ini,
dengan telaten dan cepat Lolita meletakan makanan yang tersusun rapi di ompreng ke atas overbed table,yang tersedia di dalam kamar rawat inap ,dan mengarahkannya di depan anak laki- laki itu
" kenapa ? "
" makanan nya kurang enak ? "
" apa kamu mau menu yang lain ? " ucap Lolita dengan penasaran. Anak laki- laki itu,hanya terdiam,entah harus menjawab apa , ingin makan akan tetapi rasanya memang tidak enak, ingin menolak merasa sungkan
" habiskan yaah,nak..." ucap Lolita sambil tersenyum, dan dengan telaten Lolita menyuapi bubur yang didapat dari rumah sakit ke mulut anak laki-laki itu
walaupun dengan terpaksa , anak laki- laki itu menyambut tiap suapan dengan penuh semangat, selam hidupnya baru kali ini dia mendapatkan bentuk dari sebuah kasih seorang ibu, dan tanpa terasa menu dalam ompreng habis tanpa sisa...
Menjelang siang,dokter melakukan visite ke ruang rawat inap , dan dokter menjelaskan kepada Lolita apa saja yang perlu Lolita ketahui,
dan Lolita meminta dokter melakukan sesuai apa yang di curigai nya,akan ada nya trauma bagian dalam,yang harus dilakukan X-ray,tapi Lolita memilih CT-scan ,agar pemeriksaan lebih menyeluruh,dan dokter meminta perawat segera melakukan persiapan pemeriksaan.
Tidak butuh waktu terlalu lama, perawat kembali datang ke ruang rawat inap dengan membawa kursi roda, Lolita mengikuti tiap langkah perawat mendorong kursi roda menuju ruang khusus untuk dilakukan proses CT-scan. Setelah selesai, perawat kembali mendorong kursi roda pasien menuju kamar rawat inap nya
" untuk hasil pemeriksaan hari ini, kemungkinan besok akan selesai,dan akan diberitahu oleh dokter segala hal tentang hasil pemeriksaan medisnya "
" permisi, ibu " ucap perawat sebelum keluar dari ruang rawat inap
.
.
..
..
..
..
Tidak terasa ,hari ini, adalah hari terakhir laki - laki itu di rawat ,besok pagi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter,dengan dibekali obat untuk di minum di rumah. Lolita binggung bagaimana,memulai pertanyaan kepada anak laki - laki di hadapannya...
Hari ini, Bobby sudah chat Lolita untuk datang sore,setelah jam pulang kerja,dan Bobby berjanji tidak akan mengingkari nya lagi ,karena beberapa hari lalu batal menjenguk,lantaran dia harus lembur karena ada sedikit trouble dalam pekerjaannya,yang harus di handle,dan tidak dapat diwakilkan orang lain, karena Theo,sedang melakukan perjalanan dinas di negara lain
Suara ketukan pada pintu dan kemudian pengunjung masuk ke dalam ruangan rawat inap , setelah mengucapkan salam, pria tampan itu masuk kedalam ,dan langsung memeluk wanita pujaannya. kemudian Bobby meletakan buah tangan ke atas meja
" hai, Boy ? "
" bagaimana kabar kamu ? " ucap Bobby dengan seutas senyuman di wajah tampannya ,yang dijawab dengan anggukan kepala dari anak laki-laki itu,
" boleh om tahu,siapa nama kamu, ? " ucap Bobby dengan hati-hati. Itu pun masih membuat anak laki- laki itu, menghelakan nafasnya dengan berat . Anak laki-laki itu menutup kedua mata nya, seakan-akan berat untuk mengatakannya
" katakan saja ,nak "
" jangan sungkan " ucap Bobby yang saat ini duduk di pinggir ranjang pasien, sambil menepuk bahu anak laki - laki itu dengan hangat,seakan - akan teman anak laki-laki itu temannya
" aku, tidak tahu "
" setiap orang bebas memanggil aku sembarang nama "
" karena aku lahir tanpa tahu siapa orang tua aku "
" sebelumnya aku tinggal di panti asuhan, kemudian aku diadopsi oleh pasangan muda "
" akan tetapi pasangan itu memanfaatkan aku, karena aku tidak tahan hidup mereka seperti seekor a.nj*** "
" membuat aku melarikan diri "
" aku berakhir di jalanan,dengan nama berbeda-beda"
" jadi aku anak tanpa identitas " ucap anak laki-laki itu sambil menundukkan wajahnya
" baiklah "
" kalau begitu, akan om membuatkan kamu status baru "
" apakah kamu bersedia ? " ucap Bobby dengan hati-hati ,sambil setengah mendekap tubuh anak laki- laki itu,
tentu saja sikap dan pernyataan Bobby membuat anak laki- laki itu merasa haru luar biasa,sampai dia tak mampu menahan derai airmata yang mengalir deras di kedua pipinya tanpa bisa dia hentikan
" uluh...uluh..uluh...."
" anak bujang mommy, "
" its okay, "
" Hm "
" jangan menangis lagi yah, "
" nanti mommy ikutan mewek juga nih " ucap Lolita sambil menghapus jejak airmata pada pelupuk mata anak laki- laki itu...
" waah sudah ada mommy, "
" daddy nya mana niih ? " ucap Bobby menggoda anak laki-laki itu dan Lolita
" mau dong di panggil daddy " ucap Bobby
" Hm "
" mau nya " ucap Lolita menggoda Bobby
__ADS_1
" mau dong, "
" mau banget " ucap Bobby dengan penuh semangat. Entah dorongan apa membuat anak laki- laki itu menggenggam tangan Bobby dan Lolita,menatap Bobby dan Lolita dengan penuh harap
" om "
" tante "
" kalian mau menjadi Mommy dan Daddy aku ? " ucap anak laki-laki itu dengan suara parau
Bobby dan Lolita saling menatap satu sama lain, dan entah dorongan apa,mereka berdua mengangguk- anggukan kepala mereka
" kamu harus menjelaskan terlebih dahulu dulu asal muasal kamu, "
" apalagi kondisi kamu sebelum ke rumah sakit, "
" apa saja yang kamu lakukan ? " ucap Bobby dengan serius, sehingga terjadilah sesi curhat panjang dari bocah laki- laki itu,dimulai lah. Selama kurang lebih dua jam Bobby mendengarkan cerita sang bocah,dan ditutup bobby dengan pertanyaan- pertanyaan ,dan si bocah menyanggupi permintaan Bobby dan Lolita
" okay "
" bagaimana, Mom, ? "
" Mommy menyiapkan nama buat anak kita nih " ucap Bobby mendekap tubuh kecil Lolita,
Lolita hanya menertawakan kelakuan Bobby
" kalau Daddy, "
" Boy " ucap Bobby singkat. Hanya anggukan kepala dari anak laki- laki itu yang menyatakan bahwa dia menyetujui nama awalnya,dan akan menunggu nama lengkapnya
" Boy Alvaro Rafadhan..."
" anak laki- laki yang bercahaya cemerlang dari Allah untuk mommy dan daddy "
" Hm "
" bagaimana ? " ucap Lolita dengan hati-hati
" oke ,sayang "
" semua berkas nya akan siap, minggu depan "
" dan akan masuk di dalam KK kamu yaach, ayang beibs"
" karena KK nya babang ganteng,masih satu induk sama orang tua " ucap Bobby sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, tentu saja mendapatkan capit kepiting sang kekasih.
sedangkan bocah laki - laki itu sungguh merasa terharu,pasangan di hadapannya begitu antusias dengan hidupnya. Hari baru,status baru,berubah dalam beberapa malam,mungkin tuhan sedang memberinya buah dari kesabarannya selama ini,
..
..
..
..
..
..
Boy yang saat ini memilih tinggal bersama Lolita,dan Lolita yang sudah mendaftar kan Boy ke sekolah yang menerima kondisi nya,namun tidak ada satu sekolah pun menerima kondisi Boy,mau tidak mau Boy melakukan program home schooling,dan mengikuti tahfiz,mengejar ketertinggalannya selama hidup di jalanan
sudah selama satu bulan lebih Rio berada di kota S ,kali ini Rio yang merindukan sang mommy,
mau tidak mau Rio harus dikembalikan kepada sang mommy,kali ini Rio berangkat ke kota J, dengan diantarkan oleh Farel,abang dari Evan
Lolita sudah senantiasa menunggu anak laki- laki nya di pintu kedatangan, rasa rindu kian membuncah,saat sang anak berada di hadapannya, Lolita menghujami tubuh kecil Rio dengan kecupan di seluruh tubuhnya,mendekapnya dengan hangat,Rio pun begitu merindukan mommy...
" terima kasih, bang " ucap Lolita,setelah tersadar dari tingkahnya. sedangkan Farel mengangguk- anggukan kepala nya
" Lolita,ini oleh- oleh dari mommy, "
" untuk kamu " ucap Farel, sambil menyodorkan paperbag dengan logo makanan khas daerah S**
" terima kasih,bang,"
" maaf sudah merepotkan abang " ucap Lolita
" tidak apa-apa "
" Hm "
" sudah ada yang menjemput abang "
" kamu, bagaimana ? " ucap Farel
" Oh "
" Lolita bawa kendaraan sendiri, bang " ucap Lolita
setelah mereka melakukan salam di akhir perjumpaan. Rio dengan antusias menceritakan kegiatannya selama di kota S***
*
*
*
*
*
*
*
🍒🍒
__ADS_1