Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
siapa yang kamu pilih


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Bobby masih dengan setia mendengarkan percakapan di dalam ruangan rawat inap Boy, namun hatinya terasa sangat terluka mendengar ucapan dari Evan dan orang-orang di dalam ruangan ini, apalagi penyataan Evan yang sangat mengejutkan dirinya


" aku masih menafkahi Lolly, Buya "


" aku masih mentransfer uang untuk Rio dan Lolly, silahkan tanya dengan Lolly " ucap Evan dengan serius,


Membuat Bobby terkejut, karena Lolita tidak pernah mengatakan apapun itu kepada Bobby, padahal Bobby juga selalu mentransfer uang kepada Lolita dengan alasan uang untuk keperluan Boy, Bobby merasa turut andil dalam kebutuhan Boy.


Ucapan Rio membuat sosok Lolita cukup tidak baik, karena mendapatkan suntikan dana yang cukup banyak dari Bobby dan Evan. Padahal Lolita tidak sepenuhnya salah juga. Evan mengirimkan uang untuk Rio dengan alasan untuk Rio, jika Lolita mempertanyakan uang kiriman Evan melebihi dari seharusnya, alasan Evan pasti untuk Rio , dan dengan polosnya Lolita mengira itu untuk Rio saja, tanpa pernah tahu makna tersirat dalam ucapan Evan yang kadang terdengar ambigu, Lolita tidak cukup mengerti makna kata, itu juga sudah dipahami oleh Evan, oleh karena itu Evan selalu bermain kata untuk menjebak Lolita.


Oh hatiku luluh lantak, karena duka ku, kehilangan dirimu, raut wajah Bobby sudah tidak menampakkan kecerahan lagi, segenggam cintanya, berada diujung tanduk.


Akan tetapi Bobby memutuskan untuk masih tetap berada di ruangan itu, bukan karena suka, tetapi karena tubuhnya seakan-akan tidak mampu berdiri, Asha menggenggam telapak Bobby mencoba menyalurkan energi positif,


Kemudian Buya Yahya kembali membuka percakapan


" untuk kamu, Van "


" Buya berharap, kamu membicarakan hal ini baik-baik dengan Lolly "


" setelah Lolly dinyatakan sehat dan sembuh "


" jika kamu sungguh- sungguh dengan perasaan kamu, tentu saja kamu tidak akan menyakiti hati dan perasaan orang yang kamu sayangi, bukan ? "


" bicaralah di waktu yang tepat " ucap Buya Yahya dengan hati-hati


" iya, Buya "


" Evan akan berjanji untuk menuruti semua saran Buya "


" inshaallah " ucap Evan dengan yakin


" bicarakan dengan baik-baik "


" dan tanpa paksaan, Van ? " ucap Buya Yahya


" iya , Evan berjanji " ucap Evan dengan yakin


" jika Lolly memilih tetap dengan pendiriannya, dan status kalian tetap bercerai, artinya kamu harus legowo ,nak "


" terima itu dengan berlapang dada "


" biarkan dia menyambut kisah baru di kehidupannya, begitu pun juga dengan kamu "


" walau pun tidak wajib kamu menikah kembali, namun kamu sebagai seorang pria "


" pria dewasa pasti akan membutuhkan perempuan untuk menjalani kehidupan nya "


" kamu pun begitu, nak "


" yakinlah Allah SWT pasti akan memberikan kamu pasangan soleha "


" jika Lolly tidak memilih kembali kepada kamu, mungkin pasangan baru kamu lebih baik daripada Lolly "


" buka lah hati kamu untuk cinta yang baru " ucap Buya Yahya dengan lembut dan hati-hati


Namun, ucapan Buya Yahya membuat Evan menangis terisak-isak, siapapun melihat kondisi Evan seperti ini pasti akan merasa tergugah, merasa kasihan, sosok pria mapan , gagah, dan sukses, begitu rapuh berurusan dengan perkara perasaan,


Bobby...


yah, bahkan seorang Bobby melihat Evan bersikap seperti ini, membuat hati Bobby begitu terluka , akan tetapi bagaimana dengan perasaan nya yang juga sama , Bobby juga sangat menyayangi Lolita, dirinya pun tidak kalah menyedihkan dengan nasib Evan. Jika Evan berhasil meyakinkan Lolita untuk


merajut kembali bahtera rumah tangga mereka, artinya Bobby harus mundur secara teratur, dan mengikhlaskan Lolita pergi dari kehidupan Bobby, dan itu sudah dipastikan akan membuat Bobby akan sangat terluka.


" pak Harun, saya sebagai orang tua Elvano "


" meminta dengan sangat kepada bapak "


" meminta bapak untuk memberikan kesempatan kepada Elvano mengutarakan maksud nya kepada Lolita"


" bagaimana pun yang harus kita pikirkan adalah Rio "


" untuk segala keputusan apa yang akan Lolita ambil "


" kami serahkan sepenuhnya kepada Lolita " ucap Buya Yahya dengan sopan, membuat Harun mempertimbangkan ulang permintaan Evan, dan Yahya


Harun duduk sudah tidak lagi tegap seperti kondisi semula, Harun menyenderkan punggungnya ke sofa. Beberapa waktu pak Harun tidak berkata-kata apapun itu untuk menjawab permintaan Evan dan Buya Yahya, Harun masih harus menimbang apa yang akan dia lakukan




" baik, pak Yahya "


" saya akan memberikan Evan hanya satu kesempatan "

__ADS_1


" akan tetapi dengan syarat, jika dia mengutarakan niatnya nanti "


" setidaknya akan ada dua saksi diantara mereka berdua " ucap Harun dengan pasrah


dijawab anggukkan kepala dari Evan, sesaat kemudian wajah Evan mendadak sumringah, terukir senyum di wajah tampannya


" tanpa paksaan Evan, ingat itu ! " ucapan Harun penuh penekanan


" dan aku memohon kepada kamu Evan, tolong ikhlaskan putriku "


" jika dia tidak memilih kamu sebagai seorang suami "


" dan jika dia bersanding dengan pria pilihan nya kelak "


" kebahagiaan aku sebagai seorang ayah "


" hanyalah melihat Lolly bahagia, itu saja " ucap pak Harun tegas


" untuk kamu Bobby, ini adalah ujian untuk kamu nak "


" jika pernyataan yang baru saja Evan ucapkan membuat kamu patah arang "


" silahkan kamu mundur teratur, jika kamu berniat mundur "


" aku tidak pernah memaksa pria manapun untuk menikahi putriku "


" namun jika kamu memang bersungguh-sungguh , menyayangi putriku silahkan perjuangkan dia untuk berada di sisi kamu "


" aku tidak pernah memilih jodoh untuk putriku tercinta "


" asalkan seiman, bertanggung jawab, dan menyayangi Lolly, sudah cukup bagi aku "


" aku tidak ingin Lolly terluka untuk kesekian kali hanya karena seorang pria " ucap pak Harun tegas dan serius


" iya, Dad "


" kita lihat saja keputusan Lolly, nanti "


" inshaallah "


" Bobby, akan ridho dengan segala apapun keputusan Lolly " ucap Bobby dengan nada sedikit bergetar


" semoga allah memberikan kita semua keikhlasan dan hati yang lapang dan luas "


" dan janganlah kita bermusuh- musuhan sesama saudara,nak " ucap Buya Yahya, Bobby dan Evan mengetahui maksud makna kalimat dari ucapan Buya, dengan gentleman's, baik Bobby maupun Evan, berdiri dari posisi sebelumnya, mereka semakin mendekat,dan saling berjabat tangan, tidak lupa Bobby menepuk bahu Evan


" akan tetapi aku harus memperjuangkan rasa cinta aku kepada Lolly " ucap Evan memandang wajah saingannya, Evan tahu saat ini dirinya hadir ditengah hubungan antara Lolita dan Bobby, Evan tahu jika dirinya sebagai pecundang, yang hanya tidak ingin Lolita dimiliki oleh pria lain selain dirinya, Namun egonya mengalahkan rasa malu, terserah dunia mau bilang apa, yang jelas dia tidak ingin Lolita pergi dari hidupnya.


" silahkan "


" aku juga mencoba berlapang dada ,jika Lolly memilih kamu "


" begitupun juga sebaliknya "


" aku meminta kepada kamu untuk ikhlas melepaskan Lolly jika aku lah pria yang akan dia pilih untuk mendampingi hidupnya " ucap Bobby mencoba untuk tersenyum meskipun hatinya menangis. Akankah Bobby yang akan terpilih oleh Lolita, sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas, meskipun berkali-kali Lolita mengatakan kata sayang dan cinta kepada Bobby, Namun Bobby meragukan perasaan Lolita kepada dirinya.


" masyaallah "


" Alhamdulillah " ucap Buya Yahya dan Umma, Harun dan Amelia secara bersamaan. Asha mencuri moment membidik sebuah foto pada saat Bobby dan Evan saling rangkul khas lelaki. Mereka berdua cukup berjiwa besar, bersaing secara gentleman's, walaupun didalam hati Bobby bergemuruh sakit hati yang luar biasa, dia mencoba mencerna keadaan dengan kepala dingin. Akan tetapi tidak bisa mengatakan aku baik-baik saja, akhirnya Bobby memutuskan untuk pergi dari rumah sakit setelah ber pamitan, karena jika dia berlama-lama di sini, dia semakin merasakan sesak di hatinya .


Buya Yahya dan Umma juga memilih pulang dari rumah sakit, setelah kembali ke ruangan rawat inap Lolita, Lolita masih tertidur dengan pulas, membuat kedua nya pulang tanpa berpamitan pada Lolita. Usia senja membuat Harun sedikit cepat kelelahan, Asha mengajak Harun dan Mami untuk pulang ke mansionnya. Harun mengizinkan Evan menjaga Lolita dengan alasan memberikan Evan kesempatan mengambil hati Lolita kembali.


Evan sungguh merasa kelelahan, semalaman dia tidak tertidur dengan nyenyak, dan ketika memandangi wajah Lolita yang tertidur dengan pulas, dia menyunggingkan senyuman di wajah tampannya, kemudian Evan ikut terbuai di alam mimpi, sedangkan Lolita terbangun setelah Evan tertidur dengan pulas.


Lolita terbangun sambil melenguh tubuhnya, pada saat Lolita menolehkan kepalanya ke samping kanan dan kiri sudah tidak ada siapapun, kecuali Evan dan Boy. Tanpa menunggu lama Lolita segera men- dial nomor telefon kekasih hatinya. Bobby memang sedang menantikan Lolita memberikan dia kabar, karena Bobby tidak mungkin menghubungi Lolita terlebih dahulu, percakapan serius di ruangan Boy menyisakan sejumput luka di hati Bobby.


Bobby merasa Lolita pasti akan memilih dirinya, terbukti Lolita segera menghubungi dirinya ketika Lolita terbangun dari tidurnya, percakapan di antara Lolita dan Bobby berlangsung cukup lama, dengan nada suara diperhalus, agar tidak menggangu tidur Evan dan Boy, sambungan video call terhenti hanya ketika Lolita meminta Bobby kembali fokus untuk bekerja. Bahkan Lolita mengirimkan fotonya ke Bobby melalu pesan chat


begitu pun Bobby, dia mengirimkan foto dirinya yang sedang bekerja, sebagai penyemangat di saat mereka berjauhan seperti saat ini.


.........,....Tok...Tok...Tok........................


suara ketukan di pintu kamar rawat inap Lolita,


" iya "


" silahkan masuk " ucap Lolita, seorang perawat jaga masuk ke dalam kamar rawat inap Lolita untuk mengecek kondisi Lolita, dan perawat jaga meminta Lolita untuk melakukan pemeriksaan medis di bagian radiologi


" suster "


" saya mohon pelan-pelan saja "


" keluarga saya saat ini sedang tertidur "


" bolehkah saya meminta kertas dan ballpoint " ucap Lolita, dengan suara sangat pelan, takut membangunkan Evan yang sedang terlelap tidur, tanpa butuh waktu lama Lolita menuliskan beberapa kalimat agar saat Evan terbangun, Evan tidak akan merasa cemas mencari dirinya, Sedangkan Boy , tidak sengaja terbangun pada saat melihat Lolita sedang di dorong mengunakan kursi roda


" mau kemana, Mom ? " ucap Boy dengan suara khas bangun tidur

__ADS_1


" mau ke bagian radiologi "


" sudah, tidak apa-apa "


" lebih baik kamu tidurlah kembali, nak " ucap Lolita


" tidak "


" mommy tunggu Boy sebentar "


" Boy mau mencuci muka terlebih dahulu "


" Boy mau ikut mommy ke bagian pemeriksaan itu " ucap Boy segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajah dan buang hajatnya sebentar. Boy mendorong kursi roda Lolita, menuju ruang radiologi, dan di sana sudah ada doktor James, dokter spesialis ortopedi, dan dokter spesialis radiologi yang sedang menunggu kedatangan Lolita. Hadir juga dokter Liliane, yang merupakan dokter ruangan Lolita, mereka mulai berdiskusi, mengenai hasil dari foto myelography yang sering dikenal sebagi pemeriksaan CT-scan. Sesuai dengan permintaan dari dokter spesialis bedah sub orthopedi, dikarenakan hasil CT- scan bisa mengolah foto menjadi tiga dimensi dari area bahu yang di periksa, dan hasil dari pemeriksaan CT-scan dapat disimpulkan jika ada fraktur pada clavicula , yang tidak terlalu parah, bukan berupa patahan ataupun retak yang terlalu parah, yang harus segera di lakukan operasi pemasangan pen. Menurut pandangan dokter bedah orthopedi, beliau menyarankan agar Lolita mengunakan penyangga lengan saja selama kurang lebih tiga sampai empat bulan, tentu saja dengan berbagai treatment dari dokter spesialis bedah orthopedi agar tidak terjadi komplikasi frozen shoulder.


James mengembangkan senyuman di wajah tampannya, karena Lolita hanya harus melakukan perawatan intensif di rumah, karena trauma kapitis yang dialami Lolita, tidak ada hal yang berarti setelah melihat hasil CT-scan secara menyeluruh, James merasa bahagia Lolita tidak perlu mengalami proses operasi besar, apalagi berkaitan dengan tempurung kepala, operasi merupakan jalan terakhir dari semua rangkaian pengobatan.


Setelah melakukan pemeriksaan radiologi, Lolita meminta Boy membawa nya ke taman yang masih berada di dalam kawasan rumah sakit, karena merasa bosan berada di dalam ruangan secara terus menerus, apalagi seharian mengunakan shoulder support, yang berbentuk sling, membuat bahu bagian lain cukup kelelahan juga.


" kenapa, Mom ? " ucap Boy


" mommy merasakan kelelahan "


" mommy juga merasakan tubuh mommy seakan-akan di timpa gajah " ucap Lolita yang sudah menitikkan air matanya, melihat tingkah laku Lolita membuat Boy mengembangkan senyuman di wajah tampannya, padahal di hadapan semua orang Lolita menampilkan wajah yang baik-baik saja, disaat tidak ada orang, dia menyampaikan keluhannya pada Boy


Boy segera memeluk tubuh Lolita , dan mencium dahi sang Mommy


" bagian tubuh mommy yang mana mana capek, Mom ? " ucap Boy dengan lembut


" seluruh tubuh Mommy, nak "


" apalagi ini "


" Mommy sudah bosan pake banget "


" bla...bla...bla...." keluh Lolita sembari menangis, bukan kenapa- kenapa dia merasa jenuh, dan lelah secara bersamaan , belum lagi kepala nya yang masih sering merasa kesakitan, bahkan dengan tertidur pun tidak menghilangkan rasa sakitnya,


" Oh "


" ternyata keluhannya banyak nih "


" kenapa tidak ngomong dari tadi "


" Hm " ucap James berada di belakang kursi roda Lolita, tanpa Lolita berbalik, Lolita sudah tahu siapakah yang berbicara kepada dirinya. James mengubah posisi. sebelumnya menghadap ke arah depan tubuh Lolita,


" mau ice cream ? " tawar James, Lolita tidak membuang sia-sia kesempatan emas, segera mengangguk- anggukan kepala nya, sedangkan James gemas melihat tingkah laku Lolita


" Boy, kamu lihat gerai itu " ucap James menunjuk kearah kantin rumah sakit, Boy melihat dan tahu maksud tujuan James segera mengangguk- anggukan kepala nya, James mengeluarkan segera mengeluarkan lembaran uang berwarna merah sangat banyak,


" ini kebanyakan uncle "


" hanya untuk sebuah ice cream cone kesukaan mommy " ucap Boy dengan polosnya


" ini sekalian buat kamu jajan yang lain " ucap James dengan tersenyum


" wah "


" tetap saja kebanyakan, uncle " ucap Boy


" untuk tabungan kamu yah " ucap James


" terimakasih, uncle " ucap Boy berlari ke arah yang di maksud oleh James


" nih " ucap James menyodorkan cokelat, karena melihat ekspresi Lolita masih sama seperti sesaat lalu, Lolita menerima nya dengan cepat dan tersenyum


" terima kasih, bang "


" luv "


" luv, deeh babang tampan " ucap Lolita memuji James yang telah memberikan nya cokelat merk terkenal kelezatannya. James membantu Lolita membuka bungkus cokelat, tanpa perlu aba-aba Lolita melahap cokelat dengan antusias.


" jikalau kamu harus memilih, siapa yang akan kamu pilih, Lolly ? " ucap James dengan penasaran


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2