
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Jika Boy sangat bahagia karena berkumpul bersama keluarga nya, ada sang Mommy dan Daddy, begitu juga dengan Evan yang bahagia bertemu dengan putera nya, berkumpul di mansion sang Daddy, walaupun tanpa Lolita, setidaknya dia yakin, Lolita tidak akan meninggalkan nya, terbukti Lolita dengan setia bersama nya selama dalam proses perawatan
Evan dan Rio saling melepas rindu, dan saling menceritakan bagaimana kondisi mereka saat berpisah, ada sedikit tersirat kesedihan saat Rio menceritakan keberadaan Bobby di ruko, yang ikut mengurusi segala kebutuhan anaknya Rio,
bahkan Mona, Maria dan Siska mereka berada di ruko untuk menjaga dan mengurus Boy dan Rio, juga mengurus usaha yang ditinggalkan Lolita selama dua minggu lebih
Hamid melihat anak bungsu nya sudah tidak seperti beberapa waktu lalu sangat bersyukur akan kondisi Evan yang sudah mulai membaik, peran Lolita sangat besar atas kesembuhan Evan, namun Evan masih harus di observasi lagi untuk beberapa bulan ke depan, dan masih wajib menjalani psikoterapi, bertemu dengan dokter spesialis, untuk melakukan sharing dan konseling setiap kondisi nya, agar Evan bisa menanamkan nilai positif dalam pikirannya
dan Evan juga mendapatkan bimbingan rohani dari ustadz yang terpilih oleh Buya Yahya untuk Evan memperdalam ilmu agama yang akan membawa hati dan pikirannya kembali sehat,,
keesokan harinya,
Setelah selesai sarapan, Rio dan Evan sudah berpakaian rapi, hendak menuju ke rumah Harun, mantan mertua nya,
" mau kemana kamu, Van...." tanya Hamid
" mau ke rumah Daddy..."
" ketemu Lolly...." ucap Evan dengan santai
Hamid dan Zubaidah sedikit kesulitan membasahi tenggorokan mereka, karena mereka takut Evan akan shock jika melihat Lolita dan Bobby, karena Harun mengabarkan jika Bobby dan Boy menginap di rumahnya
" biar Lolly saja yang kesini, Van..."
" kita tunggu saja..." ucap Zubaidah
" tidak..."
" biar kami saja yang kesana...." ucap Evan, keras kepala seperti biasa
Hamid memberikan kode kepada bodyguard yang baru saja datang, untuk mengawasi Evan, karena Jhon saat ini sudah pulang ke J***, dan Diki sibuk dengan urusan perusahaan , karena Evan masih belum bisa di andalkan untuk kembali melakukan rutinitas nya seperti biasa
perjalanan menempuh waktu kurang dari satu jam,kini mobil nya berhenti tepat di halaman rumah Harun, begitu masuk ke dalam ruangan tamu, betapa terkejutnya Evan melihat kehadiran Bobby di sana
" apa kabar, Van..." ucap Bobby basa-basi
" ba..ba...baik...." ucap Evan sedikit tergagap, karena tidak menyangka akan hadir nya Bobby disana, tingkah laku Evan tidak luput dari pengamatan Bobby, apalagi Evan yang kian gusar, memilin kedua tangannya berkali - kali, dahi nya kian berkeringat
" kamu kenapa, Van..." tanya Bobby dengan khawatir
" ti...ti... tidak...."
" ti...tidak...." ucap Evan tergagap
....pluk....bahu Evan di tepuk oleh Hamid,
" Astagfirullah Allazim..."
" Astagfirullah Allazim..."
" Astagfirullah Allazim..." ucap Harun membimbing Evan untuk terus mengucapkan kalimat istighfar, dan Evan menuruti ajakan dari mantan mertua nya
" mas...." ucap Lolita,yang berdiri di samping Bobby duduk dan Evan langsung berdiri menghampiri Lolita dan memeluk nya dihadapan semua orang, sedangkan Bobby mendekap telapak tangan Lolita, dalam posisi duduk
Harun melihat adegan drama di hadapannya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Amelia yang membawa baki atau nampan yang berisi camilan dan minuman untuk tamu nya, mengelengkan kepalanya melihat tingkah absurd dua pria yang datang berkunjung ke rumah mereka
" Daddy kenapa seperti ini...." ucap Amelia berbisik di telinga suaminya
" beginilah, mi..."
" mau bagaimana lagi..."
" maka nya Lolly belum bisa memutuskan menikah...."
" masa iya ,anak kita poliandri, mi..."
" ck...."
__ADS_1
" pusing, Daddy...." ucap Harun, dengan lemas mendaratkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, sedangkan Amelia menggaruk puncak kepalanya,
" iya juga...." ucap Amelia yang menyusun camilan dan minuman di atas meja tamu
kini Bobby, Lolita, dan Evan sudah mendaratkan tubuh mereka di sofa panjang yang muat untuk mereka bertiga,
Evan masih mendekap pinggang Lolita dengan posesif, dan Bobby enggan melepaskan dekapan tangannya dari kekasih hatinya
dia sangat sulit jika harus melepaskan Lolita, hatinya sudah terpaut jauh pada Lolita, harapan nya terlalu tinggi, tidak mungkin dia melepaskan Lolita begitu saja, saat ini saja dia masih harus fokus mengurus perusahan yang masih terlilit masalah, karena penolakan nya akan pernikahan yang diminta oleh sang Mommy, sekarang harus menghadapi Evan juga, dia tidak mau itu terjadi,
Evan tahu jika posisi nya terancam, apalagi Lolita sudah memberikan jawaban yang pasti, jawaban yang tidak diinginkan oleh Evan, makanya dia sangat gusar, melihat saingan cintanya disini, semakin membuat dia merasa tersisihkan
" Love..."
" semalam Bobby menginap, ...." tanya Evan berbisik di telinga Lolita, dan Lolita mengangguk-anggukan kepalanya,
" mas..."
" bang Obby, menginap tidak sendirian, kan ada Boy juga..."
" ayo..."
" apa kata dokter kemarin sebelum pulang, positif thinking..."
" ustadz juga bilang, kalau lagi datang risau, tidak nyaman, perbanyak istighfar..." ucap Lolita dengan lembut
Evan menganggukan kepalanya, dengan lemah...
" jika Bobby disini, aku boleh menginap..." tanya Evan , dan terdengar oleh Bobby, membuat Bobby tersenyum
" kalau di J***, kamu menginap di ruko, aku juga menginap kan..."
" nah kalau disini, jika aku menginap maka kamu boleh juga menginap, Van..."
" jangan sungkan kepadaku, kita lakukan seperti biasa...."
" kamu harus meminta izin sama Daddy, terlebih dahulu..." ucap Bobby dengan bijak
" Daddy izinkan, asal kalian tidak membuat keributan, dan tidak boleh ada tidur bersama..." ucap Harun
Harun tidak tega mengatakan ini, karena Hamid saat subuh tadi meminta Harun untuk mengizinkan Evan tidur, bersama Lolita, tentu saja dengan pengawasan, walaupun tahu Lolita pasti akan menjaga dirinya, tetapi pria dan wanita tidur satu kamar, tentu tidak etis dilihat walaupun tidak terjadi apa-apa
hal ini diminta oleh Hamid bukan tanpa alasan, karena sepanjang malam, Evan gelisah, dan tidak tidur dengan nyenyak, terlihat dari raut wajah yang ada lingkaran hitam di kelopak matanya
" kita tidur disini ruang keluarga saja, sama-sama, Dad..."
" bagaimana...." tanya Amelia mengambil jalan tengah, agar bisa mengatasi permasalahan ini,dan Harun nampak menimbang pendapat dari isteri nya
" baik, nanti mami bereskan ruang keluarga..."
" biar mereka berempat tidur di sana..."
ucap Harun
" kami bagaimana, pak..." tanya bodyguard yang mengawasi Evan
" yah kalian juga..."
" kalau tidak muat, ruang tamu, ini bereskan juga..."
" kalian tolong bantu, untuk menata kursi di sini, ..." ucap Harun dengan pasrah, rumahnya ramai, padahal tidak sedang ada acara, dan kamar malah tidak terpakai
" Lolly, ajak Evan ke kamar, dia belum tidur sedari malam, ..." ucap Harun berbisik kepada anaknya, saat anaknya berjalan menuju dapur
" Daddy tahu dari mana...." tanya Lolita
" Hamid, subuh tadi telepon Daddy..." ucap Harun
" iya, Dad..." ucap Lolita sambil berjalan menuju ruang tamu, dia lalu mengajak Evan dan Bobby menuju kamarnya,
__ADS_1
" Boy ajak adiknya, ..."
" kalau cari Mommy, Mommy, sama dua Daddy kalian di kamar yah..."
" oh iya, persiapkan diri kalian habis, Zuhur dan makan siang, kita jalan- jalan yah..."
pinta Lolita kepada Boy dan Rio,
teriakan yel kebahagiaan terdengar dari mulut ke dua anak remaja ini, mereka segera melepas rindu, dan mulai mempersiapkan pakaian apa yang akan mereka pakai nanti
sedangkan Lolita sudah mengiring kedua pria prosesif menuju ke kamar nya,
" mas..."
" kalau mau ikut, tidur lah terlebih dahulu..
"
" kalau tidak, maka jangan salahkan kami tidak mengajak, mas..." ucap Lolita sedikit mengancam Evan
" tapi kelon'nin, yah...'' pinta Evan dengan suara sangat kecil, nyaris tidak terdengar
" apa...." tanya Lolita yang tidak mendengar ucapan dari Evan
" bayi besar E, mau di nina bobo ' in...." Bobby menggoda Evan, membuat Evan salah tingkah
" Oh o...."
" baby besar B, juga mau di nina bobo' in juga..." tanya Lolita, mengubah mindset godaan Bobby ke Evan, kembali ke diri nya
" Oh..."
" kenapa tidak..." ucap Bobby, tak mau kalah manja dengan Evan, bahkan dia sudah menaikkan dan menurunkan alisnya secara bergantian
Lolita tertawa dengan tingkah absurd kekasih hatinya, mereka bertiga sudah membaringkan tubuh mereka di kasur Lolita yang besar , dengan posisi Lolita berada di tengah mereka berdua, Evan memang sudah sangat lelah dan mengantuk, sedikit saja Lolita mengelus-elus rambut Evan, dia sudah tertidur dengan lelap, bahkan sudah terdengar dengkuran halus,,
jika Evan mendekap tubuh Lolita bagian depan, maka Bobby mendekap tubuh Lolita bagian belakang,
" bang..."
" tangannya di kondisikan, yah...." ucap Lolita dengan berbisik, dan Bobby tersenyum akan kritik dari sang kekasih
" grepes sin dikit,saja sayang..."
" boleh yah..." pinta Bobby
" Hm..."
" big NO..."
" Lolly tidak suka.." ucap Lolita yang mulai mengantuk juga, karena semalaman mereka bercerita panjang kali lebar kali keliling, membuat mereka tidur hingga larut, tanpa terasa baik Lolita,dan Bobby tertidur dengan sendirinya,
mereka tertidur dengan pulas, larut dalam mimpi masing-masing,
*
*
*
*
*
*
*
🍒🍒
__ADS_1