
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jika ada orang yang bangga dengan sebutan tuan muda, yang hanya disematkan kepada anak- anak konglomerat, maka itu tidak berlaku untuk Boy, terlalu asing di telinga nya, yang terbiasa hidup dengan hinaan caci maki, sumpah serapah dari orang-orang selama Boy hidup keras di jalanan, tidak ada yang peduli nasibnya bahkan hidupnya,
Flashback dimasa lalu, disaat hujan sangat deras mengguyur kota ini dengan lebatnya, sentuhan hangat seorang wanita cantik membuat hatinya merasa dicintai, walaupun hanya sesaat setelah mobil wanita itu meninggalkan dirinya yang mematung menggenggam beberapa lembar uang yang sangat banyak, hanya sekedar uang tips ojek payung, tapi bukan itu intinya, bukan uang yang ada di genggaman tangannya, namun sentuhan lembut dari wanita itu yang memberikan kehangatan kasih seorang ibu, itu yang membuatnya menangis dalam derasnya air hujan,. akankah dia akan merasakan cinta dan kasih sayang dari seorang ibu
Bertemu kembali saat wanita itu menolongnya, disaat dia dikeroyok oleh para musuh nya sebagai anak jalanan yang terluntang lantung tidur di sembarang tempat, dalam sayup, matanya berusaha menatap wajah cantik wanita yang memapah tubuh nya yang bau busuk, sudah pasti, karena berhari-hari dia tidak Menganti pakaian nya, bukan karena belum sempat ganti , akan tetapi memang tidak ada gantinya, hanya punya dua lembar baju saja, yang satunya malah sudah penuh robek, tidak layak pakai lagi,
Dengan telaten wanita itu membantu Boy untuk mandi, membersihkan tubuhnya, berusaha menyuapi Boy makanan, walaupun sempat ditolak oleh Boy, wanita itu tetap mengurusi Boy dengan telaten, bahkan menjaga Boy selama dalam perawatan di rumah sakit
Setelah mengangkat nya sebagai seorang putra, dan melegalisasikan nya dengan surat yang menyatakan bahwa Boy adalah putera nya, wanita itu telah memberikan Boy cinta luar biasa sebagai sosok seorang ibu, sedangkan dan Bobby memberikan Boy sosok seorang ayah yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya , perasaan luar biasa, di saat itu, untuk pertama kalinya Boy merasa dia begitu berharga dan dipenuhi cinta kasih sayang lengkap oleh sepasang ibu dan ayah
Ketika hari ini Boy berkunjung ke rumah sakit setelah beberapa waktu dia tidak sempat bertemu dengan Bobby, karena sibuknya Boy mengurus kuliah nya, usaha sang mommy, adiknya yang bersikap menyebalkan, sungguh membuat waktu Boy terforsir di kondisi itu, sampai dia melupakan Bobby
Boy berfikir bahwa Bobby sosok pria dewasa seperti Evan, dan lebih hebat daripada Evan, karena disaat kondisi Evan begitu terpuruk dengan bijak nya Bobby memberikan Lolita kalimat- kalimat bijak yang menyentuh relung hati nya, membuat Boy semakin mengagumi sosok Bobby sebagai sosok pria yang menjadi idolanya,
Namun apa dikata , sosok itu menghilang begitu saja ketika Bobby harus kehilangan Lolita,
kepergian Lolita membuat banyak hati terluka , kehilangan Lolita membuat banyak orang menderita, termasuk dirinya
Boy menangis di pinggir bibir ranjang pasien ketika melihat keadaan Bobby yang tertidur dengan lelap, yang sudah terpasang selang infus, dan sungkup oksigen, yang membantu pernafasan Bobby tetap terjaga dengan baik , perban disana sini, ditubuh Bobby, memperlihatkan bahwa kondisi Bobby sangat memprihatinkan. Boy merasa sangat terpukul , apakah karena dia masih terlalu muda, sehingga tidak mampu melindungi kedua orang tuanya, ataukah memang takdir terlalu kejam kepada nya merebut kembali kebahagiaan yang baru saja dia rasakan, apakah dirinya terlalu serakah berharap kebahagiaan selamanya akan dia dapatkan,
mommy.........teriak boy dalam batinnya, namun airmata membanjiri wajah tampannya
mommy........ucap Boy lagi dalam batinnya , sambil menggenggam telapak tangan Bobby yang tidak terpasang selang infus nya,
Boy menangis dengan terisak-isak, mengapa Tuhan memberikan kebahagiaan jika merebut nya kembali, apakah ini adil untuk nya, apa yang salah di dirinya hingga harus merasakan pahit dan getir nya kehidupan, ingin rasanya dia mengutuk dirinya sendiri atas apa yang menimpa nya,
Namun disaat dia dalam posisi terendah nya, bayangkan Lolita selalu hadir, senyuman Lolita selalu dia rindukan, hatinya di penuhi semangat untuk segera bertemu kembali dengan sang mommy, tidak saat ini,. mungkin nanti di saat dia sudah berdiri kokoh, akan dia cari Lolita hingga ke lubang semut sekalipun
Boy sangat yakin sang mommy ada, dan masih hidup, hanya tidak menemukan jalan pulang saja, dia meyakini itu dari relung hati nya yang paling dalam, meskipun hanya nampak fatamorgana saja, tidak mengapa, suatu saat nanti pasti akan dia temukan sang mommy. Bermodalkan feeling itu saja, yang membuat dirinya selalu berpikiran positif, dan memacu semangat nya untuk bangkit dari keterpurukannya, namun berkali-kali pula dia di hadapkan dengan orang-orang terkasihnya yang lain harus menderita kehilangan Lolita, dan dia harus mengemban tugas itu mengantikan sosok Lolita.
Masalahnya apakah dia mampu, sedangkan dia sendiri dalam keadaan rapuh, terkadang kumat baper, terkadang juga penuh semangat juang, terkadang lagi melow, dan dia dipaksakan untuk menolong ayah dan adiknya, perasaan Boy saat ini kian dipenuhi berbagai rasa,
Sebelum Boy memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan rawat inap Bobby bagian dalam,
Setelah mereka duduk di sofa, Ubaidillah Affandy menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi pada Bobby, ketiga pria itu mendengarkan ucapan Ubaidillah Affandy dengan serius,
__ADS_1
" kondisi Bobby " ucap Ubaidillah Affandy dengan menghelakan nafasnya dengan berat
" dokter menyarankan untuk melakukan perawatan intensif "
" mungkin aku akan membawanya ke negara asal aku "
" disana pengobatan nya paling terbaik sudah dipersiapkan untuk Bobby "
" akan tetapi granpa membutuhkan kamu, Boy "
" hanya kamu yang bisa menjadi penyelamat Bobby di kondisi seperti ini "
" setelah Lolita pergi, Bobby tidak memiliki keinginan melanjutkan hidupnya "
" Bobby butuh orang yang memberikan nya semangat untuk hidup "
" dan itu bukan granpa "
" Bobby sangat kecewa kepada granpa "
" Bobby membutuhkan kamu, Boy "
" kamu bersedia " ucap Ubaidillah Affandy lagi dengan hati-hati menatap wajah tampan Boy yang berada dihadapannya
" demi Bobby "
" demi Daddy yang kamu sayangi, Boy "
" bisakah "
" aku memohon kepada kamu, Boy " ucap Ubaidillah Affandy dengan mengiba penuh pengharapan,semoga saja permohonan nya di terima oleh Boy
Mendengarkan penuturan dari Ubaidillah Affandy membuat Rio sudah akan menjawab permintaan dari Ubaidillah Affandy, mulut Rio bahkan sudah hendak mengeluarkan kalimat, namun Evan memberikan kode kepada Rio untuk tidak melakukan nya, tidak mengeluarkan satu katapun , membiarkan Boy yang akan menentukan jawaban apa yang akan dia berikan kepada tuan besar Ubaidillah Affandy, apalagi Evan belum pernah melihat orang yang memiliki kedudukan tinggi di negara itu , dan orang seumuran ayahnya mengiba kepada siapapun selama ini
Berat bagi Rio membiarkan Boy memutuskan untuk pergi mengikuti Bobby, kehilangan Lolita saja sudah membuat dirinya sangat terluka, dan saat ini seorang pria seumuran dengan opa nya meminta Boy pergi meninggalkan negara ini ke negaranya, dengan alasan yang akan membuat Boy menjauh dari Rio,
tidak...
__ADS_1
Rio tidak akan membiarkan abang meninggalkan aku ucap Rio dalam batinnya
terus terang saja, saat ini Rio masih sangat membutuhkan Boy berada bersamanya, berbagi suka dan duka, setidaknya bersama Boy , Rio merasa terlindungi, karena baginya Boy sosok abang yang sangat dia kagumi, hidup selama bertahun-tahun bersama tentu saja sudah terjalin ikatan emosional yang sangat kental baik bagi Rio maupun bagi Boy
" permisi " ucap Boy dengan sopan, dan memberikan Evan kode , tersirat dari manik matanya meminta Evan membiarkan Boy untuk masuk terlebih dahulu tanpa di temani Evan dan Rio,
Evan yang mengerti segera menganggukkan kepalanya, dan menahan bahu Rio untuk tidak mengikuti langkah kaki Boy.
Boy mengusap - usap rambut Rio, dengan memberikan seutas senyuman manis di wajah tampannya,
" abang masuk terlebih dahulu yah "
" nanti kamu boleh menyusul abang " ucap Boy dengan suara lembut, meyakinkan kepada sang adik, bahwa dia baik-baik saja
Boy meminta waktu untuk dia berfikir, selain itu , Boy ingin melihat kondisi Bobby saat ini, melihat ayahnya, separah apa hingga tuan Ubaidillah Affandy memintanya untuk menemani Bobby melakukan perawatan,
padahal tanpa diminta, Boy pasti dengan sukarela akan melakukan nya, akan tetapi jika harus berpisah juga dengan Rio, ?
Ini bukan pilihan yang mudah, siapa yang akan dia utamakan, kenapa tidak bisa di negara ini saja, kenapa harus di negara yang jauh, yang membuat nya menjauh dari Rio, dan bagaimana pencarian Lolita, bagaimana jika Lolita ditemukan, akankah dia akan diberitahukan kabar berita bahagia itu, Boy sangat frustasi memikirkan banyak hal di kepala nya,
Ketika dia membuka pintu kamar rawat inap Bobby bagian dalam, betapa terkejutnya Boy, ternyata ini yang dimaksudkan oleh tuan Ubaidillah Affandy, pindah pengobatan di luar negeri, mungkin bukan hanya untuk tubuhnya Bobby, mungkin untuk psikis Bobby juga,
Harus memilih yang mana, menetap atau pergi....?
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
🍒🍒