Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
bertanya dengan jin


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Setelah dua perawat jaga yang berdinas di shift ini keluar menuju nurse station , mereka melanjutkan tupoksi kerja mereka kembali, menjalankan tugas mereka,


begitupun dengan dua bodyguard Jhon , mereka keluar dari ruangan, duduk di sekitar ruangan Evan, menunggu perintah dari Jhon kembali,


saat ini di dalam ruangan rawat inap Evan tersisa Jhon, Hamid, Lolita, dan Evan sendiri


Evan masih dengan kegiatan menjelajah di area bibir, wajah Lolita, mendekap tubuh Lolita dengan prosesif, Evan sangat ketakutan kehilangan Lolita


adegan uwuh-uwu, yang disaksikan oleh Hamid, membuat Hamid merasa bersalah, jelas itu dosa, tapi anaknya dalam kondisi seperti ini, bagaimana cara nya agar dia menghalangi perbuatan Evan agar tidak melangkah jauh lagi, tuan Hamid pun berfikir apakah sang mantan menantu ini bisa memaklumi tingkah Evan


Jhon yang duduk di sofa, bersisian dengan tuan Hamid sedikit meringis saat menyentuh area pipinya, dan perutnya yang terkena bogem mentah dari Evan ,saat mencoba mengunci tubuh Evan agar Evan tidak sampai berlari ke luar kamar rawatnya


sedangkan Evan masih sibuk di dunianya, dimana hanya dia dan Lolita,


Lolita bisa apa, dia hanya bisa pasrah akan tingkah mantan suami nya, daripada melihat Evan kembali menjadi impulsif seperti tadi, lebih baik dia mengalah saja, dan menunggu respon Evan agar lebih tenang, disaat Evan tenang, Lolita bisa berusaha untuk memberikan Evan penjelasan agar Evan tidak lagi bersikap seperti tadi ,


rasa bersalah, dan rasa kehilangan Evan terlalu besar, hingga membuat Evan seperti ini, mau tidak mau Lolita harus bisa memaklumi kondisi Evan,dan memenuhi permintaan dokter akan support dari Lolita sangat membantu kesembuhan Evan


yang jadi masalah, apakah kekasihnya bisa ikut memaklumi tingkah Evan, bagaimana pun Bobby pria normal, dia pastinya akan terluka jika melihat hal yang baru saja terjadi, adegan yang terjadi, dengan tidak ada malunya Evan melakukan itu di depan orang, apalagi hanya sekedar Bobby yang jelas- jelas musuh bagi Evan


.


.


" mas..." ucap Lolita dengan nada suara kesal


" Hm..." ucap Evan dengan tersenyum sangat manis melihat tingkah Lolita yang nampak mengemaskan baginya


" harusnya mas malu, tahu..."


" lihat itu, abang Jhon terluka, dua bodyguard, belum lagi dua adik perawat tadi..."


" Daddy..."


" mikir dong, mas...."


" dampak mas bersikap tadi, sudah menyakiti orang-orang yang sayang, yang peduli dengan mas.." ucap Lolita pelan, dan lembut, menatap manik mata Evan agar bisa melihat perubahan emosi di wajah Evan


Evan terdiam akan ucapan mantan isteri nya, kemudian dia memalingkan wajahnya kearah Jhon dan juga Daddy Hamid,


wajah Jhon terlihat tidak baik-baik saja, belum lagi Hamid yang mengusap peluh di dahi nya, dan melonggarkan baju yang dia kenakan, karena peluh membasahi baju nya


Evan sejenak terdiam, dan berfikir, ternyata di saat dia sibuk dengan pikirannya,dia sudah menyakiti orang-orang yang peduli dan sayang padanya


Evan menundukkan wajahnya, pertanda dia menyesal, tapi dia tidak tahu menyesal untuk apa...karena memang dia tidak tahu, meskipun dia berusaha memikirkan apa yang terjadi


" mas...."


" mereka terluka..."


" karena mas ....” ucap Lolita dengan hati-hati dan dengan nada suara yang lembut


" tapi aku tidak melakukan apa-apa..." ucap Evan merasa tidak bersalah


" iya..."


" itu karena mas , sibuk dengan pemikiran mas..."


" coba deh, kamu kendalikan dirimu ,mas,..."


" kendalikan pikiran, mas..."


" hilangkan ilusi , yang mas pikirkan..."


" sadari ini nyata atau tidak...”


" jika mas mau sembuh...." ucap Lolita memberikan spirit kepada Evan


Evan kembali terdiam,


" aku mencari kamu, Lolly...." ucap Evan dengan pelan


" mas kan bisa bertanya dengan Daddy, dengan Jhon..."


" mereka kan ada di dalam ruangan ini..."


" jangan bertanya dengan diri sendiri, apalagi bertanya nya dengan jin..."


" jelaslah akan negatif hasilnya..." ucap Lolita yang sudah sedikit kesal namun masih menjaga nada bicaranya agar tidak menyinggung perasaan Evan


" tapi aku tidak bertanya dengan jin..."


" dan tidak melihat nya..."


" jin kan abstrak, dan tidak ada...." ucap Evan seperti anak-anak


" jin kan abstrak, itu benar, jin tidak ada, itu ada..."


" maka nya dia yang menguasai diri kamu, mas..."


" agar berfikiran buruk terus...."


" mas sudah jarang ibadah kan..." tanya Lolita dengan serius, Evan menganggukan kepalanya

__ADS_1


" itu, karena tidak ada kamu yang mengingatkan mas, lagi...." ucap Evan sembari menundukkan wajahnya,


" mas...." ucap Lolita dengan geram, sambil mencubit kedua pipi Evan, yang membuat Jhon dan Hamid menahan tawa mereka, akan tingkah Evan dan Lolita


" sayang...."


" mas lapar .." ucap Evan seperti anak kecil yang meminta makan kepada ibunya


" mau apa.." tanya Lolita


" mau empek-empek Palembang..."


" kalau tidak ada...."


" rujak cingur boleh, ..."


" mau yang pake kuah- kuah gitu, yang pedas..." pinta Evan dengan tingkah seperti anak kecil meminta sesuatu pada ibu nya


" kita cari dulu..."


" di aplikasi.."


" ada apa tidak..."


" kalau empek-empek, mana ada disini, mas..."


" nanti kita pesan saja dengan mbak Tina, biar dia yang pesan dengan keluarga nya untuk di kirim ke kita..."


" di sini kalau pun ada kurang enak...."


" handmade buatan mama nya mbak Tina lebih enak apalagi cuka nya...." ucap Lolita sambil mengingat- ingat panganan olahan ikan itu,


" cuko, sayang..." ucap Evan memperbaiki ucapan mantan isteri nya


" Oh iya..."


" cuko..." ucap Lolita memperbaiki ucapan nya


" apa kita jadikan bisnis itu..."


" sayang...." ucap Evan


" sudah banyak, mas outlet yang bikin panganan olahan itu..." ucap Lolita nampak menimbang pendapat nya


" namanya juga bisnis..."


" tidak apa-apa..."


" yamg penting kan, bagaimana manajemen pemasaran, dan tata kelola usaha nya..." ucap Evan,


" nah..."


" iya..."


" mikirin kamu yang bikin mas tidak sehat..." ucap Evan, tanpa sengaja membuka luka hati nya


" kenapa.."


" kenapa tidak sehat..."


" Hm.." ucap Lolita, menatap manik mata Evan, Evan menatap balik Lolita, dengan sendu


" aku..."


" aku..."


" aku bersalah,..."


" maaf..." ucap Evan


" itu kan masa lalu, mas..." ucap Lolita


" tapi karena itu, kamu meninggalkan aku, Love..." ucap Evan , saat menyebut kalimat terakhir Evan nampak gelisah,namun Lolita memeluk tubuh Evan, dan mengelus- elus punggung kekar mantan suami nya


" mas....."


" kita harus legowo, harus ikhlas..."


" dan itu masa lalu..."


" mas, dan Lolly harus bisa menerima kenyataan itu..." ucap Lolita dengan nada sangat lembut, masih dengan menatap manik mata mantan suami nya


" kamu sudah tidak mencintai aku lagi......" ucap Evan,dengan sendu


baru kali ini mereka berbicara empat mata setelah perceraian


" siapa bilang..." ucap Lolita


" bukti nya kamu sudah tidak mau bersama aku,..."


" tidak menerima ungkapan cinta aku..." ucap Evan


" karena kita memang sudah harus berpisah..."


" saat itu mas sudah menalak Lolly.." ucap Lolita

__ADS_1


" tapi kata Buya Yahya, masih bisa kita rujuk asal kamu ridho..." ucap Evan


" saat itu, Lolly ridho untuk mengakhiri hubungan kita, mas..."


" dan kita tidak bisa bersama lagi..."


" kecuali Lolly menikah lagi, dan baru bisa menikah kembali bersama,mas..." ucap Lolita


Evan baru hendak mengungkapkan perasaan nya, namun langsung terpotong kalimat Lolita


" dan itu kenyataan yang harus kita terima..."


" jika mas tanya, apakah Lolly mencintai mas?..."


" jawaban Lolly, .....iya..."


" Lolly sangat mencintai mas..."


" sampai hari ini, dan seterusnya..."


" buktinya Lolly masih disini mengurus mas, menjaga mas,..." ucap Lolita masih dengan nada yang sama tanpa mengubah nya menjadi emosi agar terjalin komunikasi efektif


" namun, jika mas berharap Lolly menjadi isteri mas..."


" Allahualalam bisawaf..."


" semua kita serahkan semua kepada Allah..."


" karena hidup dan mati kita hanya miliknya.."


.


.


.


Evan terdiam, mencerna ucapan Lolita, suasana hening...bahkan Hamid dan Jhon hanya terdiam mendengarkan obrolan mereka berdua,


" mas...."


" kita akan terus bersama..."


" ada Rio yang harus kita jaga, harus kita rawat, dan harus kita beri cinta dan kasih sayang sebagai orang tua, ..."


" kita saling sayang, saling mencintai..."


" dan kita tidak harus menjadi pasangan, bukan..."


" hubungan kita akan selalu tetap terjaga, ..."


" aku sayang pada mas, aku cinta pada mas..."


" mas tetap pria terbaik yang pernah Lolly kenal..."


" rasa sayang Lolly malahan semakin indah, mas ...."


" mas Evan sudah Lolly anggap sebagai kakak laki-laki Lolly sendiri, seperti abang Farel, abang Yudha, ..." ucap Lolita


" Bobby....?...." ucap Evan


" Bobby..."


" dia seorang pria yang mencoba dekat dengan Lolly..."


" Lolly baru mencoba menerima hadirnya di sisi Lolly..."


" sedangkan bagi Lolly, mas Evan adalah sosok seorang kakak laki-laki yang sudah pasti Lolly cintai, dan sayangi..."


ucap Lolita dengan hati-hati, dan dengan nada suara yang lembut


Evan terdiam mendengarkan ucapan yang Lolita ucapkan


" tidak..."


" tidak...."


" kalau kamu menerima dia, artinya dia akan memiliki kamu seutuhnya..."


" dan aku..."


" dan aku...." ucap Evan kembali gusar, bahkan tangan dan tubuh nya memberi respon jika dia tidak menerima kenyataan


Hamid dan Jhon hendak mendekat kearah mereka berdua namun Lolita mengelengkan kepalanya agar tuan Hamid dan Jhon tidak mendekati mereka berdua,


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2