Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
sungguh menyenangkan,


__ADS_3

Paragliding bukit Gantole,puncak,


.


.


..


..


Setelah menempuh perjalanan dalam kebisuan,cukup hening,tanpa percakapan antara Lolita dan pria tampan, yang dikenal Lolita sebagai asisten pribadi Theo, dan hanya itu saja yang Lolita ketahui tentangnya selain dari nama nya..


terhenti nya laju mobil,dan pria tampan itu segera turun dari kursi kemudinya,menuju pintu mobil yang berada di samping kiri Lolita,...


entah kenapa Lolita tidak mengerti jalan pikiran pria tampan ini,


jika dia berharap akan ada sambutan hangat dan membahagiakan baginya, dari sebuah pernyataannya sesaat tadi, sangat mustahil terjadi


karena aku saja masih dalam keadaan terluka, tidak semudah itu masbro, meluluhkan hati seorang wanita yang pernah terluka,...gumam Lolita dalam batinnya


namun Lolita mengikuti saja jalan cerita kehidupannya ,tanpa penolakan selagi masih dalam batasan yang jelas antara urusan pribadi dengan urusan masing-masing,..


pria tampan itu membuka pintu mobil, dimana Lolita akan hendak turun,


Lolita sempat melirik ke arah Bobby ,tangan kiri pria tampan itu terangkat ke atas,untuk melindungi bagian puncak kepala Lolita agar tidak terantuk mobil,...


cukup romantis juga pria ini, ucap Lolita dalam hatinya melihat sikap Bobby kepadanya


lagi-lagi jarak yang terlalu dekat, membuat aroma parfum yang pria tampan ini pakai, cukup jelas menusuk indera penciuman Lolita, dan pasti berlaku juga untuk Bobby,...


cukup risih bagi Lolita , pria ini berusaha segitu nya, namun Lolita menepis pikiran negatif,yang memancing bisikan maut sang syaiton nirojim,...


Bobby mengandeng tangan Lolita, kali ini dengan sangat sopan


" Hm..."


" Hm...." Lolita a berdehem, untuk mengurangi rasa gugup dan rasa canggung yang menerpanya saat ini


" bang...."


" maaf..." ucap Lolita dengan sopan, lalu Lolita menarik telapak tangannya yang masih dalam genggaman tangan Bobby...


Bobby melepaskan genggaman tangannya tanpa memaksa lagi seperti awal keberangkatan mereka tadi, Bobby terus saja berjalan di depan Lolita dengan sesekali menoleh kearah belakang punggungnya, dan Lolita terus mengikuti langkah kaki pria yang Lolita juga tidak tahu kemana arah tujuannya ,karena baru kali ini Lolita mendatangi tempat ini


tapi dengan arahan abang Bobby, kini sampai lah mereka di tempat untuk paragliding


tubuh mungil Lolita di sambut terpaan angin cukup deras,tapi cukup menyenangkan berada di puncak bukit dengan hamparan hijau membentang,..


Lolita berdiri disini,memandang takjub,indahnya pemandangan dari atas,


bahkan tanpa di sadari Lolita mengembangkan senyuman di wajahnya ,bahkan Lolita bersikap sedikit kekanak - kanakan,berlari - lari kecil dengan tawa menghiasi wajah cantiknya,


terpaan angin membuat rambutnya terbang melayang kesana kemari,merusak tatanan rambutnya...


tidak perlu melakukan apa - apa, cukup melihat hamparan hijau membentang ciptaan tuhan saja membuat perasaan Lolita membaik, dan dia cukup bahagia, seakan-akan dia terlepas dari beban menghimpit jiwanya....


Pria tampan itu tersenyum,melengkungkan senyuman yang memperlihatkan dimples pada kedua sisi pipinya


Bobby berjalan mendekat ke arah Lolita ,dengan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana,...


Lolita berputar-putar,sambil merentangkan kedua tangannya,


Bahagianya...... ucap Lolita mengungkapkan kata hatinya saat ini,...


jlebb....


telapak tangan pria tampan itu menyentuh tangan Lolita ,untuk menghentikan tindakan Lolita yang mungkin cukup absurd bagi pria itu,...


dan benar saja,setelah melakukan sikap kekanakan tadi membuat Lolita tersipu malu, sangat malu....


karena tingkah laku Lolita yang absurd dilihat beberapa orang disana tanpa dia sadari,...


dengan spontan Lolita menutupi wajah cantiknya dengan telapak tangan yang tidak digenggam pria itu,,..


" sorry " ucap Lolita dengan tersipu malu...


Lolita tidak dapat melihat ekspresi wajah pria tampan itu,karena saat ini Lolita menundukkan pandangan nya, namun Bobby menarik telapak tangan Lolita yang sudah berada di dalam genggaman tangan Bobby, sehingga Lolita mengikuti langkah kaki Bobby,...


Lolita tidak menolaknya, karena saat ini Lolita berjalan sambil menundukkan wajahnya terus


" tolong, " ucap Bobby kepada seorang pria dengan memberi kode melalui sorot mata nya...


Bobby juga bersiap - siap, seperti yang Lolita lakukan saat ini....


" masbro, "


" untuk master tandem nya sudah kami siapkan "


".akang Junaidi dan akang Somat, " ucap pria dengan pakaian casual


" tidak perlu "


" biar aku yang akan jadi pilot nya bersama kekasih saya , "


" dampingi saya saja, "


" tempat untuk pendaratan nanti,saya sedikit lupa,..." sahut Bobby


" cih, kekasih "


" baru pendekatan saja , sombong betul " ucap Mad menggoda sahabat nya


" Ok..."


" baik, masbro " ucap Mad lagi kepada Bobby

__ADS_1


" By "


" basic spot disana,untuk take off " ucap Mad menunjukan arah dimana akan dilakukan take off penerbangan dengan teknik gliding


" oh iya, "


" By "


" cuaca cukup mendukung, dan juga cukup cerah hari ini, "


" pas banget buat kamu dan calon nyonya Bobby Bratawijaya Affandy " ucap Mad , sambil mengoda sahabatnya


Bobby hanya sempat melirik ke arah Mad dengan wajah cool nya,dan kembali mempersiapkan diri nya untuk paralayang yang akan dia lakukan bersama Lolita..,


perempuan yang mengetuk hati nya saat ini


namun Mad tahu betul,jika sahabatnya ini sedang dilanda jatuh cinta,terbukti dia memerintahkan langsung kepada Mad,segala sesuatu yang berhubungan dengan pujaan hati nya...


" perlengkapan ini "


" sudah di uji coba ,keamanannya ? " tanya Bobby kepada Mad,masih sibuk memasangkan hernes,dan beberapa lainnya


" pake banget "


" tuan muda yang perfeksionis " ucap Mad dengan sedikit formal ,sambil menyerahkan kamera dengan tongkat nya untuk Lolita ber selvi ria di atas ketinggian 1300mdpl,


Bobby sibuk memeriksa alat GPS yang diberikan oleh Mad kepadanya,dan GPS di handphone miliknya,


" punya kekasihku sudah kamu cek GPS nya ? " tanya Bobby kepada Mad


" sudah, " sahut Mad,sambil membantu Bobby membentangkan payung berbahan parasut....


" baik, ready, boss " ucap Mad memberi simbol OK kepada Bobby dengan simbol di jarinya,


Lolita pun sudah berada di depan tubuh Bobby,..


sang maestro pilot memberikan arahan kepada bobby dan Lolita,bagaimana cara take off,dan landing nantinya,belum lagi bagaimana cara penyelamatan saat terjadi kendala pada payung,dan lainnya,...


" kamu,siap, ? " tanya Bobby yang dijawab anggukan kepala,


" berdoa lah terlebih dahulu " sahut Bobby,dan dijawab dengan anggukan kepala lagi oleh Lolita,


" sudah ,Bang " ucap Lolita dengan singkat


Bobby bersiap,dengan ancang - ancang untuk melakukan take off yang di bantu Mad ,kini mereka terbang dari ketinggian...


Lolita sempat teriak,olahraga yang memicu adrenalin bagi pemula seperti Lolita,mata nya sempat terpejam sangking takutnya,


Bobby meminta Lolita mengubah posisi tangannya,demi kenyamanan dan keamanan Lolita,


ada senyuman yang disertai tawa di wajah Bobby,melihat ekspresi wajah sang pujaan..


dari takut,berubah menjadi kagum,


" abaaaaang, "


huuuuuu........ haaaaa.......suara teriakan Lolita diatas ketinggian


..........


jelas itu terekam di kamera yang berada di helm Bobby,dan Lolita,..


" kita ambil foto dulu,yook, " pinta Bobby,...


Lolita dengan takut - takut menekan kamera yang berada di genggamannya,...


mereka berdua berfoto...


meskipun bobby sibuk ber manuver di udara,dia masih bisa bergaya untuk hasil foto mereka berdua....


banyak foto yang Lolita abadikan ,foto wajah Bobby seorang diri,foto wajahnya Lolita juga seorang diri,dan foto mereka berdua,dengan senyum,dan tawa menghiasi wajah mereka,seolah- olah mereka sudah menjadi pasangan,tapi Lolita tidak menyadari itu,dia hanya polos,kepolosannya yang sedang menikmati kebebasannya dari beban masalah,


perjalanan yang ditempuh dengan jarak kurang lebih satu koma dua kilo meter,dan di tempuh kurang lebih 10 menit, akhirnya melakukan pendaratan sempurna,....


Lolita mengingat dengan baik arahan sang instruktur yang meminta nya mengangkat kedua kakinya secara lurus kedepan saat landing,agar Bobby saja yang melakukan proses pendaratan.


detak jantung Lolita masih berpacu dengan cepat,


Bobby sudah mulai melucuti payung parasut,dan hernes yang dia kenakan,dan melepas beberapa kaitan yang menghias ditubuhnya...


Lolita menggerjap-ngerjapkan kedua bola mata nya,terlihat sangat lucu dan menggemaskan bagi Bobby,...


" masih mau,gliding ? " tanya Bobby yang sudah berada di hadapan Lolita yang masih berada di posisi semula....duduk di hamparan rumput yang menghiasi lapangan...


" cukup,Bang, "


" bikin Nagih "


" sumpah demi apa ? "


" seru nya kebangetan " ucap Lolita dengan penuh euforia


Bobby menyodorkan air mineral,mungkin bisa sedikit menetralkan adrenalin yang sempat berpacu....


Bobby mengulurkan tangan untuk Lolita,membantu Lolita berdiri,...


Lolita pun mulai melucuti berbagai perlengkapan gliding di tubuhnya,...


yang di bantu oleh Bobby...


" bagaimana,masih mau lanjut ? " tanya Bobby


" emang masih ada keseruan lain ? " tanya Lolita dengan tatapan berbinar - binar


" mau tahu aja,atau mau tahu banget ? " tanya Bobby dengan sedikit bercanda kepada Lolita

__ADS_1


" waah "


" mau tahu banget ? " sahut Lolita dengan senyuman mengembang sempurna,


ekspresi Lolita yang imut,membuat Bobby memalingkan wajahnya,menahan gejolak hasrat cinta yang mulai bersemi indah


Bobby melirik ke arah jam yang melekat di tangan kanannya,...


" kita rehat sejenak, "


" kita makan siang dulu, "


" bila ada waktu nya,kita lanjutkan , "


" Ayo " kalimat ajakan Bobby kepada Lolita, berbuah anggukan kepala, pertanda jika dia menyetujui ajakan Bobby


" setelah makan siang ,aku sholat dulu ,bang " ucap Lolita


" aku ? "


" Kita kali,yang " sahut Bobby dengan singkat


yang..?...yang apa niih....yang kepala elo peyang,apa yang apa niih.....Lolita sempat membatin dengan sedikit mengernyitkan dahi nya sebentar,


sejurus kemudian dia melupakannya,karena Lolita menganggapnya tidak penting ,dan tidak jelas maksud dan tujuannya,jadi tidak perlu dipikirkan terlalu jauh,tooh dia hanya merasa senang akan liburannya, yang benar - benar melepaskan penatnya


" Mad "


" kamu yang menyetir yaach "


" terima kasih " ucap Bobby tanpa mengubris bantahan dari sahabat nya


" modus niih, "


" apaan terima kasih, "


" emang aku bilang Ok ,tadi "


" nasib- nasib " ucap Mad mulai menggerutu, namun tidak ada tanggapan dari Bobby


.


..


..


..


..


..


..


keceriaan,celoteh antara Lolita dan Bobby,hanya terjadi saat akan dan sesudah mereka melakukan gliding...


setelah itu, suasana di dalam mobil kembali kebisuan melanda mereka


seperti saat ini,walaupun sudah ada seorang Mad,..


penambahan personil di dalam mobil tetap hening,bahkan suara music tidak terdengar mengalun di dalam mobil,...


beberapa kali Mad seakan - akan memberi kode menguap,membuat Bobby takut Mad akan melakukan kesalahan dalam mengemudi


" kamu kenapa Mad ?" tanya Bobby penuh selidik


" aku mengantuk Obby, "


" kalian berdua tidak asik "


" masa dari tadi kalian diam saja kayak gini ? " ucap Mad, komplain dengan dua penumpang di belakang nya, yang menganggap nya layaknya sopir sejati


Bobby tidak mengubris pertanyaan Mad, yang terkesan menyebalkan bagi Bobby


" Obby ? " tanya Lolita ke arah Bobby


" Oh "


" itu sapaan abang bagi orang- orang yang terdekat saja "


" Obby " sahut Bobby menatap wajah cantik Lolita


" kenapa? "


" kamu mau sapa abang Obby,gitu ? " tanya Bobby, sedikit menggoda Lolita


sedangkan Lolita terdiam kembali setelah bertanya sekedar basa-basi


sudah....segitu - gitu saja,...suasana kembali hening.... sampai - sampai Mad menggaruk kepala nya yang tidak gatal,sangking aneh dengan sikap dua insan yang duduk di kursi penumpang bagian belakang


untungnya,tempat yang sudah di reservasi,sudah semakin dekat,jika tidak Mad terancam akan mengantuk kembali...


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2