Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
wanita spesial


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Suasana tegang terjadi lagi pagi hari itu, setelah semalam terjadi konflik berdarah di dalam ruangan rawat inap Lolita. Baik Evan dan Bobby seakan-akan tidak kapok untuk mengibarkan bendera perang, dan James sebagai seorang raja menatap para gladiator yang sedang bertanding


" Dad "


" uncle Theo sebelum pergi tadi sempat menitipkan pesan kepada Boy untuk disampaikan kepada Daddy Bobby dan Daddy Evan "


" uncle Theo berkata : Boy jikalau Daddy Bobby dan Daddy Evan kembali berulah "


" katakan kepada mereka berdua aku akan memindahkan Lolita ke negara lain yang tidak akan pernah diketahui oleh kalian berdua "


" begitu pesan uncle Theo " ucap Boy dengan tegas dan serius, seakan-akan dia adalah seorang bodyguard khusus yang melindungi Lolita dari para musuhnya


suara ketukan pintu kamar menghentikan suasana awkward,


" selamat pagi, nona " sapa dokter jaga dengan sopan


" selamat pagi ,dokter " ucap Lolita dengan ramah


belum juga dokter bertanya kembali, suara ketukan kembali terdengar, bodyguard Theo memberi hormat


" selamat pagi "


" tuan "


" nyonya "


" ini sarapan untuk anda dan lainnya "


" Oh iya, ada satu perintah tuan Theo " ucap bodyguard Theo


" Ehem "


" Ehem " ucap bodyguard Theo berdehem berdehem saja


" di dalam ruangan rawat inap Lolita sudah aku pasang CCTV "


" jika kalian masih melakukan sesuatu pada Lolita "


" dan tidak mengindahkan peringatan dari aku "


" satu hal yang akan aku pastikan kepada kalian berdua "


" aku akan membawa Lolita menjauh dari kalian berdua saat ini juga "


" seperti peringatan yang sudah aku titipkan kepada Boy pagi hari tadi sebelum aku meninggalkan Lolita " ucap bodyguard Theo pelan yang hanya terdengar oleh Evan, James dan Bobby saja


" permisi tuan " ucap bodyguard Theo segera keluar dari ruangan, sedangkan Evan dan Bobby terdiam dan mematung di posisi masing-masing, walaupun mereka nampak begitu gelisah, ucapan pria seperti Theo tidak akan main-main, Theo sampai menitipkan pesan, artinya Theo sangat serius dengan ucapan Theo. James hanya tersenyum tipis, karena Theo memenuhi tanggung jawab nya, kalaupun Theo tidak bertindak, maka dapat dipastikan James akan melakukannya.


Seorang dokter yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat inap Lolita beserta para perawat yang mengikuti langkah kaki sang dokter untuk melakukan visite ke setiap ruangan yang ada di setiap bagian bangsal VVIP. Dokter cantik itu melihat seorang anak pemilik rumah sakit berada di dalam kamar rawat inap pasien yang bernama Lolita, membuat dokter cantik segera menundukkan kepalanya untuk memberi hormat. Melihat tingkah laku dokter cantik menundukkan kepalanya, para perawat mengikuti cara dokter cantik ini memperlakukan tamu pasien atas nama Lolita, walaupun di dalam benak perawat memikirkan hal yang sama, siapakah pria ini, yang bisa membuat seorang dokter menundukkan kepalanya.


" dokter mau memeriksa kondisi pasien "


" silahkan dokter " ucap James merasa tidak terganggu dengan kehadiran petugas medis dalam formasi lengkap


" Ehem " ucap dokter cantik itu hanya berdehem saja, untuk mengurangi rasa gugup dan nervous yang melanda dirinya sejak tadi , apalagi saat berjalan mendekati kasur pasien, aura James semakin sangat terasa, belum lagi aura cool dari Bobby dan Evan


" nona , apakah ada keluhan " ucap dokter Liliane, dengan sopan terlihat dari nametag yang dikalungkan di leher Liliane. Tanpa sungkan Lolita menjabarkan semua keluhan seperti yang dia keluhkan kepada James, membuat James gemas dengan raut wajah Lolita yang nampak begitu mengemaskan bagi James, namun pada saat dokter Liliane menekan bahu Lolita, terlihat Lolita meringis kesakitan, membuat raut wajah James berubah menjadi menyeramkan bagi dokter Liliane


" saya mohon hentikan, dokter "


" tidak apa- apa kan "


" jika saya saja yang memeriksa pasien " ucap James dengan sopan, menutupi kecemasannya


" Oh "


" silahkan ,Doktor James " ucap dokter Liliane segera menggeser posisi nya mempersilahkan James untuk menganti posisi dokter Liliane


Ck, dari tadi kek, biar aku tidak malu, dasar menyebalkan, ucap dokter Liliane dengan kesal di dalam benaknya saja


James segera berpindah dari posisi sebelumnya, dan mengantikan posisi dokter Liliane yang memeriksa Lolita tadi, sejak tadi bukannya James tidak mau bertindak, namun dia menghargai teman satu profesi nya, namun apa mau di kata dokter yang memeriksa bukan spesialis , tentu kurang begitu mengerti, bagian mana yang harus diperiksa agar pasien tidak terlalu merasakan sakit, atau karena pasien terlalu manja, di telan sedikit bagian nyeri sudah meringis, atau keluarga pasien yang terlalu berlebihan dalam bersikap.


Setelah menimbang, James masih membutuhkan hasil pemeriksaan tambahan seperti hasil pemeriksaan radiologi seperti hasil Rontgen, MRI, dan CT- Scan. Salah satu dari jenis pemeriksaan ini akan di pilih James, tentu saja akan di sesuaikan dengan kebutuhan operasi nanti, dan sebagai penentu apakah Lolita akan menjalani operasi atau tidaknya. Ada juga pemeriksaan yang harus dijalani oleh Lolita seperti pemeriksaan elektromiagram ( EMG ) , dan Antrogram untuk mengevaluasi otot dan untuk mendapatkan gambar otot dan tendon, agar kondisi tubuh Lolita memang benar-benar terpantau dengan baik. Bahkan James meminta Lolita menjalani Antroskopi, dengan mengunakan lensa optik dalam proses persiapan pra operasi, jika Lolita menjalani proses operasi. Semua itu tertuang di goresan pena James di dalam catatan medis Lolita


James juga mencantumkan nama - nama dokter yang akan ikut dengan nya di ruang operasi, jika sampai Lolita mendapatkan jadwal operasi


wah


siapakah perempuan ini, membuat Doktor james, begitu memperhatikan nya, ucap para perawat yang mengikuti dokter Liliane melakukan visit ruangan VVIP


" nanti pada pukul 14.30 wib "


" saya minta anda untuk mempersiapkan diri "


" sesuai dengan instruksi Doktor James, kami akan melaksanakan tata laksana pemeriksaan "


" permisi nona "

__ADS_1


" permisi Doktor " ucap dokter Liliane dan petugas medis lainnya berpamitan dengan formal


Setelah keluar dari ruang rawat Lolita, para perawat yang menjadi dayang dokter Liliane segera ghibah maning


" astaga "


" cantik banget perempuan itu " ucap perawat A


" Eh, tahu kah kalian "


" kecantikan seorang wanita bisa membuat dia celaka loh " ucap perawat B


" perempuan itu harus sampai masuk emergency room semalam "


" karena kedua laki- laki di dalam ruangan tadi, kalian lihat tidak ? " ucap perawat C, membuat rekan satu profesi nya A, B ,D, dan E mengangguk-anggukan kepala mereka


" Oh "


" jadi kedua pria tampan tadi sampai berkelahi, memperebutkan perempuan tadi , akibatnya siapa tadi namanya...." ucap perawat B


" Lolita " ucap perawat D


" yup betul "


" sampai perempuan itu harus dirawat di emergency room "


" kabar - kabarnya perempuan itu sampai kritis "


" dan yang anehnya lagi Dr.dr.James,Sp B "


" beliau yang turun langsung di meja operasi, dan artinya wanita itu...." ucap perawat C


" puji Tuhan "


" mungkin tuh perempuan di masa lalunya sebagai penyelamat bumi "


" baik bener nasibnya dikelilingi pria- pria tampan "


" OMG." ucap perawat B dengan sedikit histeris


pletaaak, catatan rekam medis di letakan ke bahu perawat B


" aduh "


" sakit, kak " ucap perawat B


" kalau menghibahkan orang itu volume suara dikecilkan " ucap perawat D


" kalian ini pada ribut melulu "


" lagi seru nih "


" jadi, perempuan itu masih gadis kah ? " ucap perawat A


" tentu saja tidak "


" dia bahkan sudah mempunyai seorang anak, yang dirawat di ruang VVIP sebelah sono, itu anak nya " ucap perawat B


" selingkuh dong perempuan itu ? " ucap perawat D yang mendadak illfill


" bukan selingkuh "


" orang di di KTP nya JANDA, say " ucap perawat C, membuat semua perawat menjadi histeris. OMG, janda nya saja laris manis tanjung simpul, apalagi masih orisinil


" aku mencuri denger nih, "


" itu yang memakai kemeja warna navy, itu mantan suami perempuan itu "


" dan yang memakai kemeja warna maroon itu kekasih nya "


" oh my god "


" oh my God "


" perempuan itu membuat aku ngiri,deh " ucap perawat B


" kamu itu, dik "


" sesekali nganan "


" biar kamu tidak tengleng " ucap perawat D menggoda perawat B, percakapan para perawat membuat dokter Liliane membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba, dengan refleks membuat seluruh perawat menghentikan langkahnya secara tiba-tiba juga dan terdiam


" maafkan kami , dokter." ucap para perawat merasa bersalah karena membuat keributan di sepanjang koridor ruangan VVIP


shuuuuuuuttttt.......dokter Liliane memberikan kode jari telunjuknya kearah tengah bibir


" kalian ini begitu berisik " ucap dokter Liliane dengan dingin, sontak membuat para perawat semakin terdiam karena merasa bersalah membuat kegaduhan


" dan "

__ADS_1


" kalau kalian mau tahu "


" perempuan itu juga wanita yang spesial bagi Doktor James " ucap dokter Liliane, sambil mengedipkan satu mata nya, seutas senyuman terukir di wajah cantiknya ,dan dokter Liliane segera kembali berjalan meninggalkan perawat yang masih bengong dan melongo, setelah para perawat tersadar mereka langsung teriak histeris, dengan mengatupkan telapak tangan mereka ke mulutnya masing-masing agar tidak terdengar teriakan-teriakan mereka...


" kya "


" dokter Liliane "


" tunggu "


" beri kami penjelasan dokter " ucap para perawat kepada dokter cantik itu, sedangkan dokter Liliane hanya tertawa kecil tanpa menghentikan langkahnya


βœ“


βœ“


Hari ini, menjelang siang, Harun datang bersama dengan Amelia dan Asha, mereka berjalan beriringan, tanpa mereka sadari, jika mereka bertemu tanpa sengaja dengan Yahya dan Bilqis, bahkan tujuan mereka sama, untuk membesuk Lolita yang sedang di rawat inap di rumah sakit ini.


Mereka berjalan beriringan dengan sembari bercerita tentang bagaimana kondisi Lolita terakhir kali, Hamid mulai menceritakan tentang Lolita sesuai dengan apa yang dia dengar dari Lolita, padahal tanpa mereka sadari, jika Asha memucat ,takut kejadian yang sesungguhnya diketahui oleh para orang tua, bahkan di dalam hati Asha semakin sering dia berdoa berharap semua lancar sesuai dan sama cerita agar tidak ada kejanggalan yang membuat para orang tua mencurigai Lolita dan Asha


Tanpa terasa kini mereka semua berada di depan kamar rawat inap Lolita, dapat diketahui dari kedua bodyguard yang Harun lihat, masih setia berada di depan pintu kamar rawat inap Lolita. Suara ketukan, dan ucapan salam menggema yang diucapkan oleh Harun, Amelia, Yahya, dan Bilqis, dengan spontan para penghuni kamar rawat inap Lolita menjawab kalimat salam dengan senyuman mengembang di wajah mereka. Kali ini Bobby gercep ( gerak cepat ) menuju ke arah tuan Harun, yang masih berada di ambang pintu yang hendak merapat ke dalam ruangan beserta tamu yang lainnya, Bobby langsung segera mencium punggung tangan Harun dengan takzim dan lainnya secara bergantian, point pertama nya Daddy dan mami Lolita.


Harun menepuk pundak pria yang menyapa dirinya dengan sapaan " Daddy "


Harun cukup mengenal sosok Bobby yang pernah mendatangi Harun dan Amelia secara pribadi dan menyampaikan keseriusan nya kepada Harun untuk meminang Lolita, namun Harun saat itu menjawab asalkan Lolita menerima lamaran Bobby, sebagai seorang ayah , Harun pasti akan menerima Bobby sebagai menantu nya asalkan Bobby menyayangi Lolita dan menerima Rio sebagai bagian hidup Lolita. Hal itu tentu saja membuat Bobby semakin yakin jika dirinya akan menikah dengan Lolita asalkan Lolita menerima lamarannya, hanya saja saat ini terbentur restu dari Rio dan Melani. Harun menyukai sosok Bobby yang dinilai nya sangat gentleman, karena Evan saja di masa lalu tidak bersikap seperti itu, Evan datang langsung mengajak kedua orang tua nya ketika pertama kali datang berkunjung, dan langsung meminta Harun menyetujui permintaan nya untuk menikahi Lolita, yang terkesan memaksa kehendaknya kepada Lolita.


" bagaimana kabar kamu ? "


" sehat kamu, nak ? " ucap Harun dengan seutas senyuman di usianya yang sudah separuh baya, , tentu saja Bobby menjawab pertanyaan Harun dengan tak kalah santun dan lembut,di hadapan calon ayah mertua. sikap yang Bobby tunjukkan terhadap calon ayah mertua, dilakukan Bobby juga terhadap calon ibu mertua,. Sikap Bobby yang sangat santun membuat Evan jengah didalam batinnya ketika sengaja melirik saingan cintanya


Sungguh Evan merasa sangat kesal sampai ke ubun-ubun rasanya, akan tindakan cepat dari Bobby, namun apalah daya di hadapan orang tua Lolita dan dihadapan Buya Yahya dan isterinya ,tidak mungkin mereka berdua mengulangi kembali tindakan absurd mereka lagi, dan tentu saja akan membuat citra mereka akan merosot,dan menukik tajam ke bawah, pasti akan mempengaruhi penilaian dari para tetua,


Apalagi Harun memiliki penilaian yang baik kepada Bobby yang merupakan calon menantu, sedangkan Harun memiliki penilaian yang tidak baik kepada Evan yang merupakan mantan menantu nya. Oleh karena itu saat ini Evan sangat berusaha memperbaiki sikap dan sifatnya.


Evan tidak ingin kesan dan penilaian mantan mertua terhadap dirinya yang terdahulu dengan sekarang masih saja sama, melekat predikat fu**boy, setidak nya saat ini, mantan mertuanya melihat kesungguhan dari dirinya menjadi lebih baik akhlaknya dari sebelumnya ,sudah ada perubahan yang signifikan ke arah yang baik pada dirinya sekarang, baik dalam bersikap dan bertingkah laku , Evan terpaksa mengalah demi untuk menang , Evan segera menuju Buya Yahya dan umma, yang notabene nya masih keluarga dekatnya. Setelah semua orang melakukan salam sapa, dan in.termezzo, dan menanyakan bagaimana kondisi terkini Lolita, bagi Buya Yahya jelas sebelumnya tidak mengetahui kondisi Lolita, melihat kondisi Lolita di hadapan mereka saat ini tentu membuat mereka merasa prihatin, sedangkan sang ayah berusaha menggali kronologis kejadian, apa yang sebenarnya terjadi kepada anak perempuan nya, tiba-tiba harus kembali masuk ke emergency room , padahal beberapa jam sebelum keberangkatan nya ke kota S , kondisi Lolita cukup baik. Melihat kondisi Lolita sekarang terlihat sangat menyedihkan, apalagi ada luka baru di atas kepala nya, terbukti di atas kepala Lolita harus berbungkus perban yang melingkari kepala, di bagian belakang nya masih terlihat bekas rambut yang dicukur, dan satu lagi , hampir di atas kepala, namun hanya di bungkus kasa steril dengan lebar ber-diameter lima sampai enam cm..


" nak "


" apa yang terjadi kepada kamu ? "


" mengapa seperti ini, ? "


" padahal saat video call, sore kemarin , keadaan kamu tidak seburuk ini "ucap Harun kepada putrinya dengan nada khawatir Harun mendekati bibir kasur pasien


Lolita harus segera berfikir cepat mencari alasan yang logis untuk bisa menenangkan kekhawatiran sang ayah


" Oh "


" itu "


" kemarin sore Lolly, terjatuh di kamar mandi, Dad "


" karena yang menjaga Lolly, laki- laki semua "


" sedangkan Lolly harus...." Lolita mengemukakan alasannya dengan membisikkan ke telinga Harun saja


" Lolita mau BAB, Daddy "


" Lolly juga mau segera mandi karena gerah , sedangkan Lolly perempuan tidak mungkin Lolly di mandiin seorang laki- laki, meskipun Boy kan, Dad "


" masa Lolly mau meminta tolong sama Rio, bisa- bisa Rio roboh , Daddy " ucap Lolita di telinga Harun, membuat Harun me.ngerjap- ngerjapkan kedua mata nya, sambil mencari pertanyaan lain.


" bagaimana dengan Asha? "


" kenapa kamu tidak meminta bantuan Asha ? " bukankah masih ada Asha saat itu ? " ucap Harun yang terdengar penghuni kamar rawat inap lainnnya, membuat semua pelaku semalam terdiam dengan wajah nampak begitu pias


" Asha saat itu sudah pulang , Dad "


" kalau mandi siih its okay, bisa Lolly menunda nya , dan itu belum kejadian "


" kejadian nya malam, saat Lolly mau pipis " ucap Lolita dengan malu di telinga Harun, Harun masih mencoba menerima alasan Lolita, yang dipikirnya masuk dalam logika nya


Akan tetapi Harun semalam sempat berfikir, mengapa wajah ketiga pria tampan semalam nampak begitu kacau, apalagi memar di wajah Theo, Bobby dan Evan begitu terlihat, hingga pagi menjelang siang saat ini, alasan yang dikemukakan oleh Asha masih nampak ganjil untuk Harun terima, membuat Harun menatap Bobby dan Evan secara bergantian


" Apakah kalian berdua saling mengenal ? " ucap Harun dengan penasaran.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2