Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
namaku Darren,tante....


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


drt.....drt....drt....


drt.....drt....drt...


Lolita sibuk mencari ponselnya didalam tas miliknya,


Lolita cukup ceroboh, namun dia masih belum menyadari kekurangannya hingga sampai saat ini,


Lolita memilih tas yang berbentuk backpack bag, ukuran sedang, agar dia tidak melupakannya,


drt...drt.....drt......


dering ke tiga baru Lolita mengangkat sambungan telepon seluler nya,


pasti lah aku mendapatkan d


umpatan dari sahabatku, yang menyebalkan itu, karena lamban mengangkat telefon dari nya, gumam Lolita kecil


dan benar seperti itulah Asha, setelah mengumpat Lolita dengan kalimat umpatan yang tidak jelas,sahabat Lolita baru memberi salam sapa khas nya...


kesalahan aku ,dering telepon hanya aku mode on getar saja, bahkan suara handphone aku kecilkan,sehingga aku tidak menyadari bila Asha,sudah menghubungiku berkali - kali... gumam Lolita dalam benaknya, dia tersenyum dengan menahan senyumannya


yang pasti jengkel lah dia, Lolita paham watak dari sahabatnya, Lolita pun begitu bila seseorang terlalu lama menyambut sambungan teleponnya,apalagi disaat butuh cepat dan penting...


" Lolita "


" kya "


" keterlaluan kamu, yah "


" jual ono handphone , kalau tidak dibutuhkan kamu lagi, "


" sekalian lempar kasih kucing noh " ucap Asha dengan nada kesal


" ucap salam dulu kek " ucap Lolita membujuk Asha


" siang ,cinta " ucapku lagi


" iya "


" siang juga " sambut Asha dengan jutek


"cie...cie..."


" yang ngambek, "


" ice cream " ucap Lolita membujuk sahabatnya


" strawberry yaach, "


" ice cream nya "


" beli cone nya sekalian " ucap Asha


" oke "


" ntar aku mampir dulu, "


" sebelum ke mansion kamu " ucap Lolita


Lolita tertawa kecil,mudah kan membujuk sahabatnya Asha,..


ataupun dia membujuk Lolita,..


ice cream adalah kesukaan mereka berdua


" beibs "


" sudah ada sopir aku yang menjemput kalian "ucap Asha dengan binar bahagia


" Oh "


" yang mana? "


" aku kan tidak tahu,yang mana sopir kamu ? " ucap Lolita


" Oh my God "


" mentang - mentang JaMud "


" otak kamu ikut korslet yah "


" sejak gelar baru, "


" nanti kamu lihat ada orang yang pegang papan "


" ada tulisan nama kamu "


" aku sudah meminta sopir aku untuk membuat tulisan nama kamu "


" supaya kamu tahu, kalau itu orang yang jemput kamu " ucap Asha dengan sedikit sewot


" idiiih "


" mau marah melulu niih orang, "


" mentang-mentang isteri kompeni, "


" bawaannya begitu "


" bentak orang- orang saja " ucap Lolita dengan kesal


" eh " " eh "


" jangan bawa- bawa unsur kewarganegaraan yah, "


" aku colok hidung kamu, "


" gagal nafas,mau? " ucap Asha kembali membuat Lolita kembali meradang


" kamu pikir ,aku sapi atau kerbau "


ucap Lolita lagi dengan kesal


" bukan....."


" tapi kebo "


" lambat loading " ucap Asha menyanggah ucapan Lolita


..


..


Lolita terdiam,...


ini niih sahabatnya yang menyebalkan dan menyenangkan....


seperti ini lah hubungan mereka berdua...


selalu di warnai pertengkaran,dan itu pasti terjadi,..


namun mereka saling peduli, tidak pernah mampu untuk saling menyakiti, mereka berdua merasakan susah dan senang,berbagi penderitaan dan kebahagian


'' beibs, "


" kenapa diam " tanya Asha dengan takut


" sibuk "


" lagi nunggu koper niih di conveyor "


" sudah dulu, yah "


" nanti, kalau sudah ketemu sopir kamu "


" aku telepon lagi, yaah beibs " ucap Lolita


kami pun memutuskan sambungan telefon,...


" Mom, "

__ADS_1


" Rio mau pipis, " ucap anaknya Lolita, sambil menggoyangkan tangan kanan Lolita yang menggenggam tangan mungil anaknya yang tampan,...


Lolita dan Rio menuju toilet yang tersedia di bandara besar ini, lalu Lolita membawa anaknya Rio menuju ke toilet wanita,..


" No, Mom, "


" No.,...."


" Rio , tidak mau kesana "


" Rio sudah gede, Mom " ucap Rio , sambil melepaskan genggaman tangannya kepada Lolita ,dengan wajah marah nya , khas anak- anak


selalu menjadi drama ,bila Lolita membawa Rio ke toilet wanita, Rio pasti tidak akan mau,dan pasti meronta,


tetapi bagaimana lagi,kalau dulu Rio pasti ikut Daddy nya ,bila mau ke toilet,


sekarang, ...Lolita binggung dengan tingkah anaknya Rio,


tidak mungkin bagi Lolita, masuk kedalam toilet pria, jika Lolita membiarkan anaknya sendiri, Lolita takut ,jika Rio akan mengotori celana nya,atau kenapa- kenapa,...tanpa pengawasan Lolita...


lumayan lama Lolita terdiam dengan kondisi Rio yang merajuk,dan dengan puas Lolita membujuk anak nya, akan tetapi Rio seakan-akan tidak mau mengerti maksud ,dan mungkin bagi Rio, Lolita lah yang tidak mengerti maunya dia...


Oh Tuhan,....teriakku dalam batin


" ikut abang, "


" ayo " ucap anak laki - laki terdengar di belakang punggung Lolita


anak laki- laki itu,dengan gaya sangat ...


yaach...seperti orang dewasa,kedua tangannya diletakan didalam saku celana dasarnya,terlihat cool,dan keren,...


" izinkan anak tante,bersamaku " ucap bocah tampan itu kepada Lolita


" Heh " ucap Lolita agak terkejut akan penuturan bocah tampan itu kepadanya


dan Lolita hanya menganggukan kepalanya,secara perlahan....


Rio mengikuti anak laki- laki itu,jika terlihat dari tinggi badan,anak laki- laki itu, lebih tinggi dari anaknya Lolita,dan mungkin lebih tua dari anaknya Lolita ,bila menafsirkannya secara sepintas


berhubung tepat didepan toilet, Lolita pun ikut ingin buang air kecil, dia segera masuk ke dalam toilet berlogo wanita,dengan segera dituntaskan hajatnya ,takut anaknya Rio sudah selesai, Rio pasti akan mencari Lolita


antrian di toilet,membuat Lolita agak lama....


dan benar, sekarang Rio menunggu Lolita keluar dari toilet,bersama anak laki- laki itu,...


" terima kasih, sayang "


" sudah membantu tante "


" boleh tau siapa nama kamu ,nak ? "


" si cowok ganteng ini " ucap Lolita dengan lembut


" Darren, "


" namaku,Darren, "


" tante " sahut bocah tampan itu


" Rio,sudah mengucapkan terima kasih pada Darren , nak ? " tanya Lolita kepada anaknya


"sudah Mom "


" bukan Darren, "


" tapi abang Darren, "


" kami sudah berkenalan " sahut Rio dengan sopan


" good boy " ucap Lolita langsung memberi kecupan di dahi Rio dan tersenyum,


tanpa sengaja saat Lolita melirik bocah tampan itu yang berdiri di sebelah anaknya Rio,wajahnya nampak sendu,


insting keibuan Lolita muncul begitu saja,..


Lolita pun langsung menyematkan kecupan di dahi Darren,tak lupa Lolita pelukan kepada kedua tubuh bocah di hadapan Lolita,dan tersenyum melihat tingkah mereka yang nampak berbinar menatapnya


" Darren "


pria itu mematung di tempatnya,sedangkan Lolita mengernyitkan dahi nya,karena Lolita tidak mengenalnya,tapi Lolita merasa bahwa yakin jika dia pasti keluarga nya Darren


" uncle " ucap Darren mendekat ke arah pria itu dengan gaya cool,


Lolita mencoba tersenyum,dengan sedikit menundukkan kepalanya,...setelah mengucapkan terima kasih pada Darren,dan kata permisi pada mereka berdua..


" tunggu ! " teriak pria itu


Lolita menghentikan langkah kakinya dan Rio,


Lolita segera membalikan tubuhnya kembali ,yang sudah berjalan hendak meninggalkan Darren dan keluarga Darren


" iya,tuan, " ucap Lolita menunggu kalimat selanjutnya dari pria itu


" kamu,tidak mengingatku ? " tanya pria tampan itu kepada Lolita


Lolita berusaha menginggat- ingat nya, akan tetapi otaknya yang lemot , tentu saja tidak mengingat jelas siapa pria di hadapannya


" maaf, "


" saya tidak mengingatmu tuan, "


" sayang sekali "


" sekali lagi saya , mohon maaf "ucap Lolita merasa tidak enak, sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal dan nyengir kuda,seperti biasa dia lakukan bila dia tidak ingat,tidak mengerti,dan tidak tahu....atau saat dia melakukan kecerobohan...


pria itu mengangguk- anggukan kepala nya,dan memberikan kode kepada Darren untuk mengikuti langkah kakinya ,berlalu meninggalkan Lolita dan Rio ke arah yang sama tempat yang Lolita tuju,...


Lolita sedikit tertegun...


What !


"Kopeeeer " ucap Lolita dengan panik,segera dia menggenggam tangan Rio agar mengikuti nya menuju tempat pengambilan koper di conveyor....


Rio mengikuti Lolita,sambil mengelengkan kepala nya


" Mommy "


" mommy " ucap Rio sambil menggelengkan kepalanya


ucapan anaknya Rio, hanya di jawab Lolita dengan tertawa ringan, anaknya Rio memahami kekurangan Lolita,


terkadang Lolita malu,tapi bagaimana lagi,itu sisi dalam hidupnya,sedikit ceroboh dan


Dan benar saja, koper Lolita dan Rio yang tersisa di sana,ada juga siih beberapa...


Lolita segera mengambil koper, dan mau tak mau genggaman tangan Rio dilepaskan oleh Lolita karena ,ada dua koper yang dibawanya,dan Rio berjalan tepat di depan Lolita,agar dia bisa menjaga Rio...


di bagian kedatangan,karena sudah sepi, Lolita bisa melihat dengan jelas ada seorang pria memegang papan nama yang tentunya namanya disana, Lolita mengajak Rio segera mendekati pria itu..


" nona Lolita Maheswara " ucap dan sapa pria paruh baya itu kepada Lolita


" iya, "


" maaf, pak ,"


" membuat bapak menunggu lama " ucap Lolita merasa tidak enak


" tidak apa- apa,nona, "


" silahkan ikuti saya, "


" dan kopernya biar saya bawa " ucap pria itu dengan sopan


" biar saya bawa sendiri saja, pak " ucap Lolita juga dengan sopan


" jangan nona, "


" biar saya melakukan tugas saya, "


" atau nona mau saya kena hukum nyonya Asha " ucap pria itu dengan memohon


" baiklah ,pak "

__ADS_1


" koper Rio biar saya bawa, "


" ringan,dan kecil, kok "


" tidak apa- apa yach pak " ucap Lolita


" aku mohon,nona " ucap pak sopir, kali ini pak sopir dengan puppie eyes


eneng maah bisa apa,...


akhirnya kuberikan dua- dua koper pada pak sopir tukang paksa,...


padahal maksud hati hanya mengurangi beban kerjanya bapak sopir ,malah seakan- akan aku akan menghukumnya,aku menyerah....gumam Lolita dalam benaknya


Lolita dan Rio mengikuti pak sopir menuju parkiran mobil,dengan mengendong tubuh putera nya yang sudah tak enteng lagi, Lolita menghujami ciuman pada putera nya,dan Lolita mendusel- dusel perutnya Rio


"haha "


" haha "


"mommy "


" mommy "


" Mom ,hentikan , "


" geli " ucap Rio tertawa- tawa dengan terbahak- bahak, dan Lolita malah semakin mengoda anaknya,


diulangi nya lagi oleh Lolita,...


hingga Rio mencoba melepaskan gendongannya dari sang mommy, mereka tertawa dengan bahagia....


"Mom, "


" abang Darren, " ucap Rio menunjuk ke arah mobil yang melewati mereka,


Lolita menoleh kearah yang ditunjukkan oleh Rio, namun mobil berlalu dengan cepat,


Lolita merasa tidak terlalu penting melihat laju mobil mewah itu, dia hanya fokus melihat kearah anaknya saja,


lagi- lagi Lolita menjahili anaknya Rio,


dan Rio kembali tertawa terbahak- bahak sepanjang perjalanan mereka, Lolita sangat berhati-hati menuju ke arah mobil,tentu nya Lolita melihat kearah kiri dan kanan memastikan keamanan untuk mereka berdua...


" silahkan, nona " sopir membukakan pintu untuk Lolita dan Rio ,dan mempersilahkan mereka masuk kedalam mobil


Lolita mengelengkan kepalanya,sekali lagi Asha terlalu menyambut kedatangan nya dengan sedikit lebay menurut Lolita,


Asha memperlakukan kedatangan Lolita seperti tamu besar,dijemput sopir dengan mobil mewah,....


tapi bagaimana lagi, Lolita hanya menurutinya saja,apalagi Lolita baru kali ini akan menetap di J** yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya


..


..


..


..


..


..


..


Didalam mobil,Rio mengantuk,dia tertidur di pangkuan sang mommy,...


tubuhnya yang sudah tidak kecil lagi,...


membuat Lolita merebahkan tubuhnya di kursi,dengan kepala di pangkuannya,...


Lolita membelai rambut anaknya,disisir rambut Rio dengan jemari tangan nya


nak,


maafkan mommy ucap Lolita dengan wajah sendu


Lolita menghela nafasnya,..


Lolita menatap kearah kaca mobil, menelusuri jalanan dengan kedua bola matanya,mengikuti arus laju mobil....


hanya menatapnya,dan berfikir,tapi apa yang ada di pikiran, tidak ada,..


hanya memandangi perjalanan saja..


Lolita selalu mengatakan pada dirinya sendiri,untuk yaah..menerima kenyataan,status baru, hidupnya, anaknya,sekali anaknya,memikirkan anaknya yang menjadi korban dari keegoisan dia,yang selalu membuat Lolita menjadi buntu akal, seakan-akan tidak ada solusi dari itu,


apa yang akan aku katakan kelak pada anakku?...


apakah anakku akan menerimanya?


bila tidak,apa yang akan anakku perbuat?apakah ia akan memilih merusak hidupnya atau menghadapi hidupnya?...sekali lagi Lolita memijat pelipis dahi nya,...bila dia berfikir sendiri dalam batinnya


Lolita takut, sangat takut, jika anaknya menolak kenyataan,menolak keputusan dirinya,


tidak ada jawaban,meski sudah beberapa bulan ini ,itu yang menjadi problem di dalam pikiran Lolita dengan intens,..


Lolita hanya terus istighfar bila sudah merasa sesak,ataupun kepalanya yang tiba- tiba sakit akan pertanyaan- pertanyaan yang dibuatnya sendiri di otaknya, dipikirannya....


entahlah....


semoga allah menuntun jalan hijrah Lolita ini kearah yang lebih baik,hanya itu doa nya didalam hati nya


.


..


..


....


" maaf,pak, bisa kita mampir ke outlet ice cream " ucap Lolita kepada sopir dengan sopan


" dimana,nona? " ucap pak sopir


" saya tidak tahu,pak, "


" saya jarang ke J, "


" itupun bila ada acara keluarga,atau kegiatan apa,saya tidak paham,pak " ucap Lolita


pak sopir tampak sedikit berfikir...


" nona, "


" ada tempat ice cream langganan nyonya,apa kesana saja,nona " ucap pak sopir


" iya ,pak "


" kesana " ucap Lolita lagi


" Looooolllllyyyy "


" Lolly " suara cempreng ,khas itu......


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2