Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
sudah makan,Boy...


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dokter meminta keluarga pasien untuk menemui nya di ruangan konsultasi, karena yang mengantarkan Lolita, Boy dan Siska adalah para bodyguard Bobby, tentu saja mereka meminta waktu sampai Boss mereka datang


Seperti saat ini Bobby datang ke rumah sakit beriringan dengan kedatangan Theo, mereka berdua hanya menghelakan nafasnya dengan berat, mereka berjalan secara beriringan masuk ke dalam ruangan konsultasi, di dalam ruang konsultasi dokter menjelaskan segala hal dari A sampai Z membuat Theo dan Bobby sama- sama terdiam,setelah keluar dari ruang konsultasi dokter


" By "


" tolong kamu melepaskan Lolita " ucap Theo ,sambil menghembuskan nafasnya secara pelan dan penuh penekanan


" Theo "


" jangan kamu meminta itu dari aku " ucap Bobby dengan frustasi sambil menyugarkan rambut nya


" kamu tuli ! "


" HaH "


" kamu juga mendengarkan apa yang dikatakan dokter tadi kan "


" Lolly pernah mengalami cidera pada kepala sebelumnya "


" dan sekarang "


" belum lagi luka psikis yang dialaminya, anak-anak nya "


" tidak kah kamu memperhitungkan itu ! " ucap Theo,dengan penuh penekanan menahan gejolak emosi nya


" Asha sudah membawa Rio ke mansion aku "


" meskipun begitu ,apa kamu pikir dia tidak merindukan ibunya ? "


" Hm "


" dan apakah kami akan membiarkannya ? "


" mempertemukan mereka berdua dengan kondisi sang ibu seperti ini ? "


" tidak "


" tidak, By "


" tidak mungkin "


" hah "


" kasian anak itu, masih terlalu kecil menerima semua hal yang menyedihkan ini "


" dan aku menyayangi Rio "


" bagaimana dengan Boy ? " ucap Theo yang tidak kalah getir mengucapkan kalimat itu, dia tidak mau, tapi dia ingin agar sahabat nya juga memperhitungkan Rio dan Boy


Bobby terduduk di lantai koridor rumah sakit,dengan wajah tertunduk,dan tangan menyanggah kepala nya, Bobby tidak pernah menyangka sebegitu besar penolakan dari sang mommy, sehingga dengan teganya menyakiti wanita yang dia cintai . Theo meninggalkan Bobby,dan masuk kedalam ruang rawat inap Lolita.


Pintu kamar rawat inap terbuka, meskipun tanpa terdengar bunyi decitan, gerakan pada handle membuat Boy mengangkat wajahnya,yang tidak kalah lebam seperti sang mommy. Theo mengelus puncak kepala Boy,dan menepuk bahu Boy


" good Boy "


" begitulah sikap seorang anak laki- laki "


" melindungi orang yang kamu sayangi " ucap Theo pelan ,takut membangunkan Lolita


" istirahat lah "


" mommy kamu pasti tidak ingin kamu sakit "


" istirahatlah di kamar kamu " ucap Theo lagi dengan suaranya yang lirih, karena Theo tidak tega melihat kondisi ibu dan anak di hadapannya yang begitu babak belur seperti dihajar massa


" uncle pulang terlebih dahulu "


" nanti uncle kesini lagi "


" Rio aman di mansion uncle,ada Rava dan Ravi yang akan menghiburnya "


" jangan khawatirkan adik kamu " ucap Theo menutup percakapannya


Boy bukan tidak mau menjawab,dia hanya tidak bisa mengungkap kan kesedihannya,hingga airmata saja lolos dari pelupuk mata nya, menyaksikan perlakuan orang lain kepada sang penyelamat hidupnya,cinta pertamanya,sosok ibu bagi nya yang benar- benar tulus kepada nya. Boy hanya mengangguk- anggukan kepalanya,sebagai wakil perasaannya


dan dia mengikuti perintah dari uncle Theo


Theo menutup pintu ruang rawat inap Lolita dengan sangat hati-hati, agar tidak menganggu pasien yang sedang beristirahat. Theo menghelakan nafasnya dengan berat, saat melihat penampilan Bobby yang terlihat tidak baik, bahkan Bobby masih berada di posisi yang sama tanpa mengubah posisinya.


Bodyguard Theo datang dengan menenteng beberapa paperbag. Theo memberikan kode dengan kedua matanya yang dimengerti oleh bodyguard Theo, mereka masuk kedalam ruang rawat inap Lolita , dan langsung menyusun makanan dan pakaian,serta perlengkapan yang dibutuhkan oleh bobby, Lolita dan Boy, sedangkan Siska sudah diperbolehkan untuk pulang, menjalani rawat jalan


" hei, dude "


" benahi diri kamu "


" istirahat lah "


" jika kamu ingin menjaga Lolita "


" jika tidak , silahkan pulang sajalah"


" akan ada bodyguard aku yang akan menjaga mereka " ucap Theo dengan nada lembut


Theodore sangat tahu,dan mengerti, jika Bobby saat ini lebih merasa bersalah daripada dirinya,karena perbuatan sang mommy nya Bobby membuat wanita yang Bobby cintai terluka cukup parah baik secara fisik dan mental


Bobby mencoba mencerna perkataannya Theo.


Pertemuan pertama mereka berdua sudah membuat Bobby menyukai Lolita, semakin lama semakin suka, sehingga Bobby semakin sangat mencintai Lolita saat ini ,sulit bagi dirinya untuk menjauhi Lolita ,apalagi selama kurang lebih hampir empat tahun mereka lampaui,dengan saling mengenal pribadi satu dengan lainnya


kekurangan dan kelebihan pada masing -masing individu ,bahkan tidak mudah bagi Bobby mendapatkan kata suka dari Lolita,di saat Lolita,baru saja menyetujui untuk menerima perasaan Bobby beberapa bulan lalu,malah insiden yang tidak terelakan terjadi,sungguh ironis bagi Bobby. Setelah membersihkan diri, Bobby melihat kearah Boy yang masih sibuk dengan handphone nya,


" sudah makan, Boy " ucap Bobby yang memperkecil nada suaranya


Boy sebenarnya masih enggan menjawab pertanyaan Bobby, Boy masih merasa kesal kepada daddy nya kenapa tidak bergerak cepat ,jika saja Bobby bergerak lebih cepat ,mungkin sang mommy tidak akan mengalami hal separah ini. Boy bukan membenci Bobby ,yang notabene nya ayah angkat ,yang juga sebagai sosok pahlawan bagi dirinya. Akan tetapi Boy benci keadaan,kenapa sang mommy yang begitu baik , tetapi terus saja mengalami insiden mengerikan dan menyedihkan tepat di depan mata nya,dan Boy tidak berdaya untuk membantu sang mommy, selain itu juga pelaku nya adalah mommy dari daddy yang dia sayangi,. Hal ini sungguh perasaan yang begitu menyesakan bagi Boy ,tetapi dia harus bersahabat dengan keadaan


" ayo, makan "

__ADS_1


" daddy juga belum makan sedari siang " ucap Bobby mengajak Boy untuk makan malam di meja mini bar ruang rawat inap Lolita


namun Boy meminta Bobby untuk makan malamnya di dekat Lolita, sehingga


Bobby dan Boy ,berpindah duduk ke arah sofa, Bobby dengan telaten memindahkan makanan yang juga baru saja sampai ,setelah di pesanannya tadi untuk makan malamnya. Mereka makan dengan hening,


tidak seperti biasanya,karena Boy makan dengan raut wajah sedih,dan Bobby hanya memperhatikan tingkah anaknya saja,dengan rasa sedih di hati nya. Aroma makanan menyeruak ke rongga penciuman Lolita, sehingga Lolita memaksa kedua mata nya yang sembab untuk terbuka,


Uhuk...uhhuk....


.


mendengar suara batuk dari Lolita, Bobby segera menuangkan air hangat di gelas,dan memberikan nya kepada Lolita, dan Lolita segera meminumnya hingga tandas


" bang " ucap Lolita dengan suara parau, tersisa dari tangisannya tadi


Bobby tidak kuasa melihat wajah Lolita yang sudah penuh lebam ,mata yang sembab,dan sudut bibir pecah. Bobby memeluk,dan menghujami wajah Lolita dengan kecupan, pelukan Bobby cukup lama,hingga wajah Bobby berada di ceruk leher Lolita. Bobby menangis dalam diam,namun tubuh yang sedikit terguncang,dan tetesan air yang mengalir di baju Lolita bagian belakang,sudah cukup bukti,bahwa Bobby sangat terluka dengan keadaan sang pujaan


Lolita mengelus- elus punggung Bobby.


Boy melihat pemandangan di hadapannya, menggaruk kepala nya,yang tidak gatal...


Bisa - bisa nya mereka bermesraan di depan anaknya,sesaat senyuman menghiasi wajah tampan Boy ,dan Boy kembali menyuapi makanan ke mulutnya,tenaga Boy terkuras habis,dia membutuhkan pasokan makanan di tubuhnya. semakin kuat dan besar keinginan Boy untuk ,menguasai berbagai teknik bela diri, agar mampu melindungi dirinya, mommy ,dan adiknya...


dan dia merasa harus bisa lebih baik lagi dari sekarang,agar bisa membanggakan sang mommy


" bang, selesaikan terlebih dahulu makannya, "


" Hm "


" Lolly juga lapar pake banget " ucap Lolita ,agar Bobby berhenti memeluk tubuh kecil Lolita. Namun yang terjadi malah membuat Bobby semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Lolita


" Aw.....awwss...." suara rintihan Lolita membuat Bobby melepaskan pelukannya,..


" sakit "


" bagian tubuh yang mana,sayang ? " ucap Bobby sangat lembut dan penuh dengan rasa khawatirnya


" abang hampir meremukkan tulang - tulang di tubuh aku " ucap Lolita tertawa kecil,sambil mengelus-elus pipi dan rahang sang kekasih


" maaf " ucap Bobby lirih dengan wajah tertunduk


" tidak apa- apa ,bang "


" jangan merasa buruk "


" Lolly hanya lelah "


" dan dimana Rio ? "


" Lolly mengkhawatirkannya " ucap Lolita dengan hati-hati ,takut Bobby merasa terluka


" Rio berada di mansion Theo, "


" bersama Asha "


setelah memastikan keadaan anak kandungnya baik - baik saja , Lolita segera meminta Bobby melanjutkan makan malamnya


" ayo makan,bang " ucap Lolita mengajak Bobby untuk melanjutkan makan malamnya ,seperti biasa


Bobby yang mendengarkan Lolita mengatakan jika dirinya kelaparan, langsung menuangkan bubur ayam yang sudah dia pesan, lalu menyuapi Lolita dengan sangat telaten,


kasihan si Boy, dia bagaikan obat nyamuk melihat kemesraan antara Bobby dan Lolita,


Setelah selesai menyuapi Lolita makan, Bobby melanjutkan makan malamnya lagi yang sempat tertunda, sambil menatap wajah cantik Lolita yang sudah tidak berbentuk,seperti terkena sengatan lebah


Jangan di tanya bagaimana Boy, lebih baik dia memilih untuk segera tidur setelah bercengkerama dengan sang mommy,


Boy yang sudah mendapatkan pelukan dan kecupan sudah cukup bagi Boy untuk tidur dengan nyenyak malam ini, Boy segera kembali ke ruangannya yang berada tidak jauh dari ruangan Super VVIP, tidak semewah ruangan rawat Lolita,tapi setara dengan fasilitas di ruangan rawat inap sang Mommy


Bobby segera membereskan sisa dan remah makan malamnya,hingga bersih,dan sedikit memberi aroma terapy di ruang rawat,menghilangkan aroma makanan yang sempat menyeruak di dalam ruangan. Bobby termasuk jenis pria pembersih,sebelum tidur, dia pasti akan membersihkan dan merapikan segala sesuatu yang menurut nya janggal. Bobby kembali mendekati ke arah ranjang pasien, Setelah Lolita membersihkan diri,dengan bantuan Bobby


" bang, "


" berhenti memeluk Lolly "


" Lolly risih, ih "


" apalagi pake acara cium- cium Lolly "


" dosa looh bang " ucap Lolita dengan hati-hati


" kenapa, "


" Hm " ucap Bobby masih betah bermanja-manja dengan Lolita


" ih, sana sih bang "


" sudah dibilangin dosa "


" masih saja terus mepet mulu niih " ucap Lolita sedikit mendelikkan kedua bola matanya


" banyak pasangan melakukan lebih dari kita "


" biasa aja tuuh " ucap Bobby sedikit mengerutkan dahi nya


" itu dosa "


" jika kita mengetahui dan memahami hal itu dan masih melakukannya "


" semakin tebal tumpukan dosa nya "


" Lolly tidak mau Ah "


" besok-besok kalau Lolly mati masuk neraka "


" siapa nolongin Lolly " ucap Lolita masih terus menceramahi calon imamnya


" ya sudah "

__ADS_1


" ya sudah ceramahnya "


" besok dihalalkan biar tidak menjadi dosa lagi " ucap Bobby dengan santainya, dengan refleks Lolita menepuk jidatnya sang kekasih,


" endas kamu tooh, mas " ucap Lolita sambil tertawa..


Aw... Aw.....t


suara rintihan Lolita saat dia tertawa agak lebar,karena luka di sudut bibir nya masih menganga


" sakit sekali yah, beibs " ucap Bobby menyentuh dengan hati-hati sudut bibir yang terluka


" Ah "


" sudah lah bang, tidak perlu terlalu di pikirkan " ucap Lolita menenangkan Bobby


" apa yang salah sih,sayang "


" kalau kita segera menikah " ucap Bobby tanpa dosa


" ridho orang tua "


" ridho anak-anak "


" kita harus mendapatkan itu terlebih dahulu ,bang "


" Lolly tidak mau , setelah kita menjalin rumah tangga akan terjadi banyak halangan lain "


" jika tidak mendapatkan ridho dari mereka " ucap Lolita dengan serius


Bobby menghela nafasnya,sungguh berat mendapatkan ridho itu, sulit sekali untuk di tempuh oleh mereka,jalan percintaan mereka begitu terjal dan berliku


" Beibs "


" kelamaan tidak siih "


" abang sudah ingin , ingin begitu,...."


" sama kamu " ucap Bobby lirih dan mengendus-endus aroma tubuh Lolita,dan memberi kode yang sangat di mengerti Lolita,karena dia tahu betul apa yang di mau para pria bila mendekati wanita


" ih , bang "


" sudah Lolly bilang kan,"


" hush...hush..."


" jauh...jauh,..."


" Lolly tidak mau kita berdua khilaf "


" nanti akan membuat kita berdua masuk ke sumur dosa "


" Lolly tidak mau itu terjadi kepada kita , bang " ucap Lolita dengan hati-hati


" kalau abang tidak tahan lagi "


" silahkan abang cari perempuan lain saja "


" Lolly ridho jika abang menikah tidak dengan Lolly, bang "


" meski terluka "


" setidaknya Lolly tidak merasa dirugikan " ucap Lolita dengan nada suara yang lembut namun serius


" abang tidak mau perempuan lain "


" mau nya kamu,sayang "


" yah sudah "


" abang akan memandangi kamu dari sofa saja ,yach " ucap Bobby pasrah, dan Lolita mengangguk- anggukan kepala nya, Bobby memeluk tubuh kecil Lolita


Cup,...Cup.....Cup.....


Bobby mencuri kecupan di dahi ,pipi, dan bibir Lolita,


" abaaaaang "


teriak Lolita tanpa bersuara,dengan mata yang mendelik, Bobby berlari kearah sofa dengan senyum mengembang di wajahnya


" ayang "


" bebeibs kan mau juga seperti Boy mendapatkan kiss sebelum tidur " ucap Bobby menatap wajah cantik Lolita dari kasur khusus keluarga pasien yang menginap


Wajar saja sih Lolita marah, karena kembali nya status Lolita menjadi single parent ,tentu saja akan berimbas kepada sang ayah , semua dosa selain Lolita menanggung sendiri dosa nya, Kini akan kembali tertanggung oleh sang ayah Oleh karena itu kasih dan sayang seorang anak kepada orang tua dapat terlihat dari bagaimana dia membentengi diri dari perbuatan tidak terpuji,yang syarat godaan syetan . Lolita sangat mencintai ayahnya,maka nya dia selalu berusahalah membentengi diri nya dari perbuatan buruk,agar sang ayah tidak menerima tumpukan dosa,dan berlaku sebaliknya,anak soleha akan memberikan tumpukan pahala bagi orang tua nya,


Hari ini, hari yang melelahkan bagi mereka semua ,mereka sibuk menyusun rencana masing - masing untuk agenda hari esok, bagaimana pun bagi Bobby sang mommy dan Rio harus segera ditaklukkan ,jika ingin segera meminang sang pujaan hati, dan bagi Lolita, bagaimana cara dia bisa menjelaskan dengan baik kepada Rio keadaan yang terjadi ,bagaimana pun Lolita takut hak asuh anak ,akan dicabut dari nya jika Rio tidak mau lagi bersama nya, sehingga Lolita selalu berupaya membuat rasa nyaman bagi Rio,


Dan untuk Boy, bagaimana dia menyusun schedule antara sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, dengan kegiatan bela diri yang di tekuni nya, belum lagi les berbagai bahasa ,karena dia ingin sukses ,menjadi pengusaha yang go internasional agar usaha sang Mommy menjadi perusahaan besar , sedangkan Theo ,setelah mendapatkan amukan Asha,sang isteri...


dia duduk termenung di meja kerja nya,bagaimana ,dan apa yang akan dia lakukan jika Bobby tidak mampu menaklukkan hati sang Mommy Melani , apa yang harus dia lakukan apakah mendukung atau malah memisahkan Lolita dan sahabatnya ?


malam yang panjang,hingga akhirnya tubuh tidak mampu menyerap kegundahan setiap orang, malah menenggelamkannya kedalam alam mimpi..


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2